Shalom, Pak Ioanes Rakhmat, senang bisa membaca tulisan anda
(http://ioanesrakhmat.blogspot.com). Saya seorang Fundamentalis.
Menerima pokok2 yg disebut THE FUNDAMENTALS yang waktu itu mendefense
serangan Teologi Liberal. Kaum Fundamentalis adalah Nenek moyangnya
Kaum Injili (dalam buku No Place for Truth, terbitan Momentum).
mengenai DOKTRIN ALKITAB, jelas kaum Fundamentalis, Baptist, Injili
menerima Infallibilitas dan Ineransi Alkitab dalam naskah Asli dan
Naskah SAlinan Textus Receptus (TR tuk Perjanjian Baru) dan Masoretik
Text (MT) tuk Perjanjian Lama, yg oleh para penerjemah dulu jadi basis
terjemahan ke KJV.
Menurut, Dr. D.A. Waite, antara naskah CT (Critical Text) temuan WH
(Weshcott-Hort)dengan TR (naskah PB Yunani) yang sudah dipakai lebih
dari 300 tahun terdapat 5604 perbedaan yang terdiri dari 1952
penghilangan kata (35%), 467 penambahan kata (8%), dan 3185 perubahan
(57%). dg perubahan yg besar-besaran ini kelihatan serangan Iblis
terhadap Alkitab semakin serius dan intensif. Gelombang pertama yang
tumbang berjatuhan adalah Teolog2 Liberal di Jerman. keraguan mereka
terhadap firman Tuhan mulai muncul bahkan akhirnya mereka lihat ALKITAB
hanya sekedar buku sejarah. Mereka tidak percaya ALLAH SANGGUP
MEMELIHARA FIRMANNYA.
Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 21:33, Langit dan Bumi akan berlalu,
tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Jelas ALLAH memelihara
FirmanNya, karena Yesus sendiri sudah berjanji.
salam kenal,
dede wijaya

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
IKUT KOMENT SINGKAT
Dear Bro Dede,
setuju dengan blognya.
Saya harap pak IR bisa lebih bijak lagi.
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
Monggo
Pak Dede yang fundamentalis punya hak hidup, Pak Ioanes yang post-liberal punya hak hidup.
Sebuah catatan: tidak semua orang mengerti cara Pak Ioanes mengasihi Yesus, yaitu dengan melakukan riset kritis. Kebanyakan orang kristen lebih suka berteriak amen ketika seorang propagandist mencomot bagian ALkitab sebagai pembenaran khotbahnya.
Catatan kedua: perlakukanlah Alkitab, spesifik lagi Injil, sebagai naskah TEOLOGI, yang tidak harus HISTORIS semuanya. Betapa mengerikannya jika narasi Matius 27:52-53 sungguh-sungguh terjadi dalam sejarah. Injil memuat sejarah, tetapi tidak semuanya sejarah.