Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Bengcu Mengungkap Kisah Penciptaan Tiongkok Kuno dan Alkitab 3

hai hai's picture

Kisah Penciptaan Dunia dan Sorga

Di dalam kitab Kejadian ada dua kisah penciptaan. Yang pertama adalah kisah penciptaan Sorga dan dunia oleh Allah (Elohim) dan yang kedua adalah kisah penciptaan dunia dan sorga oleh TUHAN Allah (YHWH Elohim). Kisah penciptaan Sorga dan dunia tercatat di dalam Kejadian 1:1-2:4a, sementara kisah penciptaan dunia dan Sorga tercatat di dalam Kejadian 2:4a-25. Apakah keduanya adalah kisah penciptaan yang berbeda ataukah kisah penciptaan yang berkesinambungan?

Handai taulan sekalian, kenapa anda menafsirkan Alkitab? Anda menafsirkan Alkitab karena dua alasan yaitu: Pertama, karena tidak paham. Kedua, karena menganggap yang tertulis tidak logis. Apa yang terjadi ketika sesorang menafsirkan ayat-ayat Alkitab yang dibacanya? Dia kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab. Itulah yang terjadi dengan para teolog di masa lalu yang kita teladani hingga generasi ini. Hal itu tidak boleh terjadi lagi. Scriptura sacra sui ipsius interpres, artinya kitab suci menyatakan dirinya sendiri. Alkitab tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk di pahami. 

Yang Di-Bara oleh Allah Lalu Di-Asah oleh TUHAN Allah

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut NAGA yang besar dan segala jenis makhluk BERJIWA hidup yang bergerak MERAYAP, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Kejadian 1:21

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27

binatang-binatang laut = TANNIYN <08577> = NAGA

GADOWL <01419> = BESAR

Makluk = NEPHES <05315> = JIWA

hidup =  CHAY <02416>  = HIDUP; MAKLUK BERJIWA

Bergerak = RAMAS <07430> = MERAYAP

berkeriapan = SHARATS <08317> = BERKERIAPAN

menciptakan =BARA <01254> = MEMBUAT BLUE PRINT

Handai taulanku sekalian, dari generasi ke generasi para sarjana teologi memahami dan mengajarkan bahwa kata Ibrani BARA <01254> artinya penciptaan dari nihil (creatio ex nihilo). Pemahaman demikian tentu saja bertentangan dengan yang diajarkan oleh Alkitab. Kata BARA hanya digunakan tiga kali dalam Kejadian 1. Alkitab mencatat dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya bahwa  dunia tidak diciptakan dari nihil namun dijadikan (ASAH <06213>) dengan memisahkan air yang ada di bawah Sorga, binatang tidak diciptakan dari nihil namun dibentuk (Yatsar <03335>) dari tanah, manusia juga tidak diciptakan dari nihil namun dibentuk (Yatsar <03335>) dari debu tanah. 

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- Kejadian 2:4

Sesungguhnya kata Ibrani BARA <01254> artinya cetak biru (Blue print) atau konsep atau rencana atau suatu pekerjaan yang belum selesai. Bagaimana kita meyakini hal demikian? Kata "dibuat-Nya" pada Kejadian 2:22 diterjemahkan dari kata Ibrani ASAH <06213>. Kata "menjadikan" di dalam Kejadian 2:4 juga diterjemahkan dari ASAH <06213>. Handai taulanku sekalian, TIGA hal yang di-ASAH <06213> (dijadikan) oleh TUHAN Allah dalam Kejadian 2:4a-25 adalah TIGA hal yang di-BARA <01254> (dicetak biru) oleh Allah dalam Kejadian 1:1-2:4a.

Handai taulan sekalian, sesungguhnya Kejadian 1:1-2:4a adalah kisah tiga Allah Yang Mahaesa (Elohim) menciptakan Sorga dan dunia. Apakah kisah penciptaan itu sudah selesai? Sudah! Kisah penciptaan itu sudah selesai, itu sebabnya Elohim merayakan Sabat. Sudah selesai artinya: Yang hendak di-ASAH <06213> (dijadikan) sudah di-ASAH dan yang hendak di-BARA <01254> (dicetak biru) sudah di-BARA. Itu berarti ada TIGA BARA <01254> yang harus di-ASAH <06213> atau di-YATSAR <03335> (dibentuk) oleh TUHAN Allah. Itu sebabnya Elohim (Allah) merayakan Sabat namun YHWH Elohim (TUHAN Allah) belum merayakan Sabat alias belum wuwei.

Burung Sorga dan Naga Air (Kutipan dari blog sebelumnya)

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan  MAKLUK MERAYAP dan makhluk yang BERJIWA hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi DAN melintasi cakrawala SORGA." Kejadian 1:20

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut NAGA yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak MERAYAP, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Kejadian 1:21

Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Kejadian 1:22

  1. Air = mayim
  2. Makluk = nephes (hidup) + Sheret (melata dan berenang)
  3. Cakrawala = Raqiya Shamayim (cakrawala sorga) 
  4. Binatang-binatang laut = tanniyn (naga; ular; monster sungai dan laut)
  5. Bergerak = ramas (melata)
  6. Berkeriapan = sharats (berenang)
  7. Laut = yam (laut)
  8. Air laut = mayim yam

Handai taulanku sekalian, apabila diterjemahkan dengan baik maka Kejadian 1:20-21 akan nampak seperti tersebut di atas. Pada hari kedua, cakrawala (raqiya) sudah diberi nama sorga (Shamayim). Itu sebabnya raqiya shamayim harus diterjemahkan sebagai "cakrawala sorga" dan tidak boleh diterjemahkan sebagai cakrawala semata.

Syarat untuk disebut burung adalah memiliki sayap (Kejadian 1:21). Ada dua jenis burung yang diciptakan yaitu: Yang beterbangan di atas bumi dan yang beterbangan melintasi cakrawala sorga (Kejadian 1:20). Burung yang berkembang biak hanya burung-burung di bumi (Kejadian 1:22).  Kerubim dan Serafim adalah burung-burung sorga. Keduanya memiliki sayap.

Di Sorga tidak ada air. Itu berarti ketika mengatakan AIR maka yang dimaksudkan oleh Allah adalah "di luar Sorga". Dengan demikian, kita meyakini bahwa di sorga tidak ada makluk-makluk air. Ada tiga tempat yang bisa disebut AIR yaitu: Air di atas Sorga, Bumi (Erets) dan Laut (yam). Allah sama sekali tidak berkuasa atas Air dia atas Sorga. Itu sebabnya Dia mustahil menciptaan makluk air di Air yang ada di atas Sorga. Itu sebabnya makluk air yang diciptakannya hanya yang ada di bumi (erets) dan di laut (yam).  Ada dua jenis makluk air yang diciptakan Allah yaitu: Yang melata dan yang berenang. Yang mendapat mandat untuk berkembang biak adalah yang ada di air dan di laut. 

Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Wahyu 5:13

Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; Mazmur 148:7

Handai taulan sekalian, apabila anda ragu dengan pemahaman adanya tempat lain selain bumi dan Sorga serta adanya makluk lain selain di bumi dan Sorga maka ketahuilah, kedua ayat di atas adalah sebagian ayat Alkitab yang mendukung ajaran demikian. 

Analisa Burung Sorga dan Naga Air

Handai taulanku sekalian, apakah anda PUAS dengan pemahaman di atas? Apakah perlu menunggu sampai Daud menulis Mazmur dan Yohanes menulis Wahyu dulu baru bangsa Isarel MAMPU mengerti kisah penciptaan dengan benar?  Apabila kisah penciptaan yang demikian penting sehingga bangsa Israel harus merayakan SABAT setiap minggu untuk MENGENANG dan MERENUNGKANNYA hanya ditulis demikian, maka mustahil kita mengajarkan bahwa Alkitab ditulis dengan PRINSIP: Logis, Akurat, Sistematis dan Konsisten. Mustahil pula mengajarkan bahwa Alkitab tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami. Karena pemahaman tentang penciptaan pada hari ke lima membuka peluang untuk ditafsirkan.

Kesalahan apa yang dilakukan oleh hai hai sehingga kehilangan kesempatan untuk memahami kisah penciptaan tesebut dengan benar?

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit SORGA berkumpul pada satu tempat,  sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9

Lalu Allah menamai yang kering itu darat BUMI, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10

  1. Hai hai KURANG akurat, itu sebabnya dia tidak melihat FAKTA akan keberadaaan kata Ibrani PANIYM <06440> = DI HADAPAN, di dalam Kejadian 1:20 yang sama sekali tidak diterjemahkan. Di ayat yang sama hai hai juga melupakah kata "Di atas" yang diterjemahkan dari kata Ibrani AL <05921> = DI ATAS.
  2. Hai hai KURANG akurat itu sebabnya dia tidak melihat FAKTA bahwa kata MAKLUK di dalam Kejadian 1:20 diterjemahkan dari kata  NEPHES <05315> yang artinya JIWA.
  3. Hai hai MEMASUKKAN fakta kata BUMI yang diterjemahkan dari kata ERETS <0776> sebagai "daratan" yang kita injak setiap saat. Itu sebabnya dia MEMAHAMI frasa DI ATAS BUMI = ANGKAS (di mana burung beterbangan).
  4. Hai hai juga melupakan FAKTA yang tertulis di Kejadian 1:9-10 bahwa yang disebut laut (Yam <03220>) = kumpulan air (Mayim <04325>). Itu sebabnya dia tidak meyakini bahwa kata AIR di dalam Kejadian 1:22 adalah LAUT (kumpulan air).

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk MERAYAP DAN yang BERJIWA hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala SORGA DI HADAPANKU." Kejadian 1:20

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut NAGA yang besar dan segala jenis makhluk BERJIWA hidup DAN yang bergerak MERAYAP, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Kejadian 1:21

Setelah dikoreksi, tersebut di atas adalah terjemahan Kejadian 1:20-21 yang lebih baik. Handai taulan sekalian, apabila berlaku AKURAT dan tidak memasukkkan ayat Alkitab ke dalam TOPLES (menafsirkan) maka MUSTAHIL muncul keraguan bahwa yang di-BARA <01254> (dicetak biru) di dalam Kejadian 1:20-22 adalah:

  1. Naga besar (TANNIYN <08577> GADOWL <01419>)
  2. Makluk berjiwa hidup (NEPHES <05315> CHAY <02416>)
  3. Makluk yang merayap (RAMAS <07430>)
  4. Burung (OWPH<05775>)

Dan semuanya itu TIDAK ada di bumi namun ada di ATAS bumi alias di KUMPULAN AIR alias di LAUT alias di PADANG. Anda lihat sendiri bukan? Betapa logis, akurat, sistematis dan konsistennya Alkitab bukan? Anda lihat bukan? Bila dipahami maka Alkitab hanya mengajarkan satu ARTI. Bila ditafsirkan berarti kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab. Ajaran Alkitab yang dipahami bisa ditolak namun tidak bisa disangkal kebenarannya.

 

Bumi Mengeluarkan (Yatsa) TUHAN Allah Menumbuhkan (Tsamach)

Tanah itu menumbuhkan MENGELUARKAN tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:12

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul TUMBUH tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu DI PADANG; Kejadian 2:5

tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi TANAH itu— Kejadian 2:6

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Kejadian Kejadian 2:8

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi TANAH, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9

  1. Bumi = ADAMAH <0127> = Tanah
  2. Bumi = ERETS <0776>= Bumi
  3. Hutan = SADEH <07704> =  Padang
  4. Menumbuhan =  YATSA <03318> = Mengeluarkan
  5. Menumbuhkan = TSAMACH <06779> = Menumbuhkan

Handai taulan sekalian, Kejadian 1:12 mencatat tentang BUMI (ERETS <0776>) Kejadian 2:5-6 berbicar tentang BUMI (ERETS <0776>) dan sebuah tempat lain yang namanya PADANG (SADEH <07704>). Di Bumi tumbuhan DIKELUARKAN (YATSA <03318>) oleh BUMI. Di PADANG, tumbuhan DITUMBUHAN (TSAMACH <06779>). Itu adalah bukti bahwa Bumi dan Padang adalah DUA tempat yang berbeda. PADANG ada di ATAS bumi dan dinamakan EDEN. Itu juga adalah bukti bahwa tanaman di PADANG berbeda dari tanaman di BUMI.  

Allah Menjadikan (Asah) TUHAN Allah Membentuk (Yatsar)

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang BERJIWA hidup, ternak  BINATANG BERKAKI dan binatang melata dan segala jenis binatang liar  MAKLUK BERJIWA DI BUMI." Dan jadilah demikian. Kejadian :1:24

Allah menjadikan segala jenis binatang liar MAKLUK BERJIWA DI BUMI dan segala jenis ternak BINATANG BERKAKI dan segala jenis binatang melata di muka bumi DI ATAS TANAH. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:25

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang  MAKLUK BERJIWA  hutan DI PADANG dan segala burung di udara SORGA. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang BERJIWA hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19

 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk BERJIWA yang hidup . Kejadian 2:7

  1. Binatang = CHAY <02416> = Hidup; makluk hidup
  2. Makluk = NEPHES <05315> = Jiwa
  3. Udara = SHAMAYIM <08064> = Sorga

Binatang-binatang dan burung di bumi di-ASAH <06213> (dijadikan) oleh Allah dengan CARA MENGELUARKANNYA (YATSA <03318) dari BUMi sementara JIWA HIDUP di PADANG di-YATSAR <03335> (dibentuk) dari tanah oleh TUHAN Allah. FAKTA demikian kembali membuktikan bahwa Bumi dan Padang adalah DUA tempat yang berbeda. Juga adalah bukti bahwa JIWA HIDUP di PADANG berbeda dengan binatang di BUMI.  

Handai taulan sekalian, burung-burung di Sorga dan burung-burung serta Naga-naga serta makluk melata dan makluk berenang di Padang, semuanya, sama seperti MANUSIA, disebut JIWA HIDUP (Nephes Chay). 

Mengungkap Rahasia Predator

Handai taulan sekalian, dari generasi ke generasi para sarjana teologi saling berdebat tentang makanan manusia dan binatang. Sebagian mengajarkan bahwa pada mulanya binatang dan manusia adalah pemakan tumbuhan. Dosalah yang menyebabkan manusia dan binatang menjadi predator. Benarkah itu yang diajarkan oleh kisah penciptaan?

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya BERBUAH, PEPOHONAN berbiji; itulah akan menjadi makananmu DI HADAPANKU.   Kejadian 1:29

Tetapi kepada  segala binatang MAKLUK BERJIWA di bumi dan segala burung di udara SORGA dan segala yang merayap di ATAS bumi,  yang bernyawa  KEPADA MAKLUK BERJIWA HIDUP, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:30

 Di dalam Kejadian 1:29 ada DUA kata Ibrani yang tidak diterjemahkan oleh LAI, yaitu: ETS <06086> yang artinya pohon dan PANIYM <06440> yang artinya di hadapan. Di Kejadian 1:30, kata binatang diterjemahkan dari kata Ibrani CHAY <02416> yang artinya hidup; makluk hidup. Kata udara diterjemahkan dari kata SHAMAYIM <08064> yang artinya Sorga. Kata bernyawa diterjemahkan dari du kata yaitu: Nephes <05315> yang artinya jiwa dan  CHAY <02416> yang artinya hidup; makluk hidup. Adam (manusia) disebut Nephes Chay setelah TUHAN Allah (YHWH Elohim) menghembuskan NASHAMAH <05397> (nafas) CHAY <02416> (hidup) ke dalamnya. Jadi silahkan baca kembali terjemahan yang lebih baik dari Kejadian 1:29-30 di atas. 

Sesungguhnya Alkitab mengajarkan bahwa yang tidak makan daging adalah mereka yang ada di hadapan Allah alias di Sorga. Yang tidak makan daging adalah mereka yang BERJIWA HIDUP atau yang memiliki Nafas Hidup. Kenapa selama di taman Eden manusia hanya makan tanaman namun setelah di bumi HABEL memelihara ternak dan mengorbankannya untuk TUHAN Allah? Hal itu terjadi karena DOSA. Nubuatannya adalah: "Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. " Dan itulah yang terjadi. Itu berarti setelah BERDOSA manusia tidak lebih dari BINATANG di bumi yang CERDAS. Kita akan mempelajari hal itu dalam BLOG berikutnya.

Bukankah perintah untuk tidak makan daging hanya berlaku bagi CHAY atau NEPHES CHAY? Tidak termasuk BINATANG yang dijadikan Allah pada hari ke ENAM?

NB.

Ini adalah tulisan ketiga. Anda sudah baca bagian pertamanya? Bila belum silahkan klik di sini. Untuk membaca bagian kedua silahkan klik di sini. Untuk melanjutkan membaca bagian keempat, silahkan klik di sini.

Bintang seven, saya telah mengunggah pukulan ketiga dan siap untuk MENGKALIBRASI otak dan anggota tubuh saya yang lain agar tetap PRESISI. 

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

bintang seven's picture

@hai hai eden

makasih ko dah unggah blog ini. gw jd ingat kata2 loe, ada 2 hal sekarang. yg pertama TIDAK MEMAHAMI TRITUNGGAL dg benar, maka banyak mutiara yg tidak kita dapat, dan sekarang ditambah TIDAK MEMAHAMI KISAH PENCIPTAAN dg benar akan byk mutiara Alkitab yg hilang.

tp mutiara jg hrs diperiksa keasliannya.

di blog ini gw berpikir dan mendapati 1 hal yg mengganggu otak kecil gw.

dari rangkaian blog penciptaan ko hai hai, gw mendapati bhw di surga TIDAK ADA AIR. dan di blog ke 3 ini, dikatakan Eden bukan di bumi, tp diatas bumi alias di sorga. Memang ada 3 Tempat yg diciptakan yaitu: Air, sorga dan bumi. Tp dg asumsi di sorga tidak ada air, bukankah agak jangggal mengatakan eden ada di sorga? karena di Eden ada SUNGAI.

2:10 Ada suatu SUNGAI  mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.

JIKA membaca perlahan, dari kejadian 2 :6-8 gw mendapati, adam dijadikan dari debu tanah dahulu, baru taman eden di NATA (dibuat), jadi adam di bentuk dahulu baru taman eden di buat. itu kemungkinan pertama.

kemungkinan kedua adalah adam dan taman eden diciptakan bersamaan, dan adam lgs ditempatkan disana. jika kemungkinan pertama benar, maka sebelum taman eden jadi bukankah adam telah ADA / Hidup di tempat lain? dimana? di surga sebelah barat?

adakah kemungkinan eden ada di bumi? atau di atas surga? karena di 2 tempat inilah dimana air/sungai  ada. tp mengingat AIR di Atas surga sudah Berhenti mencipta/MERAYAKAN SABAT mustahil tanaman di tumbuhkan dan adam disuruh MENGUSAHAKAN TANAH DI PADANG.

thx and keep firing up bro. gbu.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

hai hai's picture

@BS, Eden Tidak Ada Di Sorga ..

 Bintagn seven, taman Eden tidak ada di Sroga juga tidak ada di dunia.:

  1. Air di atas Sorga
  2. Sorga
  3. Air Di Bawah Sorga

Sorga adalah Dwitunggal Siang dan Malam alias Terang dan Gelap. Itu sebabnya ketika dipisah kah oleh PENERANG pada hari keempat, Sorga terpisa menjadi:

Sorga:

  1. Sorga Terang (Siang)
  2. Sorga Gelap (malam)

Air di bawah Sorga terbagi menjadi:

  1. Kumpulan Air = Laut (yam)
  2. Bagian yang kering = Bumi (erets)

Taman Eden ada di Air = Laut = PADANG. 

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Mey Weh's picture

Pertamax

Pertamax...
Koh hai apa sudah kepikiran belum bikin cetakan alkitab yg terjemahannya benar2 sudah di sempurnakan/lengkap dan diterjemahkan dari bahasa aslinya langsung tanpa ada yg kelewat lg atau tidak diterjemahkan seperti alkitab dari LAI sekarang ini? Kalo sudah kepikiran,sudah mulai dibuat dan sudah mulai dicetak,kalau sudah jadi aku pesan 2.
GBU,

Mey Weh's picture

Yeeh jadi malu

Kirain koment pertama....(maklum posting nya cuma pake hp jadul) ^^

joli's picture

smoga presisi

Hai-hai : Bintang seven, saya telah mengunggah pukulan ketiga dan siap untuk M
ENGKALIBRASI otak dan anggota tubuh saya yang lain agar tetap PRESISI. 

Berdoa semoga kalibrasi berhasil dg baik, dan makin presisi :)

Meski sudah beberapa kali baca dan denger penjelasan ttg serial ini, masih perlu waktu tuk memahami.
Aku email serial ini ke my bojo juga, maybe dia tak telmi kayak joli ;)  

Minggu ini mau ke jakarta lagi Hai, mau lihat apakah sudah presisi.