Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

6 Tahun Kemudian

iik j's picture

“Kamu tadi dicari sama Dona dan maminya. Maminya Dona bilang, dia ingat terus apa yang pernah kamu katakan dulu sama dia. Jadi, dia sekarang mau ikut ke gereja. Dia sudah sering kesini, tapi kamu nggak pernah di rumah. Nah, sekarang kamu harus cari dia, siapa tahu dia sungguh-sungguh mau ikut yang kamu katakan” kata ibuku waktu kakiku baru saja melangkah masuk rumah Jumat malam kemaren

“Maminya Dona yang mana nih?” tanyaku lagi

“Hallah... yang dulu tinggal di gang sebelah itu lho.. tapi nggak tahu sekarang dimana, yang kakinya pincang, yang katanya orang-orang dulunya dia cantik tapi terus kena santet, dihamili orang, ditinggalkan, terus diejek orang-orang kampung, ... Kamu dulu kan sering kesana” jelas ibuku lagi

“Oya... ya ya... ingat. Lama juga ya berarti aku sama dia nggak pernah ketemu, sekitar 6 tahun kali ya...”

Aku ingat gambaran tentang maminya Dona ini. Satu sosok perempuan dengan wajah cantik. Orang bilang dulu dia sangat gesit, dan juga kemayu. Tapi aku mengenalnya waktu dia sudah sangat berbeda. Berjalan bertumpu tongkat, dan melangkah pelan. Gang yang biasa kulalui dengan kecepatan berjalan kaki 5-10 menit, mungkin dilaluinya hampir 1 jam. Aku selalu melihatnya hanya ditemani seorang anak perempuan yang umurnya sama dengan adik bungsuku

Aku sebenarnya memperhatikannya jauh sebelum aku dilahirkan kembali, dan waktu itu aku masih cuek dengan sekelilingku. Tapi setelah dilahirkan kembali, aku mencoba mendekatinya, mencoba berbicara meski di awalnya aku menemui pandangan mata yang tak percaya. Tetapi lambat laun, dia mempercayaiku dan aku sering main ke rumahnya untuk memperkatakan Firman Tuhan padanya.

                                                                          ***

Hari Sabtu pagi, satu sms dari nomor tak dikenal muncul yang menuliskan bahwa dia maminya Dona yang ingin bertemu. "Wah serius nih berarti" itu yang kupikirkan. Akhirnya sore hari aku dan satu teman mencari dan menemukan tempat tinggalnya

Masih dengan penampilan yang sama seperti 6 tahun yang lalu, dia langsung berkata tanpa basa basi,”Aku memang mencarimu Ik, aku selalu teringat perkataan-perkaatanmu dulu. Waktu kamu katakan aku harus menemukan Tuhan dalam hidupku, ...”

“Oya? Lalu sekarang bagaimana?” aku masih setengah ‘nggak yakin’ dengan perkataannya

“Duluuuu sekali kamu pernah bicara2 seperti itu ‘kan sama aku. Nah sekitar tahun 2007 yang lalu, seseorang juga mengatakan hal yang sama seperti kamu, tapi kali ini kepada Dona. Lalu, beberapa bulan terakhir ini juga, setiap tengah malam aku tidak bisa tidur dan yang teringat adalah perkataan-perkataanmu itu. Jadi aku mencarimu, siapa tahu kali ini aku benar-benar bisa bertemu dengan Tuhan seperti yang kau katakan”

Jujur saja, meski mendengar penjelasannya yang sudah panjang lebar itu aku masih belum yakin dengan perkataannya. Aku sudah kembali teringat akan dia dan masalah2 yang dihadapinya, dan berapa panjang waktu yang pernah aku sisihkan untuk mengatakan perkataan kebenaran itu kepadanya. Dan, waktu dia tidak juga mengambil keputusan, maka akhirnya aku memilih untuk meninggalkannya saja, dan hanya berhubungan as a friend, dan melupakannya begitu saja. 

Waktu 6 tahun bukan waktu yang singkat. Tapi... bagaimana mungkin dia bisa kembali teringat yang kukatakan? Jangan-jangan bohong neh... jangan-jangan mau apa... jangan-jangan begini begitu... demikian yang dikatakan pikiran negatifku

                                                                        ***
 

Akhirnya, panjang lebar kami berbicara tentang kehidupan manusia, kekosongan hati, dan kehidupan dalam Tuhan.

Hari Minggunya kami jemput dia untuk beribadah di gereja. Meski dia belum mengambil keputusan untuk dilahirkan kembali dan mengikut Yesus Kristus dengan dengan sungguh-sungguh, disamping masih jauh perjalanan yang harus dilaluinya dalam Tuhan, tapi itu awal yang luar biasa

Aku seolah masih tak percaya dengan yang kulihat, dan kutemui. Sekian lama waktu telah berlalu. Dan Tuhan, ternyata benar-benar bekerja lebih hebat dari yang bisa kuperkirakan ... 6 tahun lalu... dan 6 tahun setelah itu... wahhhhhh....

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Efesus 3:20