Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Mom... Do you love me???

Priska's picture

Setelah tamat SMA, mbah kakung tidak mengijinkan mami untuk kuliah terlalu jauh. Sedangkan mami hanya diterima PMDK di ITB, yang notabene cukup jauh dari kampung halaman. Mencoba mendaftar UMPTN untuk masuk UNS, ternyata gagal. Akhirnya kandaslah cita-cita mami untuk mengenyam bangku kuliah. Dengan sedih, mami menulis surat kepada sang pacar, kalau dia tidak jadi berangkat ke ITB, tapi akan mencari kerja di sekitar rumah saja.

Tapi keberuntungan mungkin belum berpihak, belum juga mendapat kerja, datanglah lamaran dari bapak. Entah berdasar pertimbangan apa, mbah kakung menyetujui lamaran itu, dan hanya berjarak 1 tahun setelah kelulusan mami dari SMA, mereka berdua di nikahkan. Padahal jelas terlihat oleh semua mata, bapak berbeda keyakinan dengan mami. Tapi bapak rela mengikuti mami untuk sekedar bisa menikah. Hah... dasar!!!

Sang pacar pun kemudian ditinggalkan tanpa pesan apapun. Sampai pada akhirnya aku lahir, setelah 3 tahun mami dan bapak menikah. Ketika aku lahir itulah, sang pacar baru mengetahui kalau ternyata mami sudah jadi milik orang lain. Wow... betapa hancur hatinya saat itu. Bermaksud datang untuk meminang, ternyata yang dilihat adalah suatu kelahiran. Ha ha ha... kasian deh lu!!

Kembali ke cerita awal...

Rumah tangga hasil perjodohan, ternyata hasilnya berantakan. Setiap hari hanya ada keributan dan piring terbang. Wuw... mengerikan!! Entah berapa kali aku menyaksikan perhelatan akbar saat itu. Sampai pada akhirnya (setelah 6 tahun aku lahir), aku mempunyai seorang adik laki-laki. Dulu, semua orang berfikir dengan lahirnya adikku, rumah tangga ini akan jadi lebih damai dan tenang. Tapi justru kenyataannya kebalikan. Beberapa kali mami selalu beralasan ada tugas ke luarkota, dsb.

Ah, ternyata itu hanya alasan mami semata. Di luar sana, mami bertemu lagi dengan sang pacar tanpa sepengetahuan bapak. Aku bisa tahu karena mami pernah mengajakku menemui pujaan hatinya dulu. Keributan pun makin sering terjadi. Ditambah lagi masalah kesenjangan sosial ekonomi antara bapak dan mami. Mami bisa mendapat pekerjaan mapan di salah satu departemen negara, sedang bapak hanya bekerja di sebuah pabrik genteng yang notabene penghasilannya jauh di bawah mami. Wuw... keadaan menjadi semakin runyam.Tapi untunglah... kemudian sang pacar menikah. Jadi rumah tangga ini masih bisa diselamatkan.

Hanya damai 3 tahun, keributan kembali memuncak. Ada seorang yang cukup mapan datang lagi di hidup mami dan menawarkan sejuta mimpi. Mami pun tergiur dan tergoda akan hal itu. Dan kali ini... benar-benar mami tidak mengingat akan bapak, aku dan adikku. Dia memutuskan untuk melangkah ke meja hijau. Tahun 1997, palu pun diketuk dan hakim menyatakan bapak dan mami resmi bercerai.

Mami angkat kaki dari rumah dengan membawa aku dan adikku. Kami bertiga menyewa sebuah rumah yang memang telah dipersiapkan sejak awal. Bapak pun juga tidak berusaha sedikit pun untuk menghalangi mami. Seakan-akan bapak merelakan begitu milik kepunyaannya dicuri orang dengan paksa. Dan sejak itu pun... bapak tak pernah lagi menemui ku dan adikku hingga sekarang.

Hubungan mami dan si pemimpi semakin dekat. Tapi karena terganjal peraturan negara, mereka tidak dapat menikah secara resmi, hanya menikah di bawah tangan (berjarak kurang dari 1 tahun setelah perceraian mami). Ha ha ha... tapi itu hanya kebahagiaan sementara buat mami. Karena kemudian si pemimpi harus dipindahkan jauh dari mami karena terkena sanksi telah menikah di bawah tangan. Memang masih bisa tetap berkomunikasi, tetapi hanya dapat bertemu 1 - 2 bulan sekali.

Setelah 7 tahun berjauhan, ternyata si pemimpi punya mimpi baru lagi di tempat dimana dia berada sekarang. Dan akhirnya... mami ku pun ditinggalkan. Deraian air mata tak henti-henti mengalir dari mata mamiku. Dan entah sudah berapa banyak yang telah menetes. Mami ku frustasi... mami seakan kehilangan arah dan tujuan hidupnya...

Ah... aku dan adikku tidak dapat berbuat banyak. Kami tidak berani berkomentar apa pun tentang hal ini. Kami hanya diam dan selalu diam melihat semua keadaan yang ada.

Waktu pun berjalan cepat, lambat laun... mami berusaha melupakan si pemimpi. Tapi kemudian datang lagi seorang anak SMA kelas 3 di hidup mami. Sang bocah telah berhasil membuat mami lupa sedikit demi sedikit dengan sang pemimpi. Awalnya, aku tak hendak curiga atau menaruh apa pun pada sang bocah. Tapi ternyata aku telah salah menilai. Aku ndak tahu pasti apa yang sedang terjadi antara mami dan sang bocah. Aku hanya berfikir kalau sang bocah telah merebut cinta mami untukku.

Kenyataan ternyata lebih buruk dari apa yang aku pikirkan. Sang bocah dan mami ada hubungan yang... entah apa namanya. Setiap akhir minggu, sang bocah selalu datang ke rumah dan tidur di rumahku... bahkan tidur di kamar dengan mamiku. Sms yang terkirim dan dikirim sang bocah untuk mami ku pun, terasa sangat janggal. Bertebaran kata-kata sayang dan pujian, yang selayaknya dipakai untuk hubungan anak belasan. Wow... how come?? Sang bocah itu lebih pantes jadi anak mami!! Bukan jadi... ah apa namanya...

Mom... dari semua yang udah mami lakukan sampai saat ini, aku (dan mewakili adikku) hanya ingin bertanya... "Mom, do you love me???"

__________________

"I can do all things through Christ who strengthen me"

clara_anita's picture

Dear Priska, She needs your love....

Dear Priska, Pernah salah seorang sahabat terdekat saya mengalami hal yang kurang lebih sama dengan yang Priska alami sekarang. Mulanya ia amat marah, sampai kemudian dengan kedewasaan yang sebenarnya bukan milik orang seusianya ia mengatakan, "Mama melakukan itu karena ia butuh cinta. Apakah aku sudah mencintainya dengan tulus? She needs my love..." Priska, saya ikut berdoa buatmu... tapi coba juga renungkan Maybe she needs you to love her more GBU nita
Priska's picture

:)

Thanks clara :).
__________________

"I can do all things through Christ who strengthen me"

xaris's picture

Love is

Priska dear,

Pendetaku bilang cinta bukan matematika. Dalam matematika untuk setiap pertanyaan pasti ada jawaban. Kalau tidak bukan disebut matematika/ilmu pasti. Sehingga yang lebih penting adalah pertanyaannya, bukan jawabannya dan ini berlaku untuk banyak hal. Tetapi untuk cinta selain hal itu, bagaimana kalau tidak ada jawaban untuk pertanyaan? Bagaimana kalau tidak ada balasan untuk pemberian?

Tuhan datang to kasih tahu bahwa to have Him is to have everything and to be loved by Christ is to accept our inability to return it to Him, and therefore to extend that grace to others. Bohong kalau kita bilang mudah tidak menerima balasan kasih dari orang yang kita kasihi. Salah satu bohong terbesar! Makanya supaya kita jangan saling membohongi, Tuhan kasih cintaNya yang saking luar biasanya memampukan kita untuk hanya dipuaskan olehNya. 

Well, Priska dear, apa ya kira2 definisi cinta menurut mami kamu? Mungkin aja kita merasa udah mencintai seseorang tapi ternyata yang dicintai ngga merasa demikian = ) Turut prihatin dengan kisahmu yang ditulis dengan apik. Diasah yah, siapa tahu nanti akhirnya nulis buku = )

Pengunjung's picture

hmmm....

priska..... janganlah kamu membuka aib kamu pada forum seperti... sesungguhnya orang yang berhati dan berjiwa besar adalah orang yang mampu menutupi apa yang ada pada dirinya... kalo itu hanya cerita seh gak masalah tapi kalo itu kenyataan .... sungguh bodoh dirimu..... janganlah kau buka aib sendiri di muka umum..... mereka akan berpandangan apa ke kamu... ya priska ya... makasih sebelumnya....
Priska's picture

Ini pasar klewer

He he he... ini pasar klewer, pengunjung...

Setiap orang bebas menuliskan apa saja yang ada di pikiran dan di hatinya.

Kalau masalah cerita di atas... biarkan orang menerka-nerka saja, it's real or just my imagination. Ha ha ha Laughing 

__________________

"I can do all things through Christ who strengthen me"