Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Gersang Vs Original Tenderloin

Pestaria Happy's picture

Di dalam dunia ini tidak ada yang namanya “GERSANG” mendatangkan berkat. Tetapi bagi orang percaya, tidak ada barang yang mustahil karena kita memiliki Allah yang mampu
mengubahkan “gersang”. Allah yang kita sembah, membuat “Gersang” itu sesuatu yang nikmat, bahkan lebih nikmat dari apapun di dunia ini (bahkan lebih nikmat dari “Original
Tenderloinnya ‘Kedai Steak” bukan promosi loh….
). Asalkan kita tahu melihat kegersangan itu bersama dengan Allah.

 


Berbicara tentang “kegersangan”, maka tidak dapat lepas dari Iman. Jalan menuju iman yangbesar adalah melalui lembah-lembah dan ujian-ujian. Itulah sebabnya begitu sedikit orang mempunyai iman yang besar. Alkitab memberikan beberapa kesaksian para pejuang “Iman” yang harus melewati masa-masa kegersangan dan Ujian. Pertama,Nuh (Ibrani 11:7). Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.Mungkin jika Nuh ada pada zaman sekarang, dia pasti akan mendapat julukan “Cracy Man” alias orang gila. Saat-saat dia dianggap menjadi gila, bisa jadi membuat Nuh berada pada keadaan kegersangan atau lembah ujian. Tetapi Nuh,mampu merubah gersang itu menjadi berkat atas keluarganya. Kedua,Abraham (Ibrani 11: 17). Tatkala ia dicobai, mempersembahkan Iskhak, Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal. Secara manusia (jadi ingat lagu rock yang berjudul “Rocker juga manusia” Abraham kan juga masih manusia), ayah mana yang tega mengikat anaknya yang tunggal untuk disembelih dan dijadikan korban persembahan. Dalam perjalanan membawa Iskhak ke tempat persembahan merupakan saat-saat yang gersang, tetapi Abraham tetap taat dan itu mendatangkan pujian dari Allah (Abraham dijadikan bapak orang beriman).Masih banyak pejuang lain yang juga melewati masa kegersangan.


Iman adalah sebuah batu permata yang berharga dan kita harus membayar dengan harga yang mahal untuk memperolehnya.Namun jika kita bersedia membayar harga yang tinggi itu, tidak akan ada suatu hal pun yang tidak dapat kita lakukan. Adalah sebuah prinsip Alkitab (Ibrani 12;11--- memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita tetapi dukacita) yang tidak berubah bahwa setiap kali Allah ingin melakukan sesuatu yang berarti di dalam hidup seseorang, pertama-tama Ia membawanya ke dalam kegersangan dan membuatnya hampir tidak berarti sama sekali. Allah memakai kegersangan untuk menghasilkan “Kerendahan hati” di dalam hidup kita sehingga kita tidak mencuri kemuliaan atas mujizat-mujizat itu bagi diri kita sendiri dan semua kemuliaan tertuju hanya kepadaNya.


Sebelum Tuhan dapat memberkati kita dengan suatu pelayanan yang berbuah secara luar biasa, pertama-tama Ia harus membawa kita melewati suatu periode kegersangan. Kita akan melihat orang-orang lain diberkati, tetapi kita tidak diberkati. Namun jika kita sabar pada waktunya, Allah akan membuat kita makmur di dalam setiap bidang kehidupan. Iman seseorang kepada Allah merupakan sesuatu yang bersifat pribadi (personal). Hanya kita dan Allah yang tahu dan merasakannya. Setiap orang yang melayani di dalam iman yang sejati telah diuji di dalam bidang iman yang tertentu dimana ia melayani. Sebagai contoh : bisa jadi si A diuji imannya melalui kegersangan dalam bidang keuangan, di lain pihak si B diuji imannya melalui kegersangan dalam rumah tangga dll.


Hamba Tuhan “Smith Wiggleworth”

Kalau kita ingin dipakai dalam bidang penyediaan keuangan, pertama-tama kita akan mengalami banyak ujian keuangan sampai Allah yakin bahwa Ia dapat mempercayakan kita dengan sumber-sumberNYA. Jika kita tidak pernah mengalami padang belantara di dalam bidang keuangan dan Allah memberkati kita dengan uang dalam jumlah yang besar, kita akan memakai
uang itu untuk keinginan-keinginan kita sendiri. Tetapi jika kita harus bergantung kepada Yehova Jireh untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan kita selama bertahun-tahun, kita hanya akan memakai uang kita untuk maksud-maksud dan kemuliaanNYA. Sekarang, dengan pemahaman seperti itu, kita akan mampu
merasakan nikmatnya “kegersangan” karena itu merupakan persiapan untuk menerima berkat-berkat Allah.

 

edy's picture

SETUJU

SAYA SANGAT TERKESAN DENGAN TULISANMU INI. NAMUN SAYANG KURANG ADA YG BERMINAT DI SINI. MUNGKIN PADA ALERGI PADA KATA GERSANG ATAU IMAN. MUNGKIN. TAPI SAYA SETUJU DENGAN ANDA. GBU
Daniel Zacharias's picture

Mengapa saya tidak melihat

Mengapa saya tidak melihat relasi antara gersang dengan judul yang agak menganggu "Original Tenderloin?" Daniel Zacharias
__________________

Daniel Zacharias