Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Feed aggregator

Ulang Tahun Lusi

Blog SABDA - Wed, 2015-11-11 12:58

Tanggal 7 November 2015 yang lalu, ternyata teman dan sahabat kami, Lusi, berulang tahun. Namun, kami baru merayakan ulang tahunnya saat Persekutuan Doa staf hari Senin, 9 November 2015. Setelah menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun", seperti biasa staf yang berulang tahun akan didaulat untuk sharing.

Dalam sharing ulang tahun kali ini, Lusi yang merupakan koordinator Divisi Multimedia ternyata sudah merasa tua karena umurnya yang sudah kepala tiga, he he he .... Wah, kalau Lusi sudah merasa tua, bagaimana dengan kami (Evi, Elly, Anik, dan Okti) donk? ha ha ha ha .... Nah, sebagai seorang teman, Lusi dalam pandanganku adalah wanita yang luar biasa karena sudah selama empat tahun ini ia melakukan perjalanan dari Klaten ke Solo setiap hari demi pelayanan di YLSA. Semangatnya patut dicontoh oleh kami semua. Lusi memang perkasa dan tangguh. Semoga perjalananmu terus dipimpin oleh Tuhan ya, Lus.

Oh ya, masih dari sharingnya, Lusi sangat bersyukur untuk pertumbuhan iman yang terjadi di keluarga besar dan keluarga kecilnya. Kemudian, sebagai pokok doa, Lusi berharap agar keluarga besar dan keluarga kecilnya dapat terus bertumbuh di dalam Tuhan. Ia juga berharap supaya Tuhan memberi momongan, yang selama ini menjadi kerinduan Lusi dan suaminya. Ayub, salah satu staf PESTA, diberi kesempatan memimpin doa untuk pokok-pokok doa tersebut, yang tentu saja disertai dengan doa dari kami semua.

Selamat Ulang Tahun Lusi. Tuhan memberkati!

Pelatihan Software SABDA di Gunungkidul

Blog SABDA - Thu, 2015-11-05 11:35

Gunungkidul adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten di sebelah Utara, Kabupaten Wonogiri di sebelah Timur, Samudera Hindia di sebelah Selatan, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di sebelah Barat. Kabupaten Gunungkidul ini memiliki daerah wisata yang banyak sekali. Selain memiliki pantai yang sangat indah, kabupaten ini juga memiliki banyak sekali gua yang menjadi objek wisata di daerah ini.

Yayasan Lembaga SABDA berkesempatan mengadakan pelatihan Software SABDA di Gunungkidul pada 29 Oktober 2015. Tim SABDA yang pergi melayani, yaitu Bu Yulia , Mbak Evie , Mbak Setya, Jono, dan saya sendiri.

Pelatihan ini diadakan di GKJ Wonosari, salah satu dari 13 gereja yang termasuk Klasis GKJ Gunungkidul. Peserta pelatihan adalah para hamba Tuhan, staf gereja, dan guru Pendidikan Agama Kristen se-Klasis GKJ Gunungkidul. Acara berlangsung dari pukul 13.00 -- 17.00 WIB dan diikuti oleh lebih dari 60 peserta. Meskipun satu Klasis, gereja-gereja ini ada yang berjarak 40 km dari GKJ Wonosari. Para peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan ini.

Sebelum acara dimulai, para peserta menyerahkan laptop mereka kepada tim SABDA untuk diinstall Software SABDA. Sayangnya, tidak semua peserta membawa laptop. Hanya ada sekitar 40 laptop yang kami instal Software SABDA. Sebelum pelatihan, para peserta mendengarkan presentasi yang memotivasi mereka untuk lebih terbuka wawasannya dalam menghadapi teknologi yang semakin berkembang.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendengarkan petunjuk yang disampaikan Bu Yulia, lalu mempraktikkannya langsung supaya nanti tidak lupa dan bisa melakukannya sendiri. Mereka sangat senang sekali belajar menggunakan Software SABDA ini. Jika peserta tersebut sudah bisa melakukannya, mereka mencoba mengajari peserta lain yang belum bisa yang duduk di sebelahnya. Saya mengamati pelatihan ini benar-benar hidup dan setiap peserta bisa mengerti tahap-tahap dalam menggunakan Software SABDA. Semangat mereka sangat mendorong tim SABDA untuk semakin giat melayani.

Acara pelatihan seperti ini membuat saya semakin bersyukur bahwa apa yang telah dikerjakan Tuhan melalui SABDA bisa membantu banyak hamba Tuhan dan guru untuk belajar Alkitab dengan bertanggung jawab, dan mempersiapkan mereka untuk berkhotbah dan mengajar dengan baik. Hal lain yang membuat kami senang adalah bertemu dengan saudara-saudara seiman yang baru dari Gunungkidul. Semoga kami bisa terus berbagi dan menguatkan satu dengan yang lainnya. Puji Tuhan!

Pengaruh Sosial Media dalam Pembentukan Karakter Anak

Blog SABDA - Wed, 2015-11-04 10:51

Oleh: Astrid*

Perkembangan teknologi berjalan begitu cepat dan dampaknya ikut memengaruhi pola pikir, perilaku, dan sikap pada anak-anak masa kini. Sebagai orangtua, saya bersyukur karena tidak termasuk orangtua yang gaptek. Jadi, saya bisa cepat tahu perkembangan serta informasi terbaru yang sedang berkembang di dunia maya. Saya bisa menjadi filter bagi anak-anak saya sebelum mereka mengenal sendiri atau mendengar dari orang lain. Kita tahu ada banyak yang ditawarkan di internet. Ada situs, games, dan juga aplikasi lain yang dapat dibuka melalui laptop, PC, ataupun smartphone. Ada yang bernilai positif, tetapi banyak pula yang bernilai negatif. Jadi, sangat penting kalau orangtua ikut serta mendampingi anak saat membuka aplikasi games atau membuka situs internet. Ibadah pasutri di GKI Sangkrah bertema "Pengaruh Sosial Media dalam Pembentukan Karakter Anak" yang diadakan Jumat (25/9/15) itu cukup menyita perhatian saya. Saya diingatkan oleh pembicara Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div, pakar IT dan Teologi dari Singapura, agar selalu menjadi orangtua yang jeli sehingga anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Sangat disayangkan kalau anak-anak membuka games atau situs yang mengandung unsur kekerasan atau pornografi. Oh ya, dalam acara tersebut, Tim SABDA yang terdiri dari Ibu Yulia, Tika, Jono, Odysius , Ayub , Aji, dan Pak Victor hadir untuk mengikuti acara sekaligus membuka booth untuk instalasi dan membagikan produk-produk YLSA di gereja.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menghadiri acara serupa. Bedanya, waktu itu, sulung saya masih kanak-kanak sehingga saya tidak merasa terlalu khawatir akan pengaruh negatif internet, termasuk sosial media di dalamnya. Toh anak saya masih kecil dan saya merasa selalu mendampinginya setiap hari. Namun, sekarang, sulung saya sudah bertumbuh menjadi remaja belia yang bisa membuka internet kapan saja dan di mana saja, bahkan ketika saya tidak berada di dekatnya. Karenanya, saya bersyukur bisa datang di acara ini. Pikiran saya disegarkan kembali untuk menjadi orangtua yang tegas. Tegas untuk berani melarang anak saya agar tidak membuka situs apa pun di internet selama waktu belajar di rumah. Saya bersyukur karena di rumah, saya dan suami juga menerapkan aturan tegas.

Di acara ini, ada hal baru yang saya dapatkan. Hal baru ini begitu menarik perhatian saya hingga saya berharap bisa diterapkan di negeri ini. Di Jepang, ada tempat khusus atau pusat rehabilitasi yang diperuntukkan bagi mereka yang kecanduan games. Waowww, benar-benar mengagumkan kepedulian pemerintah Jepang terhadap generasinya. Setiap orangtua ataupun guru yang menemui anaknya kecanduan games, diwajibkan mengirimkan mereka ke tempat itu. Tentunya, mereka diharapkan bisa pulih kembali. Sebagai orangtua, saya takut jika anak saya menjadi pecandu apa pun, termasuk pecandu games. Namun, saya bersyukur hal itu tidak terjadi. Sesekali memang anak saya membuka aplikasi games, tetapi hanya games sepak bola. Itu pun dengan izin dan pengawasan dari saya atau papanya.

Ada istilah baru yang saya dengar di acara ini untuk menyebut generasi sekarang ini. Sebutannya adalah generasi menundukkan kepala. Istilah ini muncul karena keadaan generasi sekarang ini lebih fokus pada HP masing-masing dibandingkan pada hal lain yang lebih penting. Berjalan kaki sambil memainkan gawainya, bahkan saat mengendarai mobil pun asyik dengan HP-nya. Mereka sering lupa akan bahaya yang mengancamnya. Generasi sekarang ini juga banyak yang kurang senang memanfaatkan waktu luang untuk bercengkerama dengan teman-teman sebayanya pada saat mereka berkumpul. Satu sama lain justru asyik memainkan HP, mencari aplikasi games atau sekadar membuat status di sosial media. Hal ini akan sangat parah kalau kondisi seperti ini terjadi di keluarga kita. Karena itu, saya menganggap anak-anak dan keluarga saya adalah harta yang paling berharga. Saya ingin anak-anak lebih dekat dengan keluarganya, bertanya pada saya jika menemui kesulitan dibandingkan mereka bertanya terlebih dulu pada Google yang dianggap tahu segalanya. Bercengkerama bersama menceritakan kejadian yang kami alami setiap hari daripada chatting di BBM, FB, atau sosial media lainnya. Sebab, saya tidak ingin mereka hancur oleh pengaruh negatif internet. Saya bersyukur, pada masa membludaknya produk-produk internet sekarang ini, saya bergabung dengan SABDA yang memberikan pemahaman baru bagi anak-anak saya untuk memanfaatkan teknologi yang lebih berfokus untuk kemuliaan Tuhan. Saya berharap anak dan keluarga saya bersedia menyebarkan berita sukacita ini bagi teman-teman dan relasinya. Tuhan memberkati.

HUT Pak Gunung

Blog SABDA - Wed, 2015-11-04 10:38

Tanggal 2 November 2015 merupakan hari yang spesial karena salah satu teman kami, yaitu Pak Gunung, merayakan ulang tahunnya yang ke-36. Kami turut bersyukur bersama Pak Gunung dengan merayakan ulang tahunnya secara sederhana dalam Persekutuan Doa hari Senin bersama semua staf. Kami menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dan mendengarkan sharing dan permohonan dari Pak Gunung mengenai ulang tahunnya kali ini.

Selain bersyukur atas berkat Tuhan untuk pertambahan umur, pada ulang tahunnya kali ini, Pak Gunung memiliki beberapa pokok doa, yaitu agar relasinya dan pertumbuhan imannya dalam Tuhan makin dewasa. Ia dan keluarga kecilnya juga rindu untuk memiliki rumah sendiri. Pak Gunung juga mohon dukungan doa agar Tuhan memberkati keluarga kecilnya sehingga dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekitarnya. Oh, ternyata, ulang tahun Pak Gunung bersamaan juga dengan ulang tahun ayahnya sehingga sebagai pokok doa terakhirnya; Pak Gunung juga meminta kami untuk mendoakan ayah beliau. Well said and done.

Ting ... ting ... jam makan siang pun tiba. Di meja makan, terdapat menu spesial yang berasal dari Pak Gunung. Selain berbagi pokok doa, Pak Gunung juga berbagi berkat dengan semua staf di sini, yang juga menjadi salah satu kebiasaan staf ketika merayakan ulang tahun. Terima kasih ya Pak Gunung, makan siangnya sungguh enak

Selamat ulang tahun Pak Gunung. Teruslah bertumbuh di dalam Tuhan.

YMC dan SABDA di Lampung

Blog SABDA - Wed, 2015-11-04 09:57

Kesempatan ikut pelayanan bareng dengan Pak Hagai dari Iota ProJeCt dalam acara Youth Mission Conference (YMC) di Lampung sangat sayang untuk dilewatkan. Karena itu, saya menyanggupi untuk ikut mengisi di acara YMC dengan alasan: Pertama, misi selalu menjadi jantung Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dan sejauh ini YLSA jarang ke lapangan. YLSA, yang lebih banyak dikenal di dunia maya sebagai penyedia bahan, termasuk bahan misi, sudah saatnya "turun gunung", kata pepatah ... untuk melihat apakah masih ada yang dibutuhkan teman-teman di lapangan untuk YLSA kerjakan. Kedua, untuk mengenal lebih dekat mitra YLSA yang baru, yaitu Iota ProJect. YLSA menyadari bahwa pelayanan Tuhan akan kuat kalau para pelayan-Nya bersatu, saling menopang, dan menolong. Ketiga, YLSA belum pernah roadshow ke Lampung. Ada rasa penasaran apakah SABDA sudah dikenal di Lampung.

YMC diselenggarakan dalam dua pertemuan; tgl. 9 -- 10 Oktober di Tulang Bawang dan 13 -- 14 Oktober di Bandar Lampung (ibu kota Provinsi Lampung). Kali ini, saya pergi sendirian untuk berbicara tentang Media dan Teknologi, baik di Tulang Bawang maupun di Bandar Lampung. Lampung adalah kota ketiga di luar Pulau Jawa yang dikunjungi SABDA, setelah Bali dan Palembang. Karena teman-teman Pak Hagai banyak yang berasal dari lulusan Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI), maka kami banyak terlibat dengan pelayanan gereja-gereja Baptis di Lampung, termasuk Rumah Sakit Baptis Imanuel di Bandar Lampung. Tetapi, khusus di Tulang Bawang, mereka bekerja sama dengan gereja-gereja GITJ (Gereja Injili Tanah Jawa).

Kesan pertama saya ketika tiba di Lampung adalah .... "Lho, kok semua orang berbahasa Jawa di sini? Ini Jawa atau Sumatra yo?" Rasanya juga aneh ketika sampai di Tulang Bawang melihat gereja yang sangat megah berdiri di tengah-tengah "desa" dan bertuliskan Gereja Injili Tanah Jawa .... "Ah, lho kok nggak Tanah Sumatra?" Setelah selidik punya selidik, ternyata Lampung menyimpan sejarah yang cukup panjang (50 tahun)... yang bermula dari program transmigrasi pemerintah tahun 60-an dan 70-an .... Bukan hanya bahasa, ternyata makanan Jawa pun lebih populer di Lampung. Boleh dibilang, tradisi Jawa dipelihara lebih ketat di Lampung daripada di Jawa sendiri .... Benar nggak sih?

YMC di Tulang Bawang diadakan 2 hari berturut-turut (9 -- 10 Oktober), dihadiri oleh kira-kira 100 remaja-remaja GITJ dari berbagai wilayah, diselenggarakan di GITJ Tirta Kencana. Tidak banyak pemuda yang datang karena pemuda-pemuda Lampung kebanyakan bersekolah keluar kota atau merantau ke Jawa. Target sebenarnya 200-an remaja, tetapi waktu penyelenggaraan bertepatan dengan test tengah semester SMP, jadi banyak orangtua yang tidak mengizinkan anak-anaknya hadir. Acara berjalan baik dan anak-anak cukup antusias mengikuti setiap sesi. Ada beberapa sesi yang dipimpin oleh Bpk. Dr. Bambang Sriyanto, dosen Misiologi dari STBI. Saya secara pribadi bersyukur bertemu dengan Pak Bambang karena bisa berbincang-bincang tentang banyak hal, khususnya tentang pelayanan misi. Selama di Tulang Bawang, saya bermalam di rumah jemaat yang sangat baik menerima saya untuk tidur di rumahnya.

Pada 11 Oktober, hari Minggu, semua anggota tim Pak Haggai diberi tugas untuk berkhotbah di berbagai gereja di sekitar Tulang Bawang, termasuk saya yang mendapat tempat khotbah di GITJ Candra Kencana yang dipimpin oleh Bpk. Pdt. Jedi. Saya bersyukur dapat berbincang dengan Pdt. Jedi setelah kebaktian, bahkan sempat menginstalkan Software SABDA dan memberikan training singkat bagaimana menggunakan Software SABDA kepada Pdt. Jedi dan anaknya. Rupanya SABDA sudah dikenal oleh beliau sebelumnya. Saya berdoa mereka berdua bisa saling belajar sehingga Software SABDA bisa menemani Pdt. Jedi dalam menyiapkan khotbah-khotbahnya. Sorenya, kami menuju ke Gereja Baptis Daya Murni yang dipimpin oleh Pak Eko karena kami akan mengadakan KKR di sana. Walaupun saya tidak banyak terlibat, tetapi saya bersyukur dapat mengenal Pak Eko dan istrinya yang sangat gesit, dan juga salah satu keluarga jemaat tempat saya tinggal malam itu. Keesokan paginya (jam 07.00), kami meninggalkan Daya Murni menuju Kota Bandar Lampung (3,5 jam perjalanan).

Sesampainya di Bandar Lampung, Senin siang, saya menyempatkan diri ke RS Imanuel untuk menyiapkan ruangan yang akan dipakai untuk pelatihan Software SABDA. Ide mengadakan pelatihan ini sebenarnya lumayan mendadak dan muncul saat hari pertama saya datang di Lampung ketika bertemu dengan Pak Soegiarto, Tim Kerohanian RS Imanuel. Ide ini disambut baik, dan Pak Soegiarto berhasil menghubungi 10 hamba Tuhan gereja Baptis yang tertarik ikut pelatihan. Saya bersyukur karena waktu luang saya Selasa pagi (tgl. 13) bisa digunakan dengan baik. Ibu Diah dari RS Imanuel menyediakan tempat yang nyaman dan prasarana yang bagus untuk kami melakukan pelatihan bagi 12 hamba Tuhan gereja Baptis dari jam 08.00 -- 11.00 siang. Banyak dari hamba Tuhan ini ternyata sudah mengenal SABDA di internet, tetapi belum Software SABDA-nya. Pelatihan ini membuat mereka kagum dengan kemampuan Software SABDA dan bersyukur mendapat sumber-sumber bahan yang sangat melimpah dari SABDA.

YMC di Bandar Lampung juga diadakan 2 hari berturut-turut (13 -- 14 Oktober) mulai siang hari dan dihadiri oleh 150-an remaja dan pemuda dari gereja-gereja Baptis Bandar Lampung dan sekitarnya. Acara diawali dengan KKR di Aula lantai 5, RS Imanuel. Setelah itu, mereka dibawa ke area kamp karena mereka akan menginap di sana satu malam. Malam itu, saya menjadi penerjemah untuk Pak Peter (Ketua pelayanan K-Pact, yang juga menjadi salah satu pembicara YMC). Saya juga membawakan 1 sesi sehabis makan malam dan membagikan brosur Apps4God, aplikasi SABDA Android, dan juga produk-produk SABDA yang lain. Saya agak kaget karena setelah sesi, ada 2 anak remaja yang datang dan minta foto bersama, oh ternyata mereka fansnya SABDA .... Sayang sekali, saya hanya bisa ikut hari pertama saja karena besok pagi-pagi (jam 06.30) harus terbang kembali ke Solo.

Pelayanan ke Lampung lumayan melelahkan. Selain karena udara Lampung yang panas, secara fisik saya juga kurang fit. Puji Tuhan, Dia selalu menjaga saya sehingga saya bisa mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan dengan sebaik mungkin. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan; salah satunya adalah pelayanan misi sangat penting dan harus dikerjakan secara strategis untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Bersyukur untuk Pak Hagai dan tim yang menerima saya dan menjadikan saya anggota tim tanpa membeda-bedakan. Sempat berbincang-bincang banyak dengan Pak Hagai, terutama untuk pelayanan-pelayanan selanjutnya. "Terus semangat, Pak! Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan .... Sampai jumpa di pelayanan yang lain."

SABDA di Kamp Nasional Alumni Perkantas 2015

Blog SABDA - Mon, 2015-10-26 12:25

Oleh: Harjono + Yulia

Sabtu 26 September, tim YLSA , saya, Bu Yulia, dan Jessica, bergegas menuju Rumah Retret Salib Putih, Salatiga, Jawa Tengah, karena kami akan berpartisipasi dalam Kamp Nasional Alumni 2015 Perkantas (KNA) dengan membuka booth SABDA dan memberikan presentasi tentang pelayanan SABDA.

Kami berangkat pukul 08.00 dan sampai di Salatiga pukul 09.00. Namun, di tengah jalan, kami mendapat kejutan telepon dari Evie yang memberitahukan bahwa ada perubahan jadwal presentasi SABDA yang awalnya pukul 10.00 akan diundur pukul 16.00. "Wah ... nggak bisa ini ...," kata Bu Yulia. Sesampainya di Salib Putih, kami cepat-cepat menghubungi panitia KNA untuk bernegosiasi soal jadwal presentasi. Hasilnya, presentasi bisa diadakan pada pukul 12.00 sebelum jam makan siang. Kami cukup senang dengan keputusan tersebut, dan kami langsung mengatur booth SABDA di rumah makan. Dua meja ukuran sedang hanya cukup untuk mendisplay produk-produk pelayanan SABDA, seperti CD-CD Alkitab Audio MP3, 3 DVD yang berisi bahan-bahan pelayanan, SD Card, dan brosur-brosur yang lain. Bersyukur kita mendapat tambahan satu meja lagi untuk instalasi software & aplikasi SABDA Android.

Ruang makan adalah tempat yang cukup strategis untuk membuka booth SABDA karena semua peserta akan berkumpul di sana saat break dan makan siang. Banyak peserta KNA berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, mereka sangat senang melihat display CD-CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Salah satu acara KNA adalah membagi peserta berdasarkan profesi, dan tepat di depan booth SABDA adalah kelompok profesi guru. Mereka sangat senang mendengar informasi bahwa SABDA menyediakan DVD Library Anak dan DVD Konseling Telaga. Kami juga sempat berbincang-bincang dengan para peserta serta menawarkan software Alkitab melalui booth instalasi. Puji Tuhan, banyak yang tertarik dan memberikan gawai-gawainya untuk diinstal aplikasi-aplikasi SABDA Android. Awalnya, terlihat ekspresi sungkan dan tidak sabaran ketika melihat gawai mereka diutak-atik, tetapi usai proses instalasi mereka terlihat puas dengan hasilnya. Salah satu bapak berkomentar, "Sekarang, saya bukan cuma punya Kitab Suci, tetapi banyak yang lain. Hpku jadi 'hape suci'." Kami pun bergelak tawa bersamanya.

Waktu menunjukkan pukul 11.50, sudah saatnya Bu Yulia maju memberikan presentasi "Apa Peran Teknologi bagi Kerajaan Allah?" pada seluruh alumni Perkantas. Di luar dugaan kami, suasana tempat presentasi ramai dan hampir seluruh kursi penuh walau menuju jam makan siang. Presentasi dilakukan oleh Bu Yulia, dan aku jadi seksi dokumentasi. Banyak peserta memerhatikan dengan saksama presentasi Bu Yulia.

Usai presentasi, kami kembali melayani booth sampai peserta puas menerima bahan dan aplikasi. Setelah makan, mereka kembali ke acara dan kami menikmati makan siang dan membicarakan hasil presentasi sebelumnya. Di tengah itu, kami melihat sekelompok bapak-bapak yang tampaknya sedang membaca bahan saat teduh. Yang unik adalah mereka membaca Alkitab dalam bahasa Batak Simalungun dengan sangat nyaring, dan sesekali terdengar suara tawa saat membaca. Terlepas apakah bahan itu dari SABDA atau bukan, kami senang melihat bahan-bahan seperti Alkitab Bahasa Daerah dapat melengkapi pelayanan mereka.

Waktu telah menunjukkan pukul 13.00, maka kami pun bergegas membereskan booth untuk kembali pulang. Bu Yulia bercerita bahwa ada beberapa senior staf Perkantas yang dikenal Bu Yulia juga hadir pada acara ini, misalnya Pak Jonathan Parapak, Pak Tadius, Pak Jahja, dll.. Semoga KNA yang diikuti oleh hampir 300 alumni Perkantas ini dapat membakar semangat mereka untuk tetap melayani Tuhan.

Satu hal yang saya pelajari dari KNA ini, bahwa pelayanan tidak memiliki kata usai/lulus/cukup selama kita diberi kesempatan oleh Tuhan. Banyak dari peserta kamp ini berupaya membentuk komunitas-komunitas pelayanan dari berbagai bidang, baik hukum, pendidikan, maupun ekonomi, sebagai follow up dari pelayanan mahasiswa mereka. Mereka sadar bahwa pelayanan itu tak bisa dilakukan sendiri, "we can't do it alone". Banyak pelajaran yang kupetik dari mengamati anggota Perkantas dalam pelayanan mereka. Jika boleh melayani mereka lagi, tentunya itu berkat. Sampai jumpa Salib Putih! Sampai jumpa Salatiga, semoga bisa bertemu & melayani lagi!

SABDA dalam Sertifikasi Guru Agama Kristen di INTHEOS

Blog SABDA - Thu, 2015-10-22 13:21

Pada tanggal 23 September 2015, SABDA mengadakan roadshow di STT INTHEOS dalam rangka acara "Pelatihan Profesi Jabatan Sertifikasi Guru Agama Kristen". Para peserta kebanyakan berasal dari Kalimantan. Saya, Pak Gunung, dan Amidya bertugas pada roadshow kali ini. Kami membuka stand instalasi aplikasi Android di HP dan laptop. Peserta yang mengikuti acara ini sekitar 200 orang. Meskipun ada sedikit hambatan sebelum mulai membuka booth, tetapi akhirnya kami dapat melakukan instalasi Alkitab dan app di laptop maupun HP peserta. Pada hari itu, ada kira-kira 50 laptop yang mendapat instalasi Software SABDA dan bahan-bahan pelayanan dari SABDA sebesar 16GB, yaitu bahan dari 3 DVD: Library SABDA Anak, DVD Telaga, dan DVD Dengar Alkitab. Sementara itu, sebanyak 60-an handphone mendapatkan beberapa apps Kristen dari SABDA. Jumlah seluruh Apps Android dari SABDA saat ini ada 16.

Selain membuka booth, SABDA juga mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi mengenai pelayanan SABDA kepada para peserta. Panitia memberikan jadwal kepada kami pada tanggal 25 September, selama 30 menit. Pada tanggal itu, saya juga kembali diutus untuk melayani di sana. Staf SABDA yang membawakan presentasi saat itu adalah Mbak Evie . Dalam waktu 30 menit, Mbak Evie bisa memberikan pengenalan tentang Yayasan Lembaga SABDA , DVD Library Anak 1.3, dan penjelasan tentang Gerakan Apps 4 God. Seluruh peserta menyimak presentasi tersebut dengan baik. Selesai presentasi, Mbak Evie menawarkan kepada para peserta yang HP dan laptopnya belum diisi dengan bahan-bahan dari SABDA agar dibawa ke booth SABDA. Dan ... dalam waktu kurang dari 10 menit, kembali terkumpul 50-an laptop dan 60-an HP. Ternyata, pada tanggal 23 September kemarin, baru separuh peserta yang mendapatkan bahan-bahan dari SABDA. Banyak peserta yang ternyata belum mengerti. Namun, setelah mendapatkan penjelasan melalui presentasi, mereka tidak melewatkan kesempatan untuk mendapatkan bahan-bahan dari SABDA. Pada hari itu, yang bertugas adalah saya, Mbak Evie, dan Mbak Astrid. Namun, karena kewalahan dengan banyaknya laptop dan HP, diutuslah Jono untuk menolong kami. Sembari HP dan laptop diinstal, beberapa peserta datang untuk menanyakan lebih lanjut mengenai apps dan bahan-bahan yang kami "copy"kan ke laptop mereka. Saya bersyukur melihat antusias peserta, yang akan pulang pada hari itu ke tempat mereka bertugas masing-masing, terhadap bahan-bahan yang telah mereka dapatkan. Kiranya dapat digunakan dengan efektif dalam pelayanan mereka.

Sebenarnya, tahun 2014 yang lalu, acara serupa juga diadakan di Intheos. Saya bersyukur karena pada tahun lalu dan tahun ini saya juga melayani di sana. Saya bersyukur kepada Tuhan karena semuanya bisa berjalan dengan lancar meskipun ada sedikit handphone dan laptop yang tidak bisa diinstalkan Alkitab/Apps karena masalah memori, OS yang tidak support, atau masalah hardware. Saya bisa melihat bagaimana Tuhan memakai SABDA sebagai organisasi yang melayani Tuhan di era digital ini untuk membekali para guru Agama Kristen dengan bahan-bahan yang sangat berguna untuk pengajaran dan pengenalan akan firman Tuhan. Dengan begitu, teknologi bisa menerobos kesulitan yang dihadapi oleh para pengajar ini akan bahan-bahan alkitabiah yang bermutu untuk mendalami Alkitab dan mengajarkannya kepada anak-anak didiknya. Ya, teknologi adalah dari Tuhan, dan harus dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan.

Remaja dan Aplikasi Alkitab

SABDA Space Teens - Wed, 2015-09-09 22:35

Sekarang ini adalah era digital, semua yang konvensional perlahan-lahan mulai diubah menjadi digital.

baca selanjutnya

Breaking News dari Sabda.org

SABDA Space Teens - Mon, 2015-08-31 15:38

Yayasan Lembaga SABDA minta maaf sebesar-besarnya karena selama beberapa hari terakhir, situs-situs SABDA.org tidak dapat diakses. Puji Tuhan, beberapa teman telah bekerja keras sehingga sekarang situs-situs SABDA.org sudah dapat diakses kembali. Peristiwa ini adalah yang paling buruk yang pernah terjadi dalam pelayanan Yayasan Lembaga SABDA. Pada hari yang sama, ada tiga server kami yang mengalami masalah yang cukup berat dan salah satu server utama mengalami "harddisk failure". Walaupun masalah sudah dapat diatasi dan harddisk yang rusak sudah diganti, tim teknis kami masih harus sibuk membenahi hal-hal penting supaya pelayanan SABDA.org dapat terus berlanjut.

Mohon dukungan doa Anda semua agar Tuhan memberi hikmat kepada tim YLSA supaya dapat mengatur kembali server-server yang mendapat masalah sehingga situs-situs SABDA.org bisa diakses kembali dengan lancar. Terima kasih banyak atas perhatian dan dukungan doanya, Tuhan Yesus memberkati.

baca selanjutnya

Bergabung di KIN Pemuda & Mahasiswa 2015

Blog SABDA - Fri, 2015-08-28 09:07

Oleh:Harjono*

Pada Senin, 3 Agustus 2015, pukul 16.30, tiga staf SABDA yaitu Ody, Ayub, dan saya, berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Konvensi Injil Nasional (KIN) Pemuda & Mahasiswa 2015 yang akan berlangsung dari tgl. 4 -- 9 Agustus 2015. KIN Pemuda & Mahasiswa 2015 adalah acara yang diadakan oleh Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) dan ditujukan untuk pembentukan iman & karakter, khusus untuk para pemuda dan mahasiswa.

Kami berangkat bersama-sama dengan 50-an peserta lain yang berasal dari Solo dan sekitarnya dengan naik kereta api. Di sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan banyak teman baru, di antaranya teman-teman dari sekolah teologi BMW Wonogiri. Mereka menyambut baik kami yang dari SABDA dan tertarik dengan DVD Alkitab dan DVD Konseling, yang berisi banyak bahan pengajaran untuk Anak dan bahan konseling TELAGA. Respons pertama mereka adalah: "Ini dijual berapa, Kak?" Kami menjawab bahwa paket ini GRATIS, dan mereka langsung menunjukkan mimik yang seakan-akan tak percaya. Kami pun kembali menjelaskan bahwa semua bahan SABDA ini gratis, asal jangan disimpan sendiri, tetapi dibagikan kepada teman-teman, keluarga, dan siapa pun lain yang membutuhkan. Mereka pun menerimanya dengan sukacita.

Sesampainya di tempat pertemuan Kemayoran, Jakarta, kami melakukan pendaftaran ulang peserta KIN, dan menerima seperti ID card, buku panduan acara, dan goodie bag berisi makanan dan minuman. Namun, khusus bagi aku, Ody, Ayub, dan beberapa orang dari rombongan Solo, mereka memberikan satu barang ekstra yaitu rompi oranye. Ternyata kami ditunjuk sebagai penatalayanan (usher). Warna oranyenya mengingatkan aku pada rompi tukang parkir, yang sejatinya juga tak jauh beda dengan pekerjaan usher yang "memarkir" orang menuju ke tempat duduk mereka.

Konsep acara KIN kurang lebih seperti ibadah, tetapi terkesan unik, sebab peserta-peserta KIN berasal dari seluruh pelosok Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dengan bermacam-macam wajah dan warna kulit, yang bersatu untuk memuji Tuhan dan menggumulkan hidup mereka di hadapan-Nya. Suasana agung & khidmat terpancar di ibadah ini.

Hamba-hamba Tuhan di KIN memiliki latar belakang yang beragam. Mereka bukan saja lulusan sekolah teologi, tetapi juga menekuni bidang-bidang lain seperti filsafat, teknologi informasi, fisika, musik, dan masih banyak lagi. Kredibilitas mereka pun terlihat melalui khotbah-khotbah yang dibawakan.

Secara keseluruhan, sesi-sesi KIN sangatlah menyegarkan. Khotbah-khotbah yang dibawakan memperluas pikiran dan membakar hati. Pengajaran doktrin dari doktrin Allah, doktrin Manusia, dan doktrin Roh Kudus dibahas secara esensial dan kontekstual bagi para pemuda. Topik yang dibawakan pun beragam dari sains, relasi pria dan wanita, studi, perbandingan agama, otoritas Alkitab, dan berbagai topik lainnya yang membangun kehidupan rohani para pemuda.

Penyajian firman-Nya dibawakan dengan variatif. Ada sesi yang berupa renungan, analisis Alkitab, kesaksian hidup, wawancara hamba Tuhan, dan lain-lain. Kami kadang kebingungan, tetapi juga tertawa, menitikkan air mata, dan termenung dalam berbagai sesi. Materi khotbahnya kadang terasa berat untuk diikuti karena ini adalah "makanan keras" yang harus dicerna dengan cepat. Namun, pertolongan Tuhan dan dukungan panitia memacu kami untuk terus memerhatikan kata-kata di setiap sesi.

Ada dua sesi yang sangat berkesan bagi saya pribadi.

Pertama, adalah sesi yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong mengenai kejatuhan pertama manusia. Dia membuka Kejadian 3 yang berisi cerita Adam & Hawa yang digoda iblis dan melanggar perintah Tuhan karena memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Beliau menerangkan bahwa sikap Hawa yang menuruti godaan ular (yang sebetulnya dusta) adalah wujud dari skeptisisme, sebuah ketidakpercayaan & prasangka buruk terhadap Tuhan. Skeptisisme ini pun terjadi sampai sekarang, khususnya bagi orang-orang yang tak percaya atau yang tidak terlalu peduli akan Tuhan, seperti orang ateis, Kristen KTP, ataupun orang-orang yang tak mau hidup kudus.

Kedua, adalah sesi yang dibawakan Vik. Edward W. Oei mengenai "The Battle of Ideas", Peperangan Gagasan, yang artinya peperangan rohani sedang berlangsung melalui pergolakan antara ide-ide kristiani dan duniawi yang berdosa. Beliau bercerita mengenai satu gagasan, yaitu gagasan kesuksesan. Apa gagasan kesuksesan yang selama ini kita pegang? Apakah kesuksesan berdasarkan pemenuhan materi atau kesuksesan berdasarkan gagasan Injil Yesus Kristus? Pengertian kita akan kesuksesan sangat memengaruhi perjalanan hidup kita, serta mengukur kesungguhan hidup kita sebagai orang Kristen. Beliau pun banyak berbagi soal pergumulannya memenuhi panggilan menjadi hamba Tuhan di tengah kesuksesan bisnis yang menghampirinya; menjadi saksi hidup dari khotbahnya sendiri.

Setiap sesi memiliki jeda 15 menit dan jeda makan untuk memulihkan kondisi peserta. Di sela-sela istirahat ini, aku, Ody, dan Ayub memakai waktu untuk berkenalan dengan peserta-peserta KIN lainnya. Mereka menjalani pelayanan dalam beragam profesi, baik mahasiswa, guru, pebisnis, pegawai, hamba Tuhan penuh waktu, dan lain-lain. Medan pelayanan mereka pun juga unik, mulai dari kota-kota, universitas, jalanan, sampai desa-desa terpencil yang bahkan belum ada gereja di sana. Kami saling berbagi beban dan doa. Tak lupa sebagai bagian dari SABDA, kami juga kadang menawarkan aplikasi SABDA yang bisa membantu pelayanan mereka. Banyak peserta KIN antusias menyambut tawaran kami, terutama aplikasi SABDA yang bisa dinikmati langsung di gawai mereka. Kami bersama-sama mengucap syukur dan bersukacita.

Selain sesi khotbah, kami juga mengunjungi museum Sophilia Fine Art Center dan gedung konser Aula Simfonia Jakarta yang terintegrasi dengan gedung tempat ibadah KIN. Museum dan gedung konser ini dibangun oleh Pdt. Stephen Tong beserta rekan-rekannya sebagai monumen kehidupan Kristen yang tidak saja menjalani mandat Injil, tetapi juga mandat budaya, suatu panggilan untuk mengembangkan peradaban masyarakat dalam kebenaran firman Tuhan. Hari-hari terakhir KIN ditutup dengan acara-acara khusus seperti konser musik, KKR lapangan terbuka, dan kebaktian penutupan.

Bagi saya pribadi, mengikuti KIN mengubah cara pandangku terhadap hidup orang Kristen. Hidup orang Kristen tidak berhenti pada pertobatan pertama, tapi terus-menerus dibentuk & disempurnakan untuk hidup kudus memuliakan nama Tuhan. Orang Kristen pun tak hanya mengurus hal-hal rohani, tapi harus menjadi "garam dan terang" untuk kemajuan masyarakat sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Mengikuti KIN ini sedikit banyak memperjelas beban dan salib yang harus dipikul, tetapi ada sukacita besar yang belum pernah aku rasakan; yaitu sukacita mengenal Tuhan dan Firman-Nya lebih dalam sehingga dapat memberi hidup yang benar-benar berarti.

KIN telah berakhir, tetapi berkatnya tak harus berakhir. Tuhan telah memungkinkan acara ini. Doaku adalah agar setiap peserta boleh mengetahui kehendak Tuhan bagi hidup mereka sehingga mereka memiliki visi & misi yang memperluas kerajaan Allah sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Terpujilah Tuhan. Soli deo Gloria!

PUBLIKASI APPPS LIVE

Blog SABDA - Wed, 2015-08-26 10:48

Tahun 2015, Yayasan Lembaga SABDA memiliki sebuah komitmen baru, yaitu ikut ambil bagian dalam sebuah gerakan "Apps4God". Gerakan Apps4God adalah gerakan yang mengajak orang-orang percaya, baik sebagai pengembang maupun pengguna teknologi untuk bersama-sama menggumulkan bagaimana menggunakan teknologi bagi kemuliaan Tuhan. Sebagai suara untuk mengumandangkan gerakan ini, YLSA menerbitkan sebuah publikasi baru yang disebut APPPS LIVE.

Publikasi APPPS LIVE (Aplikasi Program Produk Pelayanan Sabda) merupakan newsletter/majalah elektronik yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam sebulan. Publikasi ini berisi segala macam informasi seputar gerakan Apps4God seperti berita terbaru pelayanan digital, artikel, diskusi, tutorial, kesaksian, chart apps Kristen, review apps, dan masih banyak lagi. Dengan berlangganan publikasi ini, para pembaca diajak untuk terlibat dalam gerakan Apps4God dan meneruskannya kepada komunitas lainnya. Publikasi ini hadir sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan informasi dan menjembatani ide-ide para pengembang program aplikasi dan pengguna yang terlibat dalam bidang pelayanan tertentu.

Dari sekian banyak orang yang terlibat dalam gerakan Apps4God, saya ditunjuk sebagai pemimpin redaksi publikasi ini. Awalnya, saya merasa bingung karena saya tidak berpengalaman dalam bidang tulis-menulis apalagi untuk publikasi seperti ini. Namun, melihat kesempatan yang tidak akan datang kedua kalinya, saya menerimanya dengan yakin dan pasti akan banyak pelajaran baru maupun manfaatnya, bukan hanya bagi diri saya sendiri, tetapi juga bagi para pembacanya. Selama proses pengerjaan, saya belajar banyak hal. Saya belajar membuat planning, menentukan bahan yang cocok, membuat berita-berita yang informatif, bekerja sama dengan anggota redaksi, belajar memimpin, dan masih banyak lagi. Saya juga sekarang menjadi lebih mengerti prosedur pembuatan publikasi yang ternyata begitu rumit, yang tidak saya pahami sebelumnya.

Puji Tuhan, edisi pertama akhirnya sudah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus 2015. Secara khusus, edisi pertama dikiriman kepada semua pelanggan ICW (Indonesian Christian WebWatch). Semoga dengan hadirnya publikasi ini, orang-orang bisa semakin terberkati dan menyadari bahwa teknologi adalah untuk Tuhan serta menjadi tertarik untuk terlibat dalam gerakan Apps4God.

Anda dapat menerima publikasi APPPS LIVE dengan mengirimkan email ke live@apps4god.org atau Anda bisa mengaksesnya di situs APPS4GOD.org.

Salam Apps4God!

Pengalaman Magang: Membuka Booth SABDA di KMS SAAT, Malang

Blog SABDA - Thu, 2015-08-20 14:47

Oleh:Andi Susanto*

Tut Tut Tut ... Deru suara kereta api berbunyi, kereta api yang akan membawa saya (Andi), Kevin, dan Bu Yulia ke Malang untuk acara KMS SAAT selama 4 hari. Perjalanan yang berlangsung 6 jam itu kami habiskan untuk ngobrol dan bercerita mengenai banyak hal, termasuk bagaimana Tuhan membawa saya dan Kevin ke SABDA. Sesampainya di stasiun Malang, kami dijemput oleh Bu Melani dan Pak Yusuf dari pelayanan TELAGA dan langsung menuju ke SAAT.

Sesampainya di SAAT, kami segera menata booth SABDA di tempat pameran yang sama dengan tempat makan peserta. Ada banyak CD-CD Alkitab Audio, DVD Dengar Alkitab, DVD Library Anak, traktat-traktat, brosur-brosur situs dan publikasi, Parakaleo, dan lain sebagainya. Saya dan Kevin jaga booth dan tidak sempat mengikuti acara pembukaan, tetapi Bu Yulia bisa ikut walaupun sedikit terlambat.

Selain booth SABDA, ada 20 booth pelayanan lain yang juga dipamerkan. Nah, tepat di sebelah kami adalah booth TELAGA (yang diwakili oleh Pak Yusuf dan Bu Melany), mitra pelayanan SABDA. Pada acara makan, biasanya semua peserta juga akan berkunjung ke booth-booth pelayanan yang ada. Banyak sekali peserta KMS yang datang ke booth SABDA untuk minta diinstalkan aplikasi SABDA di HP Android mereka. Ada juga HP Blackberry dan Java yang minta diinstalkan aplikasi Alkitab. Untuk yang membawa laptop, kami tawarkan software SABDA untuk diinstal di laptop mereka. Banyak yang minta CD-CD Alkitab Audio dalam bahasa suku untuk dipakai di pelayanan mereka, termasuk booth Lembaga Rekaman Injil Indonesia (LRII). Rupanya ada banyak Alkitab bahasa suku yang mereka belum punya. Saya salut dengan Bu Yulia yang mampu melayani semua yang datang dengan baik sehingga banyak peserta yang terberkati dan bersyukur dengan pelayanan SABDA. Saya mendengar banyak dari mereka yang bercerita bahwa pelayanan SABDA banyak membantu pelayanan mereka.

Tugas saya dan Kevin adalah melayani instalasi aplikasi-aplikasi SABDA Android ke banyak HP peserta. YLSA, yang terus mengikuti perkembangan teknologi, telah meluncurkan banyak aplikasi Android yang berguna bagi masyarakat Kristen, misalnya Alkitab, AlkiPEDIA, Kamus Alkitab, Tafsiran Alkitab, Renungan PSM, Renungan Oswald Chambers , dan masih banyak yang lainnya. Sebenarnya, saya dan Kevin agak kewalahan karena ini adalah pengalaman pertama kami menginstal aplikasi Android dalam jumlah banyak. Untung malam pertama itu ada mantan staf SABDA yang datang untuk membantu, yaitu Mas Yudo. Mas Yudo bantu-bantu promosi sehingga lebih banyak lagi orang yang datang ke booth SABDA. Sementara para peserta mengikuti acara-acara, maka saya dan Kevin menginstal semua gadget yang ditinggalkan peserta di booth SABDA, dan juga beberapa laptop untuk diinstal software Alkitab. Puji Tuhan, ada kira-kira 80 HP yang bisa kami instal dengan banyak aplikasi. Ketika melihat ekspresi muka mereka yang sangat gembira, kami merasa puas karena kerja keras kami tidak sia-sia dan hal ini membuat kami lebih semangat lagi melayani.

Ada beberapa acara KMS yang sempat saya ikuti, yaitu kebaktian pagi yang dipimpin oleh Richard K. dengan tema "God's Kingdom". Pada siang hari, ada acara "Collaboration Session I" dan sorenya "Collaboration Session II". Kami tidak ikut di semua sesi, tetapi hanya di "Collaboration Session I"; saya masuk ke forum Business as Mission (BAM), sedangkan Kevin ikut forum Migrant Worker, dan Bu Yulia ikut dalam forum Urban Mission. Di forum BAM, saya belajar bahwa business harusnya menjadi alat untuk memperluas kerajaan Allah di dunia ini. Dalam berbisnis sering kali yang kita pikirkan adalah mencari untung sebesar-besarnya tanpa peduli sesama, lingkungan, bahkan Tuhan. Maka dari itu, ada 4 landasan BAM yang perlu diterapkan oleh orang-orang Kristen dalam berbisnis, yaitu spiritual (tujuan akhir adalah untuk kemuliaan Tuhan), finansial (bisnis juga perlu menghasilkan untung), sosial (menjalin hubungan yang baik dengan sesama), dan lingkungan (tidak merusak lingkungan). Melalui bisnis kita, kita harus melakukan Amanat Agung, yaitu memuridkan orang lain sehingga lebih banyak orang dapat mengenal Allah. Pada malam hari, ada sesi "Presentation and Prayer" dan kami bisa melihat peserta-peserta booth mempresentasikan pelayanannya dan mendoakan mereka.

Pada hari ke-3 ada kejutan, karena setelah kebaktian pagi yang dipimpin oleh Richard K. dengan tema "Church as the Center", peserta booth Indonesian Care dan SABDA diminta untuk memberikan presentasi, padahal seharusnya dijadwalkan untuk malam hari. Bu Yulia senang sekali karena kalau dibawakan pada malam hari banyak peserta yang sudah capai dan mengantuk. Bu Yulia membawakan presentasi dengan apik mengenai dunia teknologi digital yang semakin maju dan "Apps4God" yang mendorong peserta untuk memakai aplikasi bagi kemuliaan Tuhan supaya menjangkau generasi masa depan.

Acara ditutup dengan "Closing Collaboration and Commitment" yang dipimpin oleh Ria Pasaribu dan Peter Hidayat, dan setelah itu acara sayonara dengan foto bersama.

Saya berterima kasih dan bersyukur sekali karena mendapat kesempatan untuk melayani lewat roadshow di KMS SAAT Malang, karena saya dapat pergi ke tempat baru, bertemu dengan orang-orang baru dan dapat melayani mereka lewat instalasi apps. Saya sangat bersyukur karena SABDA sangat menolong banyak peserta KMS dalam pelayanan mereka. Saya juga berharap agar anak-anak muda di zaman sekarang ini dapat menggunakan teknologi yang ada dengan sebaik-baiknya karena teknologi ada karena Tuhan yang menciptakannya, untuk itu harus kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan juga. Tuhan Yesus memberkati.

Pelayanan SABDA di Workshop GSM Kota Surakarta

Blog SABDA - Wed, 2015-08-19 13:48

Bersyukur! Itulah perasaan kami saat kami mendapat informasi dari Mbak Evie, bahwa semua staf PESTA akan mengikuti roadshow SABDA di acara Workshop Guru Sekolah Minggu (GSM) kota Surakarta, yang diselenggarakan oleh Kemenag kota Surakarta. Dalam acara ini, Ibu Yulia diundang untuk menjadi salah satu pembicara yang membawakan materi tentang "Guru Sekolah Minggu yang Mengembangkan Diri dan Berwawasan".

Dalam briefing persiapan roadshow, kami berbagi tugas; Mei akan bertanggung jawab untuk "booth", saya dan Ayub melayani instalasi software SABDA di laptop dan aplikasi-aplikasi SABDA Android di HP para peserta. Acara ini diadakan di Hotel Sarilla, dan ada 25 peserta GSM yang mewakili 21 gereja di lingkungan Surakarta dan berlangsung selama 3 hari.

Secara garis besar, Ibu Yulia memulai dengan mengajak peserta berdiskusi tentang mengapa GSM perlu mengembangkan diri. Hasil diskusi memberikan fakta bahwa GSM pada dasarnya tahu bahwa GSM harus mengembangkan diri, bahkan tahu bagaimana caranya. Akan tetapi, mengapa banyak GSM tidak melakukannya? Karena itu, Ibu Yulia memaparkan teori tentang pertumbuhan, yang diharapkan dapat membuat para GSM menyadari dan mengubah paradigma belajar yang salah dari para peserta. Proses belajar dan pertumbuhan berjalan sejajar, dan harus dilakukan seumur hidup tanpa dibatasi oleh usia. Selain itu, Ibu Yulia juga memberikan tip bagaimana GSM dapat terus berkembang, yaitu dengan:
- Membaca
- Menulis ulang apa yang dibaca
- Bertanya (Why dan How)
- Mencoba hal-hal baru
- Mengevaluasi diri
- Banyak belajar

Selesai memberikan materi, Ibu Yulia juga membagikan DVD Library Anak yang berisi bahan-bahan biblika kepada semua peserta. Lalu, ditawarkan juga pelayanan instalasi aplikasi-aplikasi untuk mengajar anak sekolah minggu ke HP para peserta workshop, yaitu Cerita Alkitab Terbuka (CAT) dan Cerita Injil Audio (CIA) , sehingga pulang dari workshop ini para GSM sangat diberkati dengan bahan-bahan yang melimpah dari SABDA. Kami sangat berharap mereka akan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk mengajar anak-anak di gereja mereka masing-masing.

Kami bersyukur karena SABDA menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memperlengkapi para pelayan Tuhan dengan bahan-bahan biblika yang berkualitas. Harapan kami, para GSM yang sudah menerima bahan-bahan dari SABDA dapat mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan dan materi yang sudah didapat untuk melayani anak-anak SM dengan lebih baik.

Soli Deo Gloria!

Pengalaman Magang: Ikut Roadshow SABDA di GKA Gloria, Surabaya

Blog SABDA - Tue, 2015-08-18 13:56

Oleh:Kevin Fidelis*

Pada hari Jumat, 7 Agustus 2015, usai mengikuti Konsultasi Misi di SAAT, saya, Andi, dan Ibu Yulia melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Kami naik kereta api dari stasiun Malang dan sampai di stasiun Gubeng, Surabaya, 3 jam kemudian. Tim SABDA melakukan perjalanan ke Surabaya dalam rangka memberikan pelatihan software SABDA di GKA Gloria Pacar. Di stasiun, kami dijemput oleh sopir GKA Gloria Pacar menuju hotel tempat kami menginap. Hari pertama di Surabaya kami pakai untuk beristirahat, mempersiapkan ruang yang akan dipakai untuk pelatihan, dan berjalan-jalan. Salah satu rekan kami yang menyusul ke Surabaya adalah Mbak Evie, dan tiba di Surabaya pada Jumat malam.

Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2015, kami memberikan pelatihan SABDA di GKA Gloria Pacar. Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang. Setengah dari jumlah peserta itu adalah orang dari luar GKA Gloria, dan sisanya adalah pelayan Tuhan dari GKA Gloria Pacar. Bu Yulia menyampaikan perkenalan tentang Yayasan Lembaga SABDA, lalu Mbak Evie memberikan pendahuluan tentang software SABDA. Bagian utama dari pelatihan ini diberikan oleh Bu Yulia, yaitu tentang bagaimana memakai software Alkitab SABDA tahap per tahap dan teknik penggalian Alkitab dengan software SABDA. Ketika Ibu Yulia presentasi, Andi membantunya dengan menjadi operator komputer. Oiya, Vivin yang tinggal di Surabaya datang pagi itu untuk membantu kita juga lho ... dia jaga "booth" SABDA, sedangkan saya membantu menginstall aplikasi Android ke Hp-Hp peserta dan membantu para peserta kalau kebingungan mengikuti pelatihan. Kami bersyukur para peserta terlihat antusias ketika mengikuti pelatihan ini, dan bersyukur juga bahwa kami diberi kesempatan untuk memperlengkapi hamba Tuhan melalui pelatihan ini. Sebelum pergi meninggalkan gedung gereja, kami mempersiapkan booth SABDA yang akan dibuka pada kebaktian hari Minggu.

Pada hari Minggu, 9 Agustus 2015, kami membuka booth SABDA dan Bu Yulia menyampaikan presentasi tentang produk-produk SABDA dalam 4 kebaktian umum GKA Gloria Pacar. Dalam setiap presentasi yang disampaikan Bu Yulia, Bu Yulia juga mengarahkan jemaat yang ingin mendapat produk SABDA untuk datang ke booth kami. Seperti yang kami perkirakan sebelumnya, ada banyak jemaat, khususnya dari kebaktian umum pertama dan kedua, yang mendatangi booth kami untuk mendapat produk SABDA. Dalam proses instalasi aplikasi Android, kami cukup terbantu karena ada Wi-Fi, sehingga jemaat muda bisa langsung mengunduh sendiri aplikasi SABDA Android di Play Store.

Sebagai staf magang, kami bersyukur diberi kesempatan mengikuti roadshow SABDA dan mendapatkan pengalaman yang menarik. Kami melihat pertolongan Tuhan yang terus memberkati pelayanan tim SABDA. Kami juga senang karena produk-produk yang dihasilkan SABDA dapat dipakai untuk memperlengkapi hamba Tuhan dan jemaat, sehingga dapat membantu mereka melayani Tuhan dengan baik. Dengan pelatihan software SABDA, kita dapat mempelajari firman-Nya secara bertahap, dan belajar teknik penggalian Alkitab dengan software SABDA.