Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Anjing yang beruntung..

joli's picture

Lord I'm not worthy to eat from the platter
cause I'm just a beggar in need

 

Lord bless your children who walk in perfection
who manage to Master your will
Give them their share of sweet milk and wild honey
Provide bread of life till they're filled

Feed the children but give me the crumbs from the table
I'll wait for them down on my knees
I'd be ever so grateful for the crumbs from the table
For strenght needed to follow Thee

Lord I'm not worthy to eat from the platter
cause I'm just a beggar in need
So satisfy others but when they're all finished
dear Jesus have mercy on me

(Crumbs From The Table Lyrics Songwriters: Miller, Barbara)

 

Hari Sabtu sore, meski mendung menggantung, 30an ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berusia sepuh berkumpul di rumah salah satu anggota kelompok untuk bersekutu. Terkadang terharu melihat mereka, dalam usia tidak muda lagi 60 tahun an, berjalan kaki beriringan sekitar 100 hingga 300 meteran tetap dijalani dengan suka cita.

Hari itu kami sharing tentang khotbah hari minggu sebelumnya tentang iman, dari Mark 7:24-37, tentang

seorang seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Sampai di sini ada yang bertanya:

A: kenapa Yesus tidak sopan, menganggap perempuan yang bener-bener perlu pertolongan sebagai "anjing"? itu kalau basa jowo misuh lho..

B: Iya ya, bila itu terjadi saat ini, pendeta aja yang bilang begitu, pastilah kita ngrasani opo iyo ini pendeta yang diurapi? apa iya pendeta model begini di penuhi Roh Kudus? utusan Allah?

C: Kalau aku, nggak jadi aja, mosok di anjing-anjing-kan

A: Wealah, lha wong demi anak, kalau aku ya nggak apa-apa, mau di umpat, mau di ludahi, asal anakku sembuh..

setelah seru berpendapat, kembali ke perempuan Siro Fenisia, karena jawabannya:

Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

Karena jawabannya, yang menunjukan percayanya kepada Yesus, anaknya sembuh, setan sudah keluar dari anaknya.

Selesai persekutuan..

Tiba-tiba ibu pemilik rumah minta waktu untuk berbicara:

Ibu, menawi mboten kawratan, nyuwun wekdal 5 menit kemawon, mbok bilih Gendon putro kula saged ngraosaken remah-remah, lan saged waras malih, Gendon sampun 8 tahun sakit mboten saged menopo-menopo. Nyuwun donga, mugi-mugi Gusti paring welas asih, supados Gendon saged saras

(Ibu, bila tidak keberatan, mohon waktu 5 menit saja, mungkin Gendon anak saya dapat merasakan remah-remah dan dapat sembuh. Gendon sudah 8 tahun sakit, tidak bisa apa-apa, mohon doa, semoga Tuhan berbelas kasihan, supaya Gendon sembuh)

Gendon anak ibu itu sudah 8 tahun sakit, tidak bia apa-apa, akibat minum minuman oplosan. Di kampung Gandekan memang banyak anak-anak yang berlatih jurus dewa mabok. ketika tahun 2001 Gendon di ajak ke Bali untuk bekerja, si orang tua sangat senang sekali, namun beberapa bulan kemudian, Gendon di bawa pulang teman dalam keadaan gawat. Hingga bener-bener tidak bisa apa-apa.  Akibat sang dewa mabok yang sok jagoan, berani minum minuman oplosan, Nggak tahu apa aja yang di oplos mungkin ada tambahan spiritus dikit atau apa, mematikan, mati sih mungkin lebih beruntung daripada 3/4 mati, seperti ini. Oplosan sudah merenggut berapa nyawa, tidak tahu.. namun itulah upah para jagoan..

tahun demi tahun.. bila Gendon mau minta minum kopi, yang dimintai nggak mudeng karena Gendon  nggak bisa ngomong jelas, semua di bantingin, minta rokok salah merk juga ngamuk...

Ketika si ibu minta di doakan, tiba PYANG.. PRANG.. suara gelas pecah, waduh.. mau berdoa jadi deg-deg-an bila kena piring terbang. Sore itu Joli masuk bersama ibu yang paling sepuh untuk berdoa dikamarnya dan teman-teman yang lain mendukung doa dan kadang terdengar suara nyanyian..
 

wonten panglipuran ing Gusti Yesus  (ada penghiburan dalam Tuhan Yesus)
wonten panglipuran enggal  (ada penghiburan kekal)
Gusti paring ayem (Tuhan beri damai)
lan paring kekiyatan (dan beri kekuatan)
wonten panglipuran enggal.. (ada penghiburan kekal)

Senandung lagu, memberi kekuatan, dan damai di kamar Gendon. tidak ada piring terbang, yang ada hanya ucapan matur nuwun, dari mulut Gendon..

Doa mohon remah-remah untuk Gendon..

Purnomo's picture

Sang Dewa Mabok terkapar

         Dulu ia membuka café jalanan. Sudah dapat dipastikan menu utamanya adalah miras. Sudah dapat diduga pemiliknya sering menggelar jurus dewa mabok. Susahnya, jurus ini sering ditujukan kepada istri dan anak-anaknya. Berkat keuletan seorang teman, ia bertobat. Bila ia datang beribadah di gereja, orang berusaha menghindari bercakap-cakap dengannya. Penampilannya pungky walau usia menjelang 50 tahun. Ada anting-anting di telinganya. Kepalanya dicukur plontos dengan menyisakan segaris rambut melintang dari depan ke belakang. Ia berganti usaha karena orang Kristen tidak pantas berdagang miras. Sayang ia tidak trampil di bidang lain. Ia bangkrut. Istrinya pergi meninggalkannya dan kedua anaknya usia SD. Suatu hari tetangganya menyadari sudah 2 hari tidak melihat sang dewa keluar rumah. Anak-anaknya yang biasa makan di rumah tetangga hanya bilang bapaknya tidur di lantai. Dan memang ia ditemukan tergeletak di atas lantai dalam keadaan struk.

         Beberapa hari kemudian dengan ambulan ia diantar tetangganya pulang ke desa asalnya, Jatinom. Anak-anaknya tidak ikut karena telah dijemput oleh ibunya. Siang tadi kami ke rumahnya. Ia tersenyum senang menyambut kami. Ia sudah bisa duduk di tempat tidurnya. Tangan kanannya masih belum bisa digerakkan. Ia hanya bisa mengucapkan sepatah kata setelah lama memikirkannya. Memorinya sering black out. Tetapi kata keponakannya yang menjagainya, ia masih bisa mengingat lagu. Jangan berharap itu lagu rohani karena ia jarang datang beribadah. Hiburannya hanya mendengarkan radio dan selalu memilih pemancar yang mengudarakan lagu-lagu pop lawas. Led Zepellin, Queens, Beatles dan sejenisnya. Wajahnya sumringah waktu saya menyanyikan kalimat pembuka Yesterday-nya Beatles.

 Sekarang ia kesepian. Kami adalah tamu ketiga selama 2 bulan ia berada di desanya. Yang pertama, istri pertama disertai kedua anaknya. Yang kedua, istri terakhirnya. Tetapi ia tidak terhibur dengan kedatangan mereka karena tahu apa tujuan mereka sesungguhnya. Karena itu, lepas dari rumahnya kami menuju kota Klaten yang tidak jauh jaraknya untuk berkunjung ke Gereja Jago. Kami minta bantuan gereja ini kalau-kalau bisa mengirim tim pelawatannya ke rumah dewa mabok ini untuk memberi bimbingan rohani. Karena perut sudah minta diisi kami minta referensi dari staf kantor gereja nama rumah makan di kota ini yang bisa kami datangi. Sayang Pak Wawan sedang sibuk berkutat di depan komputer sehingga tidak bisa ikut serta.

 Selesai makan, kami menuju ke sebuah alamat di dekat Pasar Gede Solo untuk mengunjungi seseorang yang sakit, mantan pengusaha sukses. Usianya menjelang 80 tahun dan harus duduk di kursi roda. Begitu bertemu saya bertanya, “Oom, tadi pagi jadwal sarapan paginya apa?” Ia setiap pagi dengan mobil mencari sarapan. Ia makan di dalam mobil. Jajan di luar adalah hobinya sejak muda. Sate buntel 2 biji di kawasan Mangkunegaran, jawabnya. Bagus, berarti masih sehat, saya berkomentar. Lebaran nanti ia akan mengungsi ke rumah anaknya di Semarang karena semua pembantunya mudik. Tetapi di Semarang ia tidak pernah jajan di luar karena tidak tahu mana makanan yang enak. Karena itu saya menyebutkan tempat di mana ia bisa mendapatkan sate kambing terenak dan babi hong terpopuler di Semarang tanpa memberikan nomor hape saya karena takut didamprat oleh anaknya.

 Lepas dari rumah ini kami langsung mengarahkan kendaraan kembali ke Semarang karena mengejar acara yang lain. Dalam perjalanan yang terpikir oleh saya adalah betapa rapuhnya tubuh manusia. Tetapi dalam tubuh yang rapuh ini Tuhan memberi otak yang luar biasa sehingga manusia saat ini bisa hidup dalam teknologi seperti yang kita manfaatkan sekarang ini. Pikiran yang lain adalah, sayang saya harus batal menghubungi Joli karena terbatasnya waktu.

 Next time semoga bisa.

Salam.

 

joli's picture

kado ultah "netbook"

Purnomo: Pikiran yang lain adalah, sayang saya harus batal menghubungi Joli karena terbatasnya waktu.

Purnomo, memang tahu cara hubungi Joli? emang punya contact Joli?? Dasar Purnomo emang suka buat kecewa orang. Tahu ke Solo nggak kasih kabar, coba mau hubungin Joli, kan Joli bisa nyantrik dan belajar ama Purnomo dkk, bisa ajak ke tempat Gendon, nanti Joli gantian ngunjungi si om depan pasar gede, biasanya Joli suka dolan ke t4 emak engkong ada jadwal 2 mingguan di hari Rabu.

Joli pada dasarnya suka ngomong dan suka cerita alias cerewet. Bila ada tulisan di SS ini yang menarik Joli selalu ceritakan kepada siapapun yang bersama Joli saat itu, bisa rekan kerja, ke mas Paul, ke teman gereja, kadang ke driver juga, wis pokoke ni mulut kalau nggak makan ya ngomong. Ketika Joli dapat kiriman dari Purnomo, hadiah ultah maksa klik disini, keponakan Joli jadi tertarik ikutan join ke SS, karena bukan hanya cerita dan tulisan nya yang menarik ternyata bila ulang tahun dapat kado "netbook" begitu katanya.. Nah lo.. Hebat nggak Joli dapat kado netbook dari Purnomo..  Makasih ya.. (blogger yang lain jangan iri ya.. nanti giliran ultah paksa-lah Purnomo untuk kasih kado )

Purnomo's picture

Tuhan bertahta di atas pujian

Purnomo, memang tahu cara hubungi Joli? emang punya contact Joli?

Di Solo tentunya harus mempergunakan Solo style. Datangi front office Rumah Turi, letakkan satu besek mercon, sebotol ciu Bekonang, korek gas, hape dan bilang kepada yang sedang bertugas, "Anda kami beri kehormatan untuk memilih: mempersilakan Joli datang ke mari atau semua mercon menggelar lakon pati obong."

 Senandung lagu memberi kekuatan, dan damai di kamar Gendon. tidak ada piring terbang, yang ada hanya ucapan matur nuwun, dari mulut Gendon.

Di Palembang seorang pendeta dipanggil ke rumah jemaatnya. Pembantunya kerasukan, berteriak-teriak, merobek-robek bantal dan melahap kapuknya. Ia berdoa tetapi tidak terjadi perubahan, bahkan pasiennya makin keras teriakannya. Ia bingung karena menyadari tidak mempunyai karunia mengusir setan. Dalam kepanikan ia menyanyikan sebuah lagu rohani dengan suara lantang. Heran, teriakan pasiennya turun satu oktaf. Ia menyanyikan lagu kedua dengan suara normal. Pasiennya merubah teriakan menjadi guman. Lagu berikutnya yang ia nyanyikan dengan lembut membuat pasiennya tertidur. Ia pulang. Esok hari ia mendapat kabar pembantu rumah tangga itu telah berkelakuan normal kembali.

 Kesaksian ini diceritakannya kepada saya ketika kami berada di sebuah gereja di pedalaman Sungai Musi. Pesan yang menyertainya adalah ketika hati gentar melihat keterbatasan kita dalam pelayanan janganlah mundur. Tuhan melengkapi hamba-Nya selama apa yang dilakukannya murni pelayanan.


Saya teringat lagu yang saya tulis dalam artikel “Pengantin perempuan itu kerempeng sekali” yang bait keduanya berbunyi, “Bei jedem Menschen, zu dem wir reden, order auch troesten und mit ihm beten, steht Gott    neben uns” (Waktu bicara membawa Firman, menghibur orang dan mendoakan, Allah pun hadir).

 Terlepas dari campur tangan Allah dalam apa yang kita lakukan untuk-Nya, dari pengalaman saya berpendapat memori akan musik lebih kuat tercetak di otak manusia. Di Salatiga saya mengunjungi seorang mantan organis gereja yang tergeletak menghitung hari. Setiap 2 menit ia menanyakan siapa nama saya. Di samping tempat tidurnya ada keyboard. Saya memainkannya dan mengajaknya bermain “berpacu dalam melodi”. Mengherankan! Ia bisa menebak semua judul lagu yang saya mainkan. Saya berpesan kepada istrinya agar sering melakukan permainan itu agar “pembacaan” file musik di otaknya yang terus menerus bisa membuka memori lainnya yang terblokir. Dengan terbukanya memori lainnya yang berisi seluruh “action plan” hidupnya, saya berharap semangat hidupnya ikut terbuka kembali. Sekarang ia sudah sehat, ikut paduan suara dan bekerja setelah sebuah mukjizat terjadi berkat doa seorang pelawatnya yang mengucapkan Doa Bapa Kami. Ketika ia menelpon saya mengherani pelawat itu hanya mengucapkan Doa Bapa Kami, saya menjawab “Mungkin ia tidak bisa memanjatkan doa selain Doa Bapa Kami.” Keajaiban yang Tuhan lakukan memang sulit dijelaskan dengan akal sehat.

 Jika Gendon bisa mengucapkan terima kasih berarti ia masih punya “hardisk” walau tinggal secuil. Mungkin saja yang sedang ia derita adalah rusaknya syaraf motorik. Seorang teman jatuh pingsan ketika bertugas bersama tim pelawatan. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Tensinya tinggi. Ketika sadar ia tidak bisa mengendalikan gerak tangan dan kaki kirinya yang terus bergerak. Dokternya menjelaskan dalam bahasa awam. “Stroke biasanya membuat orang lumpuh. Tetapi ada stroke yang membuat syaraf motorik kosleting. Dalam kasus ini anggota tubuhnya, atau bahkan tubuhnya, bergerak di luar kendali otaknya.”

 Saya mengantarnya tusuk jarum di rumah sakit. Tiga orang harus memegangi kaki dan tangannya ketika arus listrik lemah dialirkan. Mata saya melihat beberapa jarum akupuntur bengkok sendiri karena kontraksi otot kakinya. Dua kali tusuk jarum ia minta pindah ke pijat refleksi yang dijalaninya dengan telaten walau ia harus melolong kesakitan sehingga memberi hasil yang signifikan. Gerakan tak terkendali itu masih ada tetapi lemah sehingga ia bisa berjalan tanpa bantuan tongkat.

 Dewa Mabok begitu tiba di desa asalnya menjalani terapi pijat seminggu 2 kali ditambah obat herbal. Sekarang tukang pijatnya datang 2 minggu sekali. Saat ini saya sedang mencari cara memindahkan file musik di komputer ke pita kaset audio untuk merekam lagu-lagu kegemarannya yang disisipi lagu rohani.

 Kiranya apa yang kita lakukan Tuhan ijinkan menjadi tanda dan sarana akan kehadiran, kuasa dan kasih Allah bagi orang lain.


Salam.

 

joli's picture

Kuasa pujian

Purnomo, Tuhan bertahta atas pujian

Iya, saya beberapa kali mengalaminya, Tuhan bertahta atas pujian, seperti ketika maam Joli black out, tidak ingat apa-apa, termasuk tidak bisa mengingat anak-anaknya. Joli tuh kalau doa ya tidak bisa panjang, selalu to the poin, jadi belum pernah lakukan doa semalam suntuk. Malam itu mama sering ketakutan dalam ketidaksadarannya, semalaman Joli yang tungguin sendirian, hanya menyanyi pelan..

“ Tuhan s’lalu ampuni…
Dan lupakan yang sudah..
Dia tak kan ingat salahku..
Tuhan s’lalu ampuni…”

semalaman mengulang-ulang lagu itu, karena hanya lagu itu yang teringat.. dengan bernyanyi di telinga mama, bisa kuat semalaman, sambil memegang tangannya bila mama geragapan gelisah dan takut..

Pagi, ketika ganti oplosan dengan adik2, ketika Mama, bilang loh kalian kok disini semua ngapain? mendengar pertanyaan Mama, seperti mendapat karunia yang luara biasa, kieka mama bertanya ngapain kalian, berarti mama BISA mengenali anak-anaknya lagi.. Thanks God, Mama sudah tidak black out.

Pujian, Musik.. Seperti Saul ketika di ganggu roh jahat, bisa tenang oleh kecapi yang dimainkan Daud. Tahu nggak? hal yang sama juga Joli alami, bila lagi marah, sumpek, mendengar Clair memainkan pianonya, ketenangan berangsur menguasai.. walah jadi kangen Clair malam ini, pengin denger dia main piano, dia jago piano klasik loh..

 

 

hai hai's picture

Mas Purnomo, Kenapa Musik?

Mas Purnomo, kenapa  hanya musik? Bukankah Iman DATANG karena pendengaran? Allah berfirman, TUHAN Allah menanggapi. TUHAN Allah berfirman, manusia HARUSNYA menanggapi. Bukankah Alkitab adalah FIRMAN TUHAN Allah? Si Dewa mabok hanya sampah masyarakat, mari kita jadikan dia bahan percobaan, TAMBAHKAN Alkitab LISAN.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

Hai-hai.. mari kita jadikan dia bahan percobaan

Si Dewa mabok hanya sampah masyarakat, mari kita jadikan dia bahan percobaan, TAMBAHKAN Alkitab LISAN.

Hai-hai n Purnomo.. Ok Joli praktekan..

Jadi ajak dia nyanyi dan bacakan Firman gitu? setelkan radio (kristen) elshaday fm tiap harinya?

hai hai's picture

@Joli, Gendon Adalah Sampah Masyarakat

Joli, Gendon adalah SAMPAH MASYARAKAT! Kasihan sekali dia karena sudah 8 tahun namun tidak ada satu manusia pun yang memberitahunya KEBENARAN itu.

Nona, bila berkunjung lagi, titip pesan dari hai hai,"Gendon anak durhaka, engkau adalah sampah masyarakat. Berusahalah untuk menjadi KOMPOS, jangan mengumbar KEBUSUKAN!"

Mungkin dengan demikian, kita bisa memberinya kesempatan kedua karena CARA yang selama ini digunakan GAGAL!

Atau bagaimana bila kita pertemukan Gendon dengan dewa mabok yang ditemui mas Purnomo? Mungkin keduanya bisa saling menghibur dan saling mengasihani.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Andy Ryanto's picture

Setuju....dasar sampah!!!

Iya bu Jol....Gendon memang SAMPAH MASYARAKAT! sudah 8 tahun lagi jadi sampah!  Sekarang kan lagi musim industri daur ulang atau recycle, cepetan pungut tuh sampah hancurkan tanpa ampun dan proses dengan FT kemudian dipukul-pukul pake tongkat kaypang dibakar sedikit dengan RK...jadi deh....bejana yang baru.

Buruan kasih tahu Gendon kalau kita dulu juga sampah sama seperti dia, kebetulan kita duluan di recycle...buruan sebelum sampah benar-benar dimusnahkan atau dimasukin ke recycle bin dan di delete selama-lamanya .  Yang punya bisnis recycle bantuin bu Jol tuh..cepetan neh!

Buruan kasih tahu Gendon juga, Tuhan sayang sama anjing loh..kayak aku 

Note: kalau nggak salah dulu ada seekor bebek disini...kemana ya...masih hidup nggak ya?
joli's picture

Sampah di export

Andy : Buruan kasih tahu Gendon kalau kita dulu juga sampah sama seperti dia, kebetulan kita duluan di recycle...buruan sebelum sampah benar-benar dimusnahkan atau dimasukin ke recycle bin dan di delete selama-lamanya .  Yang punya bisnis recycle bantuin bu Jol tuh..cepetan neh!

Thanks Andy, nanti Joli ceritakan ke Gendon, sampah yang di recycle, sekarang bisa di export eh.. terbang ke Africa..

joli's picture

mengenaskan..

Ok Hai, setelah lebaran, Joli ke tempat Gendon, pesan Hai-hai Joli sampaikan.. tapi di modifikasi ya.. dengan kata-kata seperti itu, Joli nggak berani neh..

Tahu nggak kemarin ketika bertemu dengan Gendon, seorang pemuda dewasa, bersih cakep, dulunya pemuda yang gagah, melihat dari tulang ibunya. Namun Gendon yang sekarang, tidak terlalu kurus sih.. tapi kedua tangan-nya bisa tak beraturan arahnya, begitu pula kedua kakinya bisa  berbelok-belok, seperti polio, matanya melihat keatas terus, dah.. sungguh mengenaskan.. akibat minum oplosan, merusak, sangat merusak.. bukan hanya pikiran, tapi phisik juga bisa bengkak-bengkok gak karuan, ngomong juga kurang jelas..

Usul yang bagus juga sih.. pertemukan Gendon dengn dewa mabok teman Purnomo.

Purnawan Kristanto's picture

Purnomo makan enak nggak ngajak-ajak

 Karena perut sudah minta diisi kami minta referensi dari staf kantor gereja nama rumah makan di kota ini yang bisa kami datangi. Sayang Pak Wawan sedang sibuk berkutat di depan komputer sehingga tidak bisa ikut serta.

Hari itu, saya sedang mengajari staf kantor gereja tentang cara memposting tulisan untuk blog gereja jago.  Gereja kami memang baru saja memasang sambungan internet.

Di kantor yang sempit itu, ada banyak orang di dalamnya. Kemudian ada empat atau lima bapak yang lebih tua dari saya datang [saya tidak tahu pasti jumlahnya karena tidak sempat menghitung]. Maka kantor itu pun makin sesak.

Mereka ditemui pak Budi Nugroho Sulaiman [BNS], salah satu majelis kami. Intinya adalah "menitipkan" salah satu jemaat mereka. Dari pembicaraan yang saya curi dengar, mereka berasal dari GKI Karangsaru, Semarang. Saya tidak begitu intens mendengarkan pembicaraan karena konsentrasi pada komputer gereja. Toh, sudah ditanggapi oleh BNS.

Lalu tiba-tiba salah satu dari mereka bertanya: "Rumah pak Wawan dimana ya?"

Lalu mas Widi, staf gereja, menjawab sambil menunjuk saya, "Lha ini yang namanya pak Wawan."

Saya mengangguk memberi senyum sekilas, lalu kembali ke layar komputer.

"Iya, saya sudah tahu," jawab si penanya singkat.

Lalu saya membatin, "Kalau sudah kenal saya, mengapa tidak tanya langsung tanya saja pada saya?"

Mereka menanyakan rumah makan yang enak di Klaten, tetapi harganya cukup murah. Mau enak kok, minta murah, batin saya. Mas Widi merekomendasi Banyu Urip atau Mayar, Cawas.

Beberapa lama setelah mereka berpamitan, saya tersentak seperti kesetrum! Teringat kembali kata "Karangsaru" tiba-tiba mengingatkan saya pada sesosok pria misterius di SS ini. Sayangnya, saya baru ngeh setelah rombongan itu pergi.

 


 www.purnawan.web.id

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Purnomo's picture

Makan kwantita vs makan kwalita

Makan kwantita berarti yang penting kenyang. Untuk bisa makan kenyang syarat utamanya adalah murah. Sebetulnya yang berkepentingan tidak peduli tingkat kelezatannya. Tetapi agar tidak ketahuan ia makan sembarangan, ia mengatakan syarat kedua: enak. Semua orang tahu tidak ada makanan enak yang harganya murah. Dengan demikian, kata “enak” lebih berbicara pada jumlah uang yang harus dikeluarkan (enak bagi dompetnya) daripada tingkat citarasanya.

 Ketika kami bertanya alamat rumah makan, yang ada di pikiran adalah makan kwalita. Sayang sekali walau kelaparan perdebatan yang terhenti dengan mampirnya kami di kantor Pak Wawan dilanjutkan kembali di dalam mobil, tiga alamat itu lewat begitu saja. Menjelang Delanggu kami asal berhenti saja di sebuah rumah makan walau kami melihat di situ tidak ada pengunjungnya. Nasib orang baik memang selalu baik. Kami bisa makan kwalita di situ: tumis kangkung, ati rempela goreng, gurami dan cumi goreng. And believe me, plus murah, karena saya tidak ikut membayar.

 Makan di rumah Pak Wawan? Kalau itu yang Pak Wawan tawarkan, pasti kami menjawab “no way”. Bukan karena sombong, tetapi kami yang menerobos masuk ke kantor Gereja Jago semua sudah berlabel “orang jahat”. Kami tidak ingin karena kelakuan segelintir orang ini Bu Wawan berpikir betapa “sesat”nya gereja kami. Tahu kejahatan yang kami lakukan saat berangkat? Kami membawa mobil yang baru dibeli gereja dan belum pernah dipakai yang seharusnya dipakai dulu di dalam kota. Test drive, alasan kami.

 Lain kali kalau kami berencana makan di rumah Pak Wawan, sesuai dengan amanah Empek, saya akan mengirim fax terlebih dahulu berisi daftar menu. Sayur asem, asam-asam ayam dan gurami asam manis.


Salam.

 

hai hai's picture

Mas Purnomo, Bebek Kaleyo

Tadi malam saya ke rumah mama. Sahabatnya datang dari Medan, saya menjemputnya di Airport lalu mengantarnya ke Bogor. Jam 18.30 berangkat dari Airport Cengkareng, sampai di rumah mamaku jam 22.00. Itu bukan masalah besar karena masalah utamanya adalah sahabat mamaku itu orang kampungku, alergi AC. Dia akan muntah sepanjang jalan bila AC mobil nyala. Karena tidak menemukan plastik untuk menampung muntahnya, maka saya memilih PANAS, BISING dan ASAP mobil.

Saya ingin mentraktir sahabt mamaku makan karena perutku lapar. Namun dia cerita tentang BETAPA nggak enaknya makanan di tempat-tempat aku ingin berhenti mentraktirnya. Maka saya memutuskan untuk menahan lapar hingga rumah Mamaku dan berharap ada makanan di sana.

Mamaku menyajikan masakan andalannya. Bebek tim Taoco. Huuuuuuuuu .... Saya menikmatinya. Mama bilang, "Ini bawa pulang!" Satu ekor bebek tim Taoco dan puluhan butir telur ayam kampung hasil ternaknya. Mama lalu cerita tentang jumlah bebek kepunyaannya. Dia juga bilang, "Ada dua ekor bebek jantan muda, besar sekali, mustahil menghabiskannya bila di potong dan dimasak." Saya bilang dia, "Ma, potong saja bikin bebek tim taoco maka saya akan mengudnang teman-teman. bila mereka tidak bisa datang, biarlah saya mengantarkan bebek tim taoco kepada mereka." Mamaku diam lalu berkata, "Kita lihat nanti!"

DAN-DAN penggemar bebek sepertiku. Inginku mengundangnya untuk ikut makan siang di rumahku dengan lauk bebep tim taoco ala mamaku. Hari ini istriku off, itu berarti dia akan di rumah seharian, itu berarti aku libur seharian untuk menyensuaikan sabat istriku. Istriku bilang, "mau rebutan?" Ketika saya mengutarakan untuk mengajak atau membawa sebagian bebek untuk DAN-DAN.

Satu ekor bebek ludes berempat,  Saya, istri saya, tante istri saya dan anak saya. Anak saya bkin pernyataaan: "Ama (nenek) bilang masih punya banyak bebek, aku kasih tahu dia bahwa aku paling suka bebek tim taoco ama. Ama bilang teman papaku suka bebek, aku bilang ama, nanti aku yang makan palling banyak teman papa biar makan sisanya aja ya?! " Ketika  saya cerita tentang teman-teman, anak saya bilang, "I AM suka bebek. I AM sudah bilang Ama. I AM makan bebek ama,  teman papa, kcian deh lu!"

Ssssst .... Masih ada sisa kuah taoconya, besok istri saya kerja, saya akan pecahkan beberapa telur ayam kampung sambil memanaskan kua taoco. Anak saya belum tahu trik ini.

Saya bercerita tentang bebek kaleyo kepada adik saya dan istirnya sambil menyuap nasi dan bebek ke mulut. Adik saya ngakak dan berkata, "Bebek Kaleyo, yang punya adalah jemaat kita saat ini. Dia dari GKI klaten. " Dunia benar-benar sempit.

Mas Purnomo, kalau ke Jakarta, tolong hubungi saya., Apapun yang anda ingin makan, KAA (kami antar anda). Apabila makanan  bukan tujuan anda, kita bisa ngobrol dengan denis, samuel, nobitea, erick, taksaka, dll, dll termasuk nosid an mox serta teman-temannya.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Purnawan Kristanto's picture

Bebek Kaleyo

 Koreksi dikit: Pemilik bebek Kaleyo bukan dari GKI Klaten, tapi dari GKJ Wonosari, Gunungkidul. Dia dulu adalah murid Sekolah Mingguku.

Perjuangan untuk merintis usaha ini sungguh luar biasa. Mirip dengan kisah Thomas Alva Edison. Bedanya, kalau Thomas menemukan bola lampu, tapi Hendri [nama pemilik bebek Kaleyo] menemukan ramuan sambal yang pas.

Saat itu dia punya tekad bahwa sambalnya harus lebih enak daripada sambal buatan pak Slamet [market leader di bidang bebek goreng]. Untuk itu, maka dia naik pesawat ke Jogja hanya untuk membeli bebek goreng pak Slamet. Sesampai di Jakarta, dia meminta beberapa orang untuk mencicipi masakannya dengan masakan pak Slamet. Caranya, masing-masing masakan ditaruh di kardus tanpa label. Hanya diberi label A dan B.

Pencobaan pertama, para pencicip lebih menyukai masakan pak Slamet. Dia lalu mengubah resep lagi, kemudian terbang lagi ke hanya Jogja untuk membeli bebek pak Slamet. Eh, ternyata bebek pak Slamet memang sulit dikalahkan. Dia melakukan itu sampai puluhan kali. Bahkan menurut ceritanya, dia sudah mengubah dan mencoba resep sambal sampai lebih dari 50 kali.

Hingga akhirnya ditemukan resep sambal yang pas, yang mampu mengungguli buatan pak Slamet. Maka resep itu pun dikunci dan dipasarkan. Ternyata usahanya menuai sukses. Sekarang, omzetnya sudah melampaui bebek pak Slamet.

Namun tidak semua orang menyukai kesuksesannya. Suatu hari, salah satu karyawannya mendapat SMS gelap. Isinya: "Hati-hati, pemilik bebek Kaleyo menggunakan jimat penglaris. Kalau kamu tidak segera keluar dari situ, maka kamu akan menjadi tumbal."  Maka gegerlah seluruh mess karyawan. Malam itu, lebih dari 25 karyawan langsung kabur dan pulang ke desa mereka [kebanyakan mereka berasal dari satu desa].

Hendri menjadi kelabakan karena dia harus tetap membuka usaha. "Namun musibah ini membawa hikma Mas" katanya kepada saya. Akibat peristiwa ini, dia mengenal outsourcing dalam rekrutmen karyawan. Dia menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja. Dengan cara ini, dia mendapatkan karyawan yang lebih profesional.

Beberapa hari kemudian, karyawan -karyawan yang minggat ini baru menyadari bahwa mereka telah termakan isu. Maka mereka meminta kembali bekerja di bebek Kaleyo. Namun posisi itu sudah banyak yang terisi. Mereka menjadi menyesal. Bahkan ada yang dihantar oleh orangtuanya sambil menghiba-hiba untuk dipekerjakan lagi. Hendri akhirnya menuruti, dengan syarat mereka harus mengikuti fit dan proper test lagi. Mereka setuju. Sebagian eks karyawan akhirnya diterima kembali.

 


 www.purnawan.web.id

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

Purnomo's picture

@hai-hai, thx

untuk kebaikan menyediakan jasa KAA (kami antar anda), tepatnya SAA (saya antar anda), karena "Apabila makanan  bukan tujuan anda, kita bisa ngobrol dengan denis, samuel, nobitea, erick, taksaka, dll, dll termasuk nosid an mox serta teman-temannya." -> ini sih perjamuan kasih, masing-masing bawa rantang dari rumah.

Kalau saya ke Jakarta pasti Empek dapat kabar.

Salam.

 

hai hai's picture

@ Wawan, Naga GKI Karang Saru

Mas wawan, GKI Karang Saru, setelah itu saya berhenti. Naga itu. Saya ingat ucapan Kongzi setelah pertemuan pertamanya dengan Laozi yang kira-kira begini.

burung, saya tahu bisa terbang
ikan, saya tahu pandai berenang
binatang, saya tahu bisa berlari kencang
yang bisa terbang bisa dipanah
yang berenang bisa dijaring
yang berlari kencang bisa dijebak
namun yang disebut naga
terbang menunggang awan menghadap Tuhan
saya tidak tahu
Laozi di mataku adalah naga yang keji

Mas Wawan, nampaknya naga Karang Saru itu adalah Laozi, itu sebabnya kita yang penjaga perbatasan ini hanya bisa membujuknya untuk menulis namun tak mampu memintanya tuk tinggal.

Apabila mereka bertanya lagi tentang rumah makan yang makanannya enak namun murah, sebaiknya kita giring ke rumah untuk makan masakan istri kita. Dengan demikiaan, kisa bisa menyajikan buah, ASEeeeeem ...... seperti yang disajikan tante paku.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Purnomo's picture

Naga, antara ada dan tiada

Dalam sejarah tidak ada kebon binatang yang pernah memelihara naga. Di dalam museum tidak ada dipamerkan tulang belulang naga. Tetapi gambar naga ada di banyak lukisan. Dia menambah keperkasaan gunung-gemunung; kehadirannya membuat gelora laut makin tampak garang; liuknya membuat kecantikan burung phoenix makin terpancar.

Naga, sayakah itu? Bukan! Saya hanyalah sepotong nagasari, a traditional Javanese snack, yang tidak bisa mengenyangkan tetapi masih bisa dipakai mengganjal perut lapar sementara main dish sedang dipersiapkan oleh para koki.

Salam.

 

hai hai's picture

@Purnomo, Laozi

Laozi adalah kepala perpustakaan istana sekaligus penulis sejarah. Sebuah kedudukan yang luar biasa. Ketika dia bosan karena semua yng ingin diketahuinya telah diketahuinya, yang ingin dibacanya telah dibacanya, yang ingin diubahnya tak mampu diubahnya, karena KESEMPATAN itu tak pernah muncul, dia pun memelanai lembunya lalu pergi meninggalkan kerajaan.

Penjaga benteng perbatasan, bukan ornag bodoh, dia tahu si tua yang nampak bodoh di atas keledainya itu adalah Laozi.

Dgang pun jadi setelah tawar menawar yang seru. Laozi bleh melewati gerbang setelah dia menuliskan yang dia tahu.

3 hari tiga malam Laozi menulis. Itulah yang diajarkan sejarah. 81 puisi dan cerita pendek. Itulah SELURUH pemahaman Laozi,. Dia meninggalkannya dalam bentuk tulisan lalu pergi ke gurun tuk menjadi manusia bebas.

Laozi adalah naga Tiongkok kuno. Naga Karang  Saru, bila berjodoh, kami kan bertemu.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

joli's picture

bila para naga bertemu.. apa jadinya?

Kalau para naga bertemu apa yang terjadi ya?

Saling sembur, unjuk kekuatan apinya?

nggak pernah bayangkan naga saling pelukan

minmerry's picture

Made him failed

Regrets.... made him failed...

Anger caused his life ruined.

 

http://minmerry.com

 

__________________

logo min kecil

joli's picture

Remah-remah adalah anugerah

Min, akibat minuman oplosan sudah merusak tubuh dan otaknya, sehingga emosi nya juga di luar kendalinya. Secara nalar emang hanya karena belas kasihan dari Tuhan lah yang dapat memulihkannya, bila ada remah-remah yang jatuh itu sudah menjadi anugerah besar baginya..