naik.... naik.... ke lembah gun...

antisehat's picture


saya yakin semua orang mengerti
bahwa grafik kehidupan
tidaklah menaik terus,
kadang mendatar,
naik-turun,
bahkan menukik tajam

dalam setiap posisi grafik kehidupan
pastikan tujuan anda
adalah kepada kemuliaan yang paling tinggi
untuk Tuhan Yesus Kristus

ceritanya seperti ini...

Andi dalam perjalanan dari
Jakarta menuju kawasan puncak,
tentu saja jalannya
tidak menanjak terus,
pasti ada turunannya juga,
tapi tujuan Andi tetaplah ke puncak

berbeda dengan Budi
yang berangkat
dari kawasan puncak menuju Jakarta
tentu saja jalannya tidak
menurun terus,
pasti ada tanjakannya juga,
tapi tujuan Budi tetaplah ke bawah.

saat Andi sedang menurun
di sisi jalan sebelah kiri
Andi melihat Budi menanjak
di sisi jalan sebelah kanannya...

Andi tidak perlu frustasi
karena Andi mengerti,
walaupun sedang menurun,
Tujuannya tetap ke puncak.

Sementara Budi...?

salam kenal dari
team: www.antisehat.com

dennis santoso a.k.a nis's picture

ga ngerti... jelasin dong :-)

beberapa pertanyaan:

pastikan tujuan anda
adalah kepada kemuliaan yang paling tinggi
untuk Tuhan Yesus Kristus

[1] kenapa tujuan saya harus begitu?

Andi tidak perlu frustasi
karena Andi mengerti,
walaupun sedang menurun,
Tujuannya tetap ke puncak.

[2] 'kemuliaan yang paling tinggi'? bagaimana definisi nya? apakah yang dimaksud adalah 'posisi sebagai hamba yang paling rendah'?

andryhart's picture

Re: Mengapa kita selalu dicobai?

andryhart
Ketika menjadi relawan untuk membantu para gempa di Yogya, saya pernah mendapat pertanyaan spiritual yang sulit dijawab. Sang korban bertanya, "Mengapa saya selalu dicobai Tuhan. Saya orang tidak mampu yang hidup sehari-hari saja susah tetapi saya selalu berusaha untuk beribadah dan membantu sesama sesuai kemampuan saya. Sekarang rumah saya hancur karena gempa, suami saya meninggal karena tertimpa lonceng gereja (suami ibu ini sebetulnya sudah selamat ketika berlari keluar dari gereja tetapi karena teringat tugasnya sebagai prodiakon dia masuk kembali ke dalam gereja dan pada saat itu terjadi gempa susulan yang membuat lonceng gereja jatuh dan menimpa suaminya hingga meninggal).
Jawaban yang logis sebenarnya gampang, yaitu karena bangunan rumah ibu jelek (bangunan yang baik umumnya tidak roboh saat gempa) dan suami ibu lupa bahwa dia harus berada di luar bangunan sampai gempa benar-benar reda. Namun, saya mencoba menjawab secara spiritual bahwa Tuhan ingin umatnya menjadi burung rajawali yang pada saat badai tidak bersembunyi seperti burung-burung lain tetapi terbang tinggi hingga dia berada di atas badai. Umat yang menderita seperti Ayub tetapi tetap beriman kepada Allah yang menciptakan sungguh menyatakan kemuliaan-Nya. Hal ini bisa diibaratkan dengan kayu yang dipahat oleh sang pemahat terkenal; mungkin bila kayu itu bisa berbicara, dia akan berteriak kesakitan. Akan tetapi ketika dia sudah berubah menjadi patung yang indah, tentunya dia akan merasa bahagia dan turut bangga pada saat tuannya mendapatkan kemashuran.

Andryhart

Penonton's picture

antisehat selalu ngaco!!!!

Kepada penulis,

 

Saya terus terang tidak mengerti akan apa yang anda tulis dan maksutkan.Seingat saya, ini bukan pertama kalinya saya menuliskan komentar di blog anda.

Sebelumnya,saya juga pernah menuliskan kritik, tentang isi dari tulisan anda yang terkesan membingungkan dan terburu-buru pada saat dituliskan.

Sdr Antisehat,bayangkan jika para pembaca membaca tulisan anda. Terkesan sekali bahwa isi dan makna tulisan anda sunguhlah dangkal dan bercabang.Para pembaca pasti akan menjadi bingung, oleh karena anda , sebagai penulis , sangatlah minim dalam mencantumkan keterangan tambahan untuk memperjelas tulisan anda.Oleh karena itu dengan berat hati saya berpendapat bahwa, tulisan anda terkesan hambar dan tidak bermutu (maafkan saya harus mengatakan ini).

 

Perhatikan pada bagian di bawah ini:

 

Saat Andi sedang menurun

Di sisi jalan sebelah kiri

Andi melihat Budi menanjak

di sisi jalan sebelah kanannya...

 

Pada bagian ini, anda sedang menjelaskan tentang Andi.Keadaan dijelaskan melalui sudut pandang And. Betul?

Jika betul, bagaimana mungkin Budi bisa berada dalam dua sisi sekaligus dalam saat yang bersamaan (sisi kiri dan sisi jalam sebelah kanan)?

 

Kemudian sebuah kejanggalan lainnya pada bagian ahir:

 

Andi tidak perlu frustasi

Karena Andi mengerti,

Walaupun sedang menurun,

Tujuannya tetap ke puncak.

Sementara Budi...?

 

Andi tidak perlu frustasi, karena Andi mengerti, Walaupun sedang menurun, tujuannya tetap ke puncak. Sementara budi.

Kalimat di atas telah berkali-kali saya baca. Saya juga berusaha untuk agar dapat memahaminya.Sungguh sebuah kalimat yang aneh.....dan tidak masuk akal menurut saya.

Saudara Anti sehat, apakah anda kembali membuat kesalahan seperti sebelumnya?

Apakah anda memeriksa ulang tulisan anda sebelum anda menekan tombol ENTER?

Jika anda tidak berbuat kesalahan, tentunya anda mempunyai penjelasan, akan arti tulisan anda tersebut.

Tolong, tuliskan komentar anda mengenai hal ini.

Anda juga belum menuliskan komentar mengenai pertanyaan saya akan tulisan pertama anda.

Jika anda tidak memberikan komentar, dan memilih untuk berdiam diri, maka saya akan menyarankan ADMIN untuk segera menurunkan tulisan anda.

Terima kasih.

From OZ....far...far...away..

 

Liesiana's picture

maksudnya mungkin begini ..............

Saya hanya berusaha mengerti maksudnya antisehat, sorry kalau salah, mohon pembetulan.

Perjalanan ke puncak menggambarkan perjalanan hidup dan iman kita yang semakin lama semakin dewasa. Adakalanya perjalanan kepuncak itu tidak selalu menanjak, justru menurun, menggambarkan proses yang Tuhan ijinkan atas diri kita. Bisa pencobaan yang terjadi dalam hidup, bisa juga terkadang kita dalam pencobaan itu jatuh walau tidak sampai tergeletak, karena tujuan tetap ke puncak kedewasaan iman kepada Tuhan.

Perjalanan ke Jakarta menggambarkan perjalanan hidup dan iman yang bukan semakin dewasa, tetapi semakin hancur, semakin mendukakan Tuhan, bahkan dengan istilah menyalibkan Tuhan Yesus terus menerus.

Nah saat kita yang menginginkan tujuan kepada kedewasaan iman jatuh dalam pencobaan kadang melihat orang yang hidupnya tambah lama bukan tambah dewasa dalam iman ini malah kelihatan secara duniawi semakin menanjak dan kelihatan sukses sedikit. Tetapi sebenarnya walau dia kelihatan sukses dalam karier, materi atau lainnya, kehidupannya tetap saja menuju kehancuran iman kepada Tuhan.

Kelihatannya antisehat menyarankan kepada kita walau kita menyaksikan itu semua, kita tidak perlu frustasi. Walaupun kita sampai dalam keadaan lemah karena pencobaan (seperti keadaan menurun, kita tetap percaya dan yakin kedewasaan imanlah tujuan kita, sedangkan yang kelihatan seperti orang yang tidak pernah gagal, ........apakah benar keadaannya seperti itu.

Ini sekedar pendapat pribadi....

antisehat's picture

terimakasih

terimakasih buat teman-teman
yang udah komentar...

mungkin benar,
saya terlalu terburu-buru yaaa...
nge-blognya
hehehe...

khusus buat liesiana...
trims banget,
pendapat Anda jadi memperjelas blog saya...
hehehe

antisehat's picture

untuk sdr Penonton

Terimakasih komentarnya,
jadi ketahuan deh...
bahwa saya masih belajar nge-blog
hehehe...

Saya nantikan komentarnya
pada blog saya selanjutnya yaaa...

God Bless us...

Penonton's picture

maju terus yaa...

Buat sdr Antisehat,

No Hard feeling kok, maju terus yaa....kalau ada kesalahan di edit aja, khan masih bisa....,saya juga kadang-kadang suka membuat kesalahan....

Ditunggu deh tulisan berikutnya...

From OZ....far...far...away..

 

Tampilan Terbaik di 1024 x 768