YLSA SABDA.org Blog SABDA SABDA Katalog

Indonesia-saram's blog

Indonesia-saram's picture

Sastra Goceng: Ditangisi atau Disyukuri?

Setiap kali ada pesta buku, salah satu jenis buku yang pasti saya cari ialah buku sastra. Memang saya tidak selalu menghampiri stan yang menjajakan buku-buku sastraNamun, saya pasti melihat buku sastra apa saja yang bisa saya temukan di berbagai stan.

Dalam kegiatan Kompas-Gramedia Fair yang baru lalu, saya cukup terpuaskan, salah satunya oleh sebuah karya Korrie Layun Rampan. Apalagi beliau merupakan salah seorang sastrawan favorit saya. Tidak hanya karena banyak mengangkat budaya suku Dayak, tetapi juga karena gaya bahasanya yang menurut saya cukup indah dan enak dibaca. Karya yang saya maksudkan ialah kumpulan cerpen berjudul Melintasi Malam.

Indonesia-saram's picture

Cerita Lain pada Hari Senin

Pagi ini, aku kembali melihatnya. Dan sekali ini, ia berada jauh lebih dekat daripada biasanya. Mengenakan setelah hitam yang menawan. Parfumnya yang beraroma terapi benar-benar memikat. Kontan pikiranku menjadi kacau.

Aku sama sekali tidak mengenalnya. Ia pun sama sekali tidak mengenalku. Tapi kami sering mengantri di halte yang sama. Sering berada dalam satu bis. Menuju ke tempat kerja masing-masing. Ini sedikit lucu. Kalau di Jawa, setiap orang yang rutin bertemu, minimal akan bertegur sapa. Tapi ini Jakarta. Mau ribuan kali bertemu, jangan harap ada sapaan.

Indonesia-saram's picture

Melongok Exposigns 2009

Pada tanggal 25-30 November lalu, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengadakan pameran seni bertajuk Exposigns. Diadakan di Jogja Expo Center, pameran ini sekaligus sebagai peringatan 25 tahun ISI Yogya. Mungkin karena itu pulalah pameran ini diembel-embeli pameran besar dalam promosinya.

Indonesia-saram's picture

Internet dan Dampaknya bagi Komunikasi Berbahasa Indonesia

Tahun berapa untuk pertama kalinya Anda mengenal internet? Jika mengenal internet pada periode 1990-an, mungkin Anda akan beranggapan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa universal di dunia maya. Mayoritas situs web menggunakan bahasa Inggris. Tidak hanya pada isi situsnya, tetapi juga pada setiap menu yang digunakan. Bandingkan dengan Yahoo! yang belum sampai lima tahun menyediakan layanan berbahasa Indonesia. Apalagi yang namanya blog. Mempertimbangkan hal itu, apa yang saya bahas berikut ini jelas tidak akan relevan pada masa tersebut.

Namun, seiring perkembangan, situs-situs berbahasa Indonesia pun bermunculan. Internet relay chat pun mewabah pada periode akhir 1990-an. Lalu muncul pula instant messenger. Fenomena blog merebak dalam tahun-tahun kemudian. Semua ini ternyata memberi dampak bagi perkembangan bahasa Indonesia.

Indonesia-saram's picture

Sang Bundar dan Akhir Masaku

Sekali lagi untuk kesekian kalinya, aku lunta-lantu di depan kantorku. Tak jelas hendak ke mana kuarahkan langkah kakiku. Ingin lekas tiba di rumah, tapi itu mustahil. Jarak yang jauh, jalan yang macet, bis yang sesak penuh, angkutan yang berjalan lelet. Semua itu selalu menghiasi.

Ada pula tempat bernaung lain. Tapi ke sana pun sama. Harus mengantri Transjakarta di halte yang sesak. Meski telah dihias kipas raksasa, tak jua memberi kelegaan. Lagi pula, naungan ini masih akan merepotkan temanku. Maka semakin lunta-lantulah aku.

Indonesia-saram's picture

Miryang: Ketika Iman Bertemu Realita

Kalau Anda penggemar film Korea, sesekali Anda mungkin akan menemukan penggunaan simbol-simbol maupun dialog-dialog Kristen pada sejumlah film. Dalam ”Beautiful Sunday”, misalnya, Detektif Kang digambarkan berdoa sambil mabuk di tengah hujan di hadapan figur Bunda Maria. Dalam film ”Jail Breakers”, karakter yang diperankan oleh Cha Seung-won menuturkan bagaimana ia menerima Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya.

Namun, kita agak sulit menyebutkan film-film itu sebagai film yang bertema religius Kristen. Sebab daripada mengisahkan perihal kekristenan, film-film tersebut lebih banyak berbicara soal kondisi psikologis (”Beautiful Sunday”) dan upaya mendapatkan kebebasan (”Jail Breakers”). Tentu terlepas dari simbol-simbol yang digunakan dalam film-film tersebut.

Indonesia-saram's picture

Balada Sang Bundar Besar

Tidak biasanya bis hijau itu disesaki penumpang sedini ini. Belum sampai Pasar Baru, sudah berjubel penumpang yang berdiri. Nona-nona yang biasanya mendapat tempat duduk, kini memutuskan turun dan menanti bis berikutnya sambil berharap tidak seramai bis yang satu ini. Ibu-ibu yang biasanya duduk di bangku depan samping kiri supir itu pun kini harus berdiri pula. Tak lagi ia mendapatkan duduk di tempat favoritnya itu.  

Aku sendiri tidak terpengaruh oleh itu semua. Aku sudah duduk dari Senen. Berbincang-bincang ngalor-ngidul dengan temanku. Mulai dari masalah perbukuan, penerbitan, kebijakan ini-itu, sampai urusan pelayanan, aktivitas gereja, masa-masa SMP, masa-masa SMA(U). Tidak ada pembicaraan yang terlalu rumit. Karena kami sama-sama tahu, hari ini cukup melelahkan.

Indonesia-saram's picture

Mengidentifikasikan Penulis Blog Kristen

Sering kali kita bisa melihat masalah pengidentifikasian dari berbagai sudut pandang. Artinya, hampir sulit untuk mengidentifikasi sesuatu berdasarkan satu sudut pandang baku. Ini mungkin menunjukkan betapa relevansi sepertinya merupakan hal yang wajar terjadi.

Kita bisa ambil contohnya dari dunia sastra. Sastra feminis bisa diidentifikasikan dalam sebagai (karya) sastra yang mengungkapkan hal-hal yang bertemakan perempuan. Atau (karya) sastra yang pemeran utamanya adalah perempuan. Novel-novel karya N.H. Dini bisa mewakili kelompok ini. Hanya saja, hal ini berarti bahwa siapa pun pengarangnya, selama mengangkat hal-hal seputar perempuan, ia bisa digolongkan sebagai karya sastra feminis. Namun, sastra feminis bisa juga dipandang sebagai sastra yang dihasilkan oleh para pengarang perempuan. Selain N.H. Dini, Ayu Utami bisa mewakili kelompok ini.

Indonesia-saram's picture

Suatu Malam (Hampir) Seperti Malam Biasanya

Rasanya baru saja langit tampak cerah. Tiada tampak awan berarak. Bahkan sinar rembulan terasa menyeruak. Menembus kelam yang merambah.

Suasana yang wajar. Bukankah hujan baru saja turun? Katanya, sebelum pukul empat sore ia turun. Kalau berharap malam ini cerah, rasanya wajar bukan?

Indonesia-saram's picture

Hujan Kesiangan

Pagi ini, aku terbangun tiga kali. Dua kali untuk membunuh alarm. Yang ketiga terbangun oleh deru hujan deras dan tersadar, ini telah pukul lima pagi. Kupaksakan untuk berdoa sejenak, doa yang umum, tidak ada yang spesifik, kecuali untuk mereka yang kutahu sakit dan sakit-sakitan.

Buru-buru aku turun dari tempat tidur yang sering berderit-derit menahan beban tubuhku yang tidak seberapa. Menyambar handuk, mengoles odol pada sikat gigi, lalu mandi. Hujan masih menderu.

Indonesia-saram's picture

Maukah Dirimu

Maukah dirimu

menemani diriku

memetikkan senar demi senar

dalam lantunan irama lagu? 

Indonesia-saram's picture

Seberapa Baik Kemampuan Berbahasa Indonesia Anda?

Bukan rahasia lagi kalau masalah kemampuan berbahasa belakangan ini cukup mengkhawatirkan. Meski sudah diajarkan sejak duduk di bangku SD, masyarakat bahasa cenderung mengesampingkan betapa pentingya kemampuan berbahasa. Pola pikir yang berkembang ialah sudah cukuplah kalau pesan yang ingin disampaikan dapat dikomunikasikan tanpa memedulikan bagaimana mengomunikasikan pesan tersebut. Alhasil kebanyakan bahasa yang digunakan adalah bahasa yang jauh dari baik. Mungkin benar karena faktanya pesan tersampaikan dengan baik.

Sayangnya, apabila kita hanya sampai pada "yang penting pesan tersampaikan" dan mengabaikan struktur dan susunan penyampaian, kita hanya ada pada taraf yang primitif dalam berbahasa. Artinya, tidak ada bedanya dengan manusia zaman purba yang mengomunikasikan sejarah dengan corat-coret di dinding.

Indonesia-saram's picture

Dari Seni Rupa sampai Linguistik: Membuat Prakarya

Waktu SD, ada mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Yang dipelajari macam-macam. Mulai dari urusan menghormati orang tua, sampai urusan dapur. Namun, sering kali pelajaran ini mengajak siswa untuk membuat kerajinan tangan.

Saya ingat dulu pernah membuat kotak pensil dari tripleks. Tripleks waktu itu masih seharga sekitar dua ribuan. Kalau dapat yang bagus, kerja pun lebih menyenangkan.

Indonesia-saram's picture

Dari Seni Rupa sampai Linguistik: Menjual Komik

Sewaktu SD, film kartun yang populer adalah Teenage Mutant Ninja Turtles. Ada juga Saint Seiya. Dua-duanya favorit saya. Saat duduk di kelas 4 SD, saya suka menggambar tokoh-tokoh Kura-Kura Ninja itu. Ada beberapa tokoh yang mampu saya gambar, tapi saya tidak bisa menggambar Splinter, April, Krang, dan dua tokoh jahat lainnya. Saya cuma suka menggambar keempat kura-kura ninja itu dan Shredder.

Teman-teman saya yang memang doyan Kura-Kura Ninja pun mengantri. Mereka meminta saya untuk menggambarkan tokoh-tokoh Kura-Kura Ninja itu di buku gambar mereka. Ada beberapa yang saya gambar di sekolah, ada juga yang saya gambar di rumah. Yang jelas, akan ada yang cemburu kalau porsi gambar yang saya berikan ternyata tidak seimbang. Kalau sekarang, saya mungkin akan memandang hal ini sebagai merepotkan. Tapi waktu itu saya memang sangat suka menggambar sehingga tidak keberatan melakukannya.

Indonesia-saram's picture

Dari Seni Rupa sampai Linguistik: Periode Awal

Beberapa orang yang pernah mengenal saya pernah menanyakan alasan mengapa saya memilih Sastra Indonesia daripada bidang lainnya. Tapi terus terang, itu juga bukan bidang yang saya pilih sejak awal. Memang pilihan tersebut merupakan pilihan utama ketika mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Tapi sekali lagi, saya sendiri tidak pernah berpikir hendak mengambil jalur ini. Tulisan saya kali ini memang cerita masa lalu, sekaligus lebih menjawab keingintahuan teman-teman blogger lain.

Sejak kecil, saya gemar mencorat-coret. Sebelum mengenal yang namanya sekolah, saya belajar menggunakan pensil dan pena sendiri. Saya meniru papa dan abang saya yang menulis. Saya ingat sekali ketika minta dibelikan buku tulis dan pena. Saya hanya ingin menulis seperti yang dilakukan oleh papa dan abang saya. Tentu saja saat itu saya belum mengenal alfabet. Jadi, tulisan saya hanya menyerupai gerakan naik turun seperti yang terlihat pada layar alat pendeteksi denyut jantung. Karena di mata saya yang masih kecil, rangkaian kalimat terlihat seperti itu. Sehingga "detak jantung" yang saya tuliskan pun saya putus-putus setelah merasa panjangnya sudah cukup.

Indonesia-saram's picture

Blog, Pesta Blogger, dan Kompetisi Blog

Belakangan ini, ada semakin banyak orang yang gemar mengekspresikan dirinya dengan memanfaatkan blog. Mulai dari yang sebatas menulis kegiatan keseharian, sampai yang menulis hal-hal yang bermanfaat. Tidak mengherankan apabila blog kemudian bisa dikategorikan berdasarkan fokus utama masing-masing penulisnya. Misalnya, blog pribadi, blog politik, blog penulisan, dan sebagainya.

Dari awal mulanya, blog memang tidak bisa dilepaskan dari jurnal harian pribadi yang disajikan secara tersambung (online). Dua tokoh awal dari blog ini adalah Justin Hall dan Brad Fitzpatrick . Bila Justin Hall bisa dibilang sebagai orang pertama yang mengawali dunia blog, Brad Fitzpatrick merupakan pencetus LiveJournal.

Indonesia-saram's picture

Mengenang Lee Eun-ju (Revisi)*

Mungkin tidak banyak yang mengenal nama Lee Eun-ju. Nama itu mungkin kalah populer dari Song Hye-gyo atau Son Ye-jin. Won Bin atau Kwon Sang-woo juga lebih dikenal lagi.

Lahir di Provinsi Jeollanam-do, pada 12 November 1980, Lee Eun-ju pertama kali dikenal setelah muncul sebagai model seragam sekolah. Pertama kali terjun ke dunia film melalui jalur pemandu bakat televisi, ia berperan dalam drama televisi berjudul "Start" dan "KAIST". (Sayang keduanya tidak--atau belum--ditayangkan di Indonesia.) Debutnya dalam film layar lebar baru dijalaninya pada tahun 1999 lewat film "Rainbow Trout", yang kemudian memenangkan penghargaan.

Indonesia-saram's picture

Berikanku Luka

berikanku luka
tuk kubawa sepanjang masa
berikanku duka
tuk kutangisi sepanjang usia

Indonesia-saram's picture

Pesta Demokrasi Bekasi: Bahasa dalam Kampanye

Masyarakat kota Bekasi tengah bersiap-siap untuk melaksanakan pesta demokrasi. Pada tanggal 27 Januari 2008 mendatang, seluruh masyarakat Bekas akan melaksanakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi untuk periode 2008--2013.

Tentu saja kampanye telah dilakukan jauh-jauh hari. Meski demikian, spanduk-spanduk dan poster-poster, termasuk stiker-stiker pada mobil-mobil angkot. Ada yang masih utuh, ada pula yang sudah tersobek.

Indonesia-saram's picture

Membina atau Merendahkan?

Fenomena penggunaan bahasa yang sering kali mengedepankan istilah asing daripada istilah lokal sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat disayangkan. Tidak hanya menimbulkan kesan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang miskin--sesuatu yang sebenarnya sangat berkebalikan dengan fakta yang sesungguhnya, tetapi juga dapat mengiris rasa bangga terhadap penggunaan bahasa Indonesia.

Hal seperti inilah yang terjadi di kantor saya terdahulu. Kecenderungan penggunaan istilah asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi sesuatu yang selalu muncul. Padahal, bila mengacu pada urut-urutan pengalihbahasaan istilah, pertam-tama didahulukan pencarian padanan dalam bahasa Indonesia, lalu dalam bahasa(-bahasa) nusantara, dan barulah penyerapan sepenuhnya dari bahasa asing tersebut.