Yesus memberikan perumpamaan bahwa penghakiman terakhir adalah seperti memisahkan kambing dari domba. Ini adalah salah satu perumpamaan yang paling sulit dalam Injil. Perumpamaan ini sulit dimengerti karena Yesus menyembunyikan inti dari perumpamaan ini. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan pernah mendorong saya untuk mempelajari Matius 24-25.
Empat perumpamaan dalam Matius 24-25 : Hamba yang setia dan jahat, Gadis bijaksana dan bodoh, Talenta diberikan pada hamba yang setia dan yang jahat serta penghakiman kambing dan domba adalah inti ajaran Kristus mengenai penghakiman Tuhan. Tapi dalam tulisan ini saya hanya akan membahas mengenai penghakiman kambing dan domba.
Mat 25:31-46
(31) "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya
dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,
maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
(32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya
dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang,
sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
(33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya
dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,
terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
(35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
(36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku;
ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
(37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan,
atau haus dan kami memberi Engkau minum?
(38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan,
atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
(39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
(40) Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini,
kamu telah melakukannya untuk Aku.
(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:
Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk,
enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
(42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
(43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
(44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing,
atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
(45) Maka Ia akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini,
kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
(46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal,
tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
Hai-hai mengatakan demikian mengenai perumpamaan: "Kita membuat perumpamaan untuk menjelaskan, Dia membuat perumpamaan untuk menyesatkan." Saya mengerti apa maksud Hai-hai tapi saya sendiri tidak akan menggunakan ungkapan demikian soalnya Tuhan tidak suka kesesatan jadi Dia tidak mungkin menyesatkan. Saya akan menggunakan ungkapan: "Manusia menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu. Tuhan menggunakan perumpamaan untuk menyembunyikan sesuatu."
Perumpamaan kambing dan domba diatas mengandung suatu makna tersembunyi. Pada saat-saat awal saya merenungkan perumpamaan ini saya juga terjebak dengan berpikir maknanya adalah kita harus melihat Yesus dalam orang-orang yang mengalami kesusahan dan membantu mereka. Kalau kita membantu orang-orang yang kesusahan maka Yesus akan memperlakukan bantuan tersebut sebagai bantuan terhadap dirinya. Lalu nanti di penghakiman terakhir maka Yesus memperhitungkan hal tersebut dan kita luput dari hukuman. Pemikiran seperti ini walaupun mulia tapi bertentangan dengan ajaran Firman. Seseorang tidak bisa luput dari hukuman cuma karena dia berbuat kebaikan atau jasa. Saya membahas mengenai prinsip ini dalam blog saya yang berjudul "Jalan Ke Surga". Satu-satunya jalan ke surga hanyalah pengorbanan Yesus Kristus. Hanya anugrah Allah yang bisa menyelamatkan kita.
Setelah cukup lama merenungkan perumpamaan ini maka akhirnya saya mengerti beberapa kunci pemahaman untuk mengerti perumpamaan Yesus ini.
- Manusia dihakimi sebagai kambing atau domba. Coba perhatikan awal perumpamaan Yesus. Yesus langsung memilih sekelompok orang sebagai domba dan sekelompok orang sebagai kambing. Coba kita pikirkan baik-baik. Bagaimana caranya domba bisa menjadi domba? Ini kelihatannya pertanyaan konyol. Tapi inilah kuncinya. Suatu mahluk cuma bisa jadi domba kalau dia dilahirkan oleh domba lagi. Domba melahirkan domba. Kambing melahirkan kambing. Sekalipun domba mencoba berperilaku seperti kambing tetapi domba tidak bisa merubah dirinya menjadi kambing. Domba tetap domba dan kambing tetap kambing. Dengan kata lain perbedaan diantara mereka disebabkan oleh kelahiran. Ini sesuai dengan ajaran Yesus Kristus:
Yohanes 3:3-6
(3) Yesus menjawab, kata-Nya:
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,
ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
(4) Kata Nikodemus kepada-Nya:
"Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?
Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
(5) Jawab Yesus:
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,
ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
(6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging,
dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.Apa yang dilahirkan domba adalah domba. Apa yang dilahirkan Roh adalah roh.
- Domba akan berperilaku sebagai domba dan kambing akan berperilaku sebagai kambing. Seseorang yang dilahirkan oleh Roh akan melakukan kebaikan. Tapi dia tidak menyadari bahwa dia melakukan kebaikan. Dalam pandangan seseorang yang sudah mengalami kelahiran baru maka melakukan kebaikan adalah hal yang alamiah. Jadi ketika Tuhan memberikan upah pada perbuatan baik tersebut maka orang yang lahir baru akan bersikap seperti hamba tak berguna:
Lukas 17:10
(10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." - Kejahatan bukan hanya berarti melakukan sesuatu yang jahat. Kambing dihukum bukan karena melakukan sesuatu yang jahat tapi karena tidak melakukan hal yang baik. Sesungguhnya sebagian besar umat manusia adalah kambing. Mereka bukan berbuat jahat hanya saja mereka tidak melakukan hal yang baik. Mereka hanya mengurus urusannya sendiri dan keluarga. Tentu saja sebab utama mereka dihukum bukanlah karena hal ini. Tidak melakukan hal yang baik hanyalah tanda bahwa mereka kambing. Mereka dihukum bukan karena perbuatan. Mereka dihukum karena mereka adalah kambing. Kambing adalah manusia yang dilahirkan dari daging tapi tidak pernah mengalami kelahiran dari Roh. Lalu bagaimana seseorang bisa mengalami kelahiran dari Roh? Seseorang bisa mengalami kelahiran dari Roh kalau terang kasih Tuhan bersinar atas dirinya:
Yohanes 3:16-21
(16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
(17) Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
(18) Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
(19) Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
(20) Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
(21) tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."Kisah Para Rasul 9:1-6
(1) Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
(2) dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
(3) Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
(4) Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
(5) Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
(6) Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."


@ Samuel Franklin, Perumpamaan bukan menyembunyikan
Yth. Samuel Franklin :
SF menulis :
Hai-hai mengatakan demikian mengenai perumpamaan: "Kita membuat perumpamaan untuk menjelaskan, Dia membuat perumpamaan untuk menyesatkan." Saya mengerti apa maksud Hai-hai tapi saya sendiri tidak akan menggunakan ungkapan demikian soalnya Tuhan tidak suka kesesatan jadi Dia tidak mungkin menyesatkan. Saya akan menggunakan ungkapan: "Manusia menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu. Tuhan menggunakan perumpamaan untuk menyembunyikan sesuatu."
Kiem memberi komentar :
Tuhan mengajar dengan perumpamaan agar mudah dimengerti, karena yang mendengarkanNya tidak mengerti-mengerti :
Matius 13
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Semoga anda bersedia dengan rendah hari menerima koreksi ini
Tuhan Yesus memberkati
@Kiem: Kemuliaan Yesus adalah menyembunyikan sesuatu
Amsal 25:2
(2) Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.
Proverbs 25:2 (KJV)
(2) It is the glory of God to conceal a thing: but the honour of kings is to search out a matter.
Karena Yesus adalah Anak Allah maka kemuliaanNya sama dengan kemuliaan BapaNya yaitu menyembunyikan sesuatu. Sedangkan kemuliaan kita sebagai raja dalam kerajaanNya adalah menyelidiki lalu memberitakan rahasia tersebut.
1 Petrus 2:9
(9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Mat 13:11
(11) Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
Mar 4:11
(11) Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
Luk 8:10
(10) Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
Kepada murid-murid Tuhan Yesus memberikan kasih karunia sehingga mengerti arti perumpamaan akan tetapi kepada bukan murid Yesus berbicara dengan menggunakan perumpamaan supaya mereka tidak mengerti.
Semoga anda bersedia dengan rendah hari menerima koreksi ini.
Berkat Roh
@Kiem:
Saya yakin dari sepak terjangnya bung SF, dia cukup rendah hati untuk dikoreksi melalui Firman. Saya berharap saudara Kiem juga demikian. Bukankah dengan Yesus menggunakan perumpamaan ('menyembunyikan' sehingga mereka tidak mengerti), Ia telah menggenapi nabi Yesaya seperti yang dikutip dari Matius 13?
@SF:
Tentunya, Tuhan telah berkendak untuk melimpahkan 'Roh Mengajar' kepada anda, dan digunakanNya untuk membangun 'tubuhNya' (1 Korintus 12:8-11). Keep up with the good work!
SF, bagus
Domba akan berperilaku sebagai domba dan kambing akan berperilaku sebagai kambing. Seseorang yang dilahirkan oleh Roh akan melakukan kebaikan. Tapi dia tidak menyadari bahwa dia melakukan kebaikan.
Saya sangat setuju. Saya selalu manggambarkan ini dengan prinsip Pokok Anggur dan kitalah rantingnya. Ranting menempel pada pokok dan hidup dari pokok. Seluruh sari makanan (Firman) dari Sang Pokok sampai ranting (manusia rohani) menghasilkan buah. Ranting berbuah bukan berusaha dari dirinya sendiri untuk berbuah tapi karena suplai yang kontinue sehingga secara alami ia menghasilkan buah. Inilah yang saya sebut dengan istilah Anda 'tidak menyadari' melakukan kebaikan (berbuah). Jelas sekali bukan perbuatan baik yang dibuat-buat tapi natural. Ty SF..
·siapa seperti Allah?·
·siapa seperti Allah?·
Yth SF Saya setuju
Yth SF
Saya setuju penjelasan anda setelah menyajikan ayat padanannya yaitu Markus 4 dan Lukas 8, tetapi penjelasan anda saya tambah dengan tulisan merah dan yang saya tebalkan. Maksud saya adalah agar lebih memberkati pembaca yang lain. :
Mat 13:
13 : 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Mar 4:
4 : 11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."
Luk 8:10
(10) Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
Puji Tuhan, semoga JF semakin dipakai oleh Tuhan untuk mengajar dengan menggunakan ayat-ayat Firman Tuhan, sebagaimana keyakinan saya yang telah saya sampaikan dalam blog saya, bahwa anda cukup potensil untuk itu.
Terimakasih juga kepada Rusdi yang memeri catatan khusus untuk saya.
Tuhan Yesus memberkati
Kasihan
Sungguh kasihan anak-anak manusia yang mati dgn tidak mengenal atau mengakui Kristus, pasti tidak luput dari hukuman, walaupun mengantongi perbuatan baik dan jasa, karena anak-anak dunia=kambing.
sungguh kasihannnnnnnnnnnnnnnnnn
@sarjun: jangan asal komentar
Tolong jangan asal komentar. Firman mengajarkan dengan jelas bahwa sekedar mengakui Yesus pun belum tentu luput dari hukuman.
Matius 7:21-23
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Sesungguhnya keselamatan sepenuhnya adalah anugrah Tuhan.
SF : proses selamat..
Saudara SF,salam kenal ya....
DOMBA :
(37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan,
atau haus dan kami memberi Engkau minum?
(38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan,
atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
(39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
KAMBING :
(44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing,
atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
SF said :
Domba akan berperilaku sebagai domba dan kambing akan berperilaku sebagai kambing. Seseorang yang dilahirkan oleh Roh akan melakukan kebaikan. Tapi dia tidak menyadari bahwa dia melakukan kebaikan. Dalam pandangan seseorang yang sudah mengalami kelahiran baru maka melakukan kebaikan adalah hal yang alamiah.
Tidak melakukan hal yang baik hanyalah tanda bahwa mereka kambing. Mereka dihukum bukan karena perbuatan. Mereka dihukum karena mereka adalah kambing. Kambing adalah manusia yang dilahirkan dari daging tapi tidak pernah mengalami kelahiran dari Roh.
Satu-satunya jalan ke surga hanyalah pengorbanan Yesus Kristus. Hanya anugrah Allah yang bisa menyelamatkan kita.
Tanya :
- Kalo kambing dihukum karena kambing adalah kambing,bukan karena perbuatan,bisakah saya mengartikan yg sama terhadap domba bhw domba diselamatkan karena domba adalah domba,bukan karena perbuatan?Kalo bisa diartikan demikian,mengapa DASAR penghakimannya adalah PERBUATAN BAIK?
- Kalo domba tidak menyadari bhw dia melakukan kebaikan karena dia sudah dilahirkan oleh Roh, lalu kenapa kambing juga tidak menyadari bhw dia tidak melakukan kebaikan?Bukankah kedua2nya sama2 tidak menyadari?Jika kambing tidak melakukan hal yg baik,apakah kambing juga tidak tahu apa itu perbuatan baik?
- Kalo dalam pandangan seseorang yg sudah mengalami kelahiran baru (domba) melakukan kebaikan adalah hal yg alamiah, apakah menurut SF domba MAMPU melakukan perbuatan baik seperti yg disyaratkan dalam penghakiman tsb walaupun domba tidak menyadarinya?
- Apakah menurut SF, proses seseorang bisa masuk sorga (selamat) adalah dilahirkan oleh Roh,kemudian karena sudah dilahirkan oleh Roh maka seseorang MAMPU melakukan kebaikan (walaupun tdk menyadarinya) sehingga dia bisa lolos dari penghakiman tsb?Bukankah itu berarti seseorang selamat karena melakukan kebaikan? Kalo dia tidak mampu melakukan kebaikan kenapa dia bs lolos?
Segitu dulu ya SF...
Thanks
@mama nia: buah bukan akar
Kalo kambing dihukum karena kambing adalah kambing,bukan karena perbuatan,bisakah saya mengartikan yg sama terhadap domba bhw domba diselamatkan karena domba adalah domba,bukan karena perbuatan?Kalo bisa diartikan demikian,mengapa DASAR penghakimannya adalah PERBUATAN BAIK?
Mat 25:34-35
(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
(35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:34-35 (KJV)
(34) Then shall the King say unto them on his right hand, Come, ye blessed of my Father, inherit the kingdom prepared for you from the foundation of the world:
(35) For I was an hungred, and ye gave me meat: I was thirsty, and ye gave me drink: I was a stranger, and ye took me in:
Coba dibaca baik-baik ayat diatas. Jelas tertulis Bapa sudah menyediakan Kerajaan bagi mereka sejak dunia dijadikan. Perbuatan baik mereka adalah bukti bahwa mereka adalah warga Kerajaan. Tetapi mereka menjadi warga Kerajaan bukan dengan cara berbuat baik.
Efesus 1:3-4
(3) Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
(4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Kalo domba tidak menyadari bhw dia melakukan kebaikan karena dia sudah dilahirkan oleh Roh, lalu kenapa kambing juga tidak menyadari bhw dia tidak melakukan kebaikan?Bukankah kedua2nya sama2 tidak menyadari?Jika kambing tidak melakukan hal yg baik,apakah kambing juga tidak tahu apa itu perbuatan baik?
Kambing bukannya tidak tahu apa itu perbuatan baik tapi mereka tidak mampu berbuat baik.
Rom 3:10-12
(10) seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
(11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
(12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Mazmur 53:3-4
(3) Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
(4) Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Secara alamiah yaitu secara daging tidak ada yang mampu berbuat baik sesuai dengan standard Tuhan. Yang menjadi hakim adalah Tuhan bukan manusia. Apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Tuhan. Dan menurut penghakiman Tuhan tidak ada manusia yang berbuat baik.
Kalo dalam pandangan seseorang yg sudah mengalami kelahiran baru (domba) melakukan kebaikan adalah hal yg alamiah, apakah menurut SF domba MAMPU melakukan perbuatan baik seperti yg disyaratkan dalam penghakiman tsb walaupun domba tidak menyadarinya?
Pada saat seseorang mengalami kelahiran baru maka dia menerima Firman dan Roh. Firman dan Roh dalam orang percaya inilah yang bekerja dan memampukan dia berbuat baik. Inilah yang disebut dengan istilah kuasa yang bekerja dalam orang percaya. Orang percaya sadar atau tidak sadar akan hal ini tidak menjadi masalah. Kuasa itu terus bekerja didalam orang percaya walaupun dia tidak menyadarinya. Tentu saja lebih baik kalau dia sadar
Efesus 3:20
(20) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
Kolose 1:29
(29) Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
1 Tesalonika 2:13
(13) Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Apakah menurut SF, proses seseorang bisa masuk sorga (selamat) adalah dilahirkan oleh Roh,kemudian karena sudah dilahirkan oleh Roh maka seseorang MAMPU melakukan kebaikan (walaupun tdk menyadarinya) sehingga dia bisa lolos dari penghakiman tsb?Bukankah itu berarti seseorang selamat karena melakukan kebaikan? Kalo dia tidak mampu melakukan kebaikan kenapa dia bs lolos?
Tidak semua orang sempat berbuat baik. Penjahat yang di salibkan bersama Yesus juga tidak sempat berbuat baik tapi dia percaya dan diselamatkan. Berbuat baik adalah konsekuensi alamiah dari mengalami kelahiran baru tapi yang menyelamatkan adalah kelahiran baru dan bukan perbuatan baik.
samuel tanya nih
sam gua pernah denger kalo ingin selamat harus juga babtis roh kudus dan babtisan api menurutmu gimana? gua bingung juga nih
oh ya gua off dulu kalo sempat mohon dijawab:D
JESUS IS GOD
JESUS IS GOD
godarmy...hus
ngomong ama yang lebih tua harus sopan , jangan njambal dong....
heheheeh panggilnya koh/om/pak/asuk/ncek/....gitu
ok
JBU&m
peace...
@godarmy: Mungkin itu cuma isu
Mungkin itu cuma isu. Memangnya dasar Firmannya apa ya? Kalau menurutku sih selamat atau tidak itu terserah Tuhan. Jadi nggak usah terlalu dipikirkan. Yang perlu dipikirkan dan diperhatikan adalah kita hidup sesuai dengan kehendakNya yang sudah Dia beri tahukan kepada kita. Apa yang Dia ingin kita lakukan ya kita coba lakukan sebaik-baiknya sambil terus percaya akan kasih dan kebaikanNya.
Sam thank u
Sam Thanks, gua jadi benar-benar lega nih sekarang , memang bener gua kepikiran sampai lama, cuman mo tanya disini lupa-lupa aja. ayat yang dipakai ini:
Matius: 3
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
nanti tuh orang kalo ketemu gua suruh doa wajib SS dulu deh hahaha...
THANKS
@Billy ssst jangan ribut ntar ketahuan sam, masih muda kok encik? :D
JESUS IS GOD
JESUS IS GOD
@Godarmy: Satu baptisan atau banyak baptisan?
Sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah baptisan itu ada satu atau banyak? He he he. Disitu inti masalahnya.
Apakah didalam Firman ada ajaran mengenai macam-macam baptisan. Oh ada:
Ibrani 6:1-2
(1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
(2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
Tapi disisi lain dikatakan bahwa baptisan itu cuma satu:
Efesus 4:3-5
(3) Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
(4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
(5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Bwa ha ha ha. Sudah mulai bingung belum? Sebenarnya nggak usah bingung karena baptisan yang menyelamatkan yang dimaksud dalam Efesus adalah baptisan menjadi tubuh Kristus. Baptisan ini dilakukan oleh Yesus sendiri. Inilah baptisan yang menyelamatkan. Baptisan ini dikerjakan oleh Yesus sendiri secara rohani. Baptisan yang menyelamatkan bukanlah baptisan air, baptisan api atau baptisan Roh.
Efesus 5:25-27
(25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
(26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
(27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Sam berarti satu babtisan oleh Yesus sendiri:D
Sam sekarang gua ngerti deh, memang sepertinya banyak ayat di alkitab yang pro kontra, sebelumnya ya amat sangat bingung :D, nanti pendeta A ngomong gini, dateng lagi si B ngomong lain lagi, dateng lagi si C lain lagi..dst, apa gua nggak edaaan lama-lama hahaha..
Thanks sam ntar kalo gak tahu, gua tanya lu lagi :D
JESUS IS GOD
JESUS IS GOD
SF : perumpamaan
Saudara SF,
(32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya
dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang,
sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
(33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya
dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Tanya :
- Mat 25 : 31-46 dgn judul perikop 'Penghakiman Terakhir', apakah itu adalah suatu perumpamaan?
- Bukankah kata 'gembala,domba,kambing' hanya di pakai sbg contoh saja bagaimana CARA Anak Manusia memisahkan seorang daripada seorang, yaitu sama seperti CARA gembala memisahkan domba dari kambing?
Sementara gitu dulu..
Thanks
@mama nia: Perumpamaan menggambarkan kenyataan rohani
Mat 25 : 31-46 dgn judul perikop 'Penghakiman Terakhir', apakah itu adalah suatu perumpamaan?
Betul itu adalah suatu perumpamaan.
Bukankah kata 'gembala,domba,kambing' hanya di pakai sbg contoh saja bagaimana CARA Anak Manusia memisahkan seorang daripada seorang, yaitu sama seperti CARA gembala memisahkan domba dari kambing?
Perumpamaan menggambarkan kenyataan rohani. Matius 25 sebenarnya berbicara mengenai pemilihan Allah. Kalau anda mau baca langsung kenyataan rohaninya bisa baca langsung Roma 9. Yesus menggunakan cara perumpamaan untuk menyembunyikan hal ini. Sedangkan rasul Paulus tidak menggunakan perumpamaan lagi melainkan langsung mengajarkannya secara gamblang.
Roma 9:11-16
(11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya--
(12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
(13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
(14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
(15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
(16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
SF : tlg dijelasin...
Saudara SF,
Perumpamaannya gimana SF? Apa diumpamakan sebagai apa atau siapa?
Thanks
@mama nia: Arti perumpamaan
Gembala=Tuhan Yesus
Domba=Orang berdosa yang mendapat kasih karuniaNya
Kambing=Orang berdosa yang tidak mendapat kasih karuniaNya
SF : kalo..
Saudara SF,
Kalo Gembala = Tuhan Yesus, mengapa di tulis gembala (g kecil) di dlm Mat 25 : 32 ? Bukankah itu hanya menunjukkan bahwa Anak Manusia memisahkan semua bangsa yg berkumpul di hadapanNya seorang daripada seorang sama seperti layaknya seorang gembala memisahkan domba dari kambing? Jadi gembala di sini bukan Anak Manusia,demikian pula domba di sini bukanlah orang2 benar dan kambing bukanlah orang2 yg tidak dibenarkan. Memang di bagian lain Alkitab kita tahu bhw ada perumpamaan seperti yg anda maksud,tp utk Mat 25 : 31-46 ini menurut saya bukan lah perumpamaan, gimana menurut SF?
Thanks
@mama nia: Tidak ada huruf besar atau kecil di bahasa Yunani
Tidak ada huruf besar atau kecil di bahasa Yunani. Alkitab PB ditulis dalam bahasa Yunani. Jadi kata gembala ditulis dalam huruf kecil tidak berarti itu tidak menunjuk ke Tuhan Yesus.Karena tidak ada huruf besar kecil maka kata apa yang menunjuk ke Tuhan selalu harus dilihat konteksnya.
SF : Oke..
Saudara SF,
Oke,ttg perumpamaan saya udah cukup ngerti..
Tanya lagi ya,
Kita tahu bhw perbuatan baik tidak menyelamatkan, tapi yg mengherankan dalam penghakiman Anak Manusia ini kenapa yg dijadikan SYARAT dalam memisahkan domba dari kambing adalah BERBUAT KEBAIKAN?
Tlg dijelasin ya..
Thanks
@mama nia: Bukan syarat tapi penjelasan
Coba deh dibaca lagi baik-baik perumpamaannya. Menurut saya itu bukan syarat dari Tuhan Yesus melainkan penjelasan dari Tuhan Yesus mengenai karakteristik/sifat alamiah dari domba dan kambing. Soalnya kalau kita bilang itu syarat maka kisah bertobatnya rasul Paulus jadi nggak masuk akal. Rasul Paulus awalnya menganiaya jemaat jelas bukan berbuat kebaikan kan? Eh lagi getol-getolnya menganiaya jemaat Tuhan Yesus malah menemui Paulus dan menyelamatkannya dari kegoblokannya. He he he. Tuhan Yesus memang senang bikin manusia bingung.
Sam :D
Sam gua sekarang tahu semua arti blogmu ini, gua print, pelan-pelan gua baca baru dibuka mata gua,
ternyata perbuatan baik itu tidak menjamin keselamatan, tapi hanya percaya dan di dalam Kristus, juga yang kamu maksud hamba tidak berguna juga domba dan kambing.
Thank deh sam
lu dapet kiss bye dari cew cantik karena dah ngajarin hahaha..
JESUS IS GOD
JESUS IS GOD
@godarmy : kemana aza bro selama ini
Dear godarmy,
Moso baru sadar sih bahwa perbuatan baik tidak menjamin keselamatan.
Bwi hi hi hi
Becanda lho bro, jangan dimasukin ke ampla ya.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
JF
gua emang selama ini hanya tahu dari doktrin beberapa gereje hehe..
JESUS IS GOD
JESUS IS GOD
SF : maaf..
Saudara SF,
Saya mohon maaf SF karena ternyata pertanyaan saya sebelumnya (terakhir) itu melenceng dari inti tulisan anda ini. Setelah saya baca dgn teliti baru saya tahu kalo tulisan anda ini hanya membahas mengapa domba disebut domba dan kambing disebut kambing.Dlm anda merenungkan utk mengetahui apa yg anda sebut dgn 'makna yg tersembunyi' itu anda hubungkan dgn bagaimana domba diselamatkan dan kambing tidak diselamatkan dlm penghakiman akhir.
SF, seandainya anda punya jawabannya saya akan senang jika anda mau memberitahukannya kpd saya.Sebenarnya saya udah tahu bhw utk berbuat kebaikan seperti yg disyaratkan dlm penghakiman terakhir itu mustahil bs dipenuhi oleh domba, tp yg jadi pertanyaannya kalo Tuhan udah tahu manusia gak mampu kenapa Tuhan pake syarat itu?Kalo mau adil sebenarnya baik domba maupun kambing sama2 gak mampu,buktinya domba bertanya 'bilamanakah'. Kalo dibilang domba tdk menyadari ketika melakukan kebaikan shg kita berkesimpulan bhw domba mampu melakukan kebaikan seperti yg disyaratkan berarti kita udah memperhitungkan berbuat kebaikan sebagai syarat utk selamat,padahal kita tahu bhw perbuatan baik tdk menyelamatkan.Menurut saya ini adalah pengadilan yg aneh..!! Saya jd teringat akan apa yg Ko hai hai tulis di blognya bhw hanya ada satu jln keselamatan yaitu Allah Tritunggal,walaupun disebut jalan tapi jalan ini tidak bisa dijalani oleh manusia...aneh kan!! Krn tidak bs dijalani oleh manusia maka hrs ada gembala utk menuntun!
Ok SF..
Thanks