Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Feed aggregator

Pengalaman Berharga Magang di YLSA

Blog SABDA - Tue, 2014-10-21 15:38

Oleh: Johan, Yohanes, Hilda*

Perkenalkan nama saya Johan. Saya bersama kedua teman saya, yaitu Yohanes dan Hilda, mendapat kesempatan berharga untuk berlatih dan berkarya bagi Tuhan dengan menjadi staf magang di YLSA selama bulan Juli hingga Agustus 2014. Kami sangat bersyukur, mengingat selama hampir sebulan sebelumnya, kami bertiga begitu sulit mencari tempat magang yang bersedia menerima dan cocok dengan yang kami harapkan.

Sebelum memulai magang, kami mengerjakan serangkaian tes dari HRD YLSA untuk mengatur tugas-tugas yang akan diberikan supaya sesuai dengan kemampuan dan minat kami. Selain itu, selama magang, kami merasa sangat diperhatikan, baik secara fisik maupun rohani. Mulai dari kesehatan, makanan, tempat tinggal, pelatihan-pelatihan, bimbingan, pengetahuan, dan banyak hal lain sehingga membuat kami merasa bersyukur diberikan kesempatan ini.

Kami yang sebelumnya belum familier dengan Yayasan Lembaga SABDA, akhirnya dapat mengenal lebih dalam. Di sini, kami tidak hanya menemukan pelayanan Kristen di bidang teknologi yang sangat hebat, tetapi juga berjumpa dengan para staf yang bekerja keras untuk bergerak bersama dalam pelayanan ini. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk dapat memberikan yang terbaik.

Selama magang di YLSA, ada beberapa tugas yang dipercayakan kepada kami. Hilda mendapat tugas untuk membuat desain cover DVD dan menyelesaikan beberapa proyek "mobile". Yohanes mendapat tugas membuat proyek "Alkitab Karaoke", sedangkan saya sendiri mendapat tugas membantu proyek SD Card/DVD "Dengar Alkitab", dan Interlinier (ITL). Bersyukur, dalam mengerjakan tugas-tugas ini, kami yang belum banyak pengalaman dibantu oleh beberapa kakak kami yang baik, seperti Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yudo, Mas Benny, Mbak Evie, Mas Hadi, serta beberapa staf lainnya untuk membimbing kami. Tugas-tugas yang awalnya cukup sulit dan berat, akhirnya bisa kami nikmati karena mereka dengan murah hati dan ringan tangan membantu kami.

Selain tugas-tugas tersebut, selama magang kami juga mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang belum pernah kami dapatkan di tempat lain. Kami mendapat kesempatan untuk ambil bagian pada acara seminar pendidikan "Mengajar yang Mengubah Hidup" yang diselenggarakan oleh YLSA, roadshow-roadshow SABDA, mengemas paket DVD Anak, raker mini YLSA, program intensif (progsif) tentang Nabi Samuel, dan berbagai keterampilan bagaimana seharusnya hidup bersama dan melayani banyak orang.

Selain itu, kegiatan persekutuan staf setiap Senin pagi dan Jumat siang, serta PA kitab Mazmur di dalam kelompok-kelompok kecil setiap hari, memberi kami ruang untuk berbagi hidup bersama dan menyegarkan kerohanian kami. Ada saat ketika kami merasa tertekan oleh persoalan-persoalan pribadi yang kami alami, kami dikuatkan firman Tuhan dan sharing para staf. Dalam kasih, kami juga saling mendoakan pergumulan masing-masing.

Setiap hari, kami menikmati kebersamaan di kantor, meskipun awalnya ada beberapa hal yang menuntut kami beradaptasi dengan aturan kantor. Makan siang bersama, jajan bersama, olahraga bersama, bermain bersama, bercanda bersama, dan banyak hal lain yang memberi kesan mendalam kepada kami selama dua bulan magang. Sungguh, kami merasa menemukan keluarga baru bagi hidup kami dalam melayani Tuhan.

Banyaknya pelajaran yang kami dapatkan selama di YLSA pada akhirnya menolong kami untuk dapat belajar menganalisis dengan teliti, sistematis, bertanggung jawab, disiplin, bekerja keras, bekerja sama, saling mendukung, serta saling melengkapi. Semuanya itu sangat bermanfaat, khususnya nanti ketika memasuki dunia kerja. Alasan kami harus bekerja dengan sebaik mungkin dan penuh kerja keras adalah karena pada dasarnya pekerjaan kami bukan untuk manusia, tetapi untuk Tuhan.

Sekali lagi, terima kasih untuk kesempatan ini. Terima kasih untuk Ibu Yulia atas kesempatan magang dan pelajaran-pelajaran berharga yang telah Ibu berikan. Terima kasih Mas Hadi dan para staf ITS (Mas Hadi, Mas Khenny, Mas Meland, Mas Yochan, dan Mas Arkha) karena telah menjadi pembimbing dan rekan terbaik kami. Terima kasih Mbak Evi yang telah memberi kami banyak pesan berharga dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Terima kasih juga untuk staf-staf lain yang baik, kocak, dan turut mewarnai hari-hari magang kami.

Pengalaman magang yang tak terlupakan ini mudah-mudahan akan mendorong kami untuk terus memaksimalkan kemampuan kami sesuai dengan apa yang telah Tuhan percayakan, serta membagikannya pada orang lain. Kami berharap di mana pun kami berada nantinya, semakin banyak orang akan diberkati dan hidup bagi Tuhan. Itulah doa kami bagi YLSA beserta pribadi-pribadi yang terlibat di dalamnya. Ke depan, mudah-mudahan kami akan terus dilayakkan Tuhan untuk menyebarkan keharuman nama-Nya di mana-mana.

Doa kami, syukur kami, dan terima kasih kami kepada Yayasan Lembaga SABDA, terutama kepada kebaikan Tuhan. YLSA is a nice place and a nice ministry.

Salam IT for God!

*Johan, Yohanes, Hilda adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Negeri Sebelas Maret, yang menjadi staf magang YLSA untuk divisi ITS selama Juli - Agustus 2014.

SABDA di Instagram: SABDA_YLSA

Blog SABDA - Mon, 2014-10-20 14:55

Hore! Ada yang baru dari YLSA. SABDA_YLSA Instagram.

Berawal dari rangkaian acara ulang tahun YLSA yang ke-20, yang salah satunya adalah melahirkan produk-produk baru selama bulan Oktober, divisi Komunitas memutuskan untuk "merangkul" Instagram menjadi salah satu media sosial yang ke depannya akan dimanfaatkan YLSA untuk memperluas pekerjaan Tuhan. Berbagai hal dipersiapkan, mulai dari pembuatan proposal sampai pengumpulan bahan-bahan untuk Instagram. Bersyukur kepada Tuhan karena dalam perjalanan pelayanan YLSA, hampir semua peristiwa/pengalaman telah diabadikan melalui foto, rekaman, video, dll.. Saya percaya bahwa Tuhan telah mempersiapkan YLSA, khususnya dalam bahan, jauh-jauh hari sebelum akhirnya YLSA menggunakan Instagram. Tuhan Yesus baik!

Puji Tuhan, tepat pada tanggal 1 Oktober 2014, YLSA telah melahirkan SABDA_YLSA Instagram. SABDA_YLSA Instagram ini terintegrasi dengan Facebook YLSA sehingga bahan yang di-"upload" di Instagram akan muncul juga di Facebook YLSA. Beberapa bahan sudah di-upload dan sudah lebih dari 120 orang yang tergabung di SABDA_YLSA. Anda punya Instagram dan penasaran dengan perkembangan pelayanan YLSA? Gabung ya!

Saya berharap dengan adanya SABDA_YLSA Instagram, pelayanan YLSA dapat semakin memberkati lebih banyak orang, terutama mereka yang menggunakan Instagram. Selain itu, kiranya Tuhan senantiasa menolong dan memberikan hikmat kepada tim YLSA supaya berkat-berkat yang kami terima dari Tuhan dapat terus kami bagikan kepada semua orang melalui media-media yang sudah Tuhan percayakan kepada YLSA. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.

@SABDA Perdana: Diskusi Terbuka “Pengaruh Media Sosial dalam Kehidupan Orang Kristen”

Blog SABDA - Mon, 2014-10-20 14:41

Oleh: Wiwin*

Perkenalkan, nama saya Wiwin. Sudah sekitar 1 bulan, saya bergabung dalam pelayanan YLSA. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang salah satu acara yang baru saja saya ikuti di YLSA. Ulang tahun YLSA ke-20 sudah dibuka dengan seminar TI yang dibawakan oleh Bapak Tjahjadi Rameli Lie pada tanggal 1 Oktober 2014 yang lalu. Selanjutnya, masih dalam rangka memperingati hari ulang tahun YLSA ke-20, selama bulan Oktober ini, YLSA akan mengadakan serentetan "event" yang dinamakan "@SABDA". Konsep dari @SABDA adalah sebagai tempat "hangout" untuk bertemu, belajar, berdiskusi, dan berbagi. @SABDA diadakan setiap hari Senin dan Rabu pkl. 18.30 - 21.00 di Griya SABDA.

Acara perdana @SABDA diadakan pada tanggal 6 Oktober dengan mengadakan diskusi terbuka sebagai "follow up" dari seminar tentang media sosial yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Peserta yang datang bukan hanya staf SABDA saja, tetapi ada juga teman staf yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam diskusi terbuka ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro media sosial dan kelompok kontra media sosial. Kelompok pro terdiri atas Bu Yulia, Mbak Evie, Hadi, Mbak Elly, Cobena, dan Pak Yoseph. Sementara kelompok kontra beranggotakan Hilda, Yudo, Pak Gunung, Ade, Eben, dan saya. Masing-masing kelompok berdiskusi terlebih dahulu secara internal, kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan dilanjutkan dengan debat sebagai wahana saling merespons masing-masing kelompok.

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari diskusi terbuka malam itu adalah sebagai berikut:

1. Definisi media sosial.

Media sosial adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi, berjaringan, dan memberikan pengaruh kepada masyarakat luas. Allah turut bekerja dan mengatur perkembangan teknologi dalam rangka mengerjakan rencana besar-Nya dalam dunia ini.

2. Pengaruh positif media sosial.

Media sosial sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang, contoh nyata dalam dunia sekuler yang bisa kita lihat adalah Presiden Amerika, Barack Obama, berhasil memenangkan pemilihan umum di Amerika dengan menggunakan media sosial. Demikian juga, Presiden terpilih Indonesia, Jokowi, menggunakan media sosial untuk karier politiknya di Indonesia.

3. Pengaruh negatif media sosial.

Jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa membuat penggunanya terjebak untuk membuang waktu dan membuang kesempatan untuk mengembangkan diri. Pengguna yang kecanduan media sosial cenderung menjadi malas berpikir sehingga pikiran mereka menjadi tumpul. Mereka bisa menjadi kehilangan empati dan integritasnya. Media sosial juga memupuk budaya konsumtif dan narsisisme.

4. Sikap orang Kristen.

Sikap kita sebagai orang Kristen sangat menentukan pengaruh dari media sosial itu sendiri. Orang Kristen perlu menyadari bahwa perkembangan teknologi, termasuk media sosial, adalah realitas yang tidak bisa dimungkiri. Pertanyaan yang lebih penting adalah cara kita memanfaatkannya. Kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua pengaruh dan tren yang muncul dalam perkembangan teknologi itu baik. Kita perlu selektif dalam memilih dan menggunakannya. Masalah dasar manusia haruslah menjadi pekerjaan rumah bagi kita yang harus kita selesaikan sebagai wujud peran serta kita dalam membina orang, budaya, dan sistem dalam lingkungan kita.

"Event" @SABDA ini sangat menarik. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk berbagi dengan teman-teman dalam diskusi ini. Dalam diskusi ini terjadi interaksi yang aktif antarpeserta. Tanggapan-tanggapan yang kritis dari tiap peserta juga membuka wawasan dan mengasah pikiran saya sehingga semakin kritis. Hasil dari diskusi terbuka ini menolong saya untuk semakin bijaksana dalam menggunakan media sosial. Selain itu, juga membantu saya dalam menyiapkan strategi-strategi dalam membina pemuda di gereja, sehubungan dengan sikap dan kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial. Sekian sharing dari saya. Sampai berjumpa di @SABDA berikutnya.

*Wiwin adalah staf YLSA yang sedang menempuh masa percobaan.

Enhance Such As An Indoor Fashionable Using These Tips

SABDA Space Teens - Tue, 2014-10-14 07:11

A subject like interior design does not have to get one that is tough that you can grasp. Anyone can discover the basics of home design and correct up their house. Consider getting some thoughts downward for a way you will make your home appearance much better by looking at this report.

baca selanjutnya

Staf “Baru” Divisi Multimedia YLSA

Blog SABDA - Wed, 2014-10-08 16:30

Divisi Multimedia adalah salah satu divisi di YLSA yang bertanggung jawab mengurus dan mendistribusikan CD/DVD secara gratis ke seluruh Indonesia. Distribusi ini bisa dilakukan lewat roadshow-roadshow SABDA maupun pengiriman secara langsung via kantor pos kepada mereka yang memesan. YLSA memproduksi 25+ CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa. Selain itu, YLSA juga memiliki DVD Library SABDA yang berisi bahan-bahan yang sangat berguna untuk pelayanan.

CD dan DVD itu dikemas/dibungkus dalam plastik yang sangat sederhana supaya menghemat biaya. Di dalamnya disertakan "Daftar Isi" bahan, ataupun ditambah perangkat lain seperti: brosur-brosur YLSA, stiker, dan traktat. Pengerjaan "packing" CD/DVD ini adalah salah satu dari tugasku di YLSA. Walaupun tidak sulit, pekerjaan ini membutuhkan banyak waktu, terutama saat sedang banyak pesanan atau roadshow. Sebagai penanggung jawab pendistribusian CD/DVD, salah satu kerinduanku adalah memiliki teman untuk membantu "packing". Selama ini, ada staf lain yang kadang aku "paksa" untuk membantu, misalnya Pak Yosep dan teman-teman dari divisi lain. Namun, kadang-kadang ada rasa sungkan juga karena mereka semua punya banyak pekerjaan. Akan tetapi, kalau sedang banyak pesanan CD/DVD, banyak staf akan serempak membantu. Aku paling senang kalau tiba-tiba "oglangan" (mati listrik) karena teman-teman akan meledekku, "Wah, yang paling senang Mbak Anik nih ...," karena teman-teman sudah tahu, mereka pasti aku "manfaatkan" untuk membantu "packing" CD/DVD ... he he he.

Beberapa bulan terakhir ini, aku sangat bersyukur karena orang yang sama sekali tidak terpikir sebelumnya, yaitu Tante, maminya Ibu Yulia, bersedia membantu "packing" CD/DVD. Tante sudah berusia 80 tahun. Setahuku, orang-orang seusia Tante kebanyakan sudah tidak bisa apa-apa atau sulit melakukan aktivitas, tetapi aku terkesan dengan Tante karena walaupun sudah seusia itu, beliau masih bersedia mengerjakan sesuatu yang berguna. Awalnya memang sulit karena Tante kadang lupa dan keliru memasukkan CD .... Ya, itu salahku sendiri karena tidak menyadari kalau harus menjelaskan dengan lebih rinci kepada Tante. Tugas yang lebih rumit lagi adalah ketika menjelaskan cara memasukkan kartu nama ke dalam kemasan CD/DVD karena ada beberapa desain kartu nama. Tante pasti bingung karena contoh yang kuberikan tidak sama dengan kartu nama yang akan dimasukkan. Pernah suatu kali, aku dipanggil oleh Tante (dalam bahasa Jawa), "Anik, ngapa kartu nama ora pada karo contone sing mbok cepakke, mengko nek diseneni kowe lho, Nik". Jawabku, "Nggih, Tante, mangke nek didukani kula." Dalam Bahasa Indonesia: "Anik, kenapa contoh kartu nama tidak sama dengan yang kamu sediakan, nanti kalau dimarahi salah kamu lho, Nik". Jawabku, "Ya, Tante, nanti kalau dimarahi saya yang salah." Ya, aku coba jelaskan sebisaku. Puji Tuhan lambat laun Tante mengerti dan menjadi terbiasa.

Sudah beberapa bulan ini Tante selalu datang ke rumah Bu Yulia sekitar pukul 09.00 dengan dijemput Pak Joseph. Karena itu, setiap pagi aku memeriksa apakah persediaan CD yang akan dimasukkan ke plastik oleh Tante masih cukup atau sudah habis. Pekerjaan "packing" CD memang kadang membuat "ngantuk" dan membosankan, tetapi tidak untuk Tante. Beliau mengerjakannya dengan tekun, rapi tanpa mengeluh. Wah ... wah ... hebat Tante yang satu ini. Meskipun sudah tua, tetapi semangatnya luar biasa. Hari demi hari, aku merasa Tante semakin cepat mengemas CD. Aku sempat curhat ke Bayu ketika sedang di ruang Multimedia, "Kemarin-kemarin aku kekurangan stok CD, tetapi sekarang kelebihan stok CD ...." Terima kasih banyak untuk Tante yang sudah bersedia membantu "packing" CD-CD. Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa usia seharusnya tidak menjadi batasan untuk dipakai oleh Tuhan. Tuhan Yesus memakai Tante untuk menjadi bagian dari penyebaran Alkitab ke banyak tempat. Kiranya nama Tuhan dimuliakan.

Sugeng Ambal Warsa, Mbak Okti

Blog SABDA - Wed, 2014-10-08 14:11

Hari ini, 8 Oktober 2014, adalah hari yang spesial bagi seorang wanita berambut pendek berwarna "pirang" kehitaman ini. Pasalnya, hari ini ia merayakan hari jadinya. Sungguh membahagiakan karena Tuhan masih memberikan kesempatan baginya untuk terus melayani Tuhan Yesus di Yayasan Lembaga SABDA. Meskipun ia baru bergabung dengan YLSA selama dua tahun, tetapi ia merayakan hari ulang tahunnya yang ketiga di YLSA. Ada banyak pelajaran dan pertumbuhan rohani yang diperoleh Mbak Okti selama melayani Tuhan di YLSA. Selain itu, di YLSA ini ia merasa mendapatkan komunitas dan keluarga baru yang bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati dan berbagi pergumulan serta pokok doa. Ia berharap, ia akan terus diberi kesempatan dan perkenanan untuk melayani Tuhan di YLSA.

Sugeng ambal warsa ya, Mbak Okti. Semakin dewasa dan diperlengkapi Tuhan untuk maju dan bertumbuh dalam berelasi dengan Kristus, keluarga, dan rekan-rekan sepelayanan. Gusti Yesus paring berkah. *_^

Audisi Audio Alkitab Yang Terbuka (AYT)

Blog SABDA - Tue, 2014-10-07 16:26

Dalam rangka perayaan ulang tahun YLSA ke-20, seperti yang sudah tercantum di kalender YLSA, maka pada hari ini, tanggal 7 Oktober 2014, seluruh staf YLSA mengikuti kegiatan lomba “Audisi Audio AYT”. Menurut rencana, teks AYT nantinya akan disiapkan dalam format audio dengan tujuan agar firman Tuhan dapat menjangkau lebih banyak pribadi yang memiliki beragam kebutuhan dan kondisi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pada hari ini, setiap staf akan membaca bagian dari teks AYT dan direkam sebagai proses awal pengerjaan proyek AYT format audio.

Pada kegiatan audisi audio AYT ini, semua staf YLSA yang berjumlah 26 orang, akan membaca bagian dari teks AYT Perjanjian Baru, mulai dari kitab Matius sampai kitab Wahyu, yang berjumlah 260 pasal. Karena YLSA belum memiliki studio rekaman, proses rekaman akan dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dilakukan di lingkungan kantor YLSA yang cukup tenang, dan di sela-sela tugas rutin. Jadwal rekaman dibagi dalam empat gelombang dan setiap gelombang terdiri atas enam orang secara serentak di enam tempat yang berbeda. Kami mencoba mencari tempat-tempat yang bebas dari ‘polusi suara’ supaya hasil rekaman jernih dan bagus. Mess cewek, “guest room”, “war room”, “training room”, ruang multimedia, dan garasi adalah tempat-tempat yang dinilai layak dan relatif tenang untuk melakukan proses rekaman. Selain dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi, setiap staf juga harus bisa membaca dalam durasi waktu yang panjang.

Karena YLSA tidak memiliki alat perekam profesional, peralatan apa yang digunakan dalam proses rekaman ini? Cukup dengan “handphone”, beberapa tablet, dan laptop kantor. Karena rata-rata staf sudah menggunakan “handphone” Android, maka proses rekaman dapat dilakukan dengan menggunakan “gadget” masing-masing dengan menggunakan teks AYT di aplikasi Alkitab Mobile yang juga sudah diinstal sebelumnya. Panduan form “Anda Punya Waktu” di situs SABDA Audio ternyata sangat berguna untuk membagi jumlah teks yang harus dibaca oleh masing-masing staf sehingga hasil potongan rekaman bisa dilakukan per pasal.

Proses rekaman audio AYT yang dilakukan oleh setiap staf rata-rata berlangsung dalam waktu 60-75 menit. Proses yang cukup membuat mulut pegal dan suara serak. Hitung-hitung, kalau nanti ada audisi pengisi suara atau “dubbing” untuk acara-acara di televisi, staf YLSA sudah cukup mumpuni dalam hal ini … .

Itulah pengalaman saya mengatur kegiatan proses “Audisi Audio AYT” hari ini. Sampai tulisan ini dibuat pun, proses rekaman masih terus berlangsung. Doakan ya, semoga hasil rekamannya memuaskan. Untuk tahu bagaimana hasil akhirnya, nantikan sharing dari kami di blog selanjutnya.

Ulang Tahun Mbak Anik

Blog SABDA - Wed, 2014-09-24 15:54

"Ting-ting", tanda makan siang bagi staf YLSA telah tiba, segenap staf segera menuju ke ruang makan. Ada tiga meja makan yang sudah tertata rapi dengan piring, sendok, juga makanan yang sudah diatur sedemikian rupa. Seperti biasa, kami mengambil posisi masing-masing dan setelah semua berkumpul, kami berdoa bersama untuk berkat makanan yang sudah tersedia. Biasanya, doa makan staf dilakukan secara bergiliran menurut abjad nama staf.

Nah, pada saat kami bersiap untuk berdoa, Ibu Yulia bersama Mbak Evie datang dan mengingatkan bahwa ternyata ada yang berulang tahun. Mbak Anik, salah satu staf yang sudah lebih dari 15 tahun melayani di YLSA, berulang tahun yang ke-37, tepatnya pada tanggal 23 September 2014 kemarin. Sayangnya, kemarin Mbak Anik tidak masuk kantor karena putranya, Davin, sedang sakit.

Akhirnya, rekan kantor bersama-sama menaikkan doa ucapan syukur pada hari ini. Doa dipimpin oleh Mbak Evie, tetapi sebelumnya kami menanyakan apa yang menjadi pokok doa Mbak Anik untuk ulang tahunnya kali ini. Pokok doa yang disampaikan adalah agar putranya yang sedang sakit cepat pulih kesehatannya dan dapat melakukan aktivitasnya kembali dengan baik. Selain itu, ia juga minta dukungan doa untuk kehidupan rohaninya dan keluarga supaya tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selesai berdoa, kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mbak Anik, dan langsung menyantap makan siang.

Selamat ulang tahun Mbak Anik. Kiranya senantiasa diberkati Tuhan dalam kehidupan di tengah keluarga, gereja, pekerjaan, dan di mana pun Mbak Anik berada.

Roadshow SABDA bagi Hamba-Hamba Tuhan di Boyolali

Blog SABDA - Tue, 2014-09-23 13:00

Oleh: Yans*

Pada tanggal 28 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA berangkat ke Boyolali, tepatnya ke GBT Kristus Ajaib untuk membuka booth produk-produk SABDA dan memberikan presentasi tentang DVD Library SABDA Anak 1.2. Tim SABDA yang berangkat adalah Meland, Pak Anton, Mei, Tika, dan saya, Yans. Kami berangkat dari Solo pkl. 07.00 dan sampai di tempat tujuan kira-kira pkl. 08.00. Sesampainya di sana, kami disambut dengan baik oleh pemilik gereja. Peserta yang mengikuti acara ini adalah hamba-hamba Tuhan dan pendeta.

Pada awalnya, kami menghadapi masalah karena kurangnya koordinasi antara panitia setempat dengan pihak penyelenggara acara. Tim penyelenggara ternyata dari Jakarta dan tidak mendapat informasi bahwa tim SABDA akan datang untuk memberikan presentasi singkat tentang pelayanan YLSA. Kami sempat merasa kurang nyaman karena harus mengganggu rangkaian acara mereka yang cukup padat. Puji Tuhan, setelah dibicarakan bersama, kami diizinkan membuka booth SABDA dan memberikan presentasi DVD Library SABDA Anak 1.2.

Tika dan Mei menjaga booth SABDA dan menjelaskan tentang produk-produk pelayanan SABDA kepada orang-orang yang berkunjung ke booth kami. Saya bertugas menjadi operator sementara Meland memberikan presentasi. Setelah itu, saya membantu menginstal apps Alkitab ke handphone peserta yang menginginkannya.

Kedatangan kami tidak sia-sia karena masih banyak peserta yang belum tahu tentang pelayanan SABDA. Meland mempresentasikan DVD Library SABDA Anak 1.2 dan memberikan sedikit demonstrasi tentang Software SABDA. Setelah presentasi, yang hanya berlangsung selama 15 menit, para peserta yang tadinya tidak tahu apa itu SABDA, menjadi begitu antusias setelah mengetahui manfaat pelayanan SABDA. Karena itu, pada saat istirahat, banyak peserta yang berkunjung ke booth, termasuk salah satu panitia yang mengusulkan untuk meminta SABDA mengadakan pelatihan khusus atau seminar. Beliau juga menambahkan ada banyak sekali hamba Tuhan yang membutuhkan Software SABDA ini untuk memperlengkapi pelayanan mereka. Di samping itu, pihak gereja juga ingin mengusulkan seminar Software SABDA untuk 36 gereja di Boyolali.

Banyak peserta yang berkunjung ke booth untuk bertanya mengenai Audio Alkitab dan Software SABDA. Banyak juga dari mereka yang meminta agar handphone mereka di-instal dengan Alkitab. Kurang lebih ada 30 handphone yang berhasil kami instal dengan Alkitab. Mereka juga tertarik dengan Alkitab dalam berbagai bahasa, misal bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK), Inggris, bahasa suku, dll..

Yang menarik adalah seorang hamba Tuhan yang menceritakan bahwa ia sudah bertahun-tahun mencari Audio Alkitab di toko-toko rohani Kristen. Ia merasa sangat senang dan terberkati ketika akhirnya memperoleh Audio Alkitab dari SABDA. Ada juga seorang hamba Tuhan yang membagikan kesaksian tentang pelayanan kami, namanya Bapak Timotius Heru. Beliau merasa diberkati dengan situs Alkitab SABDA di internet. Beliau juga sering mencari bahan-bahan khotbah dari SABDA, dan juga selalu membaca e-Renungan Harian yang dikirim oleh SABDA setiap hari.

Saya sangat bersyukur untuk roadshow tim SABDA ke Boyolali ini karena banyak orang yang diberkati. Meski awalnya kurang lancar, tetapi nyata bahwa bukan kami yang bekerja, melainkan Tuhan Yesus! Ketika Ia menginginkan pekerjaan-Nya dilakukan di suatu tempat, Ia akan membuka jalan agar rencana-Nya terjadi. Ia menggerakkan hati panitia sehingga mengizinkan SABDA berbagi bahan-bahan pelayanan dalam acara ini. Nama Tuhan dimuliakan karena banyak yang diberkati melalui pelayanan SABDA hari itu. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!

*Yans adalah staf YLSA untuk divisi Multimedia yang sedang menempuh masa dua bulan percobaan.

Pelayanan Tim SABDA di Persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra

Blog SABDA - Mon, 2014-09-22 13:15

Oleh: Johan*

Pada Rabu, 27 Agustus 2014 yang lalu, tim SABDA mendapat kesempatan untuk melayani dalam acara persekutuan Forum Komunikasi Tunanetra yang bertempat di rumah Mbak Agatha, di daerah Jagalan, Solo. Tim SABDA yang diutus untuk terjun dalam pelayanan yang sangat berharga ini adalah Mbak Evie, Mbak Setya, Mas Yudo, Mbak Santi, dan dua staf magang, yaitu Yohanes dan saya, Johan. Kesempatan pelayanan ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami yang melayani kali ini. Mereka adalah pribadi­pribadi yang memiliki kebutuhan khusus. Pada pukul 15.30, kami sudah siap untuk berangkat, setelah terlebih dahulu berdoa bersama yang dipimpin oleh Mas Hadi.

Setibanya di sana, kami langsung disambut ibu Mbak Agatha selaku tuan rumah dan beberapa anggota yang sudah hadir. Sambil menunggu beberapa anggota yang belum datang, kami, tim SABDA menggunakan waktu untuk berkenalan dan berbincang-bincang. Saya terkesan terutama dengan Ibu Mbak Agatha yang menceritakan semangat anaknya yang begitu besar untuk terus mengembangkan diri meskipun beberapa tahun terakhir ini kehilangan penglihatannya karena penyakit glukoma.

Acara persekutuan dimulai dengan menyanyikan lagu pujian dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Mbak Setya. Lagu­lagu dinyanyikan dengan penuh semangat oleh semua yang hadir. Setelah berdoa, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat tentang pelayanan SABDA yang dibawakan oleh Mbak Santi.

Acara berikutnya adalah pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Mbak Evie. Mbak Evie mengawalinya dengan memperkenalkan cara belajar firman Tuhan menggunakan metode S.A.B.D.A, yaitu Simak, Analisis, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi. Kemudian, Mas Yudo memutarkan audio Alkitab yang terambil dari Matius 5:1­12 dari versi bahasa Indonesia Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), dan versi bahasa Jawa Suriname. Semua yang hadir tampak sangat senang setelah mendengarnya karena hal ini merupakan pengalaman pertama "membaca" firman Tuhan dengan mendengarkan, apalagi dalam beberapa versi dan bahasa. Setelah mendengar pembacaan Alkitab, kami dibagi dalam dua kelompok kecil untuk mendiskusikan apa yang telah kami pelajari. Saya sungguh kagum karena ada banyak anggota persekutuan yang menjabarkan firman Tuhan dengan baik. Setelah selesai berdiskusi dalam kelompok kecil, kami mendengar bersama pelajaran dari Sekolah Alkitab Audio yang membahas topik tentang "Ucapan Bahagia".

Acara diakhiri dengan sharing bersama dan beberapa pengumuman dari komunitas tunanetra. Selain itu, sempat juga dibahas keinginan mereka agar tim SABDA menolong kelanjutan persekutuan komunitas tunanetra setiap bulan sampai komunitas ini bisa berjalan sendiri.

Kami juga sangat bersyukur karena mendapat kesempatan melayani dan membagikan prototipe SD Card audio "Dengar Alkitab". Kami bahkan ikut mencoba melihat penggunaan Software SABDA 4.30 di laptop Mbak Agatha yang ternyata di dalamnya terdapat program JAWS, sebuah software khusus untuk membantu para pengguna yang berkebutuhan khusus dalam hal mendengar. Bersyukur juga melihat Mbak Setya mendapat kejutan karena bertemu dengan teman lama, yaitu Mbak Agatha, yang ternyata teman SMA yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Bagi saya, ini adalah suatu pengalaman yang mengharukan. Saya menjadi semakin bersemangat karena melihat orang­orang yang memiliki keterbatasan secara fisik memiliki kerinduan besar untuk belajar firman Tuhan, bahkan melampaui saya sendiri.

Harapan saya, pelayanan SABDA semakin menjadi berkat. Semoga saya tidak hanya senang menerima kemurahan dan kebaikan Tuhan, tetapi terlebih dapat membagikannya kepada lebih banyak orang.

Terima kasih. Salam IT for God!

*Johan adalah staf magang divisi ITS di YLSA periode Juli - Agustus 2014.

Mess untuk Staf YLSA dari Luar Kota

Blog SABDA - Mon, 2014-09-15 13:41

Yayasan Lembaga SABDA menyediakan fasilitas berupa mess untuk staf yang berasal dari luar kota dengan mengontrak dua rumah. Mess untuk staf laki-laki dan perempuan tentunya terpisah. Staf laki-laki YLSA yang berasal dari luar kota ada lima orang, yaitu Bung Khenny, Bang Pram, Kak Yudo, Mas Bayu, dan saya sendiri. Saya tidak tahu sejak kapan, tetapi selama saya menjadi staf baru di YLSA (Juni 2013), mess untuk staf laki-laki berlokasi tepat di depan kantor YLSA yang lama sehingga mess kami sering disebut dengan "rumah depan". Sementara itu, mess staf perempuan sedikit lebih jauh dari kantor (walaupun masih dalam jangkauan jalan kaki). Jarak mess staf laki-laki yang sangat dekat dengan kantor ini (kira-kira 10 meter saja), menurut saya sangat banyak manfaatnya. Saya masih dapat melakukan berbagai kegiatan setelah bangun pagi karena tidak harus memikirkan waktu perjalanan dari mess ke kantor. Selain itu, saya juga menghemat biaya transportasi dan tidak perlu bergumul dengan kemacetan di jalan. Jika harus lembur, saya dapat menyelesaikan pekerjaan kantor di malam hari atau di sela-sela akhir minggu. Dan, masih banyak lagi keuntungan yang kami dapatkan, termasuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan YLSA kapan pun kami memerlukannya.

Seperti yang sudah diceritakan di blog sebelumnya, YLSA sudah pindah ke kantor baru yang lokasinya di depan kantor lama dan tepat di samping mess "rumah depan" kami. Kantor baru YLSA, yang kami namakan "Griya SABDA", telah ditempati sejak Januari 2014 yang lalu oleh divisi Publikasi, PESTA, Web, dan Multimedia. Sejalan dengan kepindahan tersebut, sungguh suatu anugerah Tuhan karena YLSA mendapat tambahan tanah di samping Griya SABDA. Ketika akhirnya urusan notaris selesai, tempat itu juga siap dipakai untuk jadi mess baru bagi staf YLSA. Bahkan, telah dirancang sebelumnya ada ekstra kamar untuk tamu YLSA (khususnya yang ingin mendapat training SABDA) sehingga mereka dapat menginap jika diperlukan.

Pada awal Juni yang lalu, Mbak Evi, selaku HRD YLSA, segera menginstruksikan para penghuni "rumah depan" alias staf laki-laki untuk mulai melakukan proses pindahan. Lalu, bagaimana dengan mess "rumah depan"? "Rumah depan" akan berganti penghuni baru, yaitu staf perempuan YLSA yang berasal dari luar kota, yaitu Mbak Tika, Ade, Hilda, dan Mbak Wiwin, staf yang baru masuk untuk masa percobaan dua bulan. Selain itu, kami juga menyambut Pak Gunung dan keluarga, yang juga bergabung menempati bagian belakang dari "rumah depan".

Setelah mendapat instruksi dari Mbak Evie, sayalah orang pertama yang berinisiatif pindah duluan. Saya mulai memindahkan barang-barang saya ke kamar saya yang baru. Saya pikir barang-barang di kamar saya hanya sedikit, tetapi ternyata cukup banyak. Saya harus bolak-balik berkali-kali untuk memindahkan semua barang saya. Pertama, saya sempat bingung menata ruangan baru ini, tetapi setelah seharian bekerja keras, setelah semua barang sudah berada di kamar yang baru, saya berhasil menyelesaikan proses pindahan ini. Akhirnya, malam itu menjadi malam pertama saya tidur di kamar baru. Proses perpindahan ke mess baru kemudian diikuti oleh Kak Yudo, Mas Bayu, dan Bang Pram pada minggu berikutnya. Sementara itu, Bung Khenny yang paling terakhir pindah di mess baru. "Selamat bergabung, Bung! Kami senang menyambut Anda di mess baru!"

Saya berharap, dengan pindahnya staf cowok ke mess yang baru, merapatnya Pak Gunung bersama kami, dan pindahnya staf cewek ke "rumah depan" dapat semakin mempererat persekutuan dan persaudaraan antarsesama staf YLSA. Di atas semuanya itu, saya sangat memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas pemeliharaan yang Ia nyatakan kepada staf YLSA yang berasal dari luar kota, termasuk saya, melalui mess yang disediakan oleh YLSA. Amin.

Blog Teens: Menarik dan Menginspirasi

SABDA Space Teens - Fri, 2014-09-12 07:09

Hai Teens!

Gimana kabar kalian semua? :D

baca selanjutnya

Happy Birthday, Yudo!

Blog SABDA - Wed, 2014-09-10 14:48

Rabu pagi ini, kami semua berkumpul di Griya SABDA untuk bersama-sama mempersiapkan "outline" video dalam rangka acara 20 tahun SABDA. Namun, sebelum dimulai, Bu Yulia memberi waktu bagi kami untuk membagikan pokok-pokok doa pribadi yang akan didoakan bersama. "Bagaimana kalau kita nyanyi dulu, Bu? Soalnya hari ini ada yang ulang tahun," celetuk Mbak Elly, yang mengingatkan kami bahwa ternyata ada salah satu staf yang berulang tahun.

10 September 2014 adalah hari bagi Yudo, penerjemah YLSA dan staf divisi AYT (Alkitab Yang Terbuka), berulang tahun. Dalam kesaksiannya, Yudo mengatakan bahwa di ulang tahunnya yang ke-29 ini, Tuhan banyak berbicara tentang keluarga, mulai dari keluarga inti sampai dengan rencananya untuk berkeluarga. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah tahun ke-3 Tuhan menempatkannya di SABDA. SABDA sudah menjadi seperti "seminari" baginya. Ia mengaku, awalnya ia merasa kesulitan bekerja sama dengan orang lain, tetapi kini, semakin ia belajar tentang fiman Tuhan, ia merasa memiliki kemampuan berkomunikasi yang terus meningkat dari sebelumnya.

Riuh mulai terdengar saat satu demi satu staf memberikan ucapan, pesan, dan kesan bagi Yudo dalam satu kalimat. Mulai dari pesan dengan kalimat terpendek hingga kalimat dengan banyak kata sambung sehingga pesan yang diberikan cukup panjang. Kiranya apa yang disampaikan oleh teman-teman staf juga menjadi penyemangat dan berkat bagi Yudo dalam menjalani hidup selanjutnya. Tetap semangat dalam Tuhan. IT 4 GOD! ^^

Seminar “Mengajar Yang Mengubah Hidup”

Blog SABDA - Wed, 2014-09-03 16:14

Dunia pendidikan di Indonesia mendapat banyak sorotan akhir-akhir ini. Terkuaknya kasus asusila di salah satu sekolah bertaraf internasional di Jakarta beberapa waktu lalu, semakin menambah kecemasan para orang tua terhadap institusi yang bertanggung jawab mendidik anak-anak mereka. Tentu ini menjadi salah satu pendorong semakin menjamurnya para penggiat pendidikan untuk lebih berhati-hati demi mengembalikan kepercayaan masyarakat pada institusi pendidikan di Indonesia. Meski telah merdeka selama 69 tahun, banyak kalangan menilai kondisi pendidikan di Indonesia masih rendah. Sebenarnya, dari segi kualitas sumber daya manusia, Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Hanya saja, sistem yang kurang tepat -- yang tentunya melibatkan para praktisi pendidikan -- telah menghambat pertumbuhan pendidikan di Indonesia.

Sebagai salah satu bentuk keprihatinan terhadap situasi dunia pendidikan di Indonesia, pada 4 Agustus 2014 yang lalu, YLSA menyelenggarakan sebuah acara seminar pendidikan, bertema "Mengajar yang Mengubah Hidup". Target yang ingin kami jangkau adalah para guru, orang tua, pembina pemuda dan remaja, guru sekolah minggu, pendeta, aktivis gereja, dan mereka yang berkompeten terhadap dunia pendidikan. Harapan kami, pelajaran yang diterima dari seminar ini dapat mengubah banyak kehidupan peserta didik dan lingkungannya. Sebab, tidak dimungkiri bahwa masih ada pelaku pendidikan yang tanpa sadar memberikan pendidikan yang kurang tepat, baik dari sisi konten, metode, ataupun pengenalan pendidik terhadap dirinya sendiri. Melalui seminar yang menitikberatkan pada sisi pengenalan pendidik ini diharapkan para pendidik mendapat fondasi untuk mendasari dua sisi sebelumnya.

Pdt. Dr. Sentot Sadono, D.Th, selaku pembicara seminar, menyampaikan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang pengajar berikut ini:

1. Seorang pengajar harus sudah lebih dulu diubahkan hidupnya.
Seorang pengajar adalah seorang agen perubahan. Karena itu, seorang pengajar harus mengerti bahwa "siapa dia, jauh lebih penting daripada apa yang ia katakan atau kerjakan". Untuk dapat mengubah hidup orang-orang yang diajarnya, pengajar harus terlebih dulu mengalami perubahan itu sendiri.

2. Pengajar harus profesional, yang berbasis pada spiritualitasnya.
Seorang pengajar tidak hanya dituntut untuk profesional dalam mengajar, tetapi juga tahu pada fondasi apa ia membangun profesionalismenya, yaitu pada spiritualitasnya. Lima hal yang harus diperhatikan pengajar berkaitan dengan spiritualitasnya adalah sumber spiritualitas, landasan spiritualitas, bentuk/jenis spiritualitas, sifat spiritualitas, dan hasil spiritualitas.

3. Pengajar harus mengajar dengan hati.
Mengajar yang berdampak bukanlah dari kepala ke kepala, melainkan dari hati ke hati. Kata "hati" mencakup keseluruhan diri manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak seseorang. Pengajar harus memahami bahwa mengajar merupakan proses mengubah keseluruhan diri manusia, bukan hanya intelektualnya saja.

Sebenarnya, kompetensi dasar yang hendak disampaikan oleh Pak Sentot ada empat, tetapi karena keterbatasan waktu, beliau hanya mengulas tiga kompetensi dasar. Namun, Pak Sentot memberikan keleluasaan kepada peserta untuk membaca materi yang sudah beliau siapkan untuk di-copy dari panitia.

Kami sungguh bersyukur karena acara seminar ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi peserta. Kami juga bersyukur karena peserta yang mengikuti seminar ini melebihi target yang diharapkan. Dalam rapat panitia, kami hanya menargetkan 250 peserta, tetapi yang datang dalam seminar tersebut lebih dari 300 orang. Puji Tuhan!

Telah menjadi budaya di YLSA bahwa dalam setiap acara, seperti acara seminar ini, kami berusaha memberikan berkat lebih kepada orang lain. Karena itu, selain menyelenggarakan seminar, YLSA juga membuka "booth" instalasi Alkitab, CD Audio Alkitab, dan DVD Library SABDA Anak untuk memperlengkapi peserta dalam pelayanan mereka, dan semuanya itu diberikan secara gratis. Kiranya semua pelayanan yang diberikan YLSA dapat menolong para peserta untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Soli Deo Gloria!

Training Staf YLSA: Managing Your Workday

Blog SABDA - Tue, 2014-09-02 16:22

Beberapa waktu yang lalu, seluruh staf YLSA kembali mengikuti seri pelatihan yang dibawakan oleh Ibu Yulia, ketua YLSA. Kali ini, pelatihan yang kami terima mengambil topik tentang manajemen, tepatnya manajemen kerja. Berikut ini adalah catatan saya mengenai isi dari pelatihan tersebut, mungkin agak sedikit berbeda dari milik teman-teman yang lain karena saya kurang dapat mencatat dengan cepat, tetapi (semoga) tetap mewakili inti pelatihan yang kami terima.

"Managing Your Workday"

Tidak semua orang dapat mengatur dirinya sendiri, bahkan ada banyak orang yang hidup dengan filosofi "mengalir"; hidup tanpa membuat rencana apalagi memikirkan masa depan. Cara hidup seperti itu tentu tidak sesuai dengan Firman Tuhan karena kurang bertanggung jawab. Sebagai orang Kristen, kita seharusnya hidup dalam rencana Tuhan. Artinya, kita harus membuat rencana yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Berikut ini adalah beberapa tip atau nasihat yang berguna untuk mengatur kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam dunia pekerjaan.

IN THE MORNING....

1. Manage yourself:
Mulailah hari dengan tersenyum, bersyukurlah kepada Tuhan dengan suatu kesadaran bahwa Dia memberi hari yang baru untuk Anda jalani.

2. Manage your workload:
Buatlah rencana kerja untuk hari itu. Rencana ini bukan dibuat secara mendadak, tetapi berdasarkan rencana bulanan, kuartalan dan tahunan yang biasanya telah dibuat secara periodik sebagai hasil rapat kerja kantor.

3. Make time for commitment and prayer:
Sediakan waktu untuk membuat komitmen terhadap pekerjaan hari ini dan mendoakannya. Berkomitmen berarti menyadari bahwa pekerjaan itu mungkin berat dan melelahkan, tetapi kita bertekad untuk melakukannya demi Tuhan. Selain itu, berdoa berarti menyerahkan diri kepada Tuhan. Baca dan renungkan ayat-ayat firman Tuhan yang menguatkan iman dan memberi motivasi untuk bekerja demi Tuhan. Boleh juga kata-kata bijak yang prinsipnya tidak bertentangan dengan Alkitab.

4. Don't work sporradically:
Bekerjalah sesuai dengan prioritas dan model kerja yang sesuai dengan kepribadian Anda. Atur pekerjaan Anda dengan skala prioritas yang membangun semangat Anda hingga akhir hari kerja.

5. Your co-worker is you ally:
Berkoordinasilah dengan rekan-rekan sekerja Anda. Atasan, rekan, dan bawahan Anda ada untuk bekerja sama sehingga mencapai hasil yang diinginkan. Berkomunikasilah dengan orang-orang yang penting bagi pekerjaan Anda itu.

6. Be responsible to your bosses:
Selain Tuhan, tentu saja, direktur, koordinator, kepala divisi, bahkan diri Anda sendiri adalah bos Anda. Dan, salah satu cara untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan Anda kepada mereka adalah dengan mencatat proses kerja Anda dan melaporkannya. Hal ini penting karena bos-bos Anda ingin mengetahui status perkembangan pekerjaan Anda. Selain itu, laporan yang Anda buat juga hendaknya berisi tentang kesulitan atau kendala yang dihadapi sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.

7. You're not a robot:
Jadilah kreatif dalam mengerjakan rutinitas Anda. Jika mulai merasa bosan, lakukan pekerjaan Anda dengan cara yang lain, bersama rekan yang berbeda, dan berusahalah mengubah cara pandang Anda terhadap pekerjaan itu. Selain membuat kita bersemangat, keluar dari rutinitas akan membuat kita lebih kreatif dalam bekerja. Intinya, "break your routine, but finish the job"!

8. Fight your doubt:
Rasa cemas sering muncul ketika kita merasa bahwa tugas yang diberikan kepada kita terlalu besar, tidak sanggup dikerjakan, atau takut gagal. Akan tetapi, biasanya, kecemasan-kecemasan dalam pekerjaan itu sebenarnya tidak pernah terwujud. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasa cemas terhadap suatu tugas yang dipercayakan kepada kita hanyalah sugesti negatif yang berasal dari pikiran sendiri atau dari intimidasi pihak lain. Solusinya, tantang diri Anda dan selesaikan pekerjaan itu dengan cepat. Dengan demikian, rasa cemas itu tidak sempat muncul, sebaliknya Anda dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda.

9. Train your concentration:
Ketika mendapat tugas, berikan konsentrasi Anda yang terbaik kepada pekerjaan itu (semangat terbaik, performa terbaik, dan cara terbaik) supaya Anda tidak perlu membuang waktu untuk memperbaikinya di kemudian hari. Itulah sebabnya, lebih baik Anda membuat strategi kerja terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas-tugas Anda. 'Think ahead', buatlah 'checkpoint' yang jelas dan cukup konkret untuk dapat dievaluasi kemajuannya.

IN THE MIDDLE OF THE DAY,... AND AFTER.

10. Perseverance is everything:
Menjelang siang hari, seringkali tenaga kita mulai melemah, entah karena mengantuk atau karena kelelahan sehingga kita mulai kehilangan fokus. Pada saat inilah, kita harus belajar mempraktikkan ketekunan dan komitmen kita dalam mengerjakan tugas tersebut. 'Cup o' coffee, anyone?'

11. What belongs to the office, stay in the office:
Jangan membawa pekerjaan Anda ke rumah jika tidak terlalu penting. Kita harus ingat bahwa kita juga memiliki tugas dan tanggung jawab di rumah. Jika kita membawa pekerjaan ke rumah, kita hanya akan membuat tugas-tugas kantor menjadi beban tambahan. Solusinya, kerjakan sebisa mungkin di kantor, jika perlu, lembur sebentar dan berhenti di 'checkpoint' yang jelas (lihat poin nomor 9).

12. Give yourself a reward for your daywork:
Berilah hadiah kepada diri Anda setelah bekerja seharian. Ini bukan berarti membalasnya dengan tidur panjang atau makan sebanyak-banyaknya, tetapi berilah diri Anda suatu rekreasi yang dapat mendukung perjuangan Anda esok hari, seperti membaca buku, melakukan hobi, atau berinteraksi dengan orang lain.

Selain dua belas tip kerja di atas, Ibu Yulia juga memberikan beberapa hal yang saya rasa juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan performa dalam bekerja:

1. Lima belas menit pertama di setiap hari kerja Anda adalah menit-menit yang krusial. Menit-menit itu akan mendukung Anda jika dimanfaatkan dengan baik, atau akan mengacaukan hari Anda jika digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Untuk memaksimalkan hari Anda, lakukanlah hal-hal berikut ini pada 15 menit pertama bekerja:

a. Bekerjalah dengan sigap dan jaga langkah cepat ketika memulai pekerjaan, karena jika Anda melakukannya dengan sengaja, maka langkah cepat Anda itu akan menular sepanjang hari.
b. Jangan membuka e-mail, mengirim SMS, atau melakukan panggilan telepon yang tidak penting (maksudnya tidak berkaitan dengan pekerjaan). Harus ingat bahwa komunikasi yang tidak penting akan menghambat waktu kerja Anda. Sebaiknya lakukan hal itu sebelum atau setelah jam kerja, kecuali ada hal yang benar-benar darurat.
c. Buatlah blok waktu untuk fokus pada suatu pekerjaan selama 1-2 jam, jangan memikirkan pekerjaan lain atau membuka diri untuk diganggu.
d. Persiapkan strategi kerja sebelum mengerjakan pekerjaan tersebut. Buat 'to do list' yang jelas sehari sebelumnya.
e. 'Finish what you've started!'
f. Biasakan untuk menempatkan 'to-do list' di tempat yang mudah diakses dan terlihat (misalnya , menempelkan 'sticky note' di bagian atas layar komputer) supaya Anda dapat mengatur prioritas pekerjaan serta mengontrol langkah-langkah kerja Anda.

2. Di akhir hari, ambillah waktu untuk merenungkan pertanyaan ini: Apakah sembilan jam kerja yang Anda habiskan setiap hari memberikan hasil yang memuaskan? Kepuasan tidak selalu berkaitan dengan uang, tetapi juga dengan hal-hal batiniah seperti apakah hasil pekerjaan hari ini sesuai dengan standar pribadi Anda, atau apakah hasil kerja Anda itu bermakna bagi orang lain? Dari pertanyaan ini, Anda juga belajar untuk melihat sisi lain dari pekerjaan Anda, yaitu suatu pelayanan kepada Allah akan memberikan sesuatu yang berguna bagi sesama Anda.

Demikianlah catatan saya mengenai pelatihan manajemen kerja untuk staf SABDA ini. Semoga dapat bermanfaat untuk pekerjaan Anda, khususnya ketika kita harus mempertanggungjawabkan hari-hari kita di hadapan Allah. Untuk teman-teman SABDA yang mengikuti pelatihan ini, silakan memberi tambahan jika ada yang saya lewatkan. Akhirnya, Soli Deo Gloria!

Booth SABDA dan “Yes HE Is” di GKI Coyudan

Blog SABDA - Tue, 2014-09-02 13:42

Oleh: Hilda*

Pada Sabtu, 23 Agustus 2014, tim SABDA kembali mendapat kesempatan untuk melayani bersama dengan membuka "booth" di acara seminar tim "Yes HE Is" di Gereja Kristen Indonesia Coyudan, Solo. Tim SABDA yang ikut kali ini adalah Mas Meland, Pak Berlin, Mas Bayu, Mbak Tika dan saya, Hilda.

Sesampainya di gereja, sekitar pkl. 17.00, kami disambut oleh panitia dengan sangat baik. Bahkan, saat kami meminta papan untuk "display" produk YLSA, mereka segera mempersiapkannya. Kebanyakan orang yang mengikuti seminar hari itu adalah remaja SMP-SMA yang mungkin belum mengenal pelayanan SABDA sehingga tidak banyak dari mereka yang berkunjung di "booth" SABDA. Namun, beberapa orang dewasa tertarik melihat dan bertanya tentang produk-produk SABDA.

Menurut rencana, Mas Meland dan Mas Bayu akan bertugas menginstalasi aplikasi Alkitab ke "handphone", dan Software SABDA ke laptop, sedangkan Mbak Tika, Pak Berlin, dan saya melayani mereka yang datang ke "booth". Saat seminar berlangsung, beberapa teman masuk ke dalam gereja untuk mendengarkan presentasi "Yes HE Is", tetapi saya di luar dan mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan salah satu rekan/konselor "Yes HE Is", yang malam itu mendapat tugas menjaga "booth merchandise"-nya. Awalnya, saya tertarik dengan "merchandise" mereka karena memang menarik untuk anak-anak muda. Lalu, saya bertanya tentang pelayanan "Yes HE Is". Dengan senang hati, ia menjelaskan bagaimana saya bisa terlibat lebih jauh untuk memenangkan jiwa-jiwa melalui video-video yang saya bagikan. Selain membagikan video, ternyata kita juga bisa ikut ambil bagian menjadi konselor yang bertugas meneguhkan iman orang-orang yang rindu menjadikan Kristus sebagai Juru Selamat mereka.

Selama menunggu seminar, "booth" SABDA sempat dikunjungi oleh jemaat yang tidak mengikuti seminar, termasuk satpam dan petugas "cleaning service" gereja. Mereka berkunjung cukup lama sehingga kami dapat dengan leluasa menjelaskan tentang pelayanan SABDA dan produk-produknya. Harapan saya apa yang kami berikan ini dapat memberi manfaat yang tepat guna.

Setelah seminar selesai, cukup banyak jemaat yang mulai mengunjungi "booth" SABDA dan tertarik dengan produk-produk SABDA walaupun tidak banyak anak muda yang berkunjung. Walaupun saya tidak mengikuti seminar di dalam gedung, saya sesekali bisa mendengar suara pembicara seminar dari luar gedung. Satu pelajaran berkesan yang disampaikan oleh pembicara adalah ketika Tuhan bertanya kepada Musa, "Apa yang ada di tanganmu, Musa?" Musa merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk menghadap Firaun dan membebaskan bangsa Israel dari Mesir. Namun, Musa menjawab "Aku punya tongkat" dan Tuhan berkata, "Memberkatilah dengan tongkat itu." Maka, pembicara seminar pun menantang semua yang hadir dengan pertanyaan yang sama, "Tuhan bertanya, 'Apa yang ada di tanganmu'? "Gadget"! Tuhan pun menyampaikan pesan yang sama kepada kita semua, "Memberkatilah dengan "gadget" itu".

*Hilda adalah staf magang di YLSA untuk divisi ITS periode Juli - Agustus 2014.

Pelatihan Penggunaan Software SABDA untuk Staf YLSA

Blog SABDA - Mon, 2014-08-25 16:07

Oleh: Arkha*

Perkenalkan nama saya Arkha. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi ucapan rasa syukur karena telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Software SABDA di Yayasan Lembaga SABDA. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2014, dari pkl. 13.00 sampai kurang lebih pkl. 16.00, dan diikuti oleh 9 orang staf YLSA, termasuk saya.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Ketua YLSA, yaitu Ibu Yulia. Dengan segala pengalaman dan jam terbangnya, Ibu Yulia menyampaikan presentasi Software SABDA ini dengan baik, serta bisa memberi informasi dan pengetahuan secara detail tentang fitur-fitur yang dimiliki software SABDA untuk penggalian Alkitab.

Bagian pertama dari pelatihan adalah pengenalan Software SABDA, setelah itu masuk ke sesi pelatihan dengan menggunakan "Tutorial SABDA 3 Menit". Dalam tutorial ini, terdapat sepuluh cara dasar penggunaan software SABDA. Satu per satu langkah di tutorial ini dikupas supaya segenap peserta pelatihan antusias dan memperhatikan langkah demi langkah yang dijelaskan. Karena setiap peserta membawa laptop, kami bisa langsung mempraktikkan langkah-langkah yang telah diberikan oleh Ibu Yulia.

Saya melihat sendiri betapa lengkapnya software ini karena ada lebih dari 80 versi terjemahan Alkitab, yaitu 14 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Indonesia modern, 7 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Melayu kuno abad ke-17 s/d 19, 12 modul Alkitab versi terjemahan bahasa Ibrani & Yunani, 26 modul Alkitab versi terjemahan dalam bahasa suku/daerah, dan 25 modul Alkitab versi terjemahan bahasa asing lainnya. Tidak hanya itu, SABDA juga dilengkapi dengan ratusan buku, kamus leksikon (bahasa Yunani dan Ibrani) dan kamus-kamus lain, koleksi peta, tafsiran, catatan ayat, pengantar kitab, serta diperkaya dengan cerita Alkitab bergambar untuk anak. Saya melihat ini adalah sesuatu yang luar biasa.

Saya pribadi merasa sangat senang mengikuti pelatihan ini dan mendapat banyak manfaat untuk ke depannya. Saya akan memperkenalkannya kepada hamba-hamba Tuhan di gereja saya sendiri dan kepada teman-teman pemimpin PA/renungan, terutama kepada mereka yang sering kebingungan dalam mempersiapkan materi khotbah atau renungan.

Setelah pelatihan ini selesai, semua peserta juga diberi waktu untuk memberi kesaksian pribadinya tentang pelatihan yang diadakan selama kurang lebih tiga jam tersebut. Wow... Ternyata setiap kami mempunyai kesan tersendiri dari pelatihan ini. Yans Albert, salah satunya, merasa kagum dengan materi yang diberikan dan software ini telah memberi motivasi baginya untuk menggali kebenaran Firman Tuhan lebih lagi.

Kesimpulannya, SABDA sangat berkesan bagi kami, seperti ungkapan yang disampaikan oleh Ibu Yulia, "Jika Anda membawa pulang software ini, sama saja Anda membawa koleksi buku perpustakaan biblika yang sangat lengkap". Harapan dari Ibu Yulia, software ini dapat disebarkan kepada orang-orang yang membutuhkan sehingga mereka dapat semakin diberkati dengan kebenaran firman Tuhan dan kerajaan Tuhan akan semakin diperluas di bumi ini.

*Arkha adalah staf YLSA yang pernah mengikuti masa percobaan selama Juni-Juli 2014.

Raker Mini YLSA 2014

Blog SABDA - Mon, 2014-08-25 14:03

Bertepatan dengan hari pengumuman dari KPU mengenai hasil pilpres pada 9 Juli 2014 lalu, semua staf YLSA berkumpul bersama. Namun, kami berkumpul bukan untuk mengikuti detik-detik pengumuman dari KPU, tetapi untuk mengikuti rapat kerja tengah tahun 2014 sebagai evaluasi dari pelayanan yang telah YLSA kerjakan selama bulan Januari hingga Juni 2014. Rapat kerja tengah tahun ini kami sebut 'Raker Mini'. Sebelumnya, raker selalu diisi dengan berbagai laporan dan rencana dari masing-masing divisi dari pagi hingga petang, tetapi raker kali ini berbeda karena memberikan pelajaran lebih banyak bagi semua peserta. Agenda Raker Mini adalah persekutuan doa, laporan kerja divisi secara keseluruhan, presentasi oleh 11 staf YLSA, waktu doa pribadi, sharing, dan doa bersama. Tentu, yang tidak ketinggalan adalah makan-makan bersama.

Raker Mini YLSA 2014 dilaksanakan mulai pkl. 07.30 hingga pkl. 18.00. Kami membukanya dengan bersekutu bersama dan mendengarkan renungan singkat. Setelah itu, kami mendengarkan laporan global tengah tahun yang disampaikan oleh Ibu Yulia. Dalam laporan ini, banyak sekali masukan yang ditujukan kepada setiap koordinator divisi karena ada masalah di sana-sini dalam pembuatan laporan. Untuk itu, kami akan menindaklanjutinya dengan training membuat laporan supaya laporan yang akan datang bisa lebih lengkap dan tepat. Acara raker ini memang dibuat lebih fleksibel oleh Mbak Evie, tetapi tetap disiplin sehingga acara demi acara dapat terlaksana dengan baik.

Acara selanjutnya sangat menarik karena kami mendengarkan presentasi dari beberapa staf YLSA yang sudah menyediakan diri sebelumnya, yaitu Mbak Santi, Mbak Evie, Pak Gunung, Mas Ryan, Kak Meland, Mas Hadi, Mas Yudo, Mbak Setya, Mbak Okti, Mas Benny, dan Kak Yochan. Para presenter diberikan waktu sebanyak 15 menit untuk memberikan presentasi bebas sesuai dengan minat mereka. Melalui presentasi ini, kami banyak belajar tentang gairah kerja, relasi, karakter, kesehatan kerja, lingkungan hidup, dan masih banyak lagi. Dan, yang menarik adalah presentasi terakhir dari Kak Yochan yang mempresentasikan tentang "Apa Arti SABDA Untukmu?". Presentasi ini juga menjadi pengantar ke rangkaian acara berikutnya. Kami semua diajak untuk merenungkan makna keterlibatan kami dalam pelayanan SABDA. Banyak hal yang dapat disyukuri dan diperjuangkan selama melakukan pelayanan di SABDA.

Acara presentasi ini diikuti dengan acara "renungan pribadi" karena setiap staf diminta untuk mengambil waktu pribadi untuk merenungkan hidup, khususnya dalam tiga area, yaitu rencana hidup pribadi, rencana YLSA, dan rencana Tuhan. Setelah itu, kami berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling mensharingkan hasil perenungan kami. Dalam kelompok kecil ini, saya bersyukur karena masing-masing kami membagikan ayat firman Tuhan yang kami baca selama perenungan tadi. Kami juga dapat saling mendoakan rekan sepelayanan, baik pergumulan hidup maupun rencana pelayanan yang akan dilakukan. Di samping itu, kami juga dapat bersyafaat bagi rencana Tuhan bagi pelayanan YLSA serta bagi bangsa dan negara ini.

Menjelang sore hari, kami semua pindah tempat pertemuan ke mess cewek untuk melihat televisi karena kami ingin mendengar pengumuman hasil perhitungan KPU, siapa yang akan terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019. Namun, karena pengumuman tersebut diundur, kami pun melanjutkan acara raker dengan sharing di kelompok besar. Semua staf sharing dan bersyukur untuk setiap pelajaran yang mereka dapatkan selama setengah tahun ini. Bagi saya, melayani Tuhan di YLSA adalah satu kesempatan yang sangat baik. Bahkan, bukan saja kesempatan, tetapi anugerah yang Tuhan berikan yang luar biasa kepada saya. Raker Mini selesai dan diakhiri dengan doa, kemudian makan malam bersama. Kiranya ke depannya, pelayanan YLSA dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan bagi bangsa Indonesia. Semangat!!

Menikmati Kemerdekaan Bersama

SABDA Space Teens - Wed, 2014-08-13 14:47

Dear Sobat Teens,

Bulan Agustus menjadi bulan yang istimewa bagi negara kita tercinta, Indonesia . Apakah di tempatmu juga masih ada antusiasme untuk menyambut kemerdekaan? Misalnya, mengadakan berbagai macam lomba, jalan sehat satu kampung, kerja bakti lingkungan, pentas seni di malam kemerdekaan, dsb..

baca selanjutnya

Futsal Oh Futsal …

Blog SABDA - Tue, 2014-08-12 07:08

Perhelatan sepak bola terbesar sedunia baru saja selesai digelar bulan Juni yang lalu. Jutaan mata dari penjuru dunia tidak melewatkan begitu saja acara akbar empat tahunan ini. Kaum Adam yang bekerja di YLSA pun menyukai olah raga yang satu ini. Akan tetapi, tidak di lapangan yang luas dan lebar, tetapi di lapangan "mini" yaitu, lapangan futsal. Di samping hobi, aktivitas ini tentunya sangat berguna untuk stamina dan kesehatan. Mungkin, Anda pernah mendengar orang mengatakan "kesehatan itu mahal harganya". Istilah tersebut tentu tidak asing di telinga kita apalagi di musim pancaroba dengan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini. Mengapa kesehatan mahal harganya? Sebab, apabila tubuh kita tidak fit/sakit, produktivitas kerja kita jadi menurun. Apalagi kalau sampai sakit, tentu banyak biaya yang dibutuhkan untuk berobat.

Karena itulah, kaum Adam di YLSA berkomitmen untuk mencegah datangnya sakit penyakit dengan berolahraga bersama satu minggu sekali. Jenis olahraga yang disepakati bersama adalah futsal. Karena tidak semua staf cowok di YLSA mencintai permainan ini, maka kami selalu mengajak beberapa mantan staf YLSA, seperti Titus, Andre, Theopilus, Ari, Arif, Anto, dan Sigit, supaya permainan menjadi lebih ramai dan hidup. Nuansa sebagai keluarga besar YLSA semakin terasa tatkala canda tawa mewarnai selama berlangsungnya permainan futsal. Tidak cukup sampai di situ saja, efek olahraga satu ini ternyata juga mampu menyuntikkan semangat baru untuk selalu fit bekerja di YLSA. Bagaimana dengan staf wanita YLSA, rasanya kok belum pernah melakukan kegiatan kebersamaan? Ayo jangan mau kalah dengan kaum Adam.

Saya punya pengalaman saat bermain futsal, yaitu mengalami cedera. Cedera itu mengakibatkan jempol kaki kiri saya terkilir saat bermain, bahkan waktu itu saya sempat mengira jempol saya patah. Hampir kurang lebih selama dua sampai tiga bulan saya tidak bisa bermain bola akibat cedera tersebut. Puji Tuhan, jempol kaki kiri saya sudah berangsur-angsur pulih sehingga saya bisa bermain bola lagi meski sekarang tidak maksimal karena apabila dipaksakan untuk berlari, kaki sebelah kiri saya masih terasa nyeri. Walau demikian, peristiwa tersebut tidak menyurutkan hobi saya untuk tetap bermain bola hingga saat ini.

Namun, sayang seribu kali sayang, sudah beberapa waktu ini kelompok futsal YLSA, yaitu Hadi, Benny, Yochan, Samuel, Berlin, Gunung), dan saya sulit bangun pagi untuk berfutsal -- tak salah apabila tubuh-tubuh kaum Adam YLSA semakin subur (baca: penuh lemak) . Saya rindu sekali untuk dapat kembali bermain bola bersama teman-teman semua (maupun mantan staf) karena sudah lama tidak mengolah dan menendang si kulit bundar. Semoga kegiatan futsal di YLSA dapat diaktifkan kembali. Paling tidak, supaya kita bisa bergerak membakar dan mengurangi timbunan lemak yang menyusahkan saya untuk bergerak dengan gesit.

Bravo futsal!