Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

luther

RDF's picture

Pendahuluan (Bagian 9): Kajian Lucifer – Merunut Kabar (Dari) Burung

Konsep Setan dan Pertentangannya pada Reformasi Protestan 

 Saya, sebagai umat Allah dan ciptaanNya  mempercayai jika ‘keadaan’ sudah sebegitu ‘kabur’; dalam hal ini konsep-konsep dan buah pemikiran-pemikiran Kristen yang sudah menjadi tidak orisinil yang seharusnya berangkat dari FirmanNya setelah melalui periode panjang peradaban Romawi, maka Sang Pencipta dapat membangkitkan atau tepatnya memakai siapa saja yang dipilihNya untuk ‘menjernihkan’ ‘keadaan’.

Pernyataan saya ini, terkait erat dengan perkembangan nilai Injil dan kekristenan yang diberitakan dengan tulus dan ikhlas serta dedikasi tinggi oleh para Rasul-Rasul yang menjadi saksi kehidupan Yesus Kristus namun telah bergeser nilai kebenarannya menjadi barang dagangan yang komersil bahkan ‘dipermainkan’ untuk kepentingan segelintir dan kekuasaan umat manusia.

Risdo M S's picture

Mencabut Paku-paku dari 95 Dalil Luther: 31 Oktober itu bukan Hari Reformasi Gereja

“Dapatkah suatu kejadian pada masa ini menunjuk pada masa lalu dan memberi arti yang sama sekali baru, terhadap sesuatu yang telah terjadi?”

Jostein Gaarder dalam Maya.

Tanggal 31 Oktober diperingati kaum Protestan sebagai Hari Reformasi. Hari dimana pada tahun 1517 Martin Luther, seorang doktor teologi Universitas Wittenberg dan imam dari Ordo Agustinian “memakukan” 95 dalilnya di pintu Gereja Kastil Wittenberg dan mengirimkannya pada Uskup Mainz, Paus Leo X serta rekan-rekan se-universitasnya.

Purnawan Kristanto's picture

Munculnya Kaum Anabaptis[versi tandingan]

Pada tulisan "Munculnya Kaum Anabaptis", gbiajohnthebaptist  menuliskan sekilas tentang aliran Anabaptis. Setelah membacanya, saya tertarik untuk mengadakan studi literatur sederhana. Hasilnya saya melihat ada beberapa bias pandangan yang perlu dikoreksi.

gbiajohnthebaptist's picture

Munculnya Kaum Anabaptis

Sejak rasul-rasul tiada, sekelompok kecil orang tetap setia mempertahankan kebenaran dan membentuk jemaat lokal yang independen sesuai dengan karakteristik jemaat Kristus di Perjanjian Baru. Mereka dikejar dan dianiaya dan dipaksa oleh gereja negara untuk bersatu tetapi mereka tetap tidak mau bersatu dengan negara. Mereka menjaga kehidupan yang kudus dan membentuk jemaat yang disiplin tinggi di gua-gua, desa-desa terpencil sehingga jauh dari pengaruh kekuasaan Roma. Ketika mereka menjumpai orang-orang yang menganut kepercayaan Katolik, mereka akan mulai menginjili dan menceritakan kebenaran jemaat Kristus. Seandainya orang yang mereka beritakan Injil bertobat maka mereka menuntut orang tersebut untuk dibaptis ulang yaitu dengan cara selam. Karena bagi mereka cara percik tidak berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Tetapi jika orang tersebut tidak bertobat maka nyawa mereka menjadi taruhanya karena akan dilaporkan pada gereja negara. Di Grecian Armenia tercatat 100.000 orang meninggal karena penganiayaan kaisar Theodora.