Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Feed aggregator

SABDA Melayani di Persekutuan Hamba Tuhan GBIS Solo Barat

Blog SABDA - Thu, 2014-07-31 16:24

Pada Senin, 7 Juli 2014, SABDA mendapat undangan untuk mengisi persekutuan hamba Tuhan GBIS wilayah Solo Barat yang bertempat di GBIS Joyodiningratan, Solo. Tim SABDA yang hadir dalam pertemuan ini adalah Amidya, Arkha, Yohanes, Ibu Yulia, dan saya. Roadshow ini merupakan pengalaman baru bagi Arkha dan Yohanes, karena Arkha adalah staf baru divisi ITS yang sedang dalam masa percobaan dua bulan, dan Yohanes adalah staf magang untuk waktu 2 bulan. Setelah melakukan "briefing" seusai persekutuan doa staf Senin, kami segera mempersiapkan diri berangkat. Meski sempat kebingungan mencari alamat GBIS Joyodiningratan, akhirnya kami tiba di lokasi pada pkl. 09.45.

Sesampainya di GBIS Joyodiningratan, kami disambut oleh Bapak Pdt. Yusak Sigit, selaku Gembala Sidang yang menjadi tuan rumah acara ini. Ketika kami datang, dengan semangat beliau bercerita bahwa ia adalah pengguna setia Software SABDA sejak versi 2.0. Sambil berbincang dengan Pak Yusak kami segera mempersiapkan peralatan untuk presentasi, meja untuk mendisplay CD-CD Alkitab Audio, serta tempat untuk instalasi Alkitab. Selama persiapan, para peserta juga mulai berdatangan. Mereka adalah para hamba Tuhan dari GBIS bagian Barat. Setiap peserta yang datang dan telah menulis daftar hadir akan mendapatkan satu paket SABDA Care dan buletin Parakaleo. Sebagian dari mereka juga ada yang membawa laptop ke "booth" SABDA untuk di-install Software SABDA. Sementara itu, peserta yang lain menyerahkan "handphone"-nya untuk diisi dengan aplikasi Alkitab mobile.

Acara pertemuan seharusnya dimulai pkl. 10 pagi, tetapi ternyata molor hingga pkl. 10.30 lebih. Setelah dibuka dengan puji-pujian dan doa oleh Bapak Pdt. Yusak Sigit, Ibu Yulia memperkenalkan tim SABDA yang akan melayani dalam acara ini. Presentator pertama adalah Amidya yang memberi penjelasan tentang pelayanan YLSA beserta isi paket SABDA Care yang sudah diterima oleh setiap peserta. Mereka pun mulai memperhatikan satu demi satu isi paket yang sedang dijelaskan oleh Amidya. Setelah itu, Bu Yulia menjelaskan lebih detail lagi tentang Software SABDA dan Alkitab Audio. Beberapa fitur utama Software SABDA dijelaskan khususnya untuk hamba Tuhan yang ingin melakukan penggalian Alkitab dalam mempersiapkan khotbah yang bertanggung jawab. Melalui penjelasan tersebut, banyak peserta yang mulai tertarik dan ingin menggunakan Software SABDA. Bu Yulia juga menceritakan bagaimana beberapa hamba Tuhan menggunakan Alkitab Audio ketika ada upacara penguburan bagi jemaat yang meninggal dunia. Presentasi terakhir adalah saya yang menjelaskan tentang DVD Library SABDA Anak 1.2.

Saya pribadi merasa bersyukur dapat memiliki pengalaman untuk membagikan informasi tentang perpustakaan digital berupa DVD Library SABDA Anak. Kiranya dengan DVD Library SABDA Anak, para pelayan Tuhan, baik itu pelayan anak, pelayan remaja, bahkan mereka yang terlibat dalam pelayanan orang dewasa dapat semakin diperlengkapi dalam melakukan persiapan pelayanan.

Saya berharap semua yang telah kami bagikan kepada hamba-hamba Tuhan GBIS Solo Barat ini tidak hanya berhenti di tangan mereka saja, tetapi juga dapat tersebar untuk rekan-rekan hamba Tuhan lain yang membutuhkan. Kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan melalui setiap pelayanan hamba-hamba-Nya. Tetap semangat melayani Tuhan. IT 4 GOD!

SABDA at GKJ Expo

Blog SABDA - Thu, 2014-07-31 10:16

Pada tanggal 24 dan 25 April 2014 lalu, di Solo diselenggarakan acara GKJ Expo. Acara ini digelar oleh Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wilayah 3, dengan mengambil tempat di Stadion Sriwedari. Dalam acara GKJ Expo ini, SABDA turut meramaikan acara dengan membuka "booth" SABDA. Selain membuka "display" produk-produk SABDA untuk dibagikan, kami juga melayani instalasi aplikasi Alkitab di "handphone" dan meng-install Software SABDA di laptop, yang semuanya "free" alias gratis.

Karena akan diadakan selama dua hari, dengan berkelompok semua staf SABDA mendapat jatah paling tidak setengah hari untuk menjaga "booth". Sebelum terjun ke lapangan, beberapa staf yang baru (termasuk saya) diberi pembekalan oleh Mas Kusumanegara tentang aplikasi Alkitab mobile, pengenalan berbagai jenis "handphone", serta bagaimana melakukan instalasi/pemasangan aplikasi Alkitab di "handphone" atau "smartphone". Untuk saya yang baru pertama kali mengikuti pelatihan ini, perasaan saya sangat senang karena memperoleh pengetahuan dan "skill" baru. Walaupun awalnya saya merasa "blank" karena ini adalah hal baru, tetapi kemudian penjelasan yang diberikan oleh Mas Kusumanegara cukup memberi bekal sehingga saya siap melayani para pengunjung GKJ Expo yang membutuhkan instalasi Alkitab ke perangkat "mobile" mereka.

Kelompok yang mendapat giliran hari pertama adalah Mbak Lusi, Mbak Okti, Mas Gunung, Mas Yudo, Bu Yulia, dan saya. Di tengah terik matahari waktu itu, kami menyiapkan "booth" SABDA, monitor, dan meja "display" untuk menampilkan semua produk SABDA, yaitu CD Alkitab Audio dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa asing dan bahasa suku; DVD Library SABDA; USB Biblika yang berisi bahan-bahan penunjang penyelidikan Alkitab; traktat "Hidupku Rumah Kristus" dan traktat berwarna "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu" untuk pelayanan anak dan remaja; serta buletin Parakaleo.

Menjelang pembukaan acara, beberapa pengunjung mulai berdatangan di "booth" SABDA dan tertarik dengan produk-produk yang disajikan. Ada pengunjung yang sebelumnya telah mengenal SABDA dan kemudian mengajak teman dan kenalannya untuk ikut mendapatkan produk SABDA, dan tak lupa mereka minta aplikasi Alkitab dan Kidung untuk "handphone" atau "smartphone" masing-masing. Akan tetapi, banyak pula pengunjung yang bertanya-tanya mengenai SABDA serta produk-produknya. Setelah mendapatkan penjelasan, saya memperhatikan ekspresi dan wajah mereka tampak berbinar, seolah menemukan sesuatu yang mereka butuhkan. Selama ini mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka butuhkan telah disediakan oleh SABDA. Para pengunjung yang antusias tersebut kemudian tertarik juga untuk melakukan instalasi aplikasi Alkitab dan Kidung, serta CD-CD Alkitab Audio. Alkitab dalam bahasa Jawa dan Kidung Jawa menjadi "top request" pada acara ini. Tak sedikit pula yang meminta Alkitab Audio Bahasa Indonesia, bahkan ada yang meminta Alkitab Audio dalam bahasa suku lain untuk dibagikan kepada sanak saudaranya. Kami melayani para pengunjung dengan senang hati.

Secara pribadi saya belajar bahwa apa yang kami kerjakan selama ini sangat berguna dan memberkati banyak orang. Kebanyakan staf bekerja di belakang layar dan ketika kami mendapat kesempatan dengan mata kepala sendiri melihat ekspresi, antusiasme, serta respons para pengunjung, hal tersebut menjadi sukacita tersendiri, terkhusus bagi saya. Saya berdoa semoga para pengunjung yang telah mendapatkan produk-produk SABDA diberkati Tuhan dan hidupnya terus bertumbuh.

Segala hormat hanya bagi Tuhan.

Untuk teman-teman SABDA lainnya yang juga bertugas, silakan bagikan pengalaman kalian di kotak komentar agar menjadi berkat bagi pembaca Blog SABDA. Terima kasih.

Jeremy’s Indonesia Trip

Blog SABDA - Wed, 2014-07-30 14:48

Oleh: Jeremy*

12th Feb, Wednesday – Touch Down!

I was looking forward to this trip as I have never been to Indonesia before. Soon, that day came and Daniel and I found ourselves arriving at Yogyakarta airport in the early afternoon. We proceeded to take a 1 hour train ride to Solo accompanied by our host, Yulia's husband. As soon as we got out of the train station, we were also greeting by dozens of cab drivers who were eagerly touting for customers to hitch a ride with them. We loitered for a short while outside the train station before our transport came to pick us up to Yulia’s residence. Once we arrived, we immediately put down our stuff in our room and were given a quick orientation around the compound.

Apart from being a place of residence, Yulia also shared his house with SABDA, a Christian organization that publishes scores of Christian materials in Bahasa Indonesian on their websites to aide learning and understanding of the Word of God for the Indonesian people. We were briefly introduced to the diligent staffs of SABDA and were shown around their work place.

Soon, it was dark and dinner time was around the corner. Yulia's husband drove us to this favorite fried chicken rice eatery which was located pretty nearby. The fried chicken was pretty good. It was so good that you can eat the entire thing including the bones. Amazing stuff….

After dinner, we drove around Solo for some sightseeing. After that, we headed back to the house to get briefed about what we are going to be tasked with and what was to take place the following day. One of the things we were going to do was to help out at Stephen Tong’s rally. We ended the night with a round of prayers and it was time to hit the sack.

13th Feb, Thursday – Stephen Tong

After lunch, we head out to the stadium where Stephen Tong’s rally was to be held. We were immediately task with setting up the venue by arranging chairs. It was really tiring as we had to unpack the metal chairs and the weather was really hot. I prayed the weather to be nicer to everyone that was helping out. Soon, the skies began to turn darker and it started pouring heavily. Looks like I got more than what I had wished for. However, this was no ordinary storm. We were actually witnessing spiritual warfare as the heavy rain lashed down on the field relentlessly. It was the devil’s attempt to hamper our preparations for the rally and to discourage people from attending the rally. The rain soaked up the entire field and it was very muddy. All the chairs were wet. Daniel and I decided to help out by wiping the water off the chairs. It was a lot of work as we had a few thousand chairs to take care of. But we still managed to wipe off the rain water from most of the chairs.

The rally went on without any hitches. Praise the Lord! Even though Stephen Tong preached in Bahasa, I was able to understand him thanks to Yulia who tirelessly translating every word from the preacher. I was also very privileged to be able to hear Michael Liu delivered his testimony about how he became a Christian.

14th Feb, Friday – Kelud

Mount Kelud, which is one of 127 active volcanoes in Indonesia erupted overnight, throwing tons of ashes up into the air. This resulted in volcanic ashes raining down over the surrounding cities and towns. Solo was not spared.

I woke up to a strangely beautiful sight. It looked like it just snowed except the “snow” is grey in color. The air was still and the surroundings were pretty quiet probably due to the fact that almost everyone stayed indoors to avoid inhaling too much of the ashes. Despite the city being covered in ashes, we still attended Stephen Tong’s seminar at the Novotel Hotel. Unfortunately, I did not have a translator for the seminar. However, I could somewhat grasp what he was preaching about.

After the seminar, Daniel and I joined the rest of the staffs from SABDA for lunch at the fried chicken rice eatery. Since the volcanic erupted caused quite a bit of inconvenience and health hazards, Yulia decided to let the staff end their work early and spend the rest of the day (and the weekends) with the family. We didn’t do much for the rest of the day. Daniel and I were mostly holed up in our room and we took the opportunity to catch up with some more sleep.

15th Feb, Saturday – Countryside

The initial plan was for us to see Borobodur and Prambanan that day. But due to the Mount Kelud eruption which resulted in ashes falling all over many cities, the 2 attraction had to be closed for clean up to prevent damages to the ancient monuments. we had to change plan and we drove into the countryside to experience what it had to offer; greenery and fresh air. It was a 2 hour drive from Solo. We arrived at a huge lake where we took a boat over to the other side for lunch. The lunch was pretty good. Fried fish that was covered some black sauce complemented with white rice. It was the first time I ate the tail of the fish and I also learnt how to open up a fish head and eat it brain. After lunch, we all bonded over some scrabble and a board game.

It was almost evening time when we decided to head back to Solo. Another 2 hours of drive and we’re back home again. We had fried chicken (kinda like KFC) for dinner and caught a couple of episodes of ‘The Mentalist’ while we tucked into our meal. We ended the night with another round of prayers before heading to bed.

16th Feb, Sunday – Another low key day

It’s a Sunday and we attended church. After that we had a mini tour of the city and also the Keratons. While we were looking around at one of the Keratons, there was a sudden gust of wind and it picked up a lot of ashes. The wind was heading our direction. We decided to run back and head home. Back at the house and I was tasked to deliver a presentation in a couple of days to the staff of SABDA. It was about how social media could be used to attract more people to connect with SABDA also to make use of the online resources that were created by SABDA to aid the learning of God’s word. This presentation posed a bit of challenge to me as the presentation has to be at least 1 hour long. I was worried that I wasn’t able to present for 1 hour as I have never done such a long presentation by myself before. I spent the rest of the day just thinking about how I should go about doing the presentation.

17th Feb, Monday – Busy Day

I did not doing anything else apart from sitting in front of the computer and collecting information for my presentation. Apart from the lunch and dinner time, I was glued to the computer, desperately looking for information to be used for the PowerPoint slides. I was really tired from all the reading.

Benny took Daniel and I out for supper in town. It felt really good to take a break from all that reading and just chillax over some “dim sum” and sweet peanut soup.

After supper it was back to working on the presentation slides. I finished everything at about 2:30am in the morning. It was time for bed.

18th Feb – D-Day

I woke up early in the morning to have breakfast. After breakfast, I went back to my room to rehearse the presentation and get myself psyched up for it.

I went across the road to the other building which was owned by SABDA. Yulia shared with us how much trouble they went through before they managed to acquire that land and the building. It was nothing short of miraculous. The way the events unfolded and how the funds were made available for the acquisition of the land and building.

Anyways, I went to a room which resembled a small library due to the huge collection of books of various topics. The staff of SABDA were already there awaiting my arrival. I felt like some important person. Like a VIP. They were my audience. About a dozen of them.

I proceeded to deliver my presentation in English after Yulia had opened with a prayer and helped to elaborate my points in Bahasa Indonesia. Everything went smoothly. Eventually the entire presentation with a short question and answer session took about 3 hours. It lasted way long than I had expected. Praise the Lord! It was almost 1pm and lunch time couldn’t have arrived sooner. I was happy with how the presentation had gone and I was able to maximize my time effectively. I was thankful to God for his guidance throughout the entire presentation. I was also happy that the guys from SABDA appreciated my presentation.

Later that night, I was happily packing my belongings to prepare for my flight back to Singapore the next morning. There was news that some airports had already reopened following a massive clean-up operation that was the result of the Mount Kelud eruption. However I received an email from AirAsia that my flight has been cancelled and I had to reschedule my flight. I quickly informed Yulia about the news and she said she’s going to take me to the airport in Solo the next day to reschedule my flight.

19th Feb –Rescheduling of My Flight

Yulia's husband took me to the airport early in the morning to reschedule my flight back to Singapore. After breakfast we headed back home and I was tasked with another assignment. I was asked to do another presentation on how the social media strategies can be used to help the Open Community grow. I sat down with Philip and we had a fruitful discussion. After that we proceeded to work on our PowerPoint slides for Friday’s presentation. I spent the rest of the day working on the slides.

20th Feb – Full Day

I continued working and refining my presentation slides with Philip. I did not do anything else noteworthy for the rest of the day.

21st Feb – Presentation Part 2 and Tawangmangu

I gave short presentation on the different ways we could use social media to help the Open Community attract more followers and also to engage them more effectively.

After lunch, we packed our stuff and prepared to head out to Tawangmangu. We were joined by 2 American who were based in Thailand. They were friends of Yulia and they will be staying with us over at Benny’s holiday home in Tawangmangu.

After we loaded up all our stuff into the van, we proceeded to pick up Benny before heading to the mountain area. The air quality improved significantly as we got further away from the city. It was also quite cooling. What a relief from the stifling heat and humidity in the city.

22nd Feb – Tawangmangu

Woke up to the crisp and cooling air of the Tawangmangu region. I played a bit basketball with Jesica at a small makeshift basketball court. After breakfast we headed to the farm areas and hiked downhill towards the national park. It was a slightly challenging hike for us because there was no proper walking path and it was steep and slippery at some parts. I was glad we all made down without any incidents. The highlight of the day was the Tawangmangu Water. I managed to climb to the foot of the waterfall and admire it.

After lunch, Yulia's husband drove everyone up the mountain. We went as far as to the border of east Java before making a u turn back to where we came from. We weren’t able to see much from the mountain due to poor weather conditions. After we had dinner at a place selling soto, it was time to head back to Solo.

23rd Feb – Car Free Day

I got spend another Sunday in Solo. This time, I got to visit the car free day which was a strip of road someone in the center of the city that was closed every Sunday to allow the locals to just have fun (exercise, eat, play and even join a protest). There were plenty push carts selling local food and also lots of small stalls selling various items ranging from clothes to toys.

We attended church service after the car free day. After lunch we headed back home and I took an afternoon nap all way till dinner time while Daniel worked on his presentation slides.

We dined out and had seafood for dinner. I found it really hard to enjoy my dinner as I was busy shooing away small little flying insects that were flying all over our food. But the dinner was good and it made up for the poor dining experience.

After dinner we headed back home for more of “The Mentalist”. I also got my stuff packed up before heading to bed. I went to bed early because I had to get up very early in the morning to go to the airport.

24th Feb – Home Coming

I got up at 3am to prepare for my departure. After a brief farewell, I was accompanied by Daniel and we boarded Yulia’s SUV and headed for the airport. Along the way, we stopped by the Prambanan for a little bit of photo taking. At least I got to see the Prambanan before I left otherwise this trip would have been in vain.

After stopping by Prambanan, it was time to head to Yogyakarta airport. I bade farewell and made my way across the customs to wait for my flight.

As I waited to board my flight home, I reflected upon my entire time spent here. It has been a meaningful and memorable experience for me. There wasn’t a single day when it was dull. I got to know many good people in Indonesia and I pray that God will continue to guide each and every one of them as they continue to do the Lord’s work. I also enjoyed the local cuisine very much.

I’d like to thank everyone for making my trip so enjoyable especially to Yulia's family for providing Daniel and me with a nice accommodation and introducing us to the delectable range of local food.

The only thing that I definitely won’t miss is the constant attack of mosquitos. I get bitten the moment I step out of my room. Those critters seem to be especially attracted to me. God knows why.

Alright! I shall end my blog here. Hopefully I’ll be able to have the opportunity to visit everyone that I have met again real soon.

Thank you!

*Jeremy adalah salah satu sahabat YLSA asal Singapura yang beberapa waktu yang lalu sempat berkunjung ke kantor YLSA. Ia bersama rekannya, Daniel, ikut berkontribusi dalam pelayanan YLSA, khususnya dalam pengembangan komunitas YLSA dan desain grafis.

Software SABDA bagi Pelayan Siswa Perkantas Karanganyar

Blog SABDA - Wed, 2014-07-30 14:02

Roadshow adalah salah satu kegiatan keluar YLSA untuk melayani orang-orang Kristen di berbagai tempat yang membutuhkan pelayanan YLSA secara langsung. Seperti yang sudah diceritakan rekan saya Gunung di blog-nya yang berjudul "Roadshow Mini SABDA di STT Intheos Surakarta", kelompok saya ditetapkan untuk memberikan pelatihan Software SABDA. Saya merasa beruntung karena sudah beberapa kali ikut roadshow pelatihan Software SABDA, dan sekarang giliran saya yang memberikan pelatihan. Di kelompok ini saya tidak sendirian karena saya bersama dengan Khenny, Ade, Yudo, dan Dheka.

Kami senang sekali ketika mendapat informasi dari Dheka bahwa kami bisa memberikan pelatihan di di Perkantas Karanganyar. Karena Dheka adalah salah satu pengurus Perkantas Karanganyar, maka dia bisa menjadi perantara antara kami dan pihak Perkantas sehingga persiapan bisa dilakukan dengan sangat lancar. Jadwal pelatihan ditetapkan untuk dilakukan pada Minggu, 8 Juni 2014 dengan meminjam tempat di GKJ Kismorejo Papahan. Saya akan bertugas menjadi presenter pelatihan, dan teman-teman lain memberi presentasi YLSA, juga membantu menjadi operator, dan membuka "booth" SABDA untuk melayani instalasi Alkitab ke HP. Sebelum hari-H, saya telah melakukan beberapa kali simulasi pelatihan di depan beberapa rekan staf untuk memberi masukan dan mempersiapkan mental saya sebelum melakukan pelatihan yang sesungguhnya.

Pada hari-H, saya, Yudo, Khenny, dan Ade berangkat ke Karanganyar, sedangkan Dheka yang tinggal di Karanganyar menunggu di lokasi pelatihan. Kami sampai di sana satu jam sebelum acara dimulai, yaitu sekitar pukul 10.00. Setibanya di sana, kami mempersiapkan tempat pelatihan dengan dibantu oleh Mas Iko, seorang anggota komisi pemuda GKJ Kismorejo Papahan. Acara ternyata dimulai lebih lambat dari jadwal, yaitu pukul 11.30 (jadwal seharusnya adalah pukul 11.00). Di awal acara, Mas Eko mewakili pihak Perkantas Karanganyar memberikan sambutan. Setelah itu, Dheka memberikan presentasi perkenalan tentang YLSA, sekaligus memperkenalkan tim SABDA yang hadir. Acara dilanjutkan dengan presentasi Pengenalan Software SABDA oleh Ade. Saya senang melihat para peserta mulai antusias setelah mendengar perkenalan Software SABDA dari Ade. Setelah itu saya memberikan pelatihan "Tutorial Software SABDA dalam 3 Menit" selama kurang lebih dua jam. Awalnya, saya mengira saya akan merasa gugup, tetapi karena suasana cukup cair, saya bisa cukup tenang menyampaikan materi yang telah saya persiapkan. Saya tidak menemui kesulitan yang berarti karena para peserta kebanyakan adalah anak-anak muda yang sudah terbiasa menggunakan produk teknologi dan komputer.

Pelatihan berakhir tepat pukul 14.00. Saya melihat, di akhir acara para peserta terlihat cukup lelah, mungkin karena ada banyak informasi yang harus diproses peserta. Namun kami bersyukur karena berarti peserta bersungguh-sungguh belajar. Kami juga senang dengan umpan balik yang diberikan oleh peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka sangat tertarik menggunakan Software SABDA untuk melakukan pendalaman Alkitab (PA) di kelompok kecil mereka masing-masing karena kini mereka tahu bahwa Software SABDA memiliki banyak sekali fungsi dan bahan yang dapat semakin memperlengkapi mereka melakukan PA. Sebelum acara berakhir, Dheka memberikan presentasi mengenai DVD Library SABDA Anak 1.2 yang telah diterima oleh masing-masing peserta.

Setelah kegiatan selesai, kami segera membereskan semua perlengkapan dan peralatan yang kami bawa. Kami juga mendapat kejutan karena Dheka dan salah satu pengurus Perkantas Karanganyar, yaitu Mbak Eli, mengajak kami bersantap siang untuk mengisi perut yang sudah kosong. Sambil bercakap-cakap, tidak lupa kami mengevaluasi pelayanan yang telah kami lakukan bersama. Sesudah itu, kami segera kembali ke Solo dengan hati yang penuh sukacita.

Kebutuhan akan Staf Baru di YLSA

Blog SABDA - Wed, 2014-07-16 15:45

"Sesungguhnya, panenan banyak, tetapi pekerja-pekerjanya sedikit." (AYT, Mat. 9:37)

Kalimat di atas merupakan sepenggal ucapan Tuhan Yesus ketika hati-Nya jatuh kasihan melihat orang banyak yang telantar seperti domba-domba tanpa gembala. Ya, ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan sentuhan kasih Kristus, tetapi hanya sedikit orang percaya yang tergerak hatinya untuk melayani mereka.

Perkembangan teknologi telah membuka lebih banyak lagi kesempatan untuk melayani Tuhan di ladang misi modern, yaitu di dunia IT (information technology), tetapi belum banyak pekerja yang terjun di ladang ini. Kesulitan mendapatkan pekerja untuk melayani Tuhan di ladang dunia IT juga dialami oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).

Selama 20 tahun, Tuhan telah menolong pelayanan YLSA sehingga berkembang semakin luas. Seiring dengan perkembangan ini, kebutuhan akan pekerja yang terpanggil dan kompeten di bidang IT juga terus meningkat. Namun, meningkatnya kebutuhan tersebut tidak seiring dengan meningkatnya jumlah anak-anak Tuhan yang mau memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan secara penuh waktu. Namun, saya menyadari hanya Tuhanlah yang dapat menggerakkan seseorang untuk melayani Dia sepenuh waktu karena Dialah Sang Pemilik ladang pelayanan. Karena itu, kami terus menaikkan doa agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja untuk melayani di dunia IT, bersama YLSA.

Apakah kesulitan mendapatkan staf membuat kami menyerah? Tentu saja tidak, selama Tuhan masih memercayakan kami melakukan pekerjaan-Nya, kami percaya Tuhan akan mengirim pekerja-Nya. Kami terus menyebarkan informasi kebutuhan lowongan staf sepenuh waktu ke banyak tempat. Semoga informasi itu sampai ke anak-anak Tuhan yang rindu melayani Tuhan di bidang IT dengan kompetensi dan hati yang mengasihi Tuhan. Amin.

Saat ini, Yayasan Lembaga SABDA membutuhkan para pekerja di ladang misi modern sebagai:
1. IT PROGRAMMER dan MOBILE PROGRAMMER
2. WEB DESIGNER
3. EDITOR DAN PENERJEMAH

Silakan simak kualifikasinya dan kirimkan lamaran ke:
HRD YLSA
Email: cv(at)sabda.org
Pos: Kotak POS 25 SLONS 57135

SABDA Melayani Hamba Tuhan GBIS Solo Timur

Blog SABDA - Tue, 2014-07-15 17:41

Pada awal Juni 2014, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mendapat kesempatan untuk melayani hamba-hamba Tuhan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) se-Solo Timur di GBIS "Pintu Iman" Petoran.

Berawal dari 'ngobrol' dengan teman kuliah saya dan sekaligus ibu gembala GBIS "Pintu Iman", Ibu Anggraeni, beliau menawarkan kepada saya, "Apakah SABDA berkenan mengisi acara pertemuan hamba-hamba Tuhan GBIS?" Kebetulan bapak gembala, Bapak Musi Teja, setuju dan juga tertarik untuk lebih mengenal pelayanan SABDA. Melihat minat dari kedua rekan saya tersebut, maka saya mengomunikasikannya dengan Mbak Evie selaku Humas YLSA. Singkat cerita, saya memberikan nomor kontak Pak Musi kepada Mbak Evie untuk ditindaklanjuti. Kami bersyukur acara memperlengkapi hamba Tuhan GBIS wilayah Timur Solo dapat dikoordinasikan untuk menjadi acara roadshow SABDA untuk akhir Mei 2014.

Sebelum berangkat roadshow, seperti biasanya tim SABDA yang akan bertugas melayani melakukan "briefing" yang dipimpin oleh Ibu Yulia. Saat itu, tim yang berangkat adalah Pak Gunung, Jessica, dan saya, serta dua orang staf baru YLSA yang baru pertama kali mengikuti roadshow YLSA, yaitu Mbak Dheka dan Mas Samuel. Sebuah tradisi di YLSA, jika ada staf baru, YLSA akan memberikan kesempatan kepada staf tersebut untuk mengikuti roadshow sehingga setiap staf diharapkan pernah mendapat pengalaman mengikuti roadshow YLSA. Mereka diharapkan bukan hanya membantu jalannya roadshow, tetapi juga dapat mengevaluasi bagaimana persiapan, pelaksanaan, dan presentasi yang diberikan. Kami membagi-bagi tugas supaya setiap orang mendapat kesempatan melayani. Saya sangat senang bisa bergabung dalam roadshow ini, sekaligus mengucap syukur karena bisa memperkenalkan bahan-bahan pelayanan yang dimiliki oleh YLSA kepada hamba-hamba Tuhan di sana sehingga bahan-bahan tersebut dapat dipakai untuk memperlengkapi mereka.

Pada hari 'H', tim kami sampai di GBIS "Pintu Iman" Petoran kira-kira pukul 09.00. Pak Gunung dan Mas Samuel mulai "set-up" proyektor LCD, sementara Mbak Dheka, Jessica, Ibu Yulia, dan saya mulai mempersiapkan booth SABDA. Untuk instalasi Software SABDA dan Alkitab Mobi, kami sangat dibantu oleh Jessica, Mas Samuel, dan Mbak Dheka. Sementara itu, Pak Gunung harus berada di mimbar sebagai operator. Saya senang karena dapat belajar meng-install laptop-laptop dengan Software SABDA.

Sebetulnya, kami hanya mendapatkan waktu satu jam untuk memperkenalkan SABDA, tetapi pada saat presentasi, Bu Yulia meminta waktu tambahan, dan akhirnya para hadirin pun menyetujuinya. Waktu yang semula hanya satu jam dapat bertambah menjadi sekitar 1,5 jam dan kami pun mengakhiri seluruh presentasi selama dua jam. Presentasi pertama yang dibawakan oleh Ibu Yulia adalah perkenalan YLSA, IT 4 God, serta perkenalan produk-produk YLSA, seperti Software SABDA, Alkitab Audio, dan publikasi-publikasi YLSA. Setelah itu, dengan sedikit waktu yang sisa, Ibu Yulia juga menunjukkan bagaimana menggunakan Software SABDA yang akan sangat membantu dan menolong para hamba Tuhan dalam pendalaman Alkitab dan pelayanan mereka. Setelah Ibu Yulia selesai, saya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan DVD Library SABDA Anak.

Kami mengucap syukur untuk antusiasme para hamba Tuhan GBIS mengikuti acara ini. Walaupun sebagian sudah tidak muda lagi, tetapi mereka bersemangat untuk belajar hal-hal yang berhubungan dengan komputer dan internet. Waktu yang sangat singkat tentu tidak cukup untuk melakukan pelatihan software SABDA secara detail. Karena itu, kami berharap mereka mau mengundang YLSA kembali di lain kesempatan supaya benar-benar dilakukan pelatihan dan bukan hanya perkenalan pelayanan SABDA saja.

Puji Tuhan, melalui kesempatan melayani yang telah Tuhan berikan, YLSA telah melakukan pelayanan dengan penuh sukacita untuk kemuliaan nama Tuhan. Maju terus YLSA dalam melayani Tuhan.

Soli Deo Gloria!

Infografis dalam Pelayanan SABDA

Blog SABDA - Mon, 2014-07-14 15:12

Perkenalkan nama saya Arlina. Saya termasuk staf SABDA yang masih baru karena saya mulai bekerja di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mulai awal April 2014 yang lalu. Alasan mengapa saya melamar pekerjaan di YLSA adalah karena saya ingin memiliki pengalaman bekerja di sebuah lembaga. Sejak saya lulus dari jurusan Desain Komunikasi Visual, saya belum pernah bekerja di sebuah lembaga atau perusahaan. Sebelumnya, saya bekerja "freelance" mendesain logo. Pengalaman ini saya harap dapat membantu mengembangkan berbagai macam proyek yang ada di YLSA, khususnya di bidang desain grafis.

Beberapa bulan di YLSA saya belajar banyak hal. Saya baru memahami bahwa ternyata YLSA memiliki banyak sekali proyek yang dikerjakan. Namun, dari semua proyek yang sudah ada, sentuhan desain grafis tampaknya masih kurang optimal. Dari sinilah, timbul keinginan saya untuk melayani bersama rekan staf YLSA lainnya, khususnya membuat desain header dan "icon-icon" situs, Facebook, dan aplikasi yang baru.

Beberapa waktu yang lalu, YLSA kedatangan teman lama YLSA. Sebelumnya, ia sempat magang di kantor SABDA selama 3 bulan. Bersyukur ia berkesempatan datang ke Solo dan bisa memberikan sharing mengenai infografis kepada beberapa staf YLSA. Kami, khususnya saya, sebagai designer di YLSA, sangat diberkati dan mendapatkan banyak tambahan pengetahuan mengenai apa itu infografis dan apa saja yang dibutuhkan dalam menyusun infografis.

Saya akan menjelaskan secara singkat mengenai apa itu infografis. Infografis adalah sebuah cara baru untuk menyampaikan banyak informasi dengan menggunakan gambar-gambar atau simbol-simbol yang dikemas secara menarik sehingga pembaca akan lebih mudah memahami informasi tersebut. Banyak hal yang diperlukan dalam menyusun infografis, antara lain pesan tertulis yang akan disampaikan, karakteristik target pembaca, dan pemilihan format, model dan warna yang sesuai dengan isi pesan.

YLSA sangat ingin menerapkan infografis untuk menjadi proyek baru yang akan dikerjakan. Salah satunya adalah infografis untuk menyampaikan pesan isi Alkitab, contohnya infografis yang menjelaskan keturunan atau silsilah tokoh-tokoh dalam Alkitab, dll.. Jika hanya membaca tulisan daftar silsilah, mungkin kurang menarik dan kurang mudah dimengerti. Dengan menggunakan gambar, maka informasi dapat dengan lebih mudah dipahami. Proyek infografis YLSA rencananya akan diunggah dalam web AYT.co yang saat ini sedang dikerjakan YLSA. Selain itu, hasil infografis ini dapat dicetak dalam sebuah buku atau poster. Membuat infografis bukanlah hal yang mudah karena kita harus membuat pesan yang kuat melalui gambar-gambar dan "layout" yang menarik. Saya berharap melalui proyek infografis YLSA yang akan dikerjakan nanti, Alkitab akan menjadi semakin menarik untuk dipelajari dan mudah dipahami. Dengan demikian, masyarakat Kristen dapat menerima berkat besar karena dapat semakin mudah memahami isi Alkitab.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan ini karena memberikan banyak informasi dan pengetahuan mengenai infografis kepada kami.

Roadshow Alkitab Audio di Kebaktian Warga Senior GUP, Pasar Legi, Solo

Blog SABDA - Mon, 2014-07-07 16:16

Roadshow SABDA yang saya ikuti kali ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan keluar staf Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Masing-masing staf diperbolehkan memilih tim sesuai dengan produk pelayanan SABDA yang diminati. Saya memilih bergabung dengan tim Alkitab Audio bersama dengan empat staf lainnya, yaitu Yochan, Samuel, Benny, dan Teddy. Tempat yang kami sasar untuk melakukan roadshow adalah kebaktian warga senior di Gereja Utusan Pantekosta (GUP) Pasar Legi, Solo, pada hari Kamis, 5 Juni 2014, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Gereja Utusan Pantekosta adalah tempat Mas Samuel berjemaat dan dialah yang telah menjadi penghubung sehingga kami bisa mendapat kesempatan melayani warga senior di gereja ini. Beberapa persiapan mulai kami lakukan. Yochan bertugas menyiapkan materi presentasi karena dia memiliki banyak pengalaman dalam membuat presentasi produk-produk YLSA. Materi presentasi dibuat sesuai dengan target peserta, yaitu warga lanjut usia. Sementara itu, anggota tim lain bertugas melayani pengunjung yang datang ke booth SABDA, dan meng-install aplikasi Alkitab di handphone (HP) jemaat yang menginginkannya.

Tim kami berangkat dari kantor pkl. 9.00 pagi. Sesampainya di GUP, kami bertemu dengan penanggung jawab kebaktian untuk memastikan lagi susunan acara dan tempat display booth SABDA. Yochan dan saya langsung masuk ke ruang ibadah untuk mempersiapkan diri menyampaikan presentasi, sedangkan anggota tim yang lain berada di luar ruangan untuk mengatur display booth dan mulai menginstal aplikasi Alkitab ke HP para peserta. Dari HP yang diserahkan kepada kami, tidak semua bisa di-install aplikasi Alkitab, mungkin hanya sekitar 15 s.d. 20 HP. Banyak juga yang kecewa karena mereka tidak tahu tentang kedatangan kami sehingga tidak membawa handphone.

Saya beruntung mendapat kesempatan melihat dan mendengarkan Yochan melakukan presentasi karena saat itu saya membantu Yochan menjadi operator dalam menyampaikan presentasi. Presentasi telah dilakukan Yochan dengan baik karena sebelumnya kami telah mendapat beberapa tip bagaimana menyampaikan materi kepada warga lanjut usia. Misalnya, jangan berbicara cepat-cepat dan harus mengulang poin-poin penting supaya mereka dapat memahaminya dengan baik.

Presentasi Alkitab Audio sangat cocok disampaikan untuk warga senior atau lansia karena banyak warga senior yang matanya sudah sulit dipakai untuk membaca. Mendengarkan rekaman Alkitab yang dibaca adalah cara yang sangat efektif untuk menolong mereka mendengarkan firman Tuhan. Mereka bisa melakukannya ketika ada di rumah atau ketika ada dalam perjalanan; dalam keadaan duduk atau berbaring. Mendengarkan firman Tuhan akan memperkuat iman mereka karena Alkitab berkata, "iman datang dari pendengaran akan firman Tuhan". Yochan juga menyampaikan tentang program “Anda Punya Waktu”, yang dapat menolong mereka mendengarkan seluruh Alkitab secara urut dan terjadwal.

Saya melihat peserta memberikan respons yang baik karena selama presentati mereka menganggukan kepala dan tersenyum senang ketika Alkitab Audio ini diperdengarkan kepada mereka. Apalagi, ketika Yochan menunjukkan alat MP3 player kecil yang bisa dibawa ke mana saja. Mereka terlihat sangat antusias untuk memilikinya supaya mereka dapat mendengarkan Alkitab setiap waktu. Setelah kebaktian selesai, beberapa peserta langsung menuju booth SABDA untuk bertanya tentang bagaimana mendapatkan Alkitab Audio.

Kami bersyukur dapat memberikan presentasi Alkitab Audio terutama kepada warga senior. Berapa pun usianya dan apa pun latar belakangnya, mendengarkan firman Tuhan adalah kegiatan yang sangat menjadi berkat. Harapan kami, para warga senior dapat semakin bertumbuh imannya dalam Kristus dan dapat menjadi duta untuk menyebarkan firman Tuhan kepada teman-teman di lingkungan mereka.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

Berkat Selama Berlibur

SABDA Space Teens - Fri, 2014-07-04 07:12

Di musim liburan ini, beberapa di antara kita mungkin ada yang menghabiskan waktu dengan berlibur bersama keluarga ke luar kota, ada juga yang membuat janji bertemu dengan teman-teman lama, atau memanfaatkan momen liburan untuk melayani Tuhan bersama dengan orang tua atau teman-teman pelayanan. Tapi, gimana yah kalau musim liburan ini kita habiskan di rumah saja? Apakah itu berarti melewatkan liburan dengan sia-sia?

Tentu saja tidak, Sobat Teens!

baca selanjutnya

Peran SABDA

Blog SABDA - Tue, 2014-07-01 15:47

Perkenalkan, nama saya Samuel. Saya mulai bergabung di SABDA pada hari Senin, 17 Maret 2014 yang lalu. Setelah menempuh dua bulan masa percobaan kerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di YLSA, saya diminta untuk memberikan presentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas yang saya kerjakan selama ini.

Setelah melewati berbagai macam pilihan dan pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memberikan presentasi dengan judul "Peran SABDA". Saya tertarik untuk mengambil judul ini karena bagi saya pelayanan SABDA selama ini sangat berperan untuk menolong dan membawa orang datang lebih sungguh-sungguh kepada Tuhan, terlebih lagi untuk memperlengkapi pelayan-pelayan Tuhan untuk dapat melayani dengan baik. Selama mempersiapkan presentasi, saya dibantu oleh staf-staf lain. Saya banyak bertanya dan mereka banyak membimbing saya, sampai akhirnya saya siap untuk memberikan presentasi. Puji Tuhan, semua dapat berjalan lancar walaupun saya harus melakukan dua kali presentasi karena presentasi pertama kurang berhasil baik. Saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk memperbaiki dan memberikan presentasi kedua dengan lebih baik. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman staf YLSA yang sudah membantu.

Pada kesempatan ini, saya juga rindu untuk membagikan apa yang saya presentasikan kepada semua Sahabat dan Pendukung YLSA. SABDA menyediakan banyak bahan-bahan kekristenan untuk berbagai bidang pelayanan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahan-bahan ini tentunya sangat berguna untuk masyarakat Kristen pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan mengunjungi situs-situs dan berlangganan publikasi-publikasi YLSA, masyarakat dapat memperoleh dan mengembangkan pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan serta keterampilan untuk melayani Tuhan.

SABDA juga menyediakan teks Alkitab dalam berbagai versi terjemahan dan juga Alkitab dalam format audio untuk memudahkan kita menikmati firman Tuhan. Di samping itu, software SABDA juga disediakan untuk memperlengkapi para aktivis gereja dan hamba Tuhan dalam menggali firman Tuhan dengan alat yang baik. Artikel-artikel dan bahan-bahan kekristenan di situs-situs YLSA juga dapat diakses oleh masyarakat umum Indonesia untuk memberikan inspirasi dan menolong mereka mengenal Tuhan secara lebih dalam. Melalui produk pelayanan YLSA tersebut, masyarakat didorong untuk terus menggali dan mempelajari Alkitab sehingga diharapkan pada akhirnya mereka semakin memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan.

Semuanya SABDA bagikan secara cuma-cuma, sesuai dengan filosofi Yayasan Lembaga SABDA, yaitu SABDA menerima keselamatan dengan cuma-cuma dan membagikannya dengan cuma-cuma juga.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Sharing Ulang Tahun Ade dan Amidya

Blog SABDA - Mon, 2014-06-30 13:35

Hari ini, Senin, 30 Juni 2014, seperti biasanya semua staf YLSA berkumpul di Griya SABDA untuk bersekutu bersama. Acara persekutuan YLSA biasanya diadakan setiap Senin pagi dan Jumat siang, dan sudah menjadi agenda rutin di YLSA. Biasanya, acara dibuka dengan memuji Tuhan bersama, kemudian beberapa staf akan sharing dan membagikan kesaksian pribadinya. Acara ini menjadi salah satu acara penting di YLSA karena dapat terus membangun kesehatian antarstaf. Selain itu, acara persekutuan juga menjadi waktu bagi kami semua agar bisa mendoakan satu sama lain, bukan hanya untuk mendukung pelayanan staf di Yayasan Lembaga SABDA, tetapi juga sebagai bentuk dukungan doa untuk setiap pergumulan pribadi yang sedang dialami oleh setiap staf.

Pada PD kali ini, ternyata ada staf YLSA yang sedang berulang tahun. Ia adalah Amidya, staf divisi PESTA YLSA. Dan, bukan hanya Amidya, kemarin Sabtu, 28 Juni 2014, Ade, staf divisi Publikasi YLSA, juga berulang tahun. Tahun ini, keduanya genap berusia 24 tahun (hampir seperempat abad..hehe...). Dengan dipimpin oleh Pak Gunung, kami pun menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun bagi kedua rekan pelayanan kami tersebut.

Kali ini, Ade dan Amidya diberi kesempatan untuk sharing dan menyampaikan pokok doa pribadinya. Ade ingin lebih banyak menginstropeksi kehidupannya dan berharap ke depan hidupnya akan menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya itu, ia juga meminta dukungan doa karena di akhir tahun ini ia telah merencanakan untuk mengakhiri masa lajangnya. Mari kita dukung dalam doa bersama-sama ya.:D

Setelah itu, Amidya juga diberi kesempatan untuk sharing. Ami bersyukur karena ini adalah ulang tahun kedua di YLSA. Ia juga bercerita bahwa setiap ulang tahun, ia selalu dibuatkan masakan spesial oleh ibu tercinta. Namun sayang, tahun ini ia harus merelakan diri tidak dibuatkan makanan kesukaannya karena ibunya sedang sakit (untuk Ibu dari Amidya, cepet sembuh ya...). Tidak mau kalah, di kesempatan ini, Amidya juga membagikan rencananya untuk menikah di tahun depan. Mari dukung dalam doa!:D

Senang bisa mendengar sharing dari teman-teman yang berulang tahun. Semoga seiring bertambahnya usia, Tuhan terus menjadi Pemimpin dalam hidup mereka karena semuanya indah bersama Tuhan. Amin.

“Njagong” di Pernikahan Mbak Lusi

Blog SABDA - Fri, 2014-06-27 16:20

Oleh: Mei Fitriyanti*

Hai, perkenalkan nama saya Mei, saya bergabung menjadi staf YLSA sejak awal bulan Juni lalu dan baru pertama kali menulis di sini. Kali ini, saya akan berbagi tentang acara pernikahan salah satu staf multimedia YLSA, yaitu Mbak Lusi, yang dihadiri oleh segenap staf YLSA kemarin.

Seperti biasa, pukul 12.00 WIB terdengar bunyi "ting,.. ting", suara emas Mbak Elly, itu menandakan saatnya makan siang, dan kami semua segera menuju ke ruang makan yang berada di kantor lama YLSA. Selesai makan siang, kami kembali mendengar suara emas Mbak Elly, "Sudah jam satu, siapa yang mau mandi?" Ya, kami harus segera bersiap diri untuk menghadiri acara pemberkatan pernikahan Mbak Lusi. Kemudian, kami pun berangkat ke Klaten tepat pukul 14.00 dan berangkat menuju tempat tujuan kami, yaitu Gereja Khatolik Maria Assumpta Klaten, dengan menggunakan beberapa mobil. Perjalanan lumayan panjang karena cukup macet, dua jam kemudian kami sampai di gereja. Di sana, kami tidak langsung masuk ke dalam gereja, ada beberapa yang duduk, ada yang berdiri sambil mengbrol, ada pula Kak Meland yang menjadi penunggu tiang bendera di depan gereja. Beberapa saat kemudian, yang kami tunggu-tunggu pun akhirnya tiba, mobil pengantin datang... Yeee... kami terkejut melihat pengantin menggunakan mobil yang sering disebut "Mobil Kodok". Pengantin keluar, dan kami kembali terkejut karena Mbak Lusi terlihat sangat cantik, sementara mempelai pria tampil dengan tatanan gaya rambut "mohawk".

Acara pun dimulai dengan ibadah tata cara Khatolik yang penuh hikmat. Dipimpin oleh Romo Yustinus dan dengan panduan liturgi yang sudah ada, kami merasa sangat terberkati. Beberapa di antara kami ada yang baru pertama kali mengikuti rangkaian kebaktian pernikahan secara Katholik. Para jemaat di sana terlihat sangat menghargai altar yang menunjukkan bahwa mereka sangat menghargai hadirat Tuhan. Selain itu, kami juga sangat menikmati setiap pujian yang dinyanyikan oleh tim paduan suara gereja. Suara emas dari Sang Romo yang memberikan kado untuk kedua mempelai sebuah lagu lawas yang berjudul "Kau Selalu di Hatiku" juga tidak kalah merdu.

Usai kebaktian, kami sempatkan untuk foto bersama kedua mempelai dan setelah itu kami bersama-sama menuju ke sebuah resto yang tidak jauh dari gereja untuk merayakan resepsi pernikahan. Kami menikmati makanan yang sudah disiapkan, foto bersama pengantin, serta memberikan ucapan dan doa. Terima kasih Mbak Lusi untuk perjamuan yang sudah disiapkan. Saya pribadi merasa sangat senang bisa "njagong" bersama semua staf YLSA untuk pertama kalinya.

Selamat menempuh hidup baru Mbak Lusi dan Mas Iyok. Semoga membentuk keluarga baru yang diberkati Tuhan. Menjadi keluarga yang senantiasa diberkati Tuhan, menjadi berkat untuk kedua keluarga besar, dan kelak menjadi orang tua yang memimpin anak-anak yang Tuhan percayakan dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Amien.

*Mei Fitriyanti adalah staf YLSA yang sedang dalam masa dua bulan percobaan.

Roadshow Mini SABDA di STT Intheos Surakarta

Blog SABDA - Thu, 2014-06-26 09:28

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) memiliki kerinduan dan semangat untuk berbagi berkat secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkan pelayanan YLSA. Untuk itu, YLSA meneruskan semangat ini kepada seluruh stafnya agar dapat ambil bagian dalam mewujudkan kerinduan tersebut. Caranya adalah dengan membentuk beberapa kelompok pelayanan sesuai dengan minat masing-masing, yaitu Software SABDA, Alkitab Audio, DVD Library Anak 1.2, dan Traktat Anak. Sesuai dengan kelompok yang dipilihnya, setiap staf akan bergabung melakukan "mini roadshow" kepada masyarakat Kristen di Solo dan sekitarnya. Kelompok saya, yaitu Berlin, Ryan, Okti, Ami, Bayu, dan Lusia memilih untuk membagikan berkat melalui DVD Library Anak 1.2.

Tugas kelompok kami yang pertama adalah mencari tempat untuk mempresentasikan DVD Anak. Lalu, menentukan pembagian tugas dan bahan yang yang akan kami presentasikan. Ami kemudian menawarkan untuk memberikan presentasi di salah satu kelasnya, yaitu kelas PAK (Pendidikan Agama Kristen) dengan 21 mahasiswa di STT Intheos. Mereka adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran PAK II.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 16.00, baru dimulai pukul 16.30. Waktu setengah jam tersebut kami gunakan untuk mempersiapkan peralatan. Presentasi pertama yang disampaikan adalah Pengenalan YLSA yang dibawakan oleh Okti. Meskipun baru pertama kali membawakan presentasi, saya melihat Okti sangat baik dalam menyampaikan. Presentasi yang kedua adalah DVD Library Anak 1.2 yang disampaikan oleh Berlin. Presentasi yang diberikan sangat baik karena ia sudah berpengalaman dalam mengajar dan sering menggunakan bahan-bahan yang ada di dalam DVD ini sebagai bahan mengajar. Ketika presentasi dijalankan, saya, yang mendapat tanggung jawab dalam hal teknis, segera melakukan instalasi Software SABDA dan aplikasi Alkitab untuk peserta yang datang dengan membawa laptop dan ponsel. Untuk meng-install laptop, saya dibantu oleh Berlin karena jumlahnya cukup banyak. Di akhir acara, Ami memberikan beberapa tugas yang dapat diaplikasikan oleh para peserta dalam kegiatan mengajar. Ia juga menjelaskan hubungan DVD Anak ini dengan metode pengajaran. Dengan demikian, diharapkan para peserta bisa menggunakan dan memanfaatkan materi yang ada di dalam DVD tersebut untuk mengajar dan berbagi berkat kepada orang lain.

Saya sangat senang bisa mendapat kesempatan melayani dalam "mini roadshow" kali ini. Meskipun saya belum ikut membawakan presentasi, saya bersyukur dapat ambil bagian membantu instalasi laptop dan HP. Saya juga mendapatkan pengetahuan yang baru, baik dari teman-teman yang membawakan presentasi maupun dari para peserta. Saya juga berharap "mini roadshow" seperti ini dapat sering dilakukan supaya lebih banyak lagi pelayan Tuhan yang mendapat berkat. Tuhan memberkati.

Ingin Lebih Mengenal Tuhan

SABDA Space Teens - Tue, 2014-06-24 14:25

Ingin lebih mengenal Tuhan. Ya, aku ingin lebih mengenal Tuhan. Tujuhbelas tahun sudah aku mengikut Tuhan Yesus, namun aku bingung, sampai sekarang aku masih bingung. Padahal sudah bertahun-tahun lamanya aku mengikut Dia, namun aku belum bisa merasakan kehadiranNya. aku terus mencoba dan berusaha melakukan segala cara, seperti curhat dengan teman, mencari-cari artikel tentang Kristen di Internet, dan masih banyak lagi , agar aku bisa merasakan kehadiranNya dan percaya kepadaNya.

baca selanjutnya

Selamat, Mas Yochan!

Blog SABDA - Mon, 2014-06-23 16:44

Waktu menunjukkan pukul 3 sore ketika seluruh staf berkumpul di ruang kerja kantor lama YLSA. Kami semua berkumpul untuk bersama-sama memberikan selamat kepada Mas Yochan, yang kemarin, pada tanggal 22 Juni 2014, berulang tahun yang ke-32 tahun. Diawali dengan lagu wajib "Selamat Ulang Tahun", kami semua menyanyikannya dengan diiringi petikan gitar dari Mas Ryan. Waktu itu, Mas Yochan sedang bekerja. Dan, seperti biasanya, saat bekerja ia terlihat sangat serius sehingga kami melihat ekspresinya cukup kaget ketika melihat kami datang beramai-ramai sambil menyanyikan lagu untuknya.

Setelah itu, staf infrastruktur dan anggota divisi ITS YLSA ini diberikan kesempatan untuk membagikan pokok doanya. Hal yang menjadi pergumulan utama Mas Yochan di ulang tahunnya kali ini adalah doa bagi keluarganya. Mas Yochan meminta kami untuk mendoakan, baik kesehatan maupun kerohanian, kedua orang tuanya. Selain itu, ia juga terkhusus ingin mendoakan karir dan pasangan hidup bagi adiknya. Kemudian, kami pun bersama-sama mendoakan pergumulan Mas Yochan yang dipimpin oleh Sdri. Mei. Tidak lupa, Mei juga mendoakan kehidupan Mas Yochan secara pribadi, yaitu pertumbuhan imannya, perannya sebagai kepala keluarga, dan juga kehidupan pelayannya sehari-hari.

Selamat ulang tahun Mas Yochan. Semoga dengan bertambah usia yang dikaruniakan oleh Allah, dirimu dapat terus setia menjadi pelayan-Nya, di mana pun dikau ditempatkan.

Selamat Ulang Tahun Kami Ucapkan untuk Mbak Evie

Blog SABDA - Mon, 2014-06-23 13:09

"Selamat ulang tahun, kami ucapkan padamu
Selamat hari jadi, Tuhan Yesus memberkati
Kami s'lalu berdoa, agar kau tetap setia
Melayani Yesus, Tuhan dan Raja kita

Kami mengucap syukur
S'bab Tuhan pimpin langkahmu
Pada Mbak Evie, selamat ulang tahun!"

Sepenggal lirik lagu "Selamat Ulang Tahun" ini kami persembahkan untuk Mbak Evie yang berulang tahun pada tanggal 20 Juni yang lalu. Mbak Evie adalah staf HRD YLSA yang sudah melayani di YLSA selama 13 tahun lamanya. Selama pelayanannya, Mbak Evie telah banyak sekali menolong YLSA, khususnya yang berkaitan dengan staf, mulai dari urusan rekruitmen, job description, izin cuti, dll.. Selain itu, Mbak Evie juga yang selama ini mengarahkan semua staf dalam mengerjakan tugas-tugas, baik rutin maupun nonrutin. Wah... Terima kasih untuk pelayanannya selama ini, Mbak!

Selain ingin mengucapkan selamat ulang tahun, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-36 tahun ini, ayahanda Mbak Evie, yaitu Bapak John Sandi Dana, telah dipanggil pulang ke rumah Bapa di surga. Kami merasa bersukacita di hari ulang tahunnya, tetapi di sisi lain, kami turut merasa kehilangan atas meninggalnya ayah Mbak Evie yang selama hidupnya dikenal sangat baik, bahkan sampai akhir hidupnya masih aktif melayani di STT Berita Hidup, Surakarta, dan GKAI (Gereja Kristen Alkitab Indonesia). Kiranya damai sejahtera di dalam Kristus terus dialami oleh Mbak Evie sekeluarga yang saat ini sedang berada di Toraja. Kami berdoa supaya upacara pemakaman Alm. Bapak John Sandi Dana dapat berlangsung dengan lancar dan juga untuk perjalanan Mbak Evie sekeluarga kembali ke Solo selalu dalam lindungan Tuhan. Kami akan menantikan Mbak Evie untuk kembali melayani bersama kami di sini.

Kami berdoa supaya Mbak Evie boleh terus dipakai Tuhan untuk melayani dan memuliakan nama-Nya. Amin!

Selamat ulang tahun. Tuhan Yesus memberkati.

Membagikan SABDA di Kota Pempek

Blog SABDA - Tue, 2014-06-10 15:12

Oleh: Kusuma Negara dan Yulia

Pada tanggal 2 Maret yang lalu, SABDA mendapat kesempatan berharga untuk melayani di kota 'pempek', Palembang. Hal ini berawal dari rencana Bu Yulia untuk mengantar ibunya menghadiri wisuda kakak Bu Yulia (Bu Yenni) di Universitas Sriwidjaja, Palembang. Setelah diatur sedemikian rupa, ternyata acara keluarga ini akhirnya dapat sekaligus menjadi acara roadshow SABDA ke Palembang. Puji Tuhan, Ia mengatur segala sesuatunya sehingga 'Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui,' kata pepatah lama. Selama 5 hari di Palembang itu, saya dan Bu Yulia melakukan pelayanan untuk memberikan pelatihan SABDA dan memperkenalkan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Saya senang sekali dapat melihat YLSA membagikan visi pelayanan teknologi informasi kepada hamba-hamba Tuhan dan kaum muda, serta mengajak mereka untuk ikut mengambil bagian dalam pelayanan abad ke-21 yang Tuhan percayakan kepada kita semua.

Pelayanan utama kami sebenarnya adalah melayani 80 hamba-hamba Tuhan dari Gereja-gereja Methodis Indonesia (GMI) se-Sumatera Selatan, yang saat itu sedang melakukan pembinaan selama dua hari di Palembang. Kami mendapat kesempatan memberikan pelatihan software Alkitab SABDA kepada hamba-hamba Tuhan itu pada hari kedua, dari pagi hingga sore hari. Untuk menghemat waktu, setibanya di Palembang, kami segera menghubungi panitia untuk mengatur agar semua laptop hamba-hamba Tuhan yang akan ikut pelatihan SABDA dapat diinstal dengan program SABDA terlebih dahulu. Kami bertemu dengan Bapak Johan yang membantu kami menginstalkan program SABDA kepada rekan-rekan hamba Tuhan lain.

Puji Tuhan, pada hari pelatihan hanya ada beberapa laptop peserta yang masih perlu diinstal program SABDA. Karena hanya ada saya dan Bu Yulia, tugas presentasi akan dilakukan oleh Bu Yulia. Sedangkan, saya akan merangkap menjadi operator untuk presentasi Bu Yulia sekaligus menginstal Alkitab ke HP-HP peserta. Di belakang ruangan kami membuka stand produk-produk SABDA dan Bu Yenni membantu melayani di sana. Belum lama Bu Yulia memberikan presentasi, listrik mati. Kami cukup panik karena pelatihan tidak bisa dilakukan tanpa listrik. Maka, saya segera mengirim SMS ke Mbak Evie supaya teman-teman di kantor berdoa buat pelatihan di sini. Puji Tuhan, 15 menit kemudian listrik menyala kembali sehingga Ibu Yulia tidak perlu berbicara dengan suara ngotot... dan pelatihan dilanjutkan tanpa ada gangguan lagi.

Bahan pelatihan software Alkitab untuk para hamba Tuhan ini adalah untuk para pemula, yaitu "Tutorial SABDA 3 Menit". Respons peserta sangat baik dan Bu Yulia menyampaikan dengan bersemangat. Kemudian, memasuki tengah hari, saya memberikan presentasi singkat tentang DVD Library Anak. Lalu, setelah makan siang, Bu Yulia melanjutkan dengan pelatihan A.L.A.T.. Saya menyaksikan hampir semua hamba Tuhan menyimak dan mengikutinya dengan antusias. Mereka banyak bertanya dan ketika pelatihan selesai sekitar jam 5 sore, semua peserta terlihat cukup lelah, tetapi puas dengan pengetahuan baru yang mereka peroleh. Di akhir pelatihan, saya secara khusus memberikan pelatihan lanjutan kepada Pendeta Dion supaya ia dapat mengajar hamba-hamba Tuhan lain tentang SABDA. Puji Tuhan! Kami berdoa supaya ada lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau yang berinisiatif membagikan serta mengajar orang lain cara belajar Alkitab dengan menggunakan Software SABDA.

GMI Efrata juga memberikan waktu kepada Bu Yulia membagikan visi misi pelayanan YLSA kepada jemaat pada ibadah hari Minggu, dan juga membuka stand/kios SABDA pada saat selesai ibadah. Mengingat kami hanya berdua saja, maka kami tahu kami akan kewalahan melayani 450-an jemaat GMI yang beribadah pada hari Minggu, yang akan minta CD Alkitab Audio, bahan-bahan lain, ataupun menginstal Alkitab di HP. Oleh karena itu, kami meminta izin kepada Bapak Gembala Sidang untuk boleh membagikan visi pelayanan SABDA di persekutuan muda-mudi. Kami berharap, melalui pendekatan ini akan ada sukarelawan yang bersedia melayani jemaat bersama kami pada hari Minggu. Puji Tuhan, ada tujuh orang sukarelawan. Maka, pada malam berikutnya saya memberikan pelatihan instalasi Alkitab di HP untuk mereka secara singkat hingga jam 10 malam. Hasilnya? Pada hari Minggu stand SABDA dan instalasi Alkitab ke HP-HP jemaat berjalan dengan sukses. Dengan bantuan muda-mudi yang berbakat ini, banyak anggota jemaat gereja yang diberkati. Bapak Gembala GMI juga sangat puas melihat keterlibatan muda-mudi GMI melayani jemaat. Ada puluhan yang sekarang memiliki aplikasi Alkitab. Gembala jemaat jadi bertanya-tanya, "kalau baru sekarang mereka memiliki aplikasi Alkitab, mengapa kemarin-kemarin banyak jemaat yang membuka HP pada saat ibadah? Berarti bukan Alkitab yang mereka buka ya....?" Pada saat debriefing, kami sangat bersyukur melihat antusiasme muda-mudi GMI melayani dan kami pun terus memotivasi mereka agar memiliki kerinduan melayani lewat gadget-gadget IT yang mereka miliki.

Di tengah kesibukan pelayanan di GKMI, pada hari Sabtu pagi kami juga menyempatkan diri untuk melayani teman-teman dari Perkantas Palembang yang meminta kami untuk memberikan pelatihan bagaimana melakukan Pendalaman Alkitab memakai software SABDA. Ada sekitar 15 orang peserta yang hadir dan mereka cukup terkesan dengan pelatihan ini karena sebelumnya mereka hanya melakukan PA tanpa alat bantu. Kami berharap ber-PA dengan software SABDA akan semakin menambah semangat mereka untuk menggali dan mencintai firman Tuhan.

Bu Yulia sudah beberapa kali ke Palembang, tetapi ini adalah kesempatan pertama kali saya melihat Palembang. Selain Pak Dion yang mengantar kami melihat jembatan Ampera, sungai Musi, Pak Leo Dharmawan, suami Bu Yenni, juga sangat berjasa menjadi supir setia ke mana pun kami pergi melayani. Pak Leo lahir di Palembang sehingga beliau mengenal jalan-jalan di Palembang dengan baik. Pulang dari salah satu pelayanan, Pak Leo mengantar kami makan pempek, makanan khas Palembang yang sangat terkenal itu. Kami juga diajak makan mie yang terkenal di Pasar Ilir, Palembang.  Terima kasih banyak Pak Leo untuk pelayanannya yang sangat ramah.

Pagi-pagi sekali, pada hari terakhir, sebelum pulang ke Solo pada Senin siang, Bu Yulia juga mendapat kesempatan pergi ke STT Palembang dan memperkenalkan pelayanan YLSA, membagikan CD Alkitab Audio dan 'mencicipi' pelatihan penggunaan software SABDA untuk menggali Alkitab. Saya tidak ikut dalam pelayanan ini, tetapi dari cerita Bu Yulia, perjalanan ke STT Palembang memiliki kisah tersendiri. Selain tempat yang cukup terpencil, jalan menuju ke tempat itu juga betul-betul tidak rata. Bu Yulia sangat bersyukur bisa bertemu dengan rektor, beberapa dosen, dan 25 mahasiswa di kampus STT Palembang. Pelayanan yang sangat mengesankan, katanya. Puji Tuhan, siang itu, Bu Yulia bisa sampai tepat waktu di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sehingga kami tidak ketinggalan pesawat untuk pulang ke Solo lewat Yogyakarta. Sesampainya di Solo, kami mendapat kejutan karena ternyata suami dan anak Bu Yulia sakit chikungunya. Malam itu juga, saya membantu mengantar mereka ke dokter dan puji Tuhan semua masalah dapat diatasi dengan baik. Dia pelihara kita semua sesuai dengan kasih karunia-Nya.

Hari Lingkungan Hidup

SABDA Space Teens - Thu, 2014-06-05 12:52

Sobat Teens!

Tahukah kamu bahwa tanggal 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup?

baca selanjutnya

Gandum

SABDA Space Teens - Wed, 2014-06-04 10:00

 

Gandum adalah sejenis tanaman yang menjadi salah satu sumber makanan lainnya. Masih serumpun dengan tanaman padi, cuma dapat diolah menjadi bahan baku pembuatan roti, biscuit, pasta, spageti, tepung terigu, pakan ternak serta dapat difermentasi menjadi alcohol.

Ada keunikan dari biji tanaman gandum ini, yaitu dipakai sebagai perumpamaan oleh Tuhan Yesus. Entah karena tanaman ini sudah dikenal secara umum pada masyarakat zaman dahulu, ataukah memudahkan kita untuk mengingat perumpamaan ini.

baca selanjutnya

Seminar dan Peresmian Kantor Baru SABDA

Blog SABDA - Mon, 2014-06-02 12:47

Oleh: Andreas Agus Budijanto*

Jika diukur dengan usia internet masuk ke Indonesia sejak awal tahun 90-an, perkenalan saya dengan SABDA sudah lama. Perkenalan itu berawal dari kebutuhan saya untuk mempelajari Alkitab sebagai bahan sharing kepada kaum muda di gereja saya. Sebagai orang awam yang waktu itu belum belajar teologi, saya merasakan bekal saya sangat kurang. Untuk itu, saya melakukan "browsing" untuk mencari topik-topik renungan, buku-buku, dan software Alkitab dengan menggunakan mesin pencari AltaVista.

Ya, pada pertengahan hingga akhir tahun 90-an, AltaVista masih menjadi mesin pencari utama di samping Yahoo!, dan Google belum menggurita seperti sekarang. AltaVista dan Yahoo! mengantarkan saya ke "link" yang menawarkan software gratis SABDA bagi yang membutuhkan. Lalu, saya meminta software SABDA untuk dikirim ke alamat saya. Software SABDA pertama kali saya terima dalam bentuk CD, dengan tulisan nama saya di permukaan keping. Ehm, sebuah sentuhan manis yang dilakukan para pengelola SABDA. Tanpa menunggu waktu, SABDA langsung saya "instal" di komputer berukuran ‘gadjah’ dengan spesifikasi canggih pada masa itu, prosesor Intel 486, RAM 64MB, hardisk 8 GB dan Microsoft Windows 95.

Ajaib, SABDA terinstal dengan baik dan dapat menemani saya melakukan studi Alkitab. Saya senang dengan apa yang saya dapatkan itu dan selalu menganjurkan penggunaan SABDA kepada teman-teman yang membutuhkan. Promosi SABDA saya lakukan dengan senang hati, mengingat prinsip yang dianut SABDA, "Anda terima gratis, bagikanlah dengan gratis pula." Meskipun ada software-software lain yang saya gunakan untuk studi Alkitab, saya terus menggunakan SABDA hingga kini. Keunggulan SABDA antara lain adalah terus di-"update" dengan penambahan fitur-fitur dan koleksi pustaka berbahasa Indonesia yang tak ternilai harganya.

Oleh karena itulah, saya merasa bersyukur Ibu Yulia mengundang saya untuk mengikuti Seminar "The World is Flat" yang disampaikan oleh Bp. Tjahjadi Rameli pada 14 Mei 2014 yang lalu, sekaligus peresmian penggunaan kantor baru Yayasan Lembaga SABDA. Pada event ini, saya mendapatkan permata-permata berharga yang sungguh sayang apabila saya simpan sendiri. Permata-permata itu antara lain:

1. Seminar "The World is Flat"

Dunia sekarang sedang mengalami perubahan yang radikal. Ada lima kekuatan besar yang mengubah tatanan kehidupan seluruh manusia, salah satunya adalah teknologi informasi dan komunikasi. Kita menghadapi tantangan baru akibat efek globalisasi. Kita bisa terkoneksi, bekerja sama, dan sekaligus bersaing dengan miliaran penduduk bumi. Sementara itu, peranan negara semakin kecil. Dalam dunia yang "flat" ini, semua orang dianggap sama dan setara, hanya tingkat keahlian seseorang yang membedakan dan membuatnya menonjol. Persaingan jenis baru ini nyatanya telah menimbulkan banyak 'korban' yang kehilangan pekerjaan, tetapi orang-orang yang menang akan mendapatkan hasil yang tak terkira banyaknya. Kunci untuk meraih kesuksesan di era ini ada tiga, yaitu orang harus memiliki keahlian pada lingkup tertentu (spesialist), memiliki pengalaman yang luas (generalist) dan mampu terus-menerus beradaptasi, serta mau belajar dan berkembang (versatilist). Ketiga kunci itu harus digunakan bersamaan untuk membuka pintu sukses. Namun, di atas semuanya itu, kita harus menjadikan Firman Tuhan sebagai terang bagi jalan kita karena sejak jatuh ke dalam dosa, pikiran manusia telah digelapkan oleh dosa.

2. Kantor baru SABDA

Sekitar satu atau dua tahun yang lalu, saya mampir ke rumah Ibu Yulia yang sekaligus dijadikan kantor SABDA. Komentar pertama saya waktu itu, "Maaf, Bu, saya merasa seperti di rumah sendiri setelah melihat koleksi buku yang ada di rumah ini." Suami Ibu Yulia yang pada saat itu mendampingi Ibu Yulia hanya tertawa lebar. Komentar itu bukan sekedar basa-basi karena saya bisa mempertanggungjawabkannya. Ketika masih SD, saya sering membayangkan bahwa surga adalah tempat di mana tersedia banyak buku yang tidak akan habis saya baca. Sebab itu, saya senang pergi ke toko buku dan perpustakaan. Kantor SABDA kini masuk daftar "surga" saya yang baru setelah semua buku-buku yang semula disimpan di rumah Ibu Yulia dipindah ke perpustakaan YLSA yang baru ini. Saya sangat senang ketika di acara peresmian kemarin Ibu Yulia mengundang para rekan sekerja Tuhan di Solo dan sekitarnya untuk datang kapan saja ke Perpustakaan YLSA. Di tempat yang baru ini, para rekan dapat membaca dan menggunakan lebih dari 12.000 judul buku untuk bahan studi dan mempersiapkan khotbah/renungan. Para rekan juga dapat menggunakan fasilitas internet dengan bebas. Kantor SABDA juga dilengkapi dengan kamar-kamar yang disediakan bagi para rekan dari luar kota yang akan menginap. Menurut pandangan saya, kantor baru SABDA yang nyaman, representatif, dan berada di tengah kota Solo dapat menjadi batu pijakan yang besar bagi para staf dan pengurus Yayasan Lembaga SABDA untuk semakin semangat, kreatif, dan termotivasi dalam melayani Tuhan melalui ‘IT 4 God’.

Itulah sebagian permata berharga yang saya temukan saat mengikuti seminar sekaligus peresmian penggunaan gedung kantor Yayasan Lembaga SABDA. Saya berharap ada seminar-seminar lanjutan dengan topik senada untuk memperlengkapi peserta seminar dalam menghadapi dunia yang terus menerus berubah ini. Dengan demikian, saya punya alasan untuk mampir dan menikmati ‘surga’ di kantor baru SABDA.

P.F.: Selamat menempati kantor SABDA bagi segenap staf dan pengurus Yayasan Lembaga SABDA.

*Andreas Agus Budijanto adalah salah satu sahabat YLSA yang belajar dan mengajar di STT Sangkakala, Salatiga.