Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Feed aggregator

Selamat Tua Ayub!

Blog SABDA - Fri, 2015-04-17 14:05

Hari ini, tanggal 16 April adalah momen bahagia bagi Ayub, karena hari ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke 25 tahun. Ayub adalah staf YLSA dari divisi PESTA, yang rumahnya di Karanganyar dan tiap hari naik motor ke kantor, hehehe. Nah, kembali ke topik ulang tahun, kebetulan tadi pagi saat baru tiba di kantor, saya bertemu dengan Ayub di parkiran kantor. Setelah itu, kami menuju ke kantor masing-masing karena kantor kami berbeda tempat. Saat saya sedang berada di kantor bersama Mbak Eli, tiba-tiba Ayub datang dan mengatakan sesuatu. "Mbak, aku ulang tahun," katanya. ^o^ Dalam hati saya berucap, "Ulang tahun kok malah ngomong-ngomong." Hehehehe. Yah, lalu saya memberi ucapan kepada Ayub bersama dengan Pak Gunung dan Mbak Eli.

Dan, karena saya sudah mengetahui bahwa dia berulang tahun hari ini, maka muncullah gosip di sana sini. "Ayub ulang tahun ya?" Tanya staf yang lain. Nah, baru pada waktu makan siang, gosip itu terjawab.:-) seperti biasa, jika ada staf yang berulang tahun, maka akan ada sesi kesan dan pesan, serta pokok doa dari yang bersangkutan. Dalam kesannya siang itu, Ayub mengatakan kalau dia bersyukur bisa berada di YLSA. Lalu, dalam bagian pokok doa, Ayub minta kepada kami untuk mendoakan keluarganya, khususnya untuk Ibunya yang baru saja mengalami kecelakaan tangannya dan mengalami patah di bagian bahunya sehingga harus digibs. Satu lagi doa pergumulannya adalah kiranya Tuhan selalu memberi hikmat dan kebijaksanaan seperti pada renungan pagi kami dari Oswald Chambers yang mengingatkannya supaya jangan hanya berangan-angan tetapi untuk segera melakukan apa yang Tuhan inginkan. Lalu, saya diberi tugas untuk berdoa syafaat bagi Ayub sekaligus berdoa untuk makanan jasmani yang telah disiapkan oleh Mbah Reso dan Bu Dikem.

Kiranya dengan umur yang sudah semakin bertambah ini Ayub semakin dekat dengan Tuhan, dan segala pergumulan serta keinginannya akan dijawab oleh Tuhan.

Selamat ulang tahun Ayub. Tuhan Yesus memberkati!

Persekutuan Doa Staf di Rumah Yans

Blog SABDA - Thu, 2015-04-16 14:50

Oleh: Indah*

Jumat 10 April 2015, tidak seperti hari Jumat biasanya. Persekutuan doa siang hari itu digantikan dengan training kepenulisan yang dibawakan oleh Pak Berlin , sedangkan acara persekutuan staf akan diadakan setelah pulang kerja. Saat jam sudah menunjukkan pukul 16.48, Mbak Evie pun woro-woro kepada kami untuk segera kumpul dan bersiap-siap untuk berangkat. Kami segera saja bergegas menyelesaikan laporan dan siap-siap berangkat ke lokasi persekutuan staf diadakan, yaitu di rumah Yans.

Pukul 17.30 kami tiba di rumah Mas Yans dan disambut oleh Bapak Daniel Widi, ayahnya Mas Yans. Mas Ayub , Pak Berlin, saya, Mbak Anik, dan Mbak Mei tiba lebih dulu karena kami naik motor. Kami pun lalu menunggu kedatangan teman-teman lainnya yang datang dengan naik mobil bersama-sama dari kantor.

Acara dimulai dengan doa dan lagu pembukaan, yang kemudian disusul dengan keluarnya makanan kecil yang sudah disiapkan oleh ibu Mas Yans. Karena kami juga sudah cukup kelaparan, makanan kecil itu pun kami nikmati dengan senang Setelah lumayan kenyang, Mbak Setya membuat acara games dengan membagi kami ke dalam 2 kelompok. Acara sore itu pun menjadi lebih seru berkat acara games karena membuat kami banyak tertawa dan bercanda ria. Sesudah itu, acara berlanjut dengan membaca renungan dari Oswald Chambers. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok membaca dari 1 hari renungan yang berbeda-beda, sehingga hari itu kami membahas tiga hari renungan sekaligus. Banyak berkat yang kami dapat dari renungan malam itu. Kesimpulan saya dari membaca ketiga renungan adalah kita harus disalib, mati, dan bangkit bersama Tuhan Yesus, karena kita tidak bisa melakukannya sendiri.(Roma 6:5,6; Roma 9-11). Setelah acara renungan, para staf yang kost di mess YLSA memberikan persembahan pujian mereka "Hanya Kau" dengan iringan gitar.

Setelah pujian lagu dibawakan, kami segera menyantap makanan yang sudah dimasak dan dipersiapkan oleh Ibu Reso dari kantor. Makanan yang kami persiapkan sangat banyak sehingga banyak juga yang menambah makannya pada saat itu Sebagai makanan penutup, ada tape ketan yang dituang dengan air hangat serta puding yang disediakan oleh tuan rumah. Wah, pokoknya, kami kenyang sekali malam itu.

Dengan beramai-ramai, kami kemudian mengakhiri acara persekutuan malam itu untuk membersihkan semua kotoran dari sisa makanan di piring, mencuci gelas yang kotor, serta membersihkan lantai dan tikar. Sesudah berterima kasih dan berpamitan kepada tuan rumah, kami pun pulang ke rumah dan kost masing-masing dengan membawa berkat dari persekutuan staf YLSA di bulan April itu.

Bagi saya yang baru saja bergabung dengan YLSA, banyak berkat yang diperoleh melalui persekutuan staf tersebut. Saya merasakan pertemanan antar staf yang sangat baik dan akrab, yang menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat dalam YLSA. Tidak ada sekat atau perpecahan antar teman atau kelompok meskipun YLSA terdiri dari beberapa divisi yang berbeda. Semua saling membantu dan mendukung, dan kekompakan itu terlihat sekali dalam acara persekutuan staf. Senang rasanya memiliki keluarga baru di YLSA

Nah, sampai jumpa lagi di persekutuan rumah staf YLSA selanjutnya!

Sekolah di SABDA

Blog SABDA - Thu, 2015-04-16 11:09

Oleh: Yuni Liem*

Tidak banyak penjelasan yang aku terima ketika aku diminta untuk mengikuti pelatihan di SABDA. Dengan segala kebingungan dan ketidaktahuan itulah, tanggal 23 Maret 2015, aku berangkat ke Solo.

Setelah menikmati delay di bandara Soekarno Hatta, akhirnya aku mendarat juga di Solo. Dijemput oleh salah seorang staf YLSA, yang mengantarkan kami ke kantor Griya SABDA. Kami tiba di sana bertepatan dengan akan dimulainya persekutuan doa staf. Hal ini menarik perhatianku karena di dalam persekutuan doa ini, firman Tuhan dan renungan dibacakan lalu didiskusikan sejenak secara berdua-dua, kemudian hasil diskusi disharingkan ke dalam kelompok besar. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing dari teman-teman yang baru pulang dari roadshow SABDA di Malang . Setelah itu, dilanjutkan dengan perkenalan seluruh staf dan kami, para tamu. Karena keterbatasan memory, rasanya sampai hari ini pun tidak semua nama staf aku hafal...^^''

Siang harinya, peserta training berkumpul di ruang rapat, kemudian disharingkan terlebih dahulu konsep pelayanan IT yang digunakan oleh SABDA. Lalu, dilanjutkan dengan berbagai materi training yang sudah dipersiapkan. Wooohooo ... rencana materi trainingnya banyak bangettt .... Tidak hanya itu, di hari pertama kami pun sudah mendapat PR.

Pada pertemuan pertama dijelaskan akan pentingnya membuat catatan saat mengikuti training. Hal itu membuat aku merasa seperti kembali ke sekolah, dan ... ya, we are back to school. Training yang diadakan tidak bersifat satu arah, tetapi interaktif. Setiap hari ada tugas yang diberikan, yang dapat membantu saya mengerti apa yang telah diajarkan. Ada presentasi, di mana setiap presentasi diakhiri tanya jawab, diskusi, dan tentu saja akhirnya menerima berbagai ide baru.

Sekolah di SABDA, diawali dengan ber-PA bersama. Kami dibagi dalam kelompok kecil dan kami saling sharing tentang apa yang kami dapat dari firman dan renungan yang dibaca. Di kelompok itu pun, kami saling mendoakan satu sama lain. Setiap hari, sebelum memulai materi training atau presentasi, diawali dengan yang namanya stand up meeting (meeting sambil berdiri) -- sebuah meeting singkat, di mana tiap anggota tim saling meng-update tiga hal: apa yang sudah dikerjakan, hambatan apa yang dialami, dan apa yang akan dilakukan. Tentu saja, yang paling utama adalah dimulai dengan doa.

Seperti yang aku katakan di awal tulisan ini, aku datang ke SABDA dengan segala kebingungan dan ketidaktahuanku. Tetapi tugas yang diberikan, memaksa aku berpikir lebih lagi dalam mempersiapkan project yang akan segera dimulai ketika nanti aku kembali ke Jakarta. Hasil presentasi dan diskusi, malah memberikan berbagai ide baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Suasana kekeluargaan yang ada di SABDA membuatku feel at home, canda tawa dengan teman-teman memberikan hiburan tersendiri untukku ketika merasa lelah mengikuti training dan mengerjakan tugas yang diberikan. Dan, tidak henti-hentinya mereka terus memberikan semangat dan bantuan.

Sekolah di SABDA telah berakhir. Memang tidak semua materi yang telah direncanakan disampaikan. Masih banyak yang belum tersampaikan. Tinggal bagaimana menerapkan apa yang sudah dipelajari ke dalam proyek yang akan segera dikerjakan.

Teknologi terus berkembang pesat sehingga mau tidak mau, setiap kita dituntut untuk tidak henti-hentinya belajar. Berpikir kreatif bagaimana menggunakan perkembangan teknologi yang ada untuk menjadi berkat bagi banyak orang. "You can't do it alone", adalah kalimat yang diulang-ulang selama training, membuatku menyadari bahwa apa pun yang kita kerjakan di dalam pelayanan (baik digital maupun nondigital), tidak pernah dapat dilakukan seorang diri. So... mari bersama melayani di dunia digital, hingga pada akhirnya Kristus saja yang dimuliakan.

Sugeng Ambal Warsa Bu Reso!

Blog SABDA - Tue, 2015-04-14 15:47

Hari ini ada sesuatu yang istimewa di kantor YLSA. Bu Reso berulang tahun. Siapa yang tak kenal Bu Reso??? Ya, Bu Reso adalah orang yang sangat terkenal di kantor YLSA, sekaligus juga orang yang paling senior di antara seluruh staf YLSA. Beliau adalah orang yang berjasa dalam menyediakan kebutuhan makan siang kami setiap hari di kantor, snacks pada saat break, maupun makanan-makanan untuk staf jika kami mengadakan persekutuan staf atau beberapa acara perayaan di kantor

Sesaat sebelum makan siang, kami berkumpul untuk mendengar sepatah dan dua patah kata dari Bu Reso. Ternyata, beliau secara spontan langsung memberikan ucapan syukur bahkan sebelum MC mempersilakannya.:) Pada ulang tahunnya yang ke 64 ini, Bu Reso mengucap syukur karena pemeliharaan Tuhan yang tiada habis dalam hidupnya. Beliau sangat bersyukur karena sejak tahun 1994 sudah melayani di YLSA, sehingga bisa menyaksikan betapa besarnya karya Tuhan dalam memelihara Yayasan ini. Ibu yang memiliki 6 anak ini juga bersyukur karena anugerah Tuhan sehingga beliau bisa membesarkan anak-anaknya menjadi dewasa dan mandiri serta atas kesehatan yang telah Tuhan berikan kepadanya selama hidupnya.

Selain memberikan ucapan syukur, Bu Reso juga memberikan pokok doa untuk didoakan bersama. Bu Reso minta didoakan agar beliau dan seluruh keluarganya diberikan kesehatan sehingga dapat senantiasa melayani Tuhan. Dipimpin oleh Pak Viktor, kami semua secara bersama-sama mendoakan pokok doa dari Bu Reso di hari istimewanya ini. Setelah itu, kami semua segera mengantri untuk memberi ucapan selamat ulang tahun kepada beliau

Selamat ulang tahun Bu Reso, Tuhan Yesus memberkati selalu!

Training Tanpa Judul di SABDA

Blog SABDA - Mon, 2015-04-13 14:37

Oleh: Anin*

Lho, kok judulnya begitu ya? Lebih jelasnya lihat tulisan aneh di bawah ini ya. ^_^

Senin, 23 Maret 2015. Satu hari yang penuh dengan tanda tanya. Hari itu adalah hari pertama training di kantor SABDA. Training apa? Tidak tahu karena nggak ada judulnya training apa . Tapi yang jelas, banyak yang diajarkan. Tentang Digital Ministry, konsep pembuatan proyek web, prosesnya, teknisnya, dll..

Hari pertama harusnya pengenalan (harusnya sih, karena kalau pelatihan yang lain biasanya seperti itu), tapi langsung dikasih PR!! Luar biasa!! PR-nya buat inventarisasi bahan yang akan digunakan untuk proyek E-Library STTIAA yang saya kerjakan. Padahal datang tanpa persiapan sama sekali, nekat ya?! . Tiap hari dikasih PR lagi, mantab yak?! Oh iya, trainingnya dari tanggal 23 Maret -- 2 April 2015 atau satu setengah minggu di kantor Griya SABDA. Di sana, saya tidak sendiri dengan tim dari SABDA saja, tapi juga ada tim dari Scripture Union (SU) Indonesia, ada Pak Yusak dan Mbak Yuni. Kalau lihat tulisan ini: Halo Pak Yusak! Halo Mbak Juni! Apa kabar? Siap tempur buat proyeknya nggak nih? Semangat ya guys!! .

Lanjut ke cerita singkat trainingnya...

Hari pertama diajarkan tentang zaman yang berubah ke dunia digital, kemudian teknis pembuatan proyek dan tentang skill juga. Yang menjadi fokus di sini adalah tentang pembuatan web/situs. Selama training, diajarkan tentang tahap-tahap pembuatan situs, dari pembuatan proposal, ngumpulin bahan-bahannya, sitemapstoryboard, mock up, rapid prototype juga diajarkan tentang SWOT. Bahasanya tinggi, jadi saya sulit memahami . Ternyata dalam pembuatan situs itu bukan cuma buat saja, tapi juga harus tahu nantinya atau tujuan pembuatan situs itu apa. Bagaimana situs itu menyenangkan pengunjung situsnya, konten apa aja yang ada di situ, fungsi yang disediakan apa saja, dll.. Nah, dari situ akan tahu situs yang ingin dibuat seperti apa. Ribet? Sangat ribet guys . Selama pelatihan itu banyak pusingnya, tapi akhirnya tahu tujuan semuanya itu apa. Hampir setiap hari presentasi PR yang dikerjakan, bingung iya, pusing iya. Pokoknya campur aduk. Selama presentasi itu banyak dikasih masukan, bukan hanya masukan untuk proyeknya tapi juga buat diri sendiri. Banyak melakukan brainstorming juga.

Dari situ, saya mulai tahu. Ternyata itu adalah training Sistem Manajemen Proyek. (Kalau nggak salah lho ya?! )

Bukan cuma di training aja, tapi setiap hari sebelum training pasti ada Pemahaman Alkitab. Seperti yang diajarkan dalam training, segala sesuatu itu diawali dengan doa. Ketika diawali dengan doa, akan diakhiri dengan syukur. Jadi bukan hanya ilmu saja, tapi juga membangun iman kita agar lebih lagi pada Tuhan.

Dari training itu, saya belajar banyak hal. Selain tentang pengetahuan teknis, yang lebih penting itu pelajaran di balik training itu. Pertama jelas, kita tidak bisa melakukan semuanya itu sendiri. Kemudian kita menjadi tahu kelemahan diri kita, belajar terima kritik dan saran yang membangun pastinya, belajar memecahkan masalah, dan tentang kerja tim juga. Di SABDA, saya mendapat teman baru yang saling mendukung. Yang jelas, banyak hal yang tidak ada di tempat lain, ada di training SABDA ini.

Terima kasih buat semua yang terlibat dan yang sudah memberikan saya ilmu baru yang sangat bermanfaat. Sebenarnya, selama di sana itu saya pusing dan ribet, tapi rasanya pingin lagi ketemu dengan orang-orang yang ternyata mengasyikkan . Yang jelas, terima kasih untuk teman-teman di SABDA yang sudah membantu, dan sukses terus untuk pelayanan SABDA di dunia digital. Akhir tulisan, "We can’t do alone, but with GOD, we can".

Tuhan memberkati SABDA.

Ku Menang dalam Salib-Mu

SABDA Space Teens - Fri, 2015-04-10 09:49

Salib Tuhan adalah sebuah anugerah yang sungguh besar dan ajaib dalam hidup setiap orang percaya. Salib memberikan pendamaian antara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus dan benar. Salib menjalin kembali relasi yang sekian lama telah terputus. Salib Tuhan adalah pintu gerbang untuk memasuki kehidupan-Nya. Salib-Nya membawa banyak orang untuk masuk dalam kemuliaan-Nya.

baca selanjutnya

Kantin Kejujuran di SABDA

Blog SABDA - Thu, 2015-04-09 13:39

Setiap hari, pada jam 10.00, selama 15 menit, adalah waktu-waktu break bagi kami, staf YLSA . Di waktu break itu, kami biasa menikmati makanan yang kami bawa sendiri dari rumah, atau jajan di warung dekat kantor. Karena waktu break hanya sebentar, sementara banyak teman yang jajan ke warung sehingga menghabiskan waktu, akhirnya kami membuka "kantin kejujuran". Kantin ini dikelola oleh Mbak Elly yang setiap pagi membeli aneka jajanan di pasar, lalu menyediakannya bagi kami di buffet kecil yang terbuat dari kaca, yang khusus disediakan untuk kantin. Ada banyak aneka jenis makanan yang tersedia di sana, mulai dari snack kering, jajan pasar, mie atau nasi kuning, aneka roti, plus aneka minuman instan yang disediakan oleh Mbak Anik seperti kopi susu, susu, cereal instan, dll.. Setiap orang boleh mengambil sendiri makanan atau minuman yang ingin dibeli, lalu membayarnya di tempat khusus yang sudah disediakan di atas buffet. Nah, sesuai dengan namanya, setiap orang wajib untuk membayar apa yang diambilnya dengan jujur, plus mengambil sendiri uang kembalian dengan jujur pula.

Dengan adanya kantin kejujuran di kantor, maka ada banyak waktu yang dapat dihemat dibanding jika harus pergi ke warung. Dengan begitu, waktu makan dan ngobrol kami juga bisa lebih lama. Selain bersih dan dijamin tidak ada yang kedaluwarsa, harga makanan di kantin ini juga tidak mahal karena tidak mengambil banyak keuntungan. Cocoklah untuk kantong kami, selain itu juga cukup untuk mengganjal perut sampai waktu makan siang tiba. Karena hampir setiap hari kami break di kantin kejujuran, tidak heran jika satu sama lain akan hafal dengan makanan favorit atau jajanan kesukaan dari masing-masing teman. Ada yang suka jajan pasar dan aneka gorengan, ada yang selalu bawa bekal sendiri dari rumah atau tempat kost, ada juga yang cuma suka ngemil snack-snack kering, bahkan ada juga yang tidak jajan sama sekali. Yang jelas, apa pun makanannya, saat break di kantin kejujuran selalu jadi waktu-waktu yang menyenangkan buat kami semua di sela-sela aktivitas dan kesibukan kantor.

Hore, Benny Ulang Tahun! :-)

Blog SABDA - Tue, 2015-04-07 14:42

Oleh: Wiwin*

Enam April adalah hari yang spesial bagi saudara kami, Benny Kusumanegara. Hari ini, Benny akhirnya masuk ke tahap "prime age". Kami bersama-sama merayakan hari ulang tahunnya sewaktu kami makan siang, sembari menyantap bakso yang Benny bawa sebagai wujud ucapan syukurnya. Wah, nikmat .

Programmer YLSA ini begitu bersyukur atas karunia Tuhan yang memberi kesempatan baginya untuk hidup dan melayani Tuhan. Benny merindukan hidupnya semakin bijaksana dalam mengatur waktu antara keluarga dan pelayanan, serta semakin maksimal dalam pelayanannya di YLSA. Kerinduan Benny ini kami aminkan serta kami dukung bersama dalam doa kami siang itu.

Di hari ulang tahunnya, selain berbagi bakso bagi kami semua, Benny juga membagi sebuah karya yang khusus dibuat untuk memaknai hari ulang tahunnya. Karyanya ini tidak dibagikan hanya kepada kami di YLSA, tetapi juga kepada seluruh pembaca serta semua orang yang membutuhkannya. Dari jauh-jauh hari Benny mempersiapkan mimpinya dan menyelesaikannya di hari Paskah kemarin. Benny yang begitu mencintai kebudayaan Jawa akhirnya tidak saja meluncurkan DVD Alkitab Aksara Jawa tahun 2014 lalu, tetapi juga membuat Kamus Bahasa Jawa dalam bentuk cetak, yang dicetak pada hari ulang tahunnya. Wow, Benny memang unik dan keren!

Selamat ulang tahun Benny!! Kiranya hidupmu semakin menjadi berkat bagi banyak orang!!

*Wiwin adalah staf magang YLSA.

Selamat Paskah Sahabat YLSA

Blog SABDA - Thu, 2015-04-02 12:50

Renungan Paskah

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g'lap penuh cela;
berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit'rima-Nya?
Mengapa Yesus menderita, didera, dan mahkota duri pun dipakai-Nya?
Mengapa Yesus mati bagi saya?

Kasih-Nya, ya kar'na kasih-Nya ...

Sumber lirik: NKB 85, situs kidung.co

Ya, karena kasih Allah, Yesus rela berkorban bagi kita. Pengorbanan Yesus telah menyelamatkan hidup kita dari kebinasaan. Seperti yang dikatakan dalam Yohanes 3:16, AYT Draft, "Karena Allah sangat mengasihi dunia ini, Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal."

Kami, keluarga besar Yayasan Lembaga SABDA mengucapkan "Selamat Paskah" kepada semua Sahabat YLSA. Kiranya kita yang sudah diselamatkan oleh-Nya, dengan penuh kesungguhan hati turut ambil bagian menceritakan kasih Allah kepada mereka yang belum mengenal-Nya. YLSA rindu berbagi berkat berupa bingkisan Paskah untuk Anda semua, berupa bahan-bahan Paskah yang bisa Anda temukan di situs Paskah, Paskah.co, dan Facebook Paskah. Segala puji, hormat, dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus. Amin.

Selamat Paskah 2015

SABDA Space Teens - Tue, 2015-03-31 11:30

Segenap pengurus SABDA Space Teens mengucapkan,
SELAMAT PASKAH 2015

 

 

baca selanjutnya

Menjadi Sahabat Kristus

SABDA Space Teens - Wed, 2015-03-25 10:58

Sobat Teens,

Pagi ini Admin mendapat satu Rhema dari renungan yang dituliskan oleh Oswald Chambers. :) Renungan yang aku baca mengenai "Menjadi Sahabat Kristus." Tentu kita memiliki sahabat ya? Entah itu satu atau banyak, pasti kita memiliki sahabat. Begitu pula dengan kita, kita memiliki satu sahabat dan Ia bernama Kristus. ^_^

baca selanjutnya

Pemimpin Kristen Abad 21

Blog SABDA - Tue, 2015-03-17 15:49

Biasanya, kalau hari Jumat, ada acara rutin untuk semua staf YLSA -- senam pagi dan persekutuan doa di siang hari. Namun, Jumat, 27 Februari lalu, rutinitas kami ini ditiadakan karena ada acara khusus, seminar kepemimpinan Kristen, yang harus diikuti oleh staf YLSA mulai dari pagi sampai siang hari. Sebelumnya, kami sudah mendapatkan wawasan baru mengenai tema serupa, yaitu pemimpin 360 derajat, dari Evie, Setya, dan Hadi. Jika pembaca Blog SABDA ada yang belum tahu tentang pemimpin 360 derajat, wajib baca blog ini ya: "Sharing Hasil Belajar: Pemimpin 360 Derajat". Nah, kali ini, seminar kepemimpinan Kristen yang kami ikuti bertema "Menjawab Tantangan Kepemimpinan Kristen Abad 21", yang diselenggarakan oleh STT Berita Hidup.

Pukul 09.00 seminar ini dimulai. Bapak Dr. Bambang Sriyanto, M.Th., MM., pembicara dalam seminar ini, mengawali presentasinya dengan memberi penjelasan mengenai pemimpin Kristen. Pemimpin Kristen adalah seorang Kristen yang memimpin, yang berbasis pada Alkitab sebagai "way of life" (pedoman/jalan hidup), yang memiliki keterampilan, kemampuan, dan sikap hati seperti Kristus -- berhati hamba. Lalu, apa tantangan kepemimpinan Kristen abad 21? Perubahan paradigma berpikir dan gaya hidup manusia mewarnai kehidupan era postmodern ini. Pada era ini, karakter manusia cenderung egois, relativis, materialis, pragmatis, sekularis, dan iman yang mudah rapuh. Hal ini membuat manusia semakin jauh dari kebenaran firman Tuhan. Selain itu, krisis dimensional, yang berupa krisis ekonomi, krisis politik, krisis moral, krisis sosial, dll., juga menjadi tantangan pemimpin Kristen abad ini. Singkatnya, berbagai macam tantangan kepemimpinan Kristen di abad 21 ini bisa diklasifikasikan menjadi:

1. Paradigma berpikir manusia postmodern: menjadi relatif dalam semua aspek hidupnya.
2. Praktik pluralisme agama: mulai menggeser kebenaran firman Tuhan.
3. Intervensi liberalisasi dan globalisasi: menjadi fondasi dalam penyelenggaraan gereja.
4. Konflik dari radikalisasi ideologi agama tertentu: menyebabkan penindasan perbedaan teologi.

Bagaimana kepemimpinan Kristen bisa menjawab tantangan abad 21 ini? Kepemimpinan Kristen harus memiliki landasan yang benar, sesuai dengan firman Tuhan. Landasan tersebut disebut CROSS (Christ Priority - Relevant Project - Objectively Management - Specific Touching - Spirituality Process).

1. "Christ Priority"
Orientasi utama pemimpin Kristen adalah Kristus. Pemimpin Kristen harus melakukan kehendak Kristus, menjalankan kepemimpinan bersama-Nya, mencapai tujuan-tujuan untuk kemuliaan-Nya, dan mengambil keputusan dalam hikmat-Nya.

2. "Relevant Project"
Pemimpin Kristen harus melaksanakan misi Allah, dan membawa orang-orang yang ia pimpin untuk melaksanakan dan melanjutkan misi Allah itu. Pemimpin Kristen harus becermin pada kepemimpinan Kristus -- Kristus memberitakan Injil, memperlengkapi orang-orang yang sudah mendengar Injil agar mereka bisa melayani, dan mengutus mereka untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah Kristus lakukan.

3. "Objectively Management"
Pemimpin Kristen harus bisa menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Pemimpin Kristen harus berpikir kreatif, sistematis, dan mampu menyelesaikan setiap tantangan secara komprehensif.

4. "Specific Touching"
Pemimpin Kristen harus mampu memimpin umat untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan. Dalam melaksanakan tugasnya, pemimpin Kristen harus mampu menjadi penggerak, koordinator, dan mentor sebagai murid Kristus yang misioner, sehingga ia bisa menghasilkan generasi yang misioner.

5. "Spirituality Process"
Proses kepemimpinan dari seorang pemimpin Kristen adalah perjalanan rohani bersama Tuhan. Semua pola pikir, tindakan, dan keputusan-keputusannya harus berpijak dari Alkitab. Seorang pemimpin Kristen harus Theosentris -- memusatkan hidupnya kepada Tuhan -- karena Allah adalah sumber hikmat baginya.

Dari seminar ini, saya belajar betapa pentingnya hidup berpusat pada Kristus, dan semakin dipertajam, baik wawasan maupun panggilan hidup sebagai pemimpin Kristen, yang dengan sukacita melaksanakan misi Allah di mana pun Tuhan menempatkan saya.

Selain mengikuti seminar, SABDA juga membuka "booth" di sana. Berbagai produk SABDA kami tawarkan kepada para peserta, dan ada lebih dari 30 Handphone yang di"instal" Alkitab dan ada 2 laptop yang di"instal" Software SABDA. Kami berdoa agar semua bahan yang sudah mereka terima bisa digunakan dengan bertanggung jawab untuk kemuliaan nama Tuhan. Oh ya, selain blog tentang kepemimpinan, YLSA juga mempunyai bahan-bahan seputar kepemimpinan lho. Saya percaya bahan-bahan ini pun akan semakin memperlengkapi Anda sebagai pemimpin-pemimpin Kristen yang berkualitas. Tuhan Yesus memberkati.

Met Ultah Indah

Blog SABDA - Thu, 2015-03-12 16:54

Lagi konsen-konsennya ngedit, tiba-tiba Mei colek bahu saya. "Kumpul di dapur, Mbak Indah ulang tahun," katanya pelan supaya tidak terdengar oleh Indah. Tidak berapa lama, semua staf sudah berkumpul di dapur. Yans, yang menjadi MC acara, segera menjelaskan kepada semua staf bahwa hari ini semua staf berkumpul untuk merayakan ultah Indah secara sederhana. Itulah budaya YLSA dalam membangun rasa kekeluargaan antarstaf.

Indah bersyukur bahwa dia bisa diterima sebagai staf di YLSA. Baginya, itu adalah kado istimewa dari Tuhan untuk ultahnya tahun ini. Ada beberapa pergumulan yang sudah Indah doakan sejak tahun lalu, yang sampai sekarang masih dalam penantian akan jawaban doa itu. Indah berharap bahwa Tuhan akan menjawab setiap pergumulan doanya itu (mungkin) tahun ini. Itulah pokok doa yang disampaikan Indah di hari istimewanya. Selamat Ulang Tahun Indah, semoga Tuhan menjawab doamu dengan segera, dan terus memberimu hikmat untuk menjalani hidup sesuai kehendak-Nya.

Pelajaran dari Sesi 3: Seminar “Menjadi Manusia Bintang Lima”

Blog SABDA - Thu, 2015-03-12 14:08

Oleh: Wiwin*

Seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima" yang diadakan di Griya SABDA pada tanggal 21 Februari 2015, dibawakan oleh pembicara skala nasional, yaitu Andrias Harefa, BAA BSS.

Sesi ketiga dari seminar ini membahas tentang "problem yang dialami untuk menjadi manusia bintang lima". Bapak yang telah berhasil membawa putri-putrinya lebih maju dalam "Bible reading" dibanding dirinya sendiri ini, menjelaskan bahwa problem yang menghambat proses menjadi manusia bintang lima adalah "problem identitas". Problem identitas ini memang cukup signifikan pengaruhnya dalam proses menjadi "manusia bintang lima". Atas dasar apa/siapa konsep identitas ini dibangun akan menentukan manusia macam apa dia nanti; Tuhan atau dunia?

Masalah dunia kontemporer tentang identitas diri dibagi menjadi enam hal, yaitu:

1. Kompleks Inferioritas
Orang yang berusaha menghidupi jalan cerita orang lain yang ia kagumi dan ia hormati, tanpa menyadari bahwa dirinya berharga dan tidak perlu menjadi orang lain.

2. Kompleks Superioritas
Orang yang berusaha memaksakan cerita hidupnya kepada orang di sekitarnya dan menganggap kisah hidupnyalah yang terbaik sehingga membuat orang di sekitarnya tidak bebas mengaktualisasikan dirinya.

3. "Peer Presure"
Adanya tekanan kelompok sehingga seseorang berusaha mengikuti cerita hidup teman-temannya, tanpa menyadari bahwa setiap orang mempunyai kisah hidup dan desain yang berbeda dan unik dari Allah.

4. "Discontentment"
Orang yang cenderung merasa bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih baik daripada yang dimilikinya sehingga selalu merasa tidak puas. Pepatah "rumput tetangga jauh lebih hijau" telah menjadi sahabat bagi pikiran kebanyakan pribadi seperti ini.

5. "Insecurity"
Adanya perasaan tidak aman sehingga orang seperti ini akan selalu merasa terancam dengan keberadaan orang lain yang lebih baik dari dirinya.

6. Heroisme yang Dikuasai Kedagingan dan Hawa Nafsu
Orang yang bertindak seolah-olah menjadi pahlawan, juru selamat bagi orang-orang di sekitarnya. Orang seperti ini cenderung selalu berusaha membuat semua orang senang sehingga ia dapat menuai banyak sanjungan.

Problem-problem identitas ini bisa ditanggulangi dengan memegang prinsip firman Tuhan dalam Markus 1:11: Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Ayat ini adalah jaminan yang Tuhan berikan kepada setiap anak-Nya yang berjuang menjadi manusia bintang lima karena ayat ini berisi pencukupan dari Allah yang akan memuaskan tiga kebutuhan manusia yang paling dasar, yakni:

1. Identitas Diri
Allah dengan jelas mengatakan bahwa kita ini adalah "anak-Nya". Status sebagai anak Allah tentu saja mengatasi semua status di dunia ini. Masalah identitas diri akan selesai jika seseorang memegang prinsip firman Tuhan ini.

2. Rasa Aman
Allah dengan jelas mengatakan bahwa kita ini "dikasihi-Nya". Kasih Allah, sang Pencipta langit dan bumi, tentu tidak ada bandingnya. Tidak ada lagi ketidakamanan yang mampu mengusik kita sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya.

3. Perasaan Berharga (significant)
Allah dengan jelas mengatakan bahwa Dia "berkenan kepada kita" karena kita telah ditebus oleh karya Anak-Nya. Kalau Allah penguasa langit dan bumi ini berkenan kepada kita, kita tidak perlu minta perkenanan orang lain lagi.

Memegang janji Firman adalah kunci untuk membangun manusia bintang lima. Kita akan memiliki filter yang kuat sehingga tidak mudah mengikuti prinsip-prinsip dunia untuk menyelesaikan problem identitas. Kita tidak akan mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk menjadi orang yang sukses. Ukuran sukses dan keamanan kita tidak lagi dengan mendewakan uang, dan kita tidak perlu mengandalkan kekuatan dan keberanian diri untuk mendapatkan rasa aman. Kita tidak perlu terobsesi menjadi pemenang dan penguasa kerajaan dunia supaya kita dianggap berharga. Kita juga tidak perlu menjadi seperti mesin supaya kita dianggap produktif dan kontributif dalam mencapai dan meraih penghargaan dan perkenanan semua orang.

Secara keseluruhan, seminar ini sangat memberkati saya. Bapak Andrias Harefa yang telah dimuridkan ketika berusia 17 tahun itu, berhasil membagikan kebenaran yang patut saya aplikasikan dalam hidup saya. Dari sesi ketiga, saya didorong untuk membereskan problem identitas yang saya alami supaya saya bisa berproses menjadi manusia bintang lima sesuai prinsip kebenaran firman Tuhan. Secara pribadi, saya bersyukur bisa bertemu dan belajar dari hidup beliau, seorang pribadi yang tidak segan menyebut dirinya sendiri sebagai: "Andrias Harefa, BAA BSS", singkatan dari Bukan Apa-Apa dan Bukan Siapa-Siapa. Ia adalah anak bangsa yang berproses "Menjadi dan Mengajak Orang Menjadi Murid Kristus".

*Wiwin adalah staf magang YLSA.

Pelajaran dari Sesi 2: Seminar “Menjadi Manusia Bintang Lima”

Blog SABDA - Wed, 2015-03-11 16:22

Pelajaran dari Sesi 2 yang saya dapat dari seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima" yang disampaikan oleh Bapak Andrias Harefa adalah:

Kita harus menggantungkan cita-cita kita setinggi bintang di langit. Namun demikian, kita harus tetap menyerahkan setiap langkah hidup kita kepada Tuhan karena kita adalah milik-Nya.

Bicara tentang bintang, Pak Andrias menunjukkan ada dua macam bintang:

1. Bintang Jatuh: Lucifer

Bintang jatuh yang dimaksud adalah si Lucifer. Ketika ia ingin menyamai Allah yang Mahatinggi dan menolak menyembah Yesus, maka ia diusir dari surga dan dijatuhkan ke bumi.

2. Bintang Pembawa Majus

Bintang ini adalah bintang yang berada di langit, yang menuntun orang majus mencari bayi Yesus. Orang majus adalah orang yang cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi kecerdasan mereka tidak dapat menolong mereka menemukan Tuhan Allah. Hanya dengan wahyu khusus, mereka dapat berjumpa dengan Allah secara pribadi dan bersedia menyembah Yesus. Sebaliknya, para imam kepala dan ahli Taurat sudah mendapatkan wahyu khusus, tetapi mereka tidak mau datang untuk menyembah Yesus.

Dalam sesi kedua ini, disampaikan lima kebiasaan yang harus dilakukan untuk menjadi "manusia bintang lima". Lima kebiasaan tersebut tidak lain adalah lima langkah yang dilakukan untuk memahami firman Tuhan (Alkitab), karena Firman Tuhanlah yang membuat kita menjadi manusia bintang lima. Lima kebiasaan tersebut adalah:

  • Membaca dan merenungkan firman Tuhan.
  • Belajar dan mengerti firman Tuhan.
  • Melakukan dan menerapkan firman Tuhan.
  • Membagikan firman Tuhan kepada orang lain.
  • Mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

Agar para peserta yang hadir mudah mengingat kelima kebiasaan tersebut, Pak Andrias mengajak para peserta untuk memperagakan kelima kebiasaan tersebut.  Anda dapat melihat gerakan tersebut di Youtube.

Saya secara pribadi sangat disegarkan dengan mengikuti seminar seri "Revolusi Hati" ini. Isinya cukup menyentak hati dan memberi semangat kepada saya untuk kembali bertekad (baca: merevolusi hati) mengejar hadirat Allah dan tinggal dalam kebenaran-Nya serta berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.

Sungguh, hanya dengan pertolongan Roh Kudus, saya dapat memahami firman Tuhan dan mencerna dengan baik, lalu mengaplikasikannya selangkah demi selangkah. Saya harus mengawalinya dengan komitmen untuk berdisiplin membaca Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu. Kalau di tengah-tengah pembacaan mungkin saya jenuh, Pak Andrias menguatkan dengan mengatakan bahwa itu biasa, tetapi yang penting adalah saya harus terus bertahan. Bahkan, kalaupun saya tidak memahami maksud ayat-ayat Alkitab yang saya baca, saya harus tetap membacanya. Sementara itu, saya harus minta Roh Kudus menerangi pikiran dan hati saya untuk mengerti maksudnya. Saya setuju. Seberapa yang saya pahami saya lakukan dan bagikan kepada orang lain. Pak Andrias juga menyarankan agar kita melakukannya dalam kelompok supaya lebih bersemangat. Lalu, bersama-sama dengan anggota kelompok kita saling membangun kelima kebiasaan itu. Jadi, bukan hanya satu orang yang boleh menjadi "manusia bintang lima". Semakin banyak, semakin baik. Nama Tuhan dimuliakan!

Ini adalah kali kedua saya berjumpa dengan Pak Andrias Harefa. Beliau adalah seorang yang ramah dan hangat. Dengan keramahan dan keakrabannya, Pak Andrias Harefa menyampaikan materi dengan baik, dan berkenan untuk foto bersama saya. Hmm ... kesempatan yang langka, bukan? Menurut saya, beliau adalah salah satu figur bapak yang menyenangkan. Kiranya Pak Andrias Harefa semakin dipakai dan dikenan Tuhan Yesus untuk menjadi alat-Nya yang efektif menjangkau hati-hati yang haus dan lapar akan firman Tuhan. Amin!

Pelajaran dari Sesi I: Seminar “Menjadi Manusia Bintang Lima”

Blog SABDA - Tue, 2015-03-10 10:09

Oleh: Odysius*

Apa yang membedakan antara hotel bintang lima dan hotel-hotel yang lainnya? Kita mungkin akan membedakannya dari fasilitasnya yang lebih mewah, lebih nyaman, lebih komplet, dan lebih wah daripada hotel-hotel yang lain. Demikian juga dengan jenderal bintang lima. Apa yang begitu istimewa tentang mereka? Yang kita tahu, hanya ada tiga orang di Indonesia yang dianugerahi bintang lima, yaitu Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar A.H. Nasution, dan Jenderal Besar Soeharto. Mereka diberi kehormatan untuk menggunakan pangkat ini atas jasa-jasanya yang sangat besar. Dari sini, kita bisa melihat bahwa bintang lima bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh. Bintang lima bukanlah sesuatu yang gampangan. Bintang lima merupakan suatu pencapaian yang memerlukan dedikasi, pengorbanan, kesungguhan hati, serta diuji lewat waktu yang lama. Jika begitu, bagaimana dengan "manusia bintang lima"? Apa yang membedakannya dari manusia yang lain? Apakah kita bisa menjadi manusia bintang lima?

Pada tanggal 21 Februari 2015, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan @SABDA berupa seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima". Mbak Okti sudah menceritakan dengan baik dalam blognya mengenai pelaksanaan acara ini. Dalam blog ini, saya ingin berbagi berkat yang saya dapat dari sesi pertama seminar tersebut.

Dalam sesi pertama ini, Pak Andrias Harefa , menjelaskan bahwa salah satu yang membedakan antara manusia bintang lima dengan manusia yang lain adalah bagaimana sikap hati mereka dalam menghadapi masa depan. Saya merasa tertegur tetapi juga merasa terberkati pada saat yang bersamaan ketika mengikuti seminar ini. Saya menyadari bahwa sering kali saya tidak menghiraukan Tuhan dalam merencanakan masa depan saya. Sering kali saya tidak mempertimbangkan apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup saya karena hanya berfokus pada diri saya sendiri. Sering kali saya bersikap seolah-olah saya bisa menentukan segala sesuatu dalam kehidupan saya; studi saya, karier saya, keluarga, keuangan, serta masa depan saya. Padahal, faktanya kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan.

Alkitab mengajarkan bahwa perencanaan itu memang baik, "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak" (Amsal 24:6). Fungsi perencanaan adalah untuk mengantisipasi masa depan yang tidak pasti (berisiko) agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan (mengurangi risiko) karena kesadaran akan keterbatasan diri (tidak tahu masa depan). Akan tetapi, yang terpenting adalah untuk selalu tunduk pada kehendak Tuhan dan selalu mencari pimpinan Tuhan dalam menentukan pilihan-pilihan dalam hidup.

Pak Andrias Harefa menyampaikan setidaknya ada empat sikap yang diajarkan Alkitab dalam menyikapi masa depan:
(1) Membuat perencanaan dengan sebaik-baiknya, dengan berfokus kepada Kerajaan Allah dan pekerjaan-Nya, lalu mengambil bagian di dalamnya.
(2) Mempersiapkan segala sesuatu di dalam hidup kita agar selaras dengan pimpinan Tuhan bagi hidup kita.
(3) Merencanakan kegiatan tahun ini, bulan, minggu, dan hari ini sebagai persembahan kepada Tuhan, sebagai bakti kepada Tuhan dan berfokus untuk menyenangkan hati Tuhan.
(4) Menyerahkan seluruh perencanaan kita kepada Tuhan untuk dikoreksi, dikontrol, dan diubah oleh-Nya karena Dia adalah Tuhan yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita, anak-anak-Nya.

Saya bersyukur karena bisa mendapatkan materi yang benar-benar berguna untuk mengatur masa depan saya sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Seandainya saja saya menerima materi ini lima tahun yang lalu, mungkin arah hidup saya dan rancangan masa depan saya akan lebih mengacu pada rencana Tuhan atas hidup saya lebih daripada sekarang ini. Pelajaran terbesar yang saya dapatkan dari seminar ini adalah bahwa perencanaan itu penting untuk mencapai tujuan hidup. Namun, setelah kita membuat rencana, kita harus menyerahkan semua rencana itu kepada Tuhan, Sang Pemilik hidup kita, untuk Dia ubah, Dia atur, atau bahkan tidak diwujudkan-Nya, agar kita bisa hidup sesuai dengan rencana-Nya saja. Kiranya para peserta yang hadir dalam seminar kemarin bisa terberkati sebagaimana saya terberkati oleh materi-materi yang disampaikan.

Yans! Selamat Ulang Tahun Kawan

Blog SABDA - Fri, 2015-03-06 14:03

Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena tepat tanggal 5 Maret kemarin, salah satu dari staf YLSA, Yans Albert, berulang tahun. Yans Albert, sosok besar, tinggi, dan yang suka tertawa ini, telah genap berusia 24 tahun. Saat para staf berkumpul, yaitu di ruang kerja staf kantor lama, Yans pun mulai berbagi berkat di tengah-tengah para staf. Pertama-tama, ia sangat bersyukur atas kasih karunia Allah dalam hidupnya selama ini. Ia juga bersyukur telah banyak belajar sejak ia melayani sebagai staf di YLSA. Ia merasakan hidup dan orientasinya mulai diarahkan ke arah yang lebih jelas serta mengalami pertumbuhan secara rohani kembali. Lalu, dari staf sendiri, ada tiga orang yang memberi pesan dan kesan untuk Yans. Mereka adalah orang-orang yang sebenarnya telah mengenal Yans sejak dahulu, ada mbak Evie, yang bersyukur karena tak disangka sekarang mereka menjadi rekan sepelayanan. Kedua, mbak Ami, Ia juga bersyukur teman semasa kecilnya sekarang menjadi rekan sekerja. Ketiga, Pak Berlin, guru dari Yans ketika ia masih kecil. Kesimpulannya, mereka bertiga adalah orang yang sebenarnya mengenal saudara Yans sejak lama dan bersyukur sekarang menjadi rekan sekerja di YLSA untuk melayani Tuhan.

Setelah mendengar sharing dari beberapa rekan YLSA, kemudian kami mendengar sharing pokok doa dari Yans. Ia merindukan untuk semakin dewasa di dalam pertumbuhan rohani dan pelayanan di dalam Tuhan, ia rindu Tuhan menuntun hidupnya di dalam setiap pergumulannya, dan supaya Tuhan memberkati saudara kembarnya, John, dan keluarganya. Lalu, kami semua pun berdoa bersama untuk setiap sharing pokok doanya. Selamat berulang tahun, kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus selalu menyertaimu kawan! Semakin bertumbuh dan menjadi berkat untuk setiap pelayanan yang dipercayakan. Tuhan memberkatimu.

@SABDA — Seri Revolusi Hati: Menjadi Manusia Bintang Lima

Blog SABDA - Fri, 2015-03-06 13:58

Menjelang perayaan ulang tahun Yayasan Lembaga SABDA yang ke-20 pada bulan Oktober 2014 yang lalu, ide @SABDA memang telah digulirkan beberapa kali. @SABDA adalah kerinduan mengadakan kegiatan di Griya SABDA. Kerinduan itu terwujud pada bulan Oktober ketika YLSA mengadakan seminar "The World is Flat", Peluncuran Alkitab Digital Aksara Jawa, Digital Bible Engagement, Nonton Bareng , dsb..

Pada bulan Februari 2015 ini, kegiatan @SABDA kembali diselenggarakan dengan mengadakan seminar Seri Revolusi Hati "Menjadi Manusia Bintang Lima" pada Sabtu, tanggal 21 Februari 2015. Ide ini datang dari kerinduan Bapak Andrias Harefa, seorang writerpreneur dan profesional trainer, untuk berkunjung dan melihat dengan mata kepala sendiri tempat pelayanan Yayasan Lembaga SABDA. Selain ingin mengenal pelayanan SABDA lebih dekat, beliau juga rindu berbagi berkat dengan rekan-rekan pelayanan di Solo. Setelah melalui pembicaraan dan pertemuan dengan Ibu Yulia selaku pemimpin YLSA, Pak Andrias sepakat untuk memberikan seminar di Griya SABDA. Dengan diilhami oleh semangat me-"Revolusi Hati", sesuai dengan judul buku beliau, maka diambillah tema seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima" untuk melayani rekan-rekan di YLSA dan juga sahabat-sahabat YLSA di Solo.

Rencana yang cukup dadakan ini segera dilaksanakan dengan membentuk kepanitiaan kecil, dan sayalah yang ditunjuk untuk menjadi ketua. Bersyukur, saya sudah beberapa kali ikut terlibat dalam kepanitiaan seminar di YLSA sehingga semua rencana dengan cepat bisa diatur tanpa kesulitan. Hal yang sedikit merepotkan adalah panitia harus bekerja dengan cepat karena waktu persiapan hanya satu bulan saja. Oleh karena itu, semua staf YLSA dikerahkan untuk mengundang rekan-rekan pelayanan di Solo, baik dari gereja maupun komunitas pelayanan untuk datang ke seminar. Target peserta disesuaikan dengan kapasitas Griya SABDA, yaitu 90 -- 100 orang. Ketika jumlah peserta sudah mencapai 70 orang, termasuk staf SABDA, maka saya pun lega. Setelah urusan peserta selesai, maka sisanya adalah mempersiapkan tempat, konsumsi, acara, "booth", dsb.. Berkat kekompakan, inisiatif, serta spontanitas yang tinggi dari teman-teman di YLSA, maka semua persiapan dapat berjalan dengan cepat dan baik. Two thumbs up untuk teman-teman semua!

Pada hari seminar, cukup banyak peserta yang terlambat sehingga acara baru dimulai pukul 08.15. Dengan dipimpin oleh Evie, sebagai MC, kami semua mengawali dengan menyanyikan lagu baru karya Bapak Andrias Harefa dan putrinya yang berjudul "Periksalah Hatiku". Tim musik YLSA (Tika, Ayub, Odysius, Hilda, dan Yohanes) cukup sukses meramaikan suasana

Dalam kata pengantarnya, Ibu Yulia menjelasan bahwa kegiatan @SABDA adalah kegiatan untuk berbagi berkat rohani, ilmu, pengalaman, pengetahuan, wacana, dan kepandaian dengan berbagai komunitas dan masyarakat Kristen di Solo ataupun di luar Solo. YLSA berharap Griya SABDA dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi dan belajar. Seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima" adalah awal dari rangkaian kegiatan YLSA yang rindu mempersiapkan generasi pemimpin masa depan. Melalui seminar ini, diharapkan para peserta didorong untuk membangun dasar-dasar/fondasi kehidupan Kristennya dengan kokoh.

Seminar ini berlangsung dalam tiga sesi, dari pukul 08.30 hingga pukul 14.30, masing-masing dipisahkan dengan "break" dan makan siang. Pak Andrias membawakan materi dengan baik, jelas, sistematis, dan jauh dari kata membosankan. Saya pikir, tidaklah berlebihan kalau saya katakan bahwa Pak Andrias adalah pembicara yang kharismatik. Nah, kalau ingin tahu ringkasan isi seminar "Menjadi Manusia Bintang Lima", silakan baca blog baca blog Odysius, Setya, dan Wiwin, yang masing-masing mengulas 3 sesi materi "Menjadi Manusia Bintang Lima".

Secara pribadi, saya bersyukur karena mendapat banyak berkat dari seminar ini. Selain dari isi seminar, sebagai ketua panitia, saya juga belajar untuk taat, berani mengambil resiko, dan melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam seluruh acara ini. Selanjutnya, saya berharap YLSA dapat berbagi pelayanan lagi dengan Bapak Andrias Harefa di lain waktu dan kesempatan. Saya juga berdoa semoga setiap peserta pada hari itu sungguh-sungguh mendapat berkat yang berguna untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi dan pelayanan mereka masing-masing. Amin.

So, see you in the next seminar, and be blessed!

Selamat Ulang Tahun, Hilda!

Blog SABDA - Fri, 2015-03-06 11:41

Jumat siang, 6 Maret 2015, seluruh staf SABDA berkumpul di Training Room untuk melaksanakan Persekutuan Doa Jumat. Pada saat PD, MC membuka acara PD dengan sebuah pujian dan doa.Mbak Santi adalah salah satu staf YLSA yang menjadi MC dalam PD saat itu. Setelah selesai berdoa, tiba-tiba mbak Santi mengumumkan bahwa salah satu rekan kami, yaitu Hilda Debora berulang tahun ke-20.

Mbak Santi pun kemudian menginstruksikan kami semua untuk menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk Hilda. Setelah lagu usai, Hilda berbagi kesan dan pesannya mengenai ulang tahunnya kali ini. Ini adalah ulang tahun pertama bagi Hilda di Yayasan Lembaga SABDA. Sudah tiga tahun ia bersekolah dan tinggal di Solo sendirian, sebab keluarganya tinggal di Bogor. Meskipun begitu, pada ulang tahun kali ini, ia merasa bersyukur karena ia berada di tengah-tengah keluarga besar YLSA, yang adalah keluarga baru bagi Hilda. Pada ulang tahunnya kali ini, Hilda ingin kerohaniannya semakin bertumbuh, rajin melakukan disiplin rohani, dan kuliahnya bisa dilakukan dengan lancar. Satu pergumulannya lagi adalah supaya keluarganya yang tinggal di Bogor bisa mengenal dan bertumbuh dalam Tuhan.

Setelah Hilda selesai berbagi kesan dan pesan, kami semua berdoa bersama bagi Hilda. Kami bersyukur Tuhan Yesus telah membawa dan menempatkan Hilda di YLSA. Kiranya selama di YLSA, Hilda bisa semakin bertumbuh dalam Tuhan, dapat menjalankan disiplin rohani, dan memanfaatkan masa mudanya untuk melayani pekerjaan Tuhan.

Selamat Ulang Tahun, Hilda. Andohar ma tongtong mandapothon berkat humbannni Tuhan!