Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Love's blog

Love's picture

Semuanya Akan Baik-Baik Saja

Aku melihat-lihat lagi foto-foto semasa aku dan suamiku masih
berpacaran dan juga foto-foto pernikahan kami. Pikiranku menerawang.
Saat kami berpacaran kami tidak tahu bahwa kami akhirnya akan menikah
walaupun kami memang berencana untuk membawa hubungan kami ke jenjang
pernikahan. Saat duduk di pelaminan, aku dan suamiku sering

Love's picture

Daulat-Mu

Ya, Tuhan ….

Aku tidah tahu bagaimana

kuungkapkan
rasaku saat ini ....

Yang pasti, ada
rasa sukacita tak terhingga

karena Engkau jawab
doaku ....

Love's picture

Dunia Anak: Sebuah Keajaiban

Aku bersyukur kepada Allah yang menempatkan anak-anak di sekelilingku, sehingga aku semakin mengenal betapa uniknya Allah menciptakan mereka. Mereka belajar secara alami dari
apa yang mereka lihat, pegang, dengar, makan, atau yang mereka cium.

Love's picture

Rinduku

Sesak rasanya …..

Kemana kan terluap?

Kerinduan ini menyesakkan

Air mata tak dapat membendungnya ….

 

Sesak rasanya ….

Kapan akan berakhir

Kerinduan ini menyesakkan

Love's picture

Nonton Infotaiment yuuukkk


Tadi pagi, sambil berdandan kusempatkan mendengar dan melirik-lirik siaran infotainment di sebuah stasiun televisi swasta. Hari ini ada menu tentang perceraian para artis di bulan puasa ini, ada juga gossip terbaru seputar pacar-pacar baru para artis, tidak ketinggalan pula l

Love's picture

MY VERY LITTLE ABRAHAM

Akhirnya aku tahu dengan lebih jelas lagi bagaimana perasaan Abraham saat Allah memintanya memberikan Ishak anak yang telah dinantinya berpuluh-puluh tahun. Anak yang sebenarnya sudah tidak diharapkannya, tetapi karena Allah menjanjikannya, Abraham tetap memegang janji Allah itu.

Love's picture

Om Polisi

Saat aku masih kecil dulu, mendengar kata polisi bisa membuat aku
menghentikan perbuatan usilku. Hanya dengan mendengar Mama, adik,

Love's picture

Empat Tahun Saja

Siapa yang dapat tahu dengan pasti kapan Bapa memanggil kita pulang ke
rumah-Nya. Saat kita tua kita pikir mungkin sebentar lagi giliran
kita. Tetapi saat kita muda? Atau bahkan saat kita masih balita?
Apakah kita berpikir hidup kita masih panjang?

Love's picture

MY RYAN

Ryan, bocah kecil berusia tiga tahun baru saja bangun dari tidurnya.
Segudang rencana hebat berkecamuk di kepalanya.

******

Hari ini aku mau main sama Putri dan Dinda. Aku mau bawa trukku biar

Love's picture

Jadilah Padaku

Yakobus 4:13-17

Ninis baru aja diajak bertunangan oleh Beni dalam sebuah makan yang
romantis. Saat itu mereka lalu terlibat perbincangan hangat mengenai
masa depan hubungan mereka. Masing-masing saling mengungkapkan

Love's picture

Tante Vina Sudah Pulang

Jika ada anak sekolah minggu yang memiliki guru sekolah minggu kesayangan, itu adalah aku.

Tulisan ini aku buat di tengah rasa duka yang aku alami. Guru sekolah mingguku, Tante Vina pulang ke rumah Bapa pada tanggal 17 Desember 2006 pukul 21.45.

Love's picture

Natal Sekolah Minggu

Sekolah minggu mungkin merupakan organisasi yang paling sibuk saat bulan Desember tiba. Bagaimana tidak, sejak bulan November guru-gurunya sudah mulai rapat sana sini untuk menentukan acara Natal, hadiah-hadiah, pementasan, kostum, dana, dan lain-lain.

Love's picture

Sumber yang Melimpah

"Huhhh ... susah amat sih mencari bahan mengajar untuk bulan depan!" keluh adikku yang adalah seksi kurikulum sekolah minggu di gerejaku. Memang, di sekolah minggu itu penyusunan kurikulum masih bulan per bulan, belum per tahun.

Love's picture

RAHASIA PRIA DAN WANITA

Kemarin saya mendengarkan seminar "on the air" dari sebuah radio yang fokus pada bidang bisnis. Tidak seperti biasanya, narasumber yang memang merupakan pembicara rutin seminar "on the air ini" mengetengahkan topik mengenai Rahasia Venus (rahasia wanita). Padahal yang seharusnya disampaikan adalah seminar seputar bisnis. Alasannya adalah dia ingin ada selingan dan santai dengan membahas topik-topik ringan.

Love's picture

Belajar dari Om Luther

 Baru saja aku membaca sebuah bagian buku yang berisi sumbangan-sumbangan Martin Luther dalam pendidikan Kristen.  Walaupun aku membacanya karena ada tugas dari sekolah, tetapi cukup menarik juga. Ada beberapa pelajaran yang aku dapatkan dari pembacaanku itu. Dari pada hanya hilang ditelan angan-angan belaka, aku coba tulis apa yang aku dapatkan dari bacaanku ini. Aku harap bagi yang punya pengetahuan lebih dalam lagi mengenai pendidikan ala Martin Luter bisa komen-komen di bawahnya ya .... 

Love's picture

Belajar dari Sapu-Sapu

Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapu ku meninggal dunia. Sejak saat
dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan,
lumut pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku.

Love's picture

Salam Sayang Untukmu

Celotehanmu kerap kali membuatku kalut
Candaanmu tidak jarang membuat teman-teman kecilmu berderai tangis
Komentarmu tidak bisa membuatku tenang menikmati detik-detik waktu
Tapi kehadiranmu tidak pernah tidak aku harapkan .......

Love's picture

I Love You!

"Ryan sayang gak sama Tante?"
"Iya, Tante ...."
"Sayang?"
"Cayang ...."
"Sayang sekali?"
"Cayang cekali ...."
"Kalau gitu coba bilang ... Ai ...."

Love's picture

Petrus Tidak Masuk Lagi!

Di tengah gegap gempita tepuk tangan anak-anak Sekolah Minggu, aku
melayangkan pandangan mataku ke ruangan kelas sambil memegang pena dan
sebuah buku absen. Saat pena yang kupegang memberikan tanda silang
sekali pada sebuah nama, aku langsung tertegun. Empat tanda silang
yang berurutan telah menandai sebuah nama. Itu berarti, sudah empat
minggu berturut-turut, dia tidak datang ke Sekolah Minggu.

Love's picture

Mata-Mata

"Mari kita berdoa!" rekanku mengucapkan kata itu dengan lantangnya di
depan murid-muridku yang sudah siap sedia mengikuti ibadah di kelas
sekolah minggunya yang mungil.

Aku sudah siap-siap menutup mata pula saat aku terpancing dengan
gerakan cepat seorang bocah kecil yang langsung menutup seluruh
wajahnya dengan tangan mungilnya. Jari-jarinya tidak rapat dan kulihat
bola matanya bergulir ke sana kemari dari sela-sela jemarinya. Aku
berdiri agak jauh dari mereka dan leluasa mengawasi mereka. Ada lagi
yang terang-terangan mendongakkan kepalanya ke atas, dengan mata
terbuka, seolah-olah di langit-langit kelas yang hanya tergantung satu
alat penerang itu ada banyak benda yang menarik. Wah lebih parah lagi,
ada anak yang saling berpandangan dari balik jemarinya dan saling
menuding, seolah berkata, "Ayo, kamu gak berdoa ya ....!"