Jalan ke surga itu bernama Yesus Kristus.
Yohanes 14:1-7
(1) "Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku.
(2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
(3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ
dan telah menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali
dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat di mana Aku berada,
kamupun berada.
(4) Dan ke mana Aku pergi,
kamu tahu jalan ke situ."
(5) Kata Tomas kepada-Nya:
"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;
jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
(6) Kata Yesus kepadanya:
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
(7) Sekiranya kamu mengenal Aku,
pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia
dan kamu telah melihat Dia."
Dalam Firman diatas Yesus mengajarkan sesuatu yang amat menakjubkan. Jalan menuju surga ternyata bukan lewat baptisan, bukan lewat pertobatan, bukan lewat perbuatan baik, bukan lewat sedekah, bukan lewat ibadah, bukan lewat hidup kudus, bukan lewat hidup benar tapi jalan ke surga adalah diri Yesus itu sendiri. Ini sesuatu pengajaran yang sangat mencengangkan bagi kebanyakan orang.
Mari kita telaah makna kata jalan. Jalan adalah suatu sarana bagi seseorang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Jika ada penghalang antara dua tempat dan tidak ada jalan yang menghubungkan antara dua tempat maka seseorang tidak bisa bepergian diantara dua tempat tersebut. Mari kita perhatikan Firman diatas Yesus berkata Dia adalah jalan antara manusia dan Allah. Lalu apakah ada penghalang antara manusia dan Allah sehingga manusia tidak bisa pergi ke Allah dan Allah tidak bisa pergi ke manusia? Ya ada penghalang dan penghalang tersebut adalah dosa.
Yesaya 59:1-2
(1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
(2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Efesus 2:14
(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
Dosa menyebabkan Allah memusuhi manusia dan menghalangi manusia datang kepadaNya.
Mungkin ada yang berpikir: bisakah perbuatan baik kita menghapus perbuatan jahat yang kita lakukan? Sehingga jika perbuatan baik kita lebih banyak dari perbuatan jahat kita maka kita bisa diampuni. Tidak bisa. Kenapa tidak bisa? Baru-baru ini saya membaca sebuah buku silat yaitu Pendekar Negeri Tayli yang mengandung ilustrasi yang sangat baik kenapa perbuatan baik tidak bisa menghapus perbuatan jahat kita. Dalam buku itu dikisahkan bahwa Kiau Hong sebagai ketua Partai Pengemis (Kay Pang) mengalami pemberontakan dari bawahannya. Pemberontakan berhasil digagalkan dan semua anak buah yang memberontak berhasil di ringkus. Pejabat penegak peraturan partai mulai melaksanakan tugasnya dengan membunuh atau menyuruh bunuh diri anak buah yang memberontak. Kiau Hong merasa sedih sekali lalu dia mengingatkan jasa-jasa besar dari anak buahnya yang memberontak dengan maksud supaya hukuman mereka bisa dikurangi atau dihapuskan. Dengan tegas pejabat tersebut menolak permintaan Kiau Hong sambil mengingatkan bahwa dalam Partai Pengemis maka dosa tidak bisa dihapuskan dengan jasa. Lalu dia menerangkan alasannya: Kalau dosa bisa dihapuskan dengan jasa maka bisa saja ada anggota partai yang melakukan jasa-jasa besar sebanyak-banyaknya lalu melakukan tindakan-tindakan keji di kemudian hari. Kalau hal ini terjadi maka anggota partai tersebut akan luput dari hukuman. Lalu dia bisa mengulangi lagi perbuatannya ini berulangkali (berjasa lalu berdosa) dan tidak kena hukuman apapun. Jelas hal macam begini akan menghancurkan nama baik Partai Pengemis.
Demikian pula halnya dengan dosa. Kalau dosa bisa dihapuskan dengan perbuatan baik maka tidak akan ada lagi yang namanya kedamaian dan keadilan di muka bumi ini. Lucunya cara berpikir ngawur macam begini masih dipakai banyak orang. Sebagai contoh banyak orang yang mengatakan waktu mantan presiden Suharto masih hidup bahwa dosa-dosanya sebaiknya tidak diusut dan dihukum lagi karena toh Suharto juga sudah banyak berjasa bagi negara dan bangsa Indonesia. Saya setuju kalau saat ini dosa-dosa Suharto sudah tidak usah diusut lagi tapi bukan karena jasanya banyak bagi bangsa Indonesia tapi karena dia sudah modar. Kalau sudah modar ya memang sudah tidak bisa diapa-apakan lagi toh. Tapi kalau saat ini ada seseorang yang masih hidup dan banyak jasanya bagi bangsa Indonesia melakukan kejahatan maka dia tidak boleh luput dari hukuman cuma karena dia banyak berjasa.
Yang lucu hal ini juga berlaku di kalangan orang yang mengaku dirinya Kristen. Kalau ada seorang pendeta yang pelayanannya membawa manfaat bagi banyak orang maka lalu hal ini seakan-akan dijadikan alasan untuk menjadikan pengajaran pendeta tersebut tidak boleh di uji lagi dan dosanya tidak boleh dibongkar lagi. Jadi karena pendeta tersebut sudah membawa banyak orang kepada Tuhan, melayani pelepasan banyak orang, menyembuhkan banyak orang maka orang Kristen lalu mentoleransi ajaran sesat atau dosanya. Sekalipun pendeta tersebut mengajarkan ajaran sesat, punya bini lima puluh, menyalahgunakan uang jemaat kayak warisan nenek moyangnya tapi karena dia sudah berjasa melayani banyak orang maka kelakuannya lalu di toleransi jemaat. Dan kalau ada jemaat yang menyatakan kesalahan ajaran sesat atau dosa pendeta tersebut maka muncul orang-orang goblok yang memakai prinsip jasa menghapus dosa yang membela dia. Hai orang-orang goblok bertobatlah. Jasa tidak bisa menghapus dosa. Itulah ajaran Firman yang benar. Kalau jasa bisa menghapus dosa maka tidak diperlukan pengorbanan Yesus Kristus.
Roma 6:23
(23) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Upah dosa adalah maut. Hukuman dosa hanyalah kematian yang kekal tidak ada lainnya. Kalau demikian halnya bukankah tidak ada jalan keluar bagi semua manusia karena semua manusia sudah berdosa?
Kita kembali ke kisah Partai Pengemis. Sesudah pejabat penegak peraturan menjelaskan mengapa jasa tidak bisa menghapus dosa lalu Kiau Hong mengingatkan dia akan peraturan lainnya. Hukuman bagi anggota partai bisa di hapuskan asalkan ketua partai (pangcu) bersedia mengeluarkan darah untuk menanggung hukuman setiap anggota. Lalu tanpa ragu-ragu Kiau Hong sebagai ketua mengambil belati sebanyak anak buahnya yang memberontak dan menancapkannya di atas badannya. Karena Kiau Hong bersedia mengeluarkan darah menanggung hukuman anak buahnya maka anak buahnya yang memberontak luput dari kematian. Inilah ilustrasi indah dari pengorbanan Yesus Kristus. Karena Yesus Kristus menanggung hukuman dosa manusia di atas kayu salib maka Dia telah menjadi jalan hidup bagi manusia. Tembok pemisah itu dirubuhkan sehingga manusia bisa mencapai Allah dan Allah bisa mencapai manusia.
Walaupun Kristus sudah menebus kita dari hukuman Allah akan tetapi Dia tidak menebus kita dari hukuman manusia. Kalau kita melakukan sesuatu yang melanggar hukum, etika ataupun moral kita tetap akan menerima hukuman akibat perbuatan kita dari sesama manusia. Hanya karena seseorang bertobat dan percaya pengorbanan Kristus tidak berarti dia bisa berbuat sewenang-wenang karena dia tidak lagi dibawah hukuman Allah. Apa yang ditabur itulah yang akan dituai.
Jalan ke surga itu bernama Yesus Kristus. Mari kita mengenal Dia supaya bisa senantiasa berjalan didalam Dia.







sabdaspace.org |
@SF : nilai YESUS
Nice blog brow, cuma penggambaran berapa nilai YESUS sepertinya tidak ada ya atau gw yg missed atau kurang nangkap.
Maksud gw apakah nilai YESUS sebanding dengan nilai seluruh manusia ?
Yesuskan hanya 1 manusia.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
@JF: Yesus Adam Terakhir
1 Korintus 15:45
(45) Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
1 Corinthian 15:45 (KJV)
(45) And so it is written, The first man Adam was made a living soul; the last Adam was made a quickening spirit.
Adam dalam kata aslinya berarti seluruh umat manusia. Yesus disebut oleh Firman sebagai Adam terakhir. Dari hal ini jelas bahwa Yesus Kristus itu sebanding dengan seluruh umat manusia.
@SF : Betulkah SEBANDING ?!?!
Betulkah SEBANDING ???
bagaimana jikalau dihubungkan dengan PREDESTINASI ???
Tidakkah menjadi LEBIH MAHAL ???
ATAU memang YESUS lebih MAHAL dari pada SELURUH MANUSIA ???
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Nilai Yesus tidak bisa diukur
Yesus Kristus adalah Allah dan manusia. Dari segi manusia Dia adalah Adam terakhir yang setara dengan seluruh umat manusia. Dari segi Allah maka nilai Yesus tak terhingga. Seperti yang dikatakan dalam lirik lagu Above All betapa berharganya Yesus tidak bisa diukur.
Above all kingdoms
Above all thrones
Above all wonders
The world has ever known
Above all wealth
And treasures of the earth
There's no way to measure
What You're worth
@SF : THANK YOU BROW
Ya itu maksud gw, bahwa nilai YESUS jauhhh lebih mahal dibandingkan nilai seluruh manusia.
Thank you brow.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
heaven is so real..
shalom...Sf , blog yang menyegarkan hati dan pikiran pagi ini " betapa pentingnya Yesus dalam kehidupan orang percaya.
walaupun banyak jalan menuju roma, tapi hanya satu yang menuju surga. Yesus adalah jalan utamanya. Gbu
jalan udara..
SF: Mari kita telaah makna kata jalan. Jalan adalah suatu sarana bagi seseorang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Pesawat adalah "jalan" udara, pesawat termasuk "jalan" kah? seperti kita naik pesawat, demikian juga kah "iman" kita?
Ni tadi pagi joli tulis di pesbuk :
Joli : "Jalan adalah sarana penghubung dr satu t4 ke t4 lain.. (SF). Pesawat adalah jalan?"
RD at 7:35am June 15
Joli at 8:02am June 15
Spt "pesawat"kah? What do u think?..
Yesus adalah Jalan, jalan yang seperti manakah?
@Joli: Jalan dan kendaraan
Jalan ke surga adalah Yesus Kristus sedangkan iman adalah kendaraannya. Pesawat adalah kendaraan dan bukan jalan. Atmosfer bumi adalah jalan bagi pesawat. Pengorbanan Yesus adalah jalannya sedangkan iman adalah kendaraannya. Tanpa ada pengorbanan Yesus maka nggak bakal ada iman kepada pengorbananNya.
@ SF, pertanyaan standard
SF berkata:
Jalan ke surga adalah Yesus Kristus sedangkan iman adalah kendaraannya.
Tanpa ada pengorbanan Yesus maka nggak bakal ada iman kepada pengorbananNya.
Pertanyaan standard Deta adalah:
Saya tertarik dengan STATEMENT ke 2 anda di atas..
Yesus sebagai jalan adalah ANUGERAH dan Alkitab juga bilang IMAN juga adalah ANUGERAH.
Jadi JALAN (Yesus) itu adalah ANUGERAH dan KENDARAAN nya (Iman) juga adalah ANUGERAH ya?
Kalo Yesus sebagi ANUGERAH, rasanya tidak ada orang Kristen yang bingung. Tetapi:
Menurut anda apa sih maksud dari "IMAN adalah ANUGERAH "?
(Pertanyaan standar Deta ya ?? Hehehe.. )
Iman adalah pemberian Allah
Efesus 2:8-9
(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
(9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Bukankah sudah jelas menurut Firman diatas bahwa Allah menyelamatkan seseorang lewat iman dan itu adalah pemberian Allah. Yesus adalah anugrah dan iman kepada Yesus juga anugrah semuanya adalah pemberian Allah sehingga tidak ada manusia yang bisa sombong.
@ SF, Iman memerlukan respon manusia
Salam,
Dalam blog saya yang INI jelas pendapat saya bahwa IMAN adalah ANUGERAH yang memerlukan RESPON dari manusia.
Respon manusia bukanlah USAHA yang bisa dibanggakan. Siapa saja boleh dan bisa MERESPON anugerah Allah.
Anda komentar pada Joli:
Jadi jalan itu memang bisa di ukur pakai ukuran. Kalau dilihat dari ayat diatas maka ukurannya adalah iman dan pengenalan akan Yesus Kristus. Makin beriman dan makin mengenal Yesus Kristus berarti makin dekat ke surga.
Deta:
Bila dilihat komentar anda di atas, bahwa besarnya IMAN ditentukan oleh PENGENALAN kan Kristus, tentunya respon kita adalah sangat menentukan JARAK kita dengan Yesus / Sorga. Respon kita bagaimana akan mendorong kita MAU MENGENAL Dia seberapa jauh atau cukup puas dengan pengenalan yang ala kadarnya. Sejauh itu pula jarak kita dengan Yesus / Surga kan?
Atau anda berpendapat seperti Hai hai bahwa “Allah lah yang mengerjakan segala sesuatu” sedangkan RESPON manusia sama sekali tidak ada pengaruh ?? (Baca respon = bukan usaha).
@Deta: Anugerah=wahyu=cahaya
Deta anda sepertinya salah memahami Firman. Anugerah Allah itu memang pemberian tapi tidak bersifat seperti manusia memberikan suatu barang kepada manusia lainnya.
Galatia 1:15-16
(15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
(16) berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
Kisah 9:3-6
(3) Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
(4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
(5) Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
(6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Anugerah Allah itu bersifat wahyu/cahaya/pencerahan. Pada saat cahaya datang maka kegelapan langsung menyingkir. Pada saat Tuhan menyatakan diriNya kepada manusia maka manusia itu tidak memiliki kemungkinan untuk menolak Dia.
Seseorang sudah sewajarnya berusaha mengenal Allah tapi apakah dia bisa mengenal Allah atau tidak bukan tergantung pada usahanya tapi bergantung pada belas kasihan Allah. Makin banyak Allah memberikan anugerahnya maka dia akan makin mengenal Allah. Manusia harus berjuang tapi hasil akhir senantiasa di tentukan Tuhan.
Deta saya selamanya tidak akan ikut aliran anda yaitu Armianisme yang berpendapat bahwa kehendak manusia bisa mengatur kehendak Allah. Bagi saya kehendak Allah lah yang pasti akan terlaksana. Bukan berarti manusia tidak boleh berkehendak tapi apapun kehendak manusia tidak bisa merintangi kehendak Allah. Karena itu tugas utama manusia di muka bumi ini adalah memahami kehendak Allah dan menyelaraskan diri dengan kehendakNya.
@SF.. Yesus adalah pesawat
Ketika kemarin baca blog SF ini, terutama hal makna kata jalan. Jalan adalah suatu sarana bagi seseorang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal "Jalan" selama ini otak-ku terbiasa melihat jalan, sebagai sesuatu yang harus dilalui, bisa di lihat dan terukur dengan jarak, karena kebiasaan mengukur jalan dengan theodolith he.. he. . Ya.. jalan adalah sesuatu yang pasti, punya jalur, punya jarak.
Namun dari pe-maknaan.. jalan adalah "sarana", jadi kebayangnya bukan jalan-nya tapi sarana-nya, maka pesawat-lah yang terbayang.. karena beberapa hari ini sibuk antar jemput di airport, menunggu pesawat yang sedang lepas landas, maupun mendarat. Yesus adalah "jalan" seperti pesawat, just masuk pesawat, percaya ama pesawat.. sampailah ke rumah Bapa. Nah di dalam pesawat itu dia, SF sebelahan ama Smile, dan Smile keinjek kakinya, si Billy kesenggol Hai-hai, si Dede nyenggolin mana-mana, Ari_thok senggol pramugari dll.. jadilah ruame.. dan ada beberapa orang yang melihat keluar jendela, melihat pemandangan di bawah, kerlap kerlip lampu, bergumam.. duh indahnya dunia, bergemerlap, termasuk si Gomer yang sering merindukan kehidupan lamanya..
Pagi kemarin itu ketika menemukan makna jalan adalah sarana jadi seneng dan geli bayangin. Seneng karena sadar bahwa dalam banyak hal Joli sering sudah memaknai.. dengan makna "ego". Geli bayangin di pesawat ribut ramai senggol-senggolan tentang apa dan bagaimana pesawat itu, karena kita di dalamnya ya nggak ngerti sih bentuk dan detail keseluruhannya.
Nah kalau "Pesawat adalah kendaraan dan bukan jalan. Atmosfer bumi adalah jalan bagi pesawat" jadi bingung bayanginnya.. he.. he.. ya wis baca alkitab aja ya.. nggak usang bayang2in.. bisa di keroyok para preman klewer..
Yesus adalah jalan ke surga
Hal "Jalan" selama ini otak-ku terbiasa melihat jalan, sebagai sesuatu yang harus dilalui, bisa di lihat dan terukur dengan jarak, karena kebiasaan mengukur jalan dengan theodolith he.. he. . Ya.. jalan adalah sesuatu yang pasti, punya jalur, punya jarak.
Tepat sekali. Yesus adalah jalan ke surga. Untuk bisa tahu kita ini makin dekat surga atau makin jauh maka ukurannya adalah Yesus.
Efesus 4:13-15
(13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
(14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
(15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Ephesian 4:13-15 (KJV)
(13) Till we all come in the unity of the faith, and of the knowledge of the Son of God, unto a perfect man, unto the measure of the stature of the fulness of Christ:
(14) That we henceforth be no more children, tossed to and fro, and carried about with every wind of doctrine, by the sleight of men, and cunning craftiness, whereby they lie in wait to deceive;
(15) But speaking the truth in love, may grow up into him in all things, which is the head, even Christ:
Jadi jalan itu memang bisa di ukur pakai ukuran. Kalau dilihat dari ayat diatas maka ukurannya adalah iman dan pengenalan akan Yesus Kristus. Makin beriman dan makin mengenal Yesus Kristus berarti makin dekat ke surga.
@SF.. Jauh dari Sorga ??
SF : Makin beriman dan makin mengenal Yesus Kristus berarti makin dekat ke surga.
Mosok gitu sih Sam, lha terus kalau belum dan salah kenal Yesus (kita kan sering SKSDSS ama Yesus) piye? jauh dari Sorga ? Jadi bingung ni tentang Sorga..?
Hidup kekal itu mengenal Yesus dan Bapa
Mosok gitu sih Sam, lha terus kalau belum dan salah kenal Yesus (kita kan sering SKSDSS ama Yesus) piye? jauh dari Sorga ? Jadi bingung ni tentang Sorga..?
Yohanes 17:3
(3) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Sorga itu adalah tempat dimana Yesus berada. Untuk sampai kesana harus kenal Dia supaya bisa mengikuti jejakNya. Lahir, bertumbuh, dibaptis, melayani, dianiaya, disalibkan, mati, bangkit dan akhirnya naik kesurga. Jalan hidup Tuhan Yesus adalah pola untuk mencapai surga.
Filipi 3:10-12
(10) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
(11) supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
(12) Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
SF.. dimana Sorga?
SF :
Yohanes 17:3
(3) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Sorga itu adalah tempat dimana Yesus berada.
Sorga itu dimana Yesus berada.. jadi sejauh dan sedekat apakah itu? bisa di bumi juga kan? bisa di Solo? bisa di SS juga kan? Sorga berada..
SF : Untuk ... bisa mengikuti jejakNya. Lahir, bertumbuh, dibaptis, melayani, dianiaya, disalibkan, mati, bangkit dan akhirnya naik kesurga. Jalan hidup Tuhan Yesus adalah pola untuk mencapai surga.
Kayaknya mesti nunggu tulisan SF yang lain ni.. tentang ..... bertumbuh, dibaptis, melayani, dianiaya, disalibkan, mati, bangkit dan akhirnya naik kesurga
@Joli: Heaven is in my heart
Heaven is in my heart
O, heaven is in my heart
O, heaven is in my heart
We are a temple for his throne (Women)
Heaven is in my heart (All)
And Christ is the foundation stone (Women)
Heaven is in my heart (All)
He will return to take us home (Women)
Heaven is in my heart (All)
The Spirit and the Bride say 'Come!' (Women)
Heaven is in my heart
SF, Penjelasan Yang Sangat Baik
Anugerah Allah itu bersifat wahyu/cahaya/pencerahan. Pada saat cahaya datang maka kegelapan langsung menyingkir. Pada saat Tuhan menyatakan diriNya kepada manusia maka manusia itu tidak memiliki kemungkinan untuk menolak Dia.
Samuel Franklyn, tulisan yang sangat baik dan komentar yang sangat baik.
Selama ini Debu Tanah dan kaum Arminian (walau ada Arminian yang menyebut dirinya fundametnalis) menegakkan ajarannya di atas keyakinan KEDAULATAN Kehendak bebas manusia di atas kedaulatan Allah. Mereka mengajarkan bahwa KESELAMATAN adalah RESPON manusia atas TAWARAN perdamaian dengan Allah. Mereka lupa bahwa firman Tuhan mengajarkan bahwa Manusia Pilihan itu DILAHIRKAN atau DICERAHKAN atau DITERANGI atau DICIPTA BARU.
Tidak ada manusia yang bisa menolak atau menerima KELAHIRANNYA.
Tidak ada manusia yang bisa menolak atau menerima PENCIPTAANNYA.
Tidak ada GELAP yang bisa menolak atau menerima PENERANGAN.
Ketika Allah MENYATAKAN kehendak-Nya, JADILAH terang, maka terangpun jadi. Ketika Allah menyatkan kehendak-Nya maka seluruh CIPTAAn akan MENANGGAPINYA dengan MENGGENAPI kehendak Allah itu.
Ketika Allah menyatkan kehendak-Nya, ada CIPTAAN yang menanggapinya secara NEGATIF namun tanggapan negatif itu ADALAH tanggapan UNTUK menggenapi KEHENDAK Allah.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
@SF.. sudah dekat, atau sudah datang atau carilah ??
Hal Sorga, hal kerajaan sorga..
Yesus dan Yohanes mengatakan, kerajaan Allah sudah dekat..,
dalam doa bapa kami.. " datanglah kerajaanMU.."
Yesus juga mengatakan... "Carilah dahulu Kerajaan Allah..."
Bagaimana ni... kerajaan Allah sudah dekat, sudah datang or.. masih dicari..
@Joli: Sudah datang dan akan datang
Wahyu 1:4
(4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
Roma 14:17
(17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Lukas 17:20-21
(20) Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
(21) juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
1 Korintus 4:20
(20) Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
Joli, topik Kerajaan Allah adalah salah satu topik utama Perjanjian Baru. Sulit dibahas tuntas dalam komentar tapi intinya Kerajaan Allah itu sudah datang, sedang terjadi dan akan datang. Pada intinya Kerajaan Allah adalah Allah memerintah diantara umat manusia. Hal ini sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Pada awalnya Tuhan memerintah dalam keluarga yang terpilih, lalu dalam bangsa Israel, lalu dalam kerajaan Israel, lalu dalam Gereja dan akhirnya atas seluruh umat manusia. Kerajaan Allah adalah Allah memerintah atas manusia. Puncaknya Allah memerintah atas seluruh manusia dan ini masih akan terjadi di masa yang akan datang. Awalnya Allah memerintah dalam keluarga manusia terpilih dan ini sudah terjadi dalam keluarga Adam, Abraham, Ishak, Yakub dst. Saat ini Allah memerintah dalam GerejaNya. Yang sedang didambakan dan dicari Gereja adalah saat Allah akan memerintah atas seluruh umat manusia dan ini musti menanti kedatangan Yesus yang kedua kalinya.