Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Feed aggregator

Mess untuk Staf YLSA dari Luar Kota

Blog SABDA - Mon, 2014-09-15 13:41

Yayasan Lembaga SABDA menyediakan fasilitas berupa mess untuk staf yang berasal dari luar kota dengan mengontrak dua rumah. Mess untuk staf laki-laki dan perempuan tentunya terpisah. Staf laki-laki YLSA yang berasal dari luar kota ada lima orang, yaitu Bung Khenny, Bang Pram, Kak Yudo, Mas Bayu, dan saya sendiri. Saya tidak tahu sejak kapan, tetapi selama saya menjadi staf baru di YLSA (Juni 2013), mess untuk staf laki-laki berlokasi tepat di depan kantor YLSA yang lama sehingga mess kami sering disebut dengan "rumah depan". Sementara itu, mess staf perempuan sedikit lebih jauh dari kantor (walaupun masih dalam jangkauan jalan kaki). Jarak mess staf laki-laki yang sangat dekat dengan kantor ini (kira-kira 10 meter saja), menurut saya sangat banyak manfaatnya. Saya masih dapat melakukan berbagai kegiatan setelah bangun pagi karena tidak harus memikirkan waktu perjalanan dari mess ke kantor. Selain itu, saya juga menghemat biaya transportasi dan tidak perlu bergumul dengan kemacetan di jalan. Jika harus lembur, saya dapat menyelesaikan pekerjaan kantor di malam hari atau di sela-sela akhir minggu. Dan, masih banyak lagi keuntungan yang kami dapatkan, termasuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan YLSA kapan pun kami memerlukannya.

Seperti yang sudah diceritakan di blog sebelumnya, YLSA sudah pindah ke kantor baru yang lokasinya di depan kantor lama dan tepat di samping mess "rumah depan" kami. Kantor baru YLSA, yang kami namakan "Griya SABDA", telah ditempati sejak Januari 2014 yang lalu oleh divisi Publikasi, PESTA, Web, dan Multimedia. Sejalan dengan kepindahan tersebut, sungguh suatu anugerah Tuhan karena YLSA mendapat tambahan tanah di samping Griya SABDA. Ketika akhirnya urusan notaris selesai, tempat itu juga siap dipakai untuk jadi mess baru bagi staf YLSA. Bahkan, telah dirancang sebelumnya ada ekstra kamar untuk tamu YLSA (khususnya yang ingin mendapat training SABDA) sehingga mereka dapat menginap jika diperlukan.

Pada awal Juni yang lalu, Mbak Evi, selaku HRD YLSA, segera menginstruksikan para penghuni "rumah depan" alias staf laki-laki untuk mulai melakukan proses pindahan. Lalu, bagaimana dengan mess "rumah depan"? "Rumah depan" akan berganti penghuni baru, yaitu staf perempuan YLSA yang berasal dari luar kota, yaitu Mbak Tika, Ade, Hilda, dan Mbak Wiwin, staf yang baru masuk untuk masa percobaan dua bulan. Selain itu, kami juga menyambut Pak Gunung dan keluarga, yang juga bergabung menempati bagian belakang dari "rumah depan".

Setelah mendapat instruksi dari Mbak Evie, sayalah orang pertama yang berinisiatif pindah duluan. Saya mulai memindahkan barang-barang saya ke kamar saya yang baru. Saya pikir barang-barang di kamar saya hanya sedikit, tetapi ternyata cukup banyak. Saya harus bolak-balik berkali-kali untuk memindahkan semua barang saya. Pertama, saya sempat bingung menata ruangan baru ini, tetapi setelah seharian bekerja keras, setelah semua barang sudah berada di kamar yang baru, saya berhasil menyelesaikan proses pindahan ini. Akhirnya, malam itu menjadi malam pertama saya tidur di kamar baru. Proses perpindahan ke mess baru kemudian diikuti oleh Kak Yudo, Mas Bayu, dan Bang Pram pada minggu berikutnya. Sementara itu, Bung Khenny yang paling terakhir pindah di mess baru. "Selamat bergabung, Bung! Kami senang menyambut Anda di mess baru!"

Saya berharap, dengan pindahnya staf cowok ke mess yang baru, merapatnya Pak Gunung bersama kami, dan pindahnya staf cewek ke "rumah depan" dapat semakin mempererat persekutuan dan persaudaraan antarsesama staf YLSA. Di atas semuanya itu, saya sangat memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas pemeliharaan yang Ia nyatakan kepada staf YLSA yang berasal dari luar kota, termasuk saya, melalui mess yang disediakan oleh YLSA. Amin.

Blog Teens: Menarik dan Menginspirasi

SABDA Space Teens - Fri, 2014-09-12 07:09

Hai Teens!

Gimana kabar kalian semua? :D

baca selanjutnya

Happy Birthday, Yudo!

Blog SABDA - Wed, 2014-09-10 14:48

Rabu pagi ini, kami semua berkumpul di Griya SABDA untuk bersama-sama mempersiapkan "outline" video dalam rangka acara 20 tahun SABDA. Namun, sebelum dimulai, Bu Yulia memberi waktu bagi kami untuk membagikan pokok-pokok doa pribadi yang akan didoakan bersama. "Bagaimana kalau kita nyanyi dulu, Bu? Soalnya hari ini ada yang ulang tahun," celetuk Mbak Elly, yang mengingatkan kami bahwa ternyata ada salah satu staf yang berulang tahun.

10 September 2014 adalah hari bagi Yudo, penerjemah YLSA dan staf divisi AYT (Alkitab Yang Terbuka), berulang tahun. Dalam kesaksiannya, Yudo mengatakan bahwa di ulang tahunnya yang ke-29 ini, Tuhan banyak berbicara tentang keluarga, mulai dari keluarga inti sampai dengan rencananya untuk berkeluarga. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah tahun ke-3 Tuhan menempatkannya di SABDA. SABDA sudah menjadi seperti "seminari" baginya. Ia mengaku, awalnya ia merasa kesulitan bekerja sama dengan orang lain, tetapi kini, semakin ia belajar tentang fiman Tuhan, ia merasa memiliki kemampuan berkomunikasi yang terus meningkat dari sebelumnya.

Riuh mulai terdengar saat satu demi satu staf memberikan ucapan, pesan, dan kesan bagi Yudo dalam satu kalimat. Mulai dari pesan dengan kalimat terpendek hingga kalimat dengan banyak kata sambung sehingga pesan yang diberikan cukup panjang. Kiranya apa yang disampaikan oleh teman-teman staf juga menjadi penyemangat dan berkat bagi Yudo dalam menjalani hidup selanjutnya. Tetap semangat dalam Tuhan. IT 4 GOD! ^^

Seminar “Mengajar Yang Mengubah Hidup”

Blog SABDA - Wed, 2014-09-03 16:14

Dunia pendidikan di Indonesia mendapat banyak sorotan akhir-akhir ini. Terkuaknya kasus asusila di salah satu sekolah bertaraf internasional di Jakarta beberapa waktu lalu, semakin menambah kecemasan para orang tua terhadap institusi yang bertanggung jawab mendidik anak-anak mereka. Tentu ini menjadi salah satu pendorong semakin menjamurnya para penggiat pendidikan untuk lebih berhati-hati demi mengembalikan kepercayaan masyarakat pada institusi pendidikan di Indonesia. Meski telah merdeka selama 69 tahun, banyak kalangan menilai kondisi pendidikan di Indonesia masih rendah. Sebenarnya, dari segi kualitas sumber daya manusia, Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Hanya saja, sistem yang kurang tepat -- yang tentunya melibatkan para praktisi pendidikan -- telah menghambat pertumbuhan pendidikan di Indonesia.

Sebagai salah satu bentuk keprihatinan terhadap situasi dunia pendidikan di Indonesia, pada 4 Agustus 2014 yang lalu, YLSA menyelenggarakan sebuah acara seminar pendidikan, bertema "Mengajar yang Mengubah Hidup". Target yang ingin kami jangkau adalah para guru, orang tua, pembina pemuda dan remaja, guru sekolah minggu, pendeta, aktivis gereja, dan mereka yang berkompeten terhadap dunia pendidikan. Harapan kami, pelajaran yang diterima dari seminar ini dapat mengubah banyak kehidupan peserta didik dan lingkungannya. Sebab, tidak dimungkiri bahwa masih ada pelaku pendidikan yang tanpa sadar memberikan pendidikan yang kurang tepat, baik dari sisi konten, metode, ataupun pengenalan pendidik terhadap dirinya sendiri. Melalui seminar yang menitikberatkan pada sisi pengenalan pendidik ini diharapkan para pendidik mendapat fondasi untuk mendasari dua sisi sebelumnya.

Pdt. Dr. Sentot Sadono, D.Th, selaku pembicara seminar, menyampaikan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang pengajar berikut ini:

1. Seorang pengajar harus sudah lebih dulu diubahkan hidupnya.
Seorang pengajar adalah seorang agen perubahan. Karena itu, seorang pengajar harus mengerti bahwa "siapa dia, jauh lebih penting daripada apa yang ia katakan atau kerjakan". Untuk dapat mengubah hidup orang-orang yang diajarnya, pengajar harus terlebih dulu mengalami perubahan itu sendiri.

2. Pengajar harus profesional, yang berbasis pada spiritualitasnya.
Seorang pengajar tidak hanya dituntut untuk profesional dalam mengajar, tetapi juga tahu pada fondasi apa ia membangun profesionalismenya, yaitu pada spiritualitasnya. Lima hal yang harus diperhatikan pengajar berkaitan dengan spiritualitasnya adalah sumber spiritualitas, landasan spiritualitas, bentuk/jenis spiritualitas, sifat spiritualitas, dan hasil spiritualitas.

3. Pengajar harus mengajar dengan hati.
Mengajar yang berdampak bukanlah dari kepala ke kepala, melainkan dari hati ke hati. Kata "hati" mencakup keseluruhan diri manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak seseorang. Pengajar harus memahami bahwa mengajar merupakan proses mengubah keseluruhan diri manusia, bukan hanya intelektualnya saja.

Sebenarnya, kompetensi dasar yang hendak disampaikan oleh Pak Sentot ada empat, tetapi karena keterbatasan waktu, beliau hanya mengulas tiga kompetensi dasar. Namun, Pak Sentot memberikan keleluasaan kepada peserta untuk membaca materi yang sudah beliau siapkan untuk di-copy dari panitia.

Kami sungguh bersyukur karena acara seminar ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi peserta. Kami juga bersyukur karena peserta yang mengikuti seminar ini melebihi target yang diharapkan. Dalam rapat panitia, kami hanya menargetkan 250 peserta, tetapi yang datang dalam seminar tersebut lebih dari 300 orang. Puji Tuhan!

Telah menjadi budaya di YLSA bahwa dalam setiap acara, seperti acara seminar ini, kami berusaha memberikan berkat lebih kepada orang lain. Karena itu, selain menyelenggarakan seminar, YLSA juga membuka "booth" instalasi Alkitab, CD Audio Alkitab, dan DVD Library SABDA Anak untuk memperlengkapi peserta dalam pelayanan mereka, dan semuanya itu diberikan secara gratis. Kiranya semua pelayanan yang diberikan YLSA dapat menolong para peserta untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Soli Deo Gloria!

Training Staf YLSA: Managing Your Workday

Blog SABDA - Tue, 2014-09-02 16:22

Beberapa waktu yang lalu, seluruh staf YLSA kembali mengikuti seri pelatihan yang dibawakan oleh Ibu Yulia, ketua YLSA. Kali ini, pelatihan yang kami terima mengambil topik tentang manajemen, tepatnya manajemen kerja. Berikut ini adalah catatan saya mengenai isi dari pelatihan tersebut, mungkin agak sedikit berbeda dari milik teman-teman yang lain karena saya kurang dapat mencatat dengan cepat, tetapi (semoga) tetap mewakili inti pelatihan yang kami terima.

"Managing Your Workday"

Tidak semua orang dapat mengatur dirinya sendiri, bahkan ada banyak orang yang hidup dengan filosofi "mengalir"; hidup tanpa membuat rencana apalagi memikirkan masa depan. Cara hidup seperti itu tentu tidak sesuai dengan Firman Tuhan karena kurang bertanggung jawab. Sebagai orang Kristen, kita seharusnya hidup dalam rencana Tuhan. Artinya, kita harus membuat rencana yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Berikut ini adalah beberapa tip atau nasihat yang berguna untuk mengatur kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam dunia pekerjaan.

IN THE MORNING....

1. Manage yourself:
Mulailah hari dengan tersenyum, bersyukurlah kepada Tuhan dengan suatu kesadaran bahwa Dia memberi hari yang baru untuk Anda jalani.

2. Manage your workload:
Buatlah rencana kerja untuk hari itu. Rencana ini bukan dibuat secara mendadak, tetapi berdasarkan rencana bulanan, kuartalan dan tahunan yang biasanya telah dibuat secara periodik sebagai hasil rapat kerja kantor.

3. Make time for commitment and prayer:
Sediakan waktu untuk membuat komitmen terhadap pekerjaan hari ini dan mendoakannya. Berkomitmen berarti menyadari bahwa pekerjaan itu mungkin berat dan melelahkan, tetapi kita bertekad untuk melakukannya demi Tuhan. Selain itu, berdoa berarti menyerahkan diri kepada Tuhan. Baca dan renungkan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan iman dan memberi motivasi untuk bekerja demi Tuhan. Boleh juga kata-kata bijak yang prinsipnya tidak bertentangan dengan Alkitab.

4. Don't work sporradically:
Bekerjalah sesuai dengan prioritas dan model kerja yang sesuai dengan kepribadian Anda. Atur pekerjaan Anda dengan skala prioritas yang membangun semangat Anda hingga akhir hari kerja.

5. Your co-worker is you ally:
Berkoordinasilah dengan rekan-rekan sekerja Anda. Atasan, rekan, dan bawahan Anda ada untuk bekerja sama sehingga mencapai hasil yang diinginkan. Berkomunikasilah dengan orang-orang yang penting bagi pekerjaan Anda itu.

6. Be responsible to your bosses:
Selain Tuhan, tentu saja, direktur, koordinator, kepala divisi, bahkan diri Anda sendiri adalah bos Anda. Dan, salah satu cara untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan Anda kepada mereka adalah dengan mencatat proses kerja Anda dan melaporkannya. Hal ini penting karena bos-bos Anda ingin mengetahui status perkembangan pekerjaan Anda. Selain itu, laporan yang Anda buat juga hendaknya berisi tentang kesulitan atau kendala yang dihadapi sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.

7. You're not a robot:
Jadilah kreatif dalam mengerjakan rutinitas Anda. Jika mulai merasa bosan, lakukan pekerjaan Anda dengan cara yang lain, bersama rekan yang berbeda, dan berusahalah mengubah cara pandang Anda terhadap pekerjaan itu. Selain membuat kita bersemangat, keluar dari rutinitas akan membuat kita lebih kreatif dalam bekerja. Intinya, "break your routine, but finish the job"!

8. Fight your doubt:
Rasa cemas sering muncul ketika kita merasa bahwa tugas yang diberikan kepada kita terlalu besar, tidak sanggup dikerjakan, atau takut gagal. Akan tetapi, biasanya, kecemasan-kecemasan dalam pekerjaan itu sebenarnya tidak pernah terwujud. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasa cemas terhadap suatu tugas yang dipercayakan kepada kita hanyalah sugesti negatif yang berasal dari pikiran sendiri atau dari intimidasi pihak lain. Solusinya, tantang diri Anda dan selesaikan pekerjaan itu dengan cepat. Dengan demikian, rasa cemas itu tidak sempat muncul, sebaliknya Anda dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda.

9. Train your concentration:
Ketika mendapat tugas, berikan konsentrasi Anda yang terbaik kepada pekerjaan itu (semangat terbaik, performa terbaik, dan cara terbaik) supaya Anda tidak perlu membuang waktu untuk memperbaikinya di kemudian hari. Itulah sebabnya, lebih baik Anda membuat strategi kerja terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas-tugas Anda. 'Think ahead', buatlah 'checkpoint' yang jelas dan cukup konkret untuk dapat dievaluasi kemajuannya.

IN THE MIDDLE OF THE DAY,... AND AFTER.

10. Perseverance is everything:
Menjelang siang hari, seringkali tenaga kita mulai melemah, entah karena mengantuk atau karena kelelahan sehingga kita mulai kehilangan fokus. Pada saat inilah, kita harus belajar mempraktikkan ketekunan dan komitmen kita dalam mengerjakan tugas tersebut. 'Cup o' coffee, anyone?'

11. What belongs to the office, stay in the office:
Jangan membawa pekerjaan Anda ke rumah jika tidak terlalu penting. Kita harus ingat bahwa kita juga memiliki tugas dan tanggung jawab di rumah. Jika kita membawa pekerjaan ke rumah, kita hanya akan membuat tugas-tugas kantor menjadi beban tambahan. Solusinya, kerjakan sebisa mungkin di kantor, jika perlu, lembur sebentar dan berhenti di 'checkpoint' yang jelas (lihat poin nomor 9).

12. Give yourself a reward for your daywork:
Berilah hadiah kepada diri Anda setelah bekerja seharian. Ini bukan berarti membalasnya dengan tidur panjang atau makan sebanyak-banyaknya, tetapi berilah diri Anda suatu rekreasi yang dapat mendukung perjuangan Anda esok hari, seperti membaca buku, melakukan hobi, atau berinteraksi dengan orang lain.

Selain dua belas tip kerja di atas, Ibu Yulia juga memberikan beberapa hal yang saya rasa juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan performa dalam bekerja:

1. Lima belas menit pertama di setiap hari kerja Anda adalah menit-menit yang krusial. Menit-menit itu akan mendukung Anda jika dimanfaatkan dengan baik, atau akan mengacaukan hari Anda jika digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Untuk memaksimalkan hari Anda, lakukanlah hal-hal berikut ini pada 15 menit pertama bekerja:

a. Bekerjalah dengan sigap dan jaga langkah cepat ketika memulai pekerjaan, karena jika Anda melakukannya dengan sengaja, maka langkah cepat Anda itu akan menular sepanjang hari.
b. Jangan membuka e-mail, mengirim SMS, atau melakukan panggilan telepon yang tidak penting (maksudnya tidak berkaitan dengan pekerjaan). Harus ingat bahwa komunikasi yang tidak penting akan menghambat waktu kerja Anda. Sebaiknya lakukan hal itu sebelum atau setelah jam kerja, kecuali ada hal yang benar-benar darurat.
c. Buatlah blok waktu untuk fokus pada suatu pekerjaan selama 1-2 jam, jangan memikirkan pekerjaan lain atau membuka diri untuk diganggu.
d. Persiapkan strategi kerja sebelum mengerjakan pekerjaan tersebut. Buat 'to do list' yang jelas sehari sebelumnya.
e. 'Finish what you've started!'
f. Biasakan untuk menempatkan 'to-do list' di tempat yang mudah diakses dan terlihat (misalnya , menempelkan 'sticky note' di bagian atas layar komputer) supaya Anda dapat mengatur prioritas pekerjaan serta mengontrol langkah-langkah kerja Anda.

2. Di akhir hari, ambillah waktu untuk merenungkan pertanyaan ini: Apakah sembilan jam kerja yang Anda habiskan setiap hari memberikan hasil yang memuaskan? Kepuasan tidak selalu berkaitan dengan uang, tetapi juga dengan hal-hal batiniah seperti apakah hasil pekerjaan hari ini sesuai dengan standar pribadi Anda, atau apakah hasil kerja Anda itu bermakna bagi orang lain? Dari pertanyaan ini, Anda juga belajar untuk melihat sisi lain dari pekerjaan Anda, yaitu suatu pelayanan kepada Allah akan memberikan sesuatu yang berguna bagi sesama Anda.

Demikianlah catatan saya mengenai pelatihan manajemen kerja untuk staf SABDA ini. Semoga dapat bermanfaat untuk pekerjaan Anda, khususnya ketika kita harus mempertanggungjawabkan hari-hari kita di hadapan Allah. Untuk teman-teman SABDA yang mengikuti pelatihan ini, silakan memberi tambahan jika ada yang saya lewatkan. Akhirnya, Soli Deo Gloria!

Booth SABDA dan “Yes HE Is” di GKI Coyudan

Blog SABDA - Tue, 2014-09-02 13:42

Oleh: Hilda*

Pada Sabtu, 23 Agustus 2014, tim SABDA kembali mendapat kesempatan untuk melayani bersama dengan membuka "booth" di acara seminar tim "Yes HE Is" di Gereja Kristen Indonesia Coyudan, Solo. Tim SABDA yang ikut kali ini adalah Mas Meland, Pak Berlin, Mas Bayu, Mbak Tika dan saya, Hilda.

Sesampainya di gereja, sekitar pkl. 17.00, kami disambut oleh panitia dengan sangat baik. Bahkan, saat kami meminta papan untuk "display" produk YLSA, mereka segera mempersiapkannya. Kebanyakan orang yang mengikuti seminar hari itu adalah remaja SMP-SMA yang mungkin belum mengenal pelayanan SABDA sehingga tidak banyak dari mereka yang berkunjung di "booth" SABDA. Namun, beberapa orang dewasa tertarik melihat dan bertanya tentang produk-produk SABDA.

Menurut rencana, Mas Meland dan Mas Bayu akan bertugas menginstalasi aplikasi Alkitab ke "handphone", dan Software SABDA ke laptop, sedangkan Mbak Tika, Pak Berlin, dan saya melayani mereka yang datang ke "booth". Saat seminar berlangsung, beberapa teman masuk ke dalam gereja untuk mendengarkan presentasi "Yes HE Is", tetapi saya di luar dan mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan salah satu rekan/konselor "Yes HE Is", yang malam itu mendapat tugas menjaga "booth merchandise"-nya. Awalnya, saya tertarik dengan "merchandise" mereka karena memang menarik untuk anak-anak muda. Lalu, saya bertanya tentang pelayanan "Yes HE Is". Dengan senang hati, ia menjelaskan bagaimana saya bisa terlibat lebih jauh untuk memenangkan jiwa-jiwa melalui video-video yang saya bagikan. Selain membagikan video, ternyata kita juga bisa ikut ambil bagian menjadi konselor yang bertugas meneguhkan iman orang-orang yang rindu menjadikan Kristus sebagai Juru Selamat mereka.

Selama menunggu seminar, "booth" SABDA sempat dikunjungi oleh jemaat yang tidak mengikuti seminar, termasuk satpam dan petugas "cleaning service" gereja. Mereka berkunjung cukup lama sehingga kami dapat dengan leluasa menjelaskan tentang pelayanan SABDA dan produk-produknya. Harapan saya apa yang kami berikan ini dapat memberi manfaat yang tepat guna.

Setelah seminar selesai, cukup banyak jemaat yang mulai mengunjungi "booth" SABDA dan tertarik dengan produk-produk SABDA walaupun tidak banyak anak muda yang berkunjung. Walaupun saya tidak mengikuti seminar di dalam gedung, saya sesekali bisa mendengar suara pembicara seminar dari luar gedung. Satu pelajaran berkesan yang disampaikan oleh pembicara adalah ketika Tuhan bertanya kepada Musa, "Apa yang ada di tanganmu, Musa?" Musa merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk menghadap Firaun dan membebaskan bangsa Israel dari Mesir. Namun, Musa menjawab "Aku punya tongkat" dan Tuhan berkata, "Memberkatilah dengan tongkat itu." Maka, pembicara seminar pun menantang semua yang hadir dengan pertanyaan yang sama, "Tuhan bertanya, 'Apa yang ada di tanganmu'? "Gadget"! Tuhan pun menyampaikan pesan yang sama kepada kita semua, "Memberkatilah dengan "gadget" itu".

*Hilda adalah staf magang di YLSA untuk divisi ITS periode Juli - Agustus 2014.

Pelatihan Penggunaan Software SABDA untuk Staf YLSA

Blog SABDA - Mon, 2014-08-25 16:07

Oleh: Arkha*

Perkenalkan nama saya Arkha. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi ucapan rasa syukur karena telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Software SABDA di Yayasan Lembaga SABDA. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2014, dari pkl. 13.00 sampai kurang lebih pkl. 16.00, dan diikuti oleh 9 orang staf YLSA, termasuk saya.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Ketua YLSA, yaitu Ibu Yulia. Dengan segala pengalaman dan jam terbangnya, Ibu Yulia menyampaikan presentasi Software SABDA ini dengan baik, serta bisa memberi informasi dan pengetahuan secara detail tentang fitur-fitur yang dimiliki software SABDA untuk penggalian Alkitab.

Bagian pertama dari pelatihan adalah pengenalan Software SABDA, setelah itu masuk ke sesi pelatihan dengan menggunakan "Tutorial SABDA 3 Menit". Dalam tutorial ini, terdapat sepuluh cara dasar penggunaan software SABDA. Satu per satu langkah di tutorial ini dikupas supaya segenap peserta pelatihan antusias dan memperhatikan langkah demi langkah yang dijelaskan. Karena setiap peserta membawa laptop, kami bisa langsung mempraktikkan langkah-langkah yang telah diberikan oleh Ibu Yulia.

Saya melihat sendiri betapa lengkapnya software ini karena ada lebih dari 80 versi terjemahan Alkitab, yaitu 14 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Indonesia modern, 7 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Melayu kuno abad ke-17 s/d 19, 12 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Ibrani & Yunani, 26 modul Alkitab versi terjemahan dalam bahasa suku/daerah, dan 25 modul Alkitab versi terjemahan bahasa asing lainnya. Tidak hanya itu, SABDA juga dilengkapi dengan ratusan buku, kamus leksikon (bahasa Yunani dan Ibrani) dan kamus-kamus lain, koleksi peta, tafsiran, catatan ayat, pengantar kitab, serta diperkaya dengan cerita Alkitab bergambar untuk anak. Saya melihat ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Saya pribadi merasa sangat senang mengikuti pelatihan ini dan mendapat banyak manfaat untuk ke depannya. Saya akan memperkenalkannya kepada hamba-hamba Tuhan di gereja saya sendiri dan kepada teman-teman pemimpin PA/renungan, terutama kepada mereka yang sering kebingungan dalam mempersiapkan materi khotbah atau renungan.

Setelah pelatihan ini selesai, semua peserta juga diberi waktu untuk memberi kesaksian pribadinya tentang pelatihan yang diadakan selama kurang lebih tiga jam tersebut. Wow... Ternyata setiap kami mempunyai kesan tersendiri dari pelatihan ini. Yans Albert, salah satunya, merasa kagum dengan materi yang diberikan dan software ini telah memberi motivasi baginya untuk menggali kebenaran Firman Tuhan lebih lagi.

Kesimpulannya, SABDA sangat berkesan bagi kami, seperti ungkapan yang disampaikan oleh Ibu Yulia, "Jika Anda membawa pulang software ini, sama saja Anda membawa koleksi buku perpustakaan biblika yang sangat lengkap". Harapan dari Ibu Yulia, software ini dapat disebarkan kepada orang-orang yang membutuhkan sehingga mereka dapat semakin diberkati dengan kebenaran firman Tuhan dan kerajaan Tuhan akan semakin diperluas di bumi ini.

*Arkha adalah staf YLSA yang pernah mengikuti masa percobaan selama Juni-Juli 2014.

Raker Mini YLSA 2014

Blog SABDA - Mon, 2014-08-25 14:03

Bertepatan dengan hari pengumuman dari KPU mengenai hasil pilpres pada 9 Juli 2014 lalu, semua staf YLSA berkumpul bersama. Namun, kami berkumpul bukan untuk mengikuti detik-detik pengumuman dari KPU, tetapi untuk mengikuti rapat kerja tengah tahun 2014 sebagai evaluasi dari pelayanan yang telah YLSA kerjakan selama bulan Januari hingga Juni 2014. Rapat kerja tengah tahun ini kami sebut 'Raker Mini'. Sebelumnya, raker selalu diisi dengan berbagai laporan dan rencana dari masing-masing divisi dari pagi hingga petang, tetapi raker kali ini berbeda karena memberikan pelajaran lebih banyak bagi semua peserta. Agenda Raker Mini adalah persekutuan doa, laporan kerja divisi secara keseluruhan, presentasi oleh 11 staf YLSA, waktu doa pribadi, sharing, dan doa bersama. Tentu, yang tidak ketinggalan adalah makan-makan bersama.

Raker Mini YLSA 2014 dilaksanakan mulai pkl. 07.30 hingga pkl. 18.00. Kami membukanya dengan bersekutu bersama dan mendengarkan renungan singkat. Setelah itu, kami mendengarkan laporan global tengah tahun yang disampaikan oleh Ibu Yulia. Dalam laporan ini, banyak sekali masukan yang ditujukan kepada setiap koordinator divisi karena ada masalah di sana-sini dalam pembuatan laporan. Untuk itu, kami akan menindaklanjutinya dengan training membuat laporan supaya laporan yang akan datang bisa lebih lengkap dan tepat. Acara raker ini memang dibuat lebih fleksibel oleh Mbak Evie, tetapi tetap disiplin sehingga acara demi acara dapat terlaksana dengan baik.

Acara selanjutnya sangat menarik karena kami mendengarkan presentasi dari beberapa staf YLSA yang sudah menyediakan diri sebelumnya, yaitu Mbak Santi, Mbak Evie, Pak Gunung, Mas Ryan, Kak Meland, Mas Hadi, Mas Yudo, Mbak Setya, Mbak Okti, Mas Benny, dan Kak Yochan. Para presenter diberikan waktu sebanyak 15 menit untuk memberikan presentasi bebas sesuai dengan minat mereka. Melalui presentasi ini, kami banyak belajar tentang gairah kerja, relasi, karakter, kesehatan kerja, lingkungan hidup, dan masih banyak lagi. Dan, yang menarik adalah presentasi terakhir dari Kak Yochan yang mempresentasikan tentang "Apa Arti SABDA Untukmu?". Presentasi ini juga menjadi pengantar ke rangkaian acara berikutnya. Kami semua diajak untuk merenungkan makna keterlibatan kami dalam pelayanan SABDA. Banyak hal yang dapat disyukuri dan diperjuangkan selama melakukan pelayanan di SABDA.

Acara presentasi ini diikuti dengan acara "renungan pribadi" karena setiap staf diminta untuk mengambil waktu pribadi untuk merenungkan hidup, khususnya dalam tiga area, yaitu rencana hidup pribadi, rencana YLSA, dan rencana Tuhan. Setelah itu, kami berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling mensharingkan hasil perenungan kami. Dalam kelompok kecil ini, saya bersyukur karena masing-masing kami membagikan ayat firman Tuhan yang kami baca selama perenungan tadi. Kami juga dapat saling mendoakan rekan sepelayanan, baik pergumulan hidup maupun rencana pelayanan yang akan dilakukan. Di samping itu, kami juga dapat bersyafaat bagi rencana Tuhan bagi pelayanan YLSA serta bagi bangsa dan negara ini.

Menjelang sore hari, kami semua pindah tempat pertemuan ke mess cewek untuk melihat televisi karena kami ingin mendengar pengumuman hasil perhitungan KPU, siapa yang akan terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019. Namun, karena pengumuman tersebut diundur, kami pun melanjutkan acara raker dengan sharing di kelompok besar. Semua staf sharing dan bersyukur untuk setiap pelajaran yang mereka dapatkan selama setengah tahun ini. Bagi saya, melayani Tuhan di YLSA adalah satu kesempatan yang sangat baik. Bahkan, bukan saja kesempatan, tetapi anugerah yang Tuhan berikan yang luar biasa kepada saya. Raker Mini selesai dan diakhiri dengan doa, kemudian makan malam bersama. Kiranya ke depannya, pelayanan YLSA dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan bagi bangsa Indonesia. Semangat!!

Menikmati Kemerdekaan Bersama

SABDA Space Teens - Wed, 2014-08-13 14:47

Dear Sobat Teens,

Bulan Agustus menjadi bulan yang istimewa bagi negara kita tercinta, Indonesia . Apakah di tempatmu juga masih ada antusiasme untuk menyambut kemerdekaan? Misalnya, mengadakan berbagai macam lomba, jalan sehat satu kampung, kerja bakti lingkungan, pentas seni di malam kemerdekaan, dsb..

baca selanjutnya

Futsal Oh Futsal …

Blog SABDA - Tue, 2014-08-12 07:08

Perhelatan sepak bola terbesar sedunia baru saja selesai digelar bulan Juni yang lalu. Jutaan mata dari penjuru dunia tidak melewatkan begitu saja acara akbar empat tahunan ini. Kaum Adam yang bekerja di YLSA pun menyukai olah raga yang satu ini. Akan tetapi, tidak di lapangan yang luas dan lebar, tetapi di lapangan "mini" yaitu, lapangan futsal. Di samping hobi, aktivitas ini tentunya sangat berguna untuk stamina dan kesehatan. Mungkin, Anda pernah mendengar orang mengatakan "kesehatan itu mahal harganya". Istilah tersebut tentu tidak asing di telinga kita apalagi di musim pancaroba dengan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini. Mengapa kesehatan mahal harganya? Sebab, apabila tubuh kita tidak fit/sakit, produktivitas kerja kita jadi menurun. Apalagi kalau sampai sakit, tentu banyak biaya yang dibutuhkan untuk berobat.

Karena itulah, kaum Adam di YLSA berkomitmen untuk mencegah datangnya sakit penyakit dengan berolahraga bersama satu minggu sekali. Jenis olahraga yang disepakati bersama adalah futsal. Karena tidak semua staf cowok di YLSA mencintai permainan ini, maka kami selalu mengajak beberapa mantan staf YLSA, seperti Titus, Andre, Theopilus, Ari, Arif, Anto, dan Sigit, supaya permainan menjadi lebih ramai dan hidup. Nuansa sebagai keluarga besar YLSA semakin terasa tatkala canda tawa mewarnai selama berlangsungnya permainan futsal. Tidak cukup sampai di situ saja, efek olahraga satu ini ternyata juga mampu menyuntikkan semangat baru untuk selalu fit bekerja di YLSA. Bagaimana dengan staf wanita YLSA, rasanya kok belum pernah melakukan kegiatan kebersamaan? Ayo jangan mau kalah dengan kaum Adam.

Saya punya pengalaman saat bermain futsal, yaitu mengalami cedera. Cedera itu mengakibatkan jempol kaki kiri saya terkilir saat bermain, bahkan waktu itu saya sempat mengira jempol saya patah. Hampir kurang lebih selama dua sampai tiga bulan saya tidak bisa bermain bola akibat cedera tersebut. Puji Tuhan, jempol kaki kiri saya sudah berangsur-angsur pulih sehingga saya bisa bermain bola lagi meski sekarang tidak maksimal karena apabila dipaksakan untuk berlari, kaki sebelah kiri saya masih terasa nyeri. Walau demikian, peristiwa tersebut tidak menyurutkan hobi saya untuk tetap bermain bola hingga saat ini.

Namun, sayang seribu kali sayang, sudah beberapa waktu ini kelompok futsal YLSA, yaitu Hadi, Benny, Yochan, Samuel, Berlin, Gunung), dan saya sulit bangun pagi untuk berfutsal -- tak salah apabila tubuh-tubuh kaum Adam YLSA semakin subur (baca: penuh lemak) . Saya rindu sekali untuk dapat kembali bermain bola bersama teman-teman semua (maupun mantan staf) karena sudah lama tidak mengolah dan menendang si kulit bundar. Semoga kegiatan futsal di YLSA dapat diaktifkan kembali. Paling tidak, supaya kita bisa bergerak membakar dan mengurangi timbunan lemak yang menyusahkan saya untuk bergerak dengan gesit.

Bravo futsal!

SABDA Melayani di Persekutuan Hamba Tuhan GBIS Solo Barat

Blog SABDA - Thu, 2014-07-31 16:24

Pada Senin, 7 Juli 2014, SABDA mendapat undangan untuk mengisi persekutuan hamba Tuhan GBIS wilayah Solo Barat yang bertempat di GBIS Joyodiningratan, Solo. Tim SABDA yang hadir dalam pertemuan ini adalah Amidya, Arkha, Yohanes, Ibu Yulia, dan saya. Roadshow ini merupakan pengalaman baru bagi Arkha dan Yohanes, karena Arkha adalah staf baru divisi ITS yang sedang dalam masa percobaan dua bulan, dan Yohanes adalah staf magang untuk waktu 2 bulan. Setelah melakukan "briefing" seusai persekutuan doa staf Senin, kami segera mempersiapkan diri berangkat. Meski sempat kebingungan mencari alamat GBIS Joyodiningratan, akhirnya kami tiba di lokasi pada pkl. 09.45.

Sesampainya di GBIS Joyodiningratan, kami disambut oleh Bapak Pdt. Yusak Sigit, selaku Gembala Sidang yang menjadi tuan rumah acara ini. Ketika kami datang, dengan semangat beliau bercerita bahwa ia adalah pengguna setia Software SABDA sejak versi 2.0. Sambil berbincang dengan Pak Yusak kami segera mempersiapkan peralatan untuk presentasi, meja untuk mendisplay CD-CD Alkitab Audio, serta tempat untuk instalasi Alkitab. Selama persiapan, para peserta juga mulai berdatangan. Mereka adalah para hamba Tuhan dari GBIS bagian Barat. Setiap peserta yang datang dan telah menulis daftar hadir akan mendapatkan satu paket SABDA Care dan buletin Parakaleo. Sebagian dari mereka juga ada yang membawa laptop ke "booth" SABDA untuk di-install Software SABDA. Sementara itu, peserta yang lain menyerahkan "handphone"-nya untuk diisi dengan aplikasi Alkitab mobile.

Acara pertemuan seharusnya dimulai pkl. 10 pagi, tetapi ternyata molor hingga pkl. 10.30 lebih. Setelah dibuka dengan puji-pujian dan doa oleh Bapak Pdt. Yusak Sigit, Ibu Yulia memperkenalkan tim SABDA yang akan melayani dalam acara ini. Presentator pertama adalah Amidya yang memberi penjelasan tentang pelayanan YLSA beserta isi paket SABDA Care yang sudah diterima oleh setiap peserta. Mereka pun mulai memperhatikan satu demi satu isi paket yang sedang dijelaskan oleh Amidya. Setelah itu, Bu Yulia menjelaskan lebih detail lagi tentang Software SABDA dan Alkitab Audio. Beberapa fitur utama Software SABDA dijelaskan khususnya untuk hamba Tuhan yang ingin melakukan penggalian Alkitab dalam mempersiapkan khotbah yang bertanggung jawab. Melalui penjelasan tersebut, banyak peserta yang mulai tertarik dan ingin menggunakan Software SABDA. Bu Yulia juga menceritakan bagaimana beberapa hamba Tuhan menggunakan Alkitab Audio ketika ada upacara penguburan bagi jemaat yang meninggal dunia. Presentasi terakhir adalah saya yang menjelaskan tentang DVD Library SABDA Anak 1.2.

Saya pribadi merasa bersyukur dapat memiliki pengalaman untuk membagikan informasi tentang perpustakaan digital berupa DVD Library SABDA Anak. Kiranya dengan DVD Library SABDA Anak, para pelayan Tuhan, baik itu pelayan anak, pelayan remaja, bahkan mereka yang terlibat dalam pelayanan orang dewasa dapat semakin diperlengkapi dalam melakukan persiapan pelayanan.

Saya berharap semua yang telah kami bagikan kepada hamba-hamba Tuhan GBIS Solo Barat ini tidak hanya berhenti di tangan mereka saja, tetapi juga dapat tersebar untuk rekan-rekan hamba Tuhan lain yang membutuhkan. Kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan melalui setiap pelayanan hamba-hamba-Nya. Tetap semangat melayani Tuhan. IT 4 GOD!

SABDA at GKJ Expo

Blog SABDA - Thu, 2014-07-31 10:16

Pada tanggal 24 dan 25 April 2014 lalu, di Solo diselenggarakan acara GKJ Expo. Acara ini digelar oleh Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wilayah 3, dengan mengambil tempat di Stadion Sriwedari. Dalam acara GKJ Expo ini, SABDA turut meramaikan acara dengan membuka "booth" SABDA. Selain membuka "display" produk-produk SABDA untuk dibagikan, kami juga melayani instalasi aplikasi Alkitab di "handphone" dan meng-install Software SABDA di laptop, yang semuanya "free" alias gratis.

Karena akan diadakan selama dua hari, dengan berkelompok semua staf SABDA mendapat jatah paling tidak setengah hari untuk menjaga "booth". Sebelum terjun ke lapangan, beberapa staf yang baru (termasuk saya) diberi pembekalan oleh Mas Kusumanegara tentang aplikasi Alkitab mobile, pengenalan berbagai jenis "handphone", serta bagaimana melakukan instalasi/pemasangan aplikasi Alkitab di "handphone" atau "smartphone". Untuk saya yang baru pertama kali mengikuti pelatihan ini, perasaan saya sangat senang karena memperoleh pengetahuan dan "skill" baru. Walaupun awalnya saya merasa "blank" karena ini adalah hal baru, tetapi kemudian penjelasan yang diberikan oleh Mas Kusumanegara cukup memberi bekal sehingga saya siap melayani para pengunjung GKJ Expo yang membutuhkan instalasi Alkitab ke perangkat "mobile" mereka.

Kelompok yang mendapat giliran hari pertama adalah Mbak Lusi, Mbak Okti, Mas Gunung, Mas Yudo, Bu Yulia, dan saya. Di tengah terik matahari waktu itu, kami menyiapkan "booth" SABDA, monitor, dan meja "display" untuk menampilkan semua produk SABDA, yaitu CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa asing dan bahasa suku; DVD Library SABDA; USB Biblika yang berisi bahan-bahan penunjang penyelidikan Alkitab; traktat "Hidupku Rumah Kristus" dan traktat berwarna "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu" untuk pelayanan anak dan remaja; serta buletin Parakaleo.

Menjelang pembukaan acara, beberapa pengunjung mulai berdatangan di "booth" SABDA dan tertarik dengan produk-produk yang disajikan. Ada pengunjung yang sebelumnya telah mengenal SABDA dan kemudian mengajak teman dan kenalannya untuk ikut mendapatkan produk SABDA, dan tak lupa mereka minta aplikasi Alkitab dan Kidung untuk "handphone" atau "smartphone" masing-masing. Akan tetapi, banyak pula pengunjung yang bertanya-tanya mengenai SABDA serta produk-produknya. Setelah mendapatkan penjelasan, saya memperhatikan ekspresi dan wajah mereka tampak berbinar, seolah menemukan sesuatu yang mereka butuhkan. Selama ini mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka butuhkan telah disediakan oleh SABDA. Para pengunjung yang antusias tersebut kemudian tertarik juga untuk melakukan instalasi aplikasi Alkitab dan Kidung, serta CD-CD Alkitab Audio. Alkitab dalam bahasa Jawa dan Kidung Jawa menjadi "top request" pada acara ini. Tak sedikit pula yang meminta Alkitab Audio Bahasa Indonesia, bahkan ada yang meminta Alkitab Audio dalam bahasa suku lain untuk dibagikan kepada sanak saudaranya. Kami melayani para pengunjung dengan senang hati.

Secara pribadi saya belajar bahwa apa yang kami kerjakan selama ini sangat berguna dan memberkati banyak orang. Kebanyakan staf bekerja di belakang layar dan ketika kami mendapat kesempatan dengan mata kepala sendiri melihat ekspresi, antusiasme, serta respons para pengunjung, hal tersebut menjadi sukacita tersendiri, terkhusus bagi saya. Saya berdoa semoga para pengunjung yang telah mendapatkan produk-produk SABDA diberkati Tuhan dan hidupnya terus bertumbuh.

Segala hormat hanya bagi Tuhan.

Untuk teman-teman SABDA lainnya yang juga bertugas, silakan bagikan pengalaman kalian di kotak komentar agar menjadi berkat bagi pembaca Blog SABDA. Terima kasih.

Jeremy’s Indonesia Trip

Blog SABDA - Wed, 2014-07-30 14:48

Oleh: Jeremy*

12th Feb, Wednesday – Touch Down!

I was looking forward to this trip as I have never been to Indonesia before. Soon, that day came and Daniel and I found ourselves arriving at Yogyakarta airport in the early afternoon. We proceeded to take a 1 hour train ride to Solo accompanied by our host, Yulia's husband. As soon as we got out of the train station, we were also greeting by dozens of cab drivers who were eagerly touting for customers to hitch a ride with them. We loitered for a short while outside the train station before our transport came to pick us up to Yulia’s residence. Once we arrived, we immediately put down our stuff in our room and were given a quick orientation around the compound.

Apart from being a place of residence, Yulia also shared his house with SABDA, a Christian organization that publishes scores of Christian materials in Bahasa Indonesian on their websites to aide learning and understanding of the Word of God for the Indonesian people. We were briefly introduced to the diligent staffs of SABDA and were shown around their work place.

Soon, it was dark and dinner time was around the corner. Yulia's husband drove us to this favorite fried chicken rice eatery which was located pretty nearby. The fried chicken was pretty good. It was so good that you can eat the entire thing including the bones. Amazing stuff….

After dinner, we drove around Solo for some sightseeing. After that, we headed back to the house to get briefed about what we are going to be tasked with and what was to take place the following day. One of the things we were going to do was to help out at Stephen Tong’s rally. We ended the night with a round of prayers and it was time to hit the sack.

13th Feb, Thursday – Stephen Tong

After lunch, we head out to the stadium where Stephen Tong’s rally was to be held. We were immediately task with setting up the venue by arranging chairs. It was really tiring as we had to unpack the metal chairs and the weather was really hot. I prayed the weather to be nicer to everyone that was helping out. Soon, the skies began to turn darker and it started pouring heavily. Looks like I got more than what I had wished for. However, this was no ordinary storm. We were actually witnessing spiritual warfare as the heavy rain lashed down on the field relentlessly. It was the devil’s attempt to hamper our preparations for the rally and to discourage people from attending the rally. The rain soaked up the entire field and it was very muddy. All the chairs were wet. Daniel and I decided to help out by wiping the water off the chairs. It was a lot of work as we had a few thousand chairs to take care of. But we still managed to wipe off the rain water from most of the chairs.

The rally went on without any hitches. Praise the Lord! Even though Stephen Tong preached in Bahasa, I was able to understand him thanks to Yulia who tirelessly translating every word from the preacher. I was also very privileged to be able to hear Michael Liu delivered his testimony about how he became a Christian.

14th Feb, Friday – Kelud

Mount Kelud, which is one of 127 active volcanoes in Indonesia erupted overnight, throwing tons of ashes up into the air. This resulted in volcanic ashes raining down over the surrounding cities and towns. Solo was not spared.

I woke up to a strangely beautiful sight. It looked like it just snowed except the “snow” is grey in color. The air was still and the surroundings were pretty quiet probably due to the fact that almost everyone stayed indoors to avoid inhaling too much of the ashes. Despite the city being covered in ashes, we still attended Stephen Tong’s seminar at the Novotel Hotel. Unfortunately, I did not have a translator for the seminar. However, I could somewhat grasp what he was preaching about.

After the seminar, Daniel and I joined the rest of the staffs from SABDA for lunch at the fried chicken rice eatery. Since the volcanic erupted caused quite a bit of inconvenience and health hazards, Yulia decided to let the staff end their work early and spend the rest of the day (and the weekends) with the family. We didn’t do much for the rest of the day. Daniel and I were mostly holed up in our room and we took the opportunity to catch up with some more sleep.

15th Feb, Saturday – Countryside

The initial plan was for us to see Borobodur and Prambanan that day. But due to the Mount Kelud eruption which resulted in ashes falling all over many cities, the 2 attraction had to be closed for clean up to prevent damages to the ancient monuments. we had to change plan and we drove into the countryside to experience what it had to offer; greenery and fresh air. It was a 2 hour drive from Solo. We arrived at a huge lake where we took a boat over to the other side for lunch. The lunch was pretty good. Fried fish that was covered some black sauce complemented with white rice. It was the first time I ate the tail of the fish and I also learnt how to open up a fish head and eat it brain. After lunch, we all bonded over some scrabble and a board game.

It was almost evening time when we decided to head back to Solo. Another 2 hours of drive and we’re back home again. We had fried chicken (kinda like KFC) for dinner and caught a couple of episodes of ‘The Mentalist’ while we tucked into our meal. We ended the night with another round of prayers before heading to bed.

16th Feb, Sunday – Another low key day

It’s a Sunday and we attended church. After that we had a mini tour of the city and also the Keratons. While we were looking around at one of the Keratons, there was a sudden gust of wind and it picked up a lot of ashes. The wind was heading our direction. We decided to run back and head home. Back at the house and I was tasked to deliver a presentation in a couple of days to the staff of SABDA. It was about how social media could be used to attract more people to connect with SABDA also to make use of the online resources that were created by SABDA to aid the learning of God’s word. This presentation posed a bit of challenge to me as the presentation has to be at least 1 hour long. I was worried that I wasn’t able to present for 1 hour as I have never done such a long presentation by myself before. I spent the rest of the day just thinking about how I should go about doing the presentation.

17th Feb, Monday – Busy Day

I did not doing anything else apart from sitting in front of the computer and collecting information for my presentation. Apart from the lunch and dinner time, I was glued to the computer, desperately looking for information to be used for the PowerPoint slides. I was really tired from all the reading.

Benny took Daniel and I out for supper in town. It felt really good to take a break from all that reading and just chillax over some “dim sum” and sweet peanut soup.

After supper it was back to working on the presentation slides. I finished everything at about 2:30am in the morning. It was time for bed.

18th Feb – D-Day

I woke up early in the morning to have breakfast. After breakfast, I went back to my room to rehearse the presentation and get myself psyched up for it.

I went across the road to the other building which was owned by SABDA. Yulia shared with us how much trouble they went through before they managed to acquire that land and the building. It was nothing short of miraculous. The way the events unfolded and how the funds were made available for the acquisition of the land and building.

Anyways, I went to a room which resembled a small library due to the huge collection of books of various topics. The staff of SABDA were already there awaiting my arrival. I felt like some important person. Like a VIP. They were my audience. About a dozen of them.

I proceeded to deliver my presentation in English after Yulia had opened with a prayer and helped to elaborate my points in Bahasa Indonesia. Everything went smoothly. Eventually the entire presentation with a short question and answer session took about 3 hours. It lasted way long than I had expected. Praise the Lord! It was almost 1pm and lunch time couldn’t have arrived sooner. I was happy with how the presentation had gone and I was able to maximize my time effectively. I was thankful to God for his guidance throughout the entire presentation. I was also happy that the guys from SABDA appreciated my presentation.

Later that night, I was happily packing my belongings to prepare for my flight back to Singapore the next morning. There was news that some airports had already reopened following a massive clean-up operation that was the result of the Mount Kelud eruption. However I received an email from AirAsia that my flight has been cancelled and I had to reschedule my flight. I quickly informed Yulia about the news and she said she’s going to take me to the airport in Solo the next day to reschedule my flight.

19th Feb –Rescheduling of My Flight

Yulia's husband took me to the airport early in the morning to reschedule my flight back to Singapore. After breakfast we headed back home and I was tasked with another assignment. I was asked to do another presentation on how the social media strategies can be used to help the Open Community grow. I sat down with Philip and we had a fruitful discussion. After that we proceeded to work on our PowerPoint slides for Friday’s presentation. I spent the rest of the day working on the slides.

20th Feb – Full Day

I continued working and refining my presentation slides with Philip. I did not do anything else noteworthy for the rest of the day.

21st Feb – Presentation Part 2 and Tawangmangu

I gave short presentation on the different ways we could use social media to help the Open Community attract more followers and also to engage them more effectively.

After lunch, we packed our stuff and prepared to head out to Tawangmangu. We were joined by 2 American who were based in Thailand. They were friends of Yulia and they will be staying with us over at Benny’s holiday home in Tawangmangu.

After we loaded up all our stuff into the van, we proceeded to pick up Benny before heading to the mountain area. The air quality improved significantly as we got further away from the city. It was also quite cooling. What a relief from the stifling heat and humidity in the city.

22nd Feb – Tawangmangu

Woke up to the crisp and cooling air of the Tawangmangu region. I played a bit basketball with Jesica at a small makeshift basketball court. After breakfast we headed to the farm areas and hiked downhill towards the national park. It was a slightly challenging hike for us because there was no proper walking path and it was steep and slippery at some parts. I was glad we all made down without any incidents. The highlight of the day was the Tawangmangu Water. I managed to climb to the foot of the waterfall and admire it.

After lunch, Yulia's husband drove everyone up the mountain. We went as far as to the border of east Java before making a u turn back to where we came from. We weren’t able to see much from the mountain due to poor weather conditions. After we had dinner at a place selling soto, it was time to head back to Solo.

23rd Feb – Car Free Day

I got spend another Sunday in Solo. This time, I got to visit the car free day which was a strip of road someone in the center of the city that was closed every Sunday to allow the locals to just have fun (exercise, eat, play and even join a protest). There were plenty push carts selling local food and also lots of small stalls selling various items ranging from clothes to toys.

We attended church service after the car free day. After lunch we headed back home and I took an afternoon nap all way till dinner time while Daniel worked on his presentation slides.

We dined out and had seafood for dinner. I found it really hard to enjoy my dinner as I was busy shooing away small little flying insects that were flying all over our food. But the dinner was good and it made up for the poor dining experience.

After dinner we headed back home for more of “The Mentalist”. I also got my stuff packed up before heading to bed. I went to bed early because I had to get up very early in the morning to go to the airport.

24th Feb – Home Coming

I got up at 3am to prepare for my departure. After a brief farewell, I was accompanied by Daniel and we boarded Yulia’s SUV and headed for the airport. Along the way, we stopped by the Prambanan for a little bit of photo taking. At least I got to see the Prambanan before I left otherwise this trip would have been in vain.

After stopping by Prambanan, it was time to head to Yogyakarta airport. I bade farewell and made my way across the customs to wait for my flight.

As I waited to board my flight home, I reflected upon my entire time spent here. It has been a meaningful and memorable experience for me. There wasn’t a single day when it was dull. I got to know many good people in Indonesia and I pray that God will continue to guide each and every one of them as they continue to do the Lord’s work. I also enjoyed the local cuisine very much.

I’d like to thank everyone for making my trip so enjoyable especially to Yulia's family for providing Daniel and me with a nice accommodation and introducing us to the delectable range of local food.

The only thing that I definitely won’t miss is the constant attack of mosquitos. I get bitten the moment I step out of my room. Those critters seem to be especially attracted to me. God knows why.

Alright! I shall end my blog here. Hopefully I’ll be able to have the opportunity to visit everyone that I have met again real soon.

Thank you!

*Jeremy adalah salah satu sahabat YLSA asal Singapura yang beberapa waktu yang lalu sempat berkunjung ke kantor YLSA. Ia bersama rekannya, Daniel, ikut berkontribusi dalam pelayanan YLSA, khususnya dalam pengembangan komunitas YLSA dan desain grafis.

Software SABDA bagi Pelayan Siswa Perkantas Karanganyar

Blog SABDA - Wed, 2014-07-30 14:02

Roadshow adalah salah satu kegiatan keluar YLSA untuk melayani orang-orang Kristen di berbagai tempat yang membutuhkan pelayanan YLSA secara langsung. Seperti yang sudah diceritakan rekan saya Gunung di blog-nya yang berjudul "Roadshow Mini SABDA di STT Intheos Surakarta", kelompok saya ditetapkan untuk memberikan pelatihan Software SABDA. Saya merasa beruntung karena sudah beberapa kali ikut roadshow pelatihan Software SABDA, dan sekarang giliran saya yang memberikan pelatihan. Di kelompok ini saya tidak sendirian karena saya bersama dengan Khenny, Ade, Yudo, dan Dheka.

Kami senang sekali ketika mendapat informasi dari Dheka bahwa kami bisa memberikan pelatihan di di Perkantas Karanganyar. Karena Dheka adalah salah satu pengurus Perkantas Karanganyar, maka dia bisa menjadi perantara antara kami dan pihak Perkantas sehingga persiapan bisa dilakukan dengan sangat lancar. Jadwal pelatihan ditetapkan untuk dilakukan pada Minggu, 8 Juni 2014 dengan meminjam tempat di GKJ Kismorejo Papahan. Saya akan bertugas menjadi presenter pelatihan, dan teman-teman lain memberi presentasi YLSA, juga membantu menjadi operator, dan membuka "booth" SABDA untuk melayani instalasi Alkitab ke HP. Sebelum hari-H, saya telah melakukan beberapa kali simulasi pelatihan di depan beberapa rekan staf untuk memberi masukan dan mempersiapkan mental saya sebelum melakukan pelatihan yang sesungguhnya.

Pada hari-H, saya, Yudo, Khenny, dan Ade berangkat ke Karanganyar, sedangkan Dheka yang tinggal di Karanganyar menunggu di lokasi pelatihan. Kami sampai di sana satu jam sebelum acara dimulai, yaitu sekitar pukul 10.00. Setibanya di sana, kami mempersiapkan tempat pelatihan dengan dibantu oleh Mas Iko, seorang anggota komisi pemuda GKJ Kismorejo Papahan. Acara ternyata dimulai lebih lambat dari jadwal, yaitu pukul 11.30 (jadwal seharusnya adalah pukul 11.00). Di awal acara, Mas Eko mewakili pihak Perkantas Karanganyar memberikan sambutan. Setelah itu, Dheka memberikan presentasi perkenalan tentang YLSA, sekaligus memperkenalkan tim SABDA yang hadir. Acara dilanjutkan dengan presentasi Pengenalan Software SABDA oleh Ade. Saya senang melihat para peserta mulai antusias setelah mendengar perkenalan Software SABDA dari Ade. Setelah itu saya memberikan pelatihan "Tutorial Software SABDA dalam 3 Menit" selama kurang lebih dua jam. Awalnya, saya mengira saya akan merasa gugup, tetapi karena suasana cukup cair, saya bisa cukup tenang menyampaikan materi yang telah saya persiapkan. Saya tidak menemui kesulitan yang berarti karena para peserta kebanyakan adalah anak-anak muda yang sudah terbiasa menggunakan produk teknologi dan komputer.

Pelatihan berakhir tepat pukul 14.00. Saya melihat, di akhir acara para peserta terlihat cukup lelah, mungkin karena ada banyak informasi yang harus diproses peserta. Namun kami bersyukur karena berarti peserta bersungguh-sungguh belajar. Kami juga senang dengan umpan balik yang diberikan oleh peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka sangat tertarik menggunakan Software SABDA untuk melakukan pendalaman Alkitab (PA) di kelompok kecil mereka masing-masing karena kini mereka tahu bahwa Software SABDA memiliki banyak sekali fungsi dan bahan yang dapat semakin memperlengkapi mereka melakukan PA. Sebelum acara berakhir, Dheka memberikan presentasi mengenai DVD Library SABDA Anak 1.2 yang telah diterima oleh masing-masing peserta.

Setelah kegiatan selesai, kami segera membereskan semua perlengkapan dan peralatan yang kami bawa. Kami juga mendapat kejutan karena Dheka dan salah satu pengurus Perkantas Karanganyar, yaitu Mbak Eli, mengajak kami bersantap siang untuk mengisi perut yang sudah kosong. Sambil bercakap-cakap, tidak lupa kami mengevaluasi pelayanan yang telah kami lakukan bersama. Sesudah itu, kami segera kembali ke Solo dengan hati yang penuh sukacita.

Kebutuhan akan Staf Baru di YLSA

Blog SABDA - Wed, 2014-07-16 15:45

"Sesungguhnya, panenan banyak, tetapi pekerja-pekerjanya sedikit." (AYT, Mat. 9:37)

Kalimat di atas merupakan sepenggal ucapan Tuhan Yesus ketika hati-Nya jatuh kasihan melihat orang banyak yang telantar seperti domba-domba tanpa gembala. Ya, ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan sentuhan kasih Kristus, tetapi hanya sedikit orang percaya yang tergerak hatinya untuk melayani mereka.

Perkembangan teknologi telah membuka lebih banyak lagi kesempatan untuk melayani Tuhan di ladang misi modern, yaitu di dunia IT (information technology), tetapi belum banyak pekerja yang terjun di ladang ini. Kesulitan mendapatkan pekerja untuk melayani Tuhan di ladang dunia IT juga dialami oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).

Selama 20 tahun, Tuhan telah menolong pelayanan YLSA sehingga berkembang semakin luas. Seiring dengan perkembangan ini, kebutuhan akan pekerja yang terpanggil dan kompeten di bidang IT juga terus meningkat. Namun, meningkatnya kebutuhan tersebut tidak seiring dengan meningkatnya jumlah anak-anak Tuhan yang mau memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan secara penuh waktu. Namun, saya menyadari hanya Tuhanlah yang dapat menggerakkan seseorang untuk melayani Dia sepenuh waktu karena Dialah Sang Pemilik ladang pelayanan. Karena itu, kami terus menaikkan doa agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja untuk melayani di dunia IT, bersama YLSA.

Apakah kesulitan mendapatkan staf membuat kami menyerah? Tentu saja tidak, selama Tuhan masih memercayakan kami melakukan pekerjaan-Nya, kami percaya Tuhan akan mengirim pekerja-Nya. Kami terus menyebarkan informasi kebutuhan lowongan staf sepenuh waktu ke banyak tempat. Semoga informasi itu sampai ke anak-anak Tuhan yang rindu melayani Tuhan di bidang IT dengan kompetensi dan hati yang mengasihi Tuhan. Amin.

Saat ini, Yayasan Lembaga SABDA membutuhkan para pekerja di ladang misi modern sebagai:
1. IT PROGRAMMER dan MOBILE PROGRAMMER
2. WEB DESIGNER
3. EDITOR DAN PENERJEMAH

Silakan simak kualifikasinya dan kirimkan lamaran ke:
HRD YLSA
Email: cv(at)sabda.org
Pos: Kotak POS 25 SLONS 57135

SABDA Melayani Hamba Tuhan GBIS Solo Timur

Blog SABDA - Tue, 2014-07-15 17:41

Pada awal Juni 2014, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mendapat kesempatan untuk melayani hamba-hamba Tuhan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) se-Solo Timur di GBIS "Pintu Iman" Petoran.

Berawal dari 'ngobrol' dengan teman kuliah saya dan sekaligus ibu gembala GBIS "Pintu Iman", Ibu Anggraeni, beliau menawarkan kepada saya, "Apakah SABDA berkenan mengisi acara pertemuan hamba-hamba Tuhan GBIS?" Kebetulan bapak gembala, Bapak Musi Teja, setuju dan juga tertarik untuk lebih mengenal pelayanan SABDA. Melihat minat dari kedua rekan saya tersebut, maka saya mengomunikasikannya dengan Mbak Evie selaku Humas YLSA. Singkat cerita, saya memberikan nomor kontak Pak Musi kepada Mbak Evie untuk ditindaklanjuti. Kami bersyukur acara memperlengkapi hamba Tuhan GBIS wilayah Timur Solo dapat dikoordinasikan untuk menjadi acara roadshow SABDA untuk akhir Mei 2014.

Sebelum berangkat roadshow, seperti biasanya tim SABDA yang akan bertugas melayani melakukan "briefing" yang dipimpin oleh Ibu Yulia. Saat itu, tim yang berangkat adalah Pak Gunung, Jessica, dan saya, serta dua orang staf baru YLSA yang baru pertama kali mengikuti roadshow YLSA, yaitu Mbak Dheka dan Mas Samuel. Sebuah tradisi di YLSA, jika ada staf baru, YLSA akan memberikan kesempatan kepada staf tersebut untuk mengikuti roadshow sehingga setiap staf diharapkan pernah mendapat pengalaman mengikuti roadshow YLSA. Mereka diharapkan bukan hanya membantu jalannya roadshow, tetapi juga dapat mengevaluasi bagaimana persiapan, pelaksanaan, dan presentasi yang diberikan. Kami membagi-bagi tugas supaya setiap orang mendapat kesempatan melayani. Saya sangat senang bisa bergabung dalam roadshow ini, sekaligus mengucap syukur karena bisa memperkenalkan bahan-bahan pelayanan yang dimiliki oleh YLSA kepada hamba-hamba Tuhan di sana sehingga bahan-bahan tersebut dapat dipakai untuk memperlengkapi mereka.

Pada hari 'H', tim kami sampai di GBIS "Pintu Iman" Petoran kira-kira pukul 09.00. Pak Gunung dan Mas Samuel mulai "set-up" proyektor LCD, sementara Mbak Dheka, Jessica, Ibu Yulia, dan saya mulai mempersiapkan booth SABDA. Untuk instalasi Software SABDA dan Alkitab Mobi, kami sangat dibantu oleh Jessica, Mas Samuel, dan Mbak Dheka. Sementara itu, Pak Gunung harus berada di mimbar sebagai operator. Saya senang karena dapat belajar meng-install laptop-laptop dengan Software SABDA.

Sebetulnya, kami hanya mendapatkan waktu satu jam untuk memperkenalkan SABDA, tetapi pada saat presentasi, Bu Yulia meminta waktu tambahan, dan akhirnya para hadirin pun menyetujuinya. Waktu yang semula hanya satu jam dapat bertambah menjadi sekitar 1,5 jam dan kami pun mengakhiri seluruh presentasi selama dua jam. Presentasi pertama yang dibawakan oleh Ibu Yulia adalah perkenalan YLSA, IT 4 God, serta perkenalan produk-produk YLSA, seperti Software SABDA, Alkitab Audio, dan publikasi-publikasi YLSA. Setelah itu, dengan sedikit waktu yang sisa, Ibu Yulia juga menunjukkan bagaimana menggunakan Software SABDA yang akan sangat membantu dan menolong para hamba Tuhan dalam pendalaman Alkitab dan pelayanan mereka. Setelah Ibu Yulia selesai, saya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan DVD Library SABDA Anak.

Kami mengucap syukur untuk antusiasme para hamba Tuhan GBIS mengikuti acara ini. Walaupun sebagian sudah tidak muda lagi, tetapi mereka bersemangat untuk belajar hal-hal yang berhubungan dengan komputer dan internet. Waktu yang sangat singkat tentu tidak cukup untuk melakukan pelatihan software SABDA secara detail. Karena itu, kami berharap mereka mau mengundang YLSA kembali di lain kesempatan supaya benar-benar dilakukan pelatihan dan bukan hanya perkenalan pelayanan SABDA saja.

Puji Tuhan, melalui kesempatan melayani yang telah Tuhan berikan, YLSA telah melakukan pelayanan dengan penuh sukacita untuk kemuliaan nama Tuhan. Maju terus YLSA dalam melayani Tuhan.

Soli Deo Gloria!

Infografis dalam Pelayanan SABDA

Blog SABDA - Mon, 2014-07-14 15:12

Perkenalkan nama saya Arlina. Saya termasuk staf SABDA yang masih baru karena saya mulai bekerja di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mulai awal April 2014 yang lalu. Alasan mengapa saya melamar pekerjaan di YLSA adalah karena saya ingin memiliki pengalaman bekerja di sebuah lembaga. Sejak saya lulus dari jurusan Desain Komunikasi Visual, saya belum pernah bekerja di sebuah lembaga atau perusahaan. Sebelumnya, saya bekerja "freelance" mendesain logo. Pengalaman ini saya harap dapat membantu mengembangkan berbagai macam proyek yang ada di YLSA, khususnya di bidang desain grafis.

Beberapa bulan di YLSA saya belajar banyak hal. Saya baru memahami bahwa ternyata YLSA memiliki banyak sekali proyek yang dikerjakan. Namun, dari semua proyek yang sudah ada, sentuhan desain grafis tampaknya masih kurang optimal. Dari sinilah, timbul keinginan saya untuk melayani bersama rekan staf YLSA lainnya, khususnya membuat desain header dan "icon-icon" situs, Facebook, dan aplikasi yang baru.

Beberapa waktu yang lalu, YLSA kedatangan teman lama YLSA. Sebelumnya, ia sempat magang di kantor SABDA selama 3 bulan. Bersyukur ia berkesempatan datang ke Solo dan bisa memberikan sharing mengenai infografis kepada beberapa staf YLSA. Kami, khususnya saya, sebagai designer di YLSA, sangat diberkati dan mendapatkan banyak tambahan pengetahuan mengenai apa itu infografis dan apa saja yang dibutuhkan dalam menyusun infografis.

Saya akan menjelaskan secara singkat mengenai apa itu infografis. Infografis adalah sebuah cara baru untuk menyampaikan banyak informasi dengan menggunakan gambar-gambar atau simbol-simbol yang dikemas secara menarik sehingga pembaca akan lebih mudah memahami informasi tersebut. Banyak hal yang diperlukan dalam menyusun infografis, antara lain pesan tertulis yang akan disampaikan, karakteristik target pembaca, dan pemilihan format, model dan warna yang sesuai dengan isi pesan.

YLSA sangat ingin menerapkan infografis untuk menjadi proyek baru yang akan dikerjakan. Salah satunya adalah infografis untuk menyampaikan pesan isi Alkitab, contohnya infografis yang menjelaskan keturunan atau silsilah tokoh-tokoh dalam Alkitab, dll.. Jika hanya membaca tulisan daftar silsilah, mungkin kurang menarik dan kurang mudah dimengerti. Dengan menggunakan gambar, maka informasi dapat dengan lebih mudah dipahami. Proyek infografis YLSA rencananya akan diunggah dalam web AYT.co yang saat ini sedang dikerjakan YLSA. Selain itu, hasil infografis ini dapat dicetak dalam sebuah buku atau poster. Membuat infografis bukanlah hal yang mudah karena kita harus membuat pesan yang kuat melalui gambar-gambar dan "layout" yang menarik. Saya berharap melalui proyek infografis YLSA yang akan dikerjakan nanti, Alkitab akan menjadi semakin menarik untuk dipelajari dan mudah dipahami. Dengan demikian, masyarakat Kristen dapat menerima berkat besar karena dapat semakin mudah memahami isi Alkitab.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan ini karena memberikan banyak informasi dan pengetahuan mengenai infografis kepada kami.

Roadshow Alkitab Audio di Kebaktian Warga Senior GUP, Pasar Legi, Solo

Blog SABDA - Mon, 2014-07-07 16:16

Roadshow SABDA yang saya ikuti kali ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan keluar staf Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Masing-masing staf diperbolehkan memilih tim sesuai dengan produk pelayanan SABDA yang diminati. Saya memilih bergabung dengan tim Alkitab Audio bersama dengan empat staf lainnya, yaitu Yochan, Samuel, Benny, dan Teddy. Tempat yang kami sasar untuk melakukan roadshow adalah kebaktian warga senior di Gereja Utusan Pantekosta (GUP) Pasar Legi, Solo, pada hari Kamis, 5 Juni 2014, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Gereja Utusan Pantekosta adalah tempat Mas Samuel berjemaat dan dialah yang telah menjadi penghubung sehingga kami bisa mendapat kesempatan melayani warga senior di gereja ini. Beberapa persiapan mulai kami lakukan. Yochan bertugas menyiapkan materi presentasi karena dia memiliki banyak pengalaman dalam membuat presentasi produk-produk YLSA. Materi presentasi dibuat sesuai dengan target peserta, yaitu warga lanjut usia. Sementara itu, anggota tim lain bertugas melayani pengunjung yang datang ke booth SABDA, dan meng-install aplikasi Alkitab di handphone (HP) jemaat yang menginginkannya.

Tim kami berangkat dari kantor pkl. 9.00 pagi. Sesampainya di GUP, kami bertemu dengan penanggung jawab kebaktian untuk memastikan lagi susunan acara dan tempat display booth SABDA. Yochan dan saya langsung masuk ke ruang ibadah untuk mempersiapkan diri menyampaikan presentasi, sedangkan anggota tim yang lain berada di luar ruangan untuk mengatur display booth dan mulai menginstal aplikasi Alkitab ke HP para peserta. Dari HP yang diserahkan kepada kami, tidak semua bisa di-install aplikasi Alkitab, mungkin hanya sekitar 15 s.d. 20 HP. Banyak juga yang kecewa karena mereka tidak tahu tentang kedatangan kami sehingga tidak membawa handphone.

Saya beruntung mendapat kesempatan melihat dan mendengarkan Yochan melakukan presentasi karena saat itu saya membantu Yochan menjadi operator dalam menyampaikan presentasi. Presentasi telah dilakukan Yochan dengan baik karena sebelumnya kami telah mendapat beberapa tip bagaimana menyampaikan materi kepada warga lanjut usia. Misalnya, jangan berbicara cepat-cepat dan harus mengulang poin-poin penting supaya mereka dapat memahaminya dengan baik.

Presentasi Alkitab Audio sangat cocok disampaikan untuk warga senior atau lansia karena banyak warga senior yang matanya sudah sulit dipakai untuk membaca. Mendengarkan rekaman Alkitab yang dibaca adalah cara yang sangat efektif untuk menolong mereka mendengarkan firman Tuhan. Mereka bisa melakukannya ketika ada di rumah atau ketika ada dalam perjalanan; dalam keadaan duduk atau berbaring. Mendengarkan firman Tuhan akan memperkuat iman mereka karena Alkitab berkata, "iman datang dari pendengaran akan firman Tuhan". Yochan juga menyampaikan tentang program “Anda Punya Waktu”, yang dapat menolong mereka mendengarkan seluruh Alkitab secara urut dan terjadwal.

Saya melihat peserta memberikan respons yang baik karena selama presentati mereka menganggukan kepala dan tersenyum senang ketika Alkitab Audio ini diperdengarkan kepada mereka. Apalagi, ketika Yochan menunjukkan alat MP3 player kecil yang bisa dibawa ke mana saja. Mereka terlihat sangat antusias untuk memilikinya supaya mereka dapat mendengarkan Alkitab setiap waktu. Setelah kebaktian selesai, beberapa peserta langsung menuju booth SABDA untuk bertanya tentang bagaimana mendapatkan Alkitab Audio.

Kami bersyukur dapat memberikan presentasi Alkitab Audio terutama kepada warga senior. Berapa pun usianya dan apa pun latar belakangnya, mendengarkan firman Tuhan adalah kegiatan yang sangat menjadi berkat. Harapan kami, para warga senior dapat semakin bertumbuh imannya dalam Kristus dan dapat menjadi duta untuk menyebarkan firman Tuhan kepada teman-teman di lingkungan mereka.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

Berkat Selama Berlibur

SABDA Space Teens - Fri, 2014-07-04 07:12

Di musim liburan ini, beberapa di antara kita mungkin ada yang menghabiskan waktu dengan berlibur bersama keluarga ke luar kota, ada juga yang membuat janji bertemu dengan teman-teman lama, atau memanfaatkan momen liburan untuk melayani Tuhan bersama dengan orang tua atau teman-teman pelayanan. Tapi, gimana yah kalau musim liburan ini kita habiskan di rumah saja? Apakah itu berarti melewatkan liburan dengan sia-sia?

Tentu saja tidak, Sobat Teens!

baca selanjutnya

Peran SABDA

Blog SABDA - Tue, 2014-07-01 15:47

Perkenalkan, nama saya Samuel. Saya mulai bergabung di SABDA pada hari Senin, 17 Maret 2014 yang lalu. Setelah menempuh dua bulan masa percobaan kerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di YLSA, saya diminta untuk memberikan presentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas yang saya kerjakan selama ini.

Setelah melewati berbagai macam pilihan dan pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memberikan presentasi dengan judul "Peran SABDA". Saya tertarik untuk mengambil judul ini karena bagi saya pelayanan SABDA selama ini sangat berperan untuk menolong dan membawa orang datang lebih sungguh-sungguh kepada Tuhan, terlebih lagi untuk memperlengkapi pelayan-pelayan Tuhan untuk dapat melayani dengan baik. Selama mempersiapkan presentasi, saya dibantu oleh staf-staf lain. Saya banyak bertanya dan mereka banyak membimbing saya, sampai akhirnya saya siap untuk memberikan presentasi. Puji Tuhan, semua dapat berjalan lancar walaupun saya harus melakukan dua kali presentasi karena presentasi pertama kurang berhasil baik. Saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk memperbaiki dan memberikan presentasi kedua dengan lebih baik. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman staf YLSA yang sudah membantu.

Pada kesempatan ini, saya juga rindu untuk membagikan apa yang saya presentasikan kepada semua Sahabat dan Pendukung YLSA. SABDA menyediakan banyak bahan-bahan kekristenan untuk berbagai bidang pelayanan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahan-bahan ini tentunya sangat berguna untuk masyarakat Kristen pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan mengunjungi situs-situs dan berlangganan publikasi-publikasi YLSA, masyarakat dapat memperoleh dan mengembangkan pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan serta keterampilan untuk melayani Tuhan.

SABDA juga menyediakan teks Alkitab dalam berbagai versi terjemahan dan juga Alkitab dalam format audio untuk memudahkan kita menikmati firman Tuhan. Di samping itu, software SABDA juga disediakan untuk memperlengkapi para aktivis gereja dan hamba Tuhan dalam menggali firman Tuhan dengan alat yang baik. Artikel-artikel dan bahan-bahan kekristenan di situs-situs YLSA juga dapat diakses oleh masyarakat umum Indonesia untuk memberikan inspirasi dan menolong mereka mengenal Tuhan secara lebih dalam. Melalui produk pelayanan YLSA tersebut, masyarakat didorong untuk terus menggali dan mempelajari Alkitab sehingga diharapkan pada akhirnya mereka semakin memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan.

Semuanya SABDA bagikan secara cuma-cuma, sesuai dengan filosofi Yayasan Lembaga SABDA, yaitu SABDA menerima keselamatan dengan cuma-cuma dan membagikannya dengan cuma-cuma juga.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.